SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Jatuh cinta kepada siapa?


__ADS_3

Akhirnya Logan kembali tinggal di condominium, selama Jessica dan Carlos berada di Mexico Cella tinggal bersama dengan pria itu. Kebahagiaan terpancar di wajah mereka berdua, tapi kebahagiaan itu hanya sesaat saja.


Saat kedua orang tua gadis itu kembali ke Amerika, Cella harus tinggal di rumah orang tuanya. Karena masih libur Logan tidak masuk kerja, untuk bertemu dengan Logan Cella terus berbohong kepada  Carlos dan Jessica.


Sedangkan Acel, dia berusaha mencari bukti tentang hubungan Cella dan Logan, dia benar-benar ingin memisahkan mereka. Hari ini Cella ingin bertemu dengan Logan, dia minta ijin kepada mamanya kemudian  masuk ke dalam mobil.


Dia langsung menjalankan mobilnya menuju ke condominium. Sebelum tiba, dia sempat melihat kendaraan Acel berada tidak jauh darinya. Cella membatalkan pergi ke condominium, dia mencari balik arah dan menuju ke Mall.


“Sialan, mengapa dia mengikutiku? Dasar tidak tahu diri,” umpat Cella sambil memukul gagang stir. Gadis itu mencari cara untuk menghindar kembarnya, akhirnya dia memutuskan pergi ke mall.


Cella masuk disalah satu mall dan memarkirkan mobil kemudian turun, dia mengeluarkan ponsel lalu mengirim pesan kepada Logan. Gadis itu memberitahukan kepada sang kekasih kalau dia di buntuti kembarnya.


Kini sekarang dia berada di mall. Cella keluar lewat pintu lain dan memanggil taxi, dia masuk lalu meminta sopir mengantarnya ke condominium.


Sopir mengantarnya, mereka tiba lalu Cella membayar taxi. Dia langsung masuk ke condominium, Cella tersenyum sendiri karena sudah berhasil mengelabui kembarnya. Dia melihat sang kekasih sedang duduk di teras, dia menghampiri Logan dan langsung duduk di paha pria itu. Logan tersenyum kemudian  mengecup pipi Cella.


Sedangkan Acel, dia turun dari mobil dan masuk ke dalam mall. Dia berusaha mencari adik kembaranya tapi sayang dia tidak menemukannya. Acel keluar dari mall dan pergi ke parkiran, dia melihat mobil adiknya masih terparkir. Acel masuk ke dalam mobil kemudian  meninggalkan parkiran, dia langsung kembali ke rumah.


Sementara di condominium, terlihat Logan dan Cella bercanda di kamar. Terdengar tawa gadis itu saat logan menggelitik pinggangnya.


“Aku ingin kamu segera hamil,” canda Logan lalu gadis itu membelalakkan mata.


“Logan, aku masih kuliah. Sebentar lagi akan selesai.” Dia membelai wajah yang berkumis dan berjenggot itu kemudian melihat jam di dinding kamar, Cella bangun dan memakai pakaiannya.


 “Aku harus kembali sekarang, sebentar lagi papa akan pulang,” ujarnya seraya memakai pakaiannya.


“Baiklah, kamu akan pakai taxi?” Logan ikut bangun dan memakai kaos juga celana pendek.


“Iya, mobilku masih di parkiran mall. Aku pergi sekarang ya.”  Cella  memeluk dan mengecup bibir kekasihnya kemudian mereka berdua keluar dari condominium lalu memanggil taxi. Cella kembali memeluk Logan dan mencium pipi pria itu lalu dia masuk ke dalam taxi.


****


Hari ini Cella malas untuk sarapan, dia hanya berdiam diri di kamar. Gadis itu lagi mencari cara agar bisa bertemu dengan kekasihnya. Sudah empat hari mereka tidak bertemu membuat dia sangat merindukannya.


Cella mondar-mandir di kamar, sesekali dia pergi berdiri di teras dan memikirkan kekasihnya. Cella kembali ke kamar dan menghempaskan tubuhnya di ranjang, dia menutup wajahnya dengan bantal.


Sementara di ruang makan terlihat orang tuanya serta kaka juga adiknya sedang menunggu gadis itu untuk sarapan, Jessica menatap Acel dan meminta putranya untuk pergi memanggil kembarnya. Dia ingin melihat apakah Acel dan Cella saling diam atau tidak.


“Acel, bisakah kamu memanggil Cella untuk sarapan?” pinta Jessica dengan menatap wajah putranya itu.


“Ah … Mam, aku lelah naik ke atas.” Alasan saja, Acel hanya saja tidak ingin kalau kedua orang tuanya tahu kalau dia dan kembarnya saling diam. Acel kemudian menatap Sheren. “Kamu saja yang panggil Cella di kamarnya!”


“Ya sudah,” sahut Sheren lalu dia berdiri dan pergi memanggil Cella.


Sheren mengetuk pintu kamar lalu terdengar suara Cella dari dalam menyuruhnya masuk, Sheren membuka pintu dan melihat adik iparnya sedang berbaring dengan wajah tertutup bantal.


“Cella. Mereka sedang menunggumu untuk sarapan,” kata Sheren sambil berdiri di depan pintu dan memperhatikan Cella.


Cella memutar tubuhnya dan meletakkan bantal di samping lalu dia mengangkat kepalanya menatap Sheren.

__ADS_1


“Aku tidak ingin sarapan. Kalian sarapan saja lebih dulu,” sahut Cella kemudian dia berbaring dan menutup kembali wajahnya dengan bantal.


Sheren hanya mengangkat kedua pundaknya kemudian turun pergi ke ruang makan, dia duduk lalu  membuka piringnya.


“Cella tidak ingin sarapan, dia meminta kita sarapan saja, tidak usah menunggunya,” Sheren mengambilkan sarapan untuk suaminya kemudian dia meletakkan di depan Acel. Dia juga mengambilkan sarapan untuk Ezer dan Isabell.


Carlos menggeleng-gelengkan kepala dan berdiri kemudian dia pergi ke kamar putrinya, tanpa mengetuk dia langsung membuka pintu dan masuk. Carlos langsung menghampiri Cella yang masih berbaring dengan wajah di tutupi bantal lalu dia duduk di sisi tempat tidur.


“Sheren. Sudah aku katakan, aku tidak ingin sarapan. Kalian saja sarapan lebih dulu.” Cella berpikir itu adalah Sheren, dia tidak tahu kalau yang duduk di sisi tempat tidur adalah papanya.


Carlos menarik bantal yang menutupi wajah gadis itu kemudian dia tertawa. Cella terkejut melihat papanya.


“Papa? Aku pikir Sheren,” ujar Cella dengan memukul lengan papanya kemudian dia bangun dan bersandar di sandaran tempat tidur. Carlos tertawa lagi kemudian dia menarik Cella dan mencium kening putrinya.


“Putri papa kenapa tidak mau sarapan?” tanya Carlos dengan membelai wajah yang lembut itu.


“Aku tidak lapar, Pap. Nanti saja aku sarapan. Oh ya, apakah papa akan pergi ke kantor?” tanya Cella dengan meraih tangan Carlos dan memegangnya.


“Tentu saja, Sayang. Kamu tahu setiap hari papa selalu ke kantor, ada apa?” Carlos bertanya balik kepada Cella dengan memegang tangan gadis itu.


“Tidak apa-apa, aku hanya bertanya saja,” sahut Cella dengan senyum manisnya.


“Oh … kalau begitu papa sarapan ya, mereka sedang menunggu papa di meja makan.” Carlos berdiri dan mengacak rambut Cella lalu gadis itu tertawa, dia bangun dan mengikuti papanya dari belakang. Saat Carlos keluar, Cella langsung mengunci kamarnya.


“Mudah-mudahan Acel dan mama ke kantor juga, jadi aku bisa bertemu dengan Logan.” Cella kembali berbaring, dia menunggu sampai kedua orang tuanya dan  Acel pergi ke kantor.


Sementara di meja makan Jessica melihat Carlos datang hanya sendiri, kemudian dia menatap Acel.


“Tidak, Mam. Aku tidak ada masalah dengan Cella,” bohong Acel. “Kenapa, Mam?” Acel balik bertanya setelah menyuap makanan ke dalam mulutnya.


“Tidak, Acel. Mama hanya bertanya saja, soalnya mama lihat kalian seperti berbeda sekarang.” Jessica memperhatikan  raut wajah putranya, dia masih curiga dengan kedua anaknya itu.


“Iya, papa juga melihat kamu dan Cella tidak saling tegur. Ada masalah?” tanya Carlos dengan mengkerutkan dahinya.


“Ah … Papa, aku dan Cella tidak ada masalah,” sahut Acel dengan sedikit kesal


“Baiklah,” ujar Carlos seraya membersihkan mulutnya dengan tissue kemudian dia berdiri dan mengecup kening istrinya.


“Terima kasih, Sayang. Sarapannya sangat lesat,” puji Carlos kepada istrinya sambil mengedipkan sebelah mata lalu Jessica tertawa kemudian dia berdiri dan mengecup bibir suaminya.


 “Sama-sama, Babe. Untuk suami tercinta dan anak-anak, aku akan selalu membuat makanan yang lesat,” canda Jessica lalu Carlos tertawa dan meninggalkan meja makan diikuti Acel.


Jessica dan Sheren merapikan meja makan dan membawa piring kotor ke tempat cuci piring. Sheren mencuci piring, sedangkan Jessica dia naik ke lantai dua. Dia ingin menemui putrinya.


Jessica mengetuk kamar Cella kemudian pintu terbuka. Wanita itu tersenyum kepada putrinya lalu dia masuk dan duduk di kursi.


“Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Jessica dengan memperhatikan wajah gadis itu.


“Iya, Mam. Aku baik-baik saja, sebentar lagi aku sarapan,” sahut Cella dengan bangun dan duduk di tempat tidur.

__ADS_1


“Oh … kamu masih libur?” tanya Jessica lagi


“Iya, Mam. Minggu depan aku masuk kuliah,” jawab Cella kemudian dia menarik Jessica untuk duduk di tempat tidur. “Mam ada yang ingin aku katakan kepada Mama.” Jessica mengangkat kedua keningnya lalu ikut duduk  di sisi tempat tidur.


“Apa itu, Sayang? Katakan kepada Mama.” Jessica menjadi penasaran dengan apa yang ingin di katakan Cella padanya.


“Mam. Aku sudah jatu cinta kepada seseorang,” ucap Cella lirih, lalu dia menunduk.


Jessica terkejut dan membelalakkan matanya, dia tidak percaya putrinya bisa jatuh cinta. Jessica memegang tangan Cella kemudian dia bertanya lagi.


“Kamu jatuh cinta kepada siapa? Apakah teman kuliahmu atau siapa?” Jessica begitu penasaran dia ingin tahu siapa yang sudah membuat putrinya jatuh cinta. Cella mengangkat kepala dan memegang tangan mamanya kemudian dia menggeleng-gelengkan kepala.


“Tidak, Mam. Bukan teman kampus tapi dia ….” Cella terhenti, dia masih ragu untuk mengatakan kepada mamanya.


“Siapa, Sayang? Katakan kepada mama!” desak Jessica dengan memegang tangan gadis itu.


“Mam. Aku takut nanti mama dan papa marah padaku,” sahut Cella dengan wajah cemas kemudian dia menundukkan kepala.


“Sayang, katakan kepada Mama. Mama tidak ingin kamu jatuh cinta kepada laki-laki yang tidak baik, kamu tahu papa kamu kan?” Jessica menjadi khawatir, dia tidak ingin putri kesayangannya salah memilih laki-laki.


“Mam. Aku jatuh cinta kepada Logan.” Cella memberanikan diri mengatakannya, dia tidak ingin menyimpannya lagi lalu Jessica terkejut,.


“Apa? Cella kalau papa kamu tahu dia pasti akan marah padamu.” Dia memegang kedua pipi Cella dan bertanya. “Apa kamu benar jatuh cinta padanya?” Cella menatap Jessica dan menganggukan kepala lalu Jessica memeluk  dan membelai rambut putrinya.


Dia tidak menyangka putrinya itu bisa jatuh cinta, selama ini yang dia tahu Cella hanya sibuk dengan kuliah dan tidak ada waktu untuk pacaran.


“Kamu harus bicara dengan papa, jangan sampai papa tahu dari orang lain. Kamu sudah tahu sifat papa  seperti apa,” ujar Jessica kemudian dia melepaskan pelukkannya dan menatap Cella.


“Ahh … sayang mama tidak menyangka kamu bisa jatuh cinta kepada Logan.


“Mam. Aku takut papa tidak menyetujuinya dan memecat Logan,” sahut Cella dengan suara memelas sambil memegang tangan mamanya.


“Sayang. Papa setuju atau tidak kamu harus mengatakannya, Ok!” tegas Jessica kepada Cella sambil memegang kembali kedua pipi gadis itu, lalu Cella menganggukan kepala.


“Iya tapi belum sekarang, nanti aku cari waktu yang tepat dan bicara dengan papa,” sahut Cella kemudian dia memeluk Jessica. “Mam, aku hanya menginginkan Logan,” bisiknya lirih.


Jessica tidak menjawab, dia hanya menganggukan kepala dan membelai rambut putri kesayangannya itu. Dia mepelaskan pelukkannya kemudian  berdiri dan menatap gadis itu.


“Jangan lupa sarapan, mama akan bersiap-siap ke kantor,” ujar Jessica lalu Cella menganggukan kepala.


Jessica meninggalkan kamar putrinya dan pergi ke kamarnya. Sedangkan Cella dia kembali berbaring di tempat tidur, dia merasa legah Jessica tidak marah hubungannya dengan Logan. Sekarang dia harus memikirkan bagaimana cara untuk menyampaikan kepada Carlos. Dia takut papanya akan menentang hubungan dia dengan Logan.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya


Oh ya, mampir juga di karya terbaruku dengan judul :


AMOR PROHIBIDO ( CINTA TERLARANG )

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2