
Pagi pagi Carlos sudah bersiap siap ke kantor, dia memakai sepatunya, selesai memakai sepatu Carlos menemui Jessica di dapur
“Sayang aku harus berangkat sekarang, aku tidak ingin terlambat.” Kata Kairos sambil memeluk Jessica lalu mencium kening Jessica
“Kamu tidak sarapan dulu beb?” Tanya Jessica sambil merapikan kerak baju Carlos
“Sayang, nanti saja sarapannya. Aku terburu buru.” Jawab Carlos “Oh ya sayang, kalau ke kantor minta Colby atau Dennis yang mengantarmu ya!”
Jessica tersenyum
“Aku bisa sendiri beb.” Kata Jessica “Kamu tidak usah khawatir.”
“Ah.. sayang, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu. Biarlah Colby atau Dennis yang mengantarmu.” Kata Carlos sambil membelai wajah Jessica
“Baiklah, aku akan meminta Colby untuk mengantarku.” Kata Jessica
“Terima kasih sayang, aku jadi tenang. Kalau begitu aku pergi sekarang.” Kata Carlos lalu dia mengecup kening Jessica.
Carlos masuk ke dalam mobil, dia langsung meninggalkan kediamannya lalu menuju ke kantor.
Brazil
Terlihat Vania dan Pedro sedang merapikan barang barang mereka. Hari ini mereka akan kembali ke Portugal, dua bulan lebih mereka berada di Brazil. Mereka sudah berkeliling di kota kota yang berada di Brazil.
“Vania sayang, apakah kamu sudah selesai.” Tanya Pedro sambil memeluk Vania dari belakang
“Aku sudah selesai Pedro.” Jawab Vania sambil memuar tubuhnya menghadap Pedro lalu dia melingkarkan tangannya di punggung Pedro
Pedro tersenyum lalu mengecup bibir Vania
“Aku sangat mencintaimu sayang.” Kata Pedro
“Aku juga mencintaimu, Pedro sayang.” Kata Vania sambil mencubit pipi Pedro. “Kita pergi sekarang?” Tanya Vania
“Iya sayang, kita pergi sekarang.” Kata Pedro sambil meremas hidung Vania.
Mereka keluar dari kamar kemudian pelayan membawa barang barang mereka dan memasukannya ke dalam mobil. Pedro dan Vania meninggalkan Villa lalu menuju ke Airport. Mereka kembali ke Portugal menggunakan pesawat pribadi milik Tuan Hector.
Seattle
Perut Tania semakin hari semakin membesar, hari ini dia akan pergi ke Dokter kandungan. Dia ingin tahu jenis kelamin bayinya. Aunty Joly akan mengantar Tania ke Dokter kandungan, terlihat Tania dan Aunty Joly masuk ke dalam mobil. Aunty Joly menghidupkan mesin mobil lalu menjalankan mobilnya menuju ke klinik.
Tiba di klinik Aunty Joly mendaftarkan Tania, lalu mereka menunggu di ruang tunggu. Aunty Joly menatap Tania lalu tersenyum.
“Kamu benar benar tidak ingin mengatakan kepada keluarga Kairos tentang ke hamilanmu sayang?” Tanya Aunty Joly sambil membelai rambut Tania.
Tania menggelengkan kepala
“Tidak Aunty, aku tidak akan mengatakannya kepada mereka.” Jawab Tania sambil mengelus perutnya.
Tiba gikiran Tania, mereka berdua masuk kedalam ruangan dan Dokter menyuruh mereka duduk.
Tania dan Aunty Joly duduk berhadaoan dengan Doter.
“Bagaimana Nyonya, ada keluhan apa?” Tanya Dokter sambil tersenyum.
“Begini Dokter kami hanya ingin tahu jenis kelamin dari bayi yang di kandungnya.” Jawab Aunty Joly
“Ohh.. begitu. Baiklah, silahkan berbaring di tempat tidur.” Kata Dokter kepada Tania
Tania berdiri lalu dia berbaring di tempat tidur lalu Dokter menghampiri Tania dan mengoleskan gel di perut Tania kemudian Dokter menggerakan alat usg di perut Tania.
“Hmm… Janinnya sehat dan berjenis kelamin laki laki.” Kata Dokter kepada Tania. “Selamat ya.” Ucap Dokter sambil tersenyum, kemudian dia mengambil tissue lalu membersihkan sisa sisa gel di perut Tania.
Tania tersenyum kepada Dokter, Tania berdiri dan duduk di samping Aunty Joly
“Usia kandungannya baru masuk empat bulan.” Kata Dokter lagi. “Aku akan memberikan vitamin kepada Anda dan jangan lupa untuk selalu makan makanan yang sehat. Itu bagus untuk pertumbuhan janin Anda.
“Iya Dok, Terima kasih ya.” Ucap Tania
Aunty Joly dan Tania meninggalkan klinik lalu kembali ke rumah.
__ADS_1
Indonesia
Kairos dan Angel sedang melakukan perjalanan ke Minahasa Tenggara, mereka ingin mendaki Gunung Soputan. Mereka ikut melalui jalur kampung silian kecamatan tombatu. Angel dan Kairos bersama tim Adventur malapor di pos, kemudian mereka di ijinkan melanjutkan perjalanan, mereka melewati pinus yang menjulang tinggih.
Kairos sangat tertarik dengan Gunung Soputan, berebapa obyek wisata yang mereka lalui, seperti : Jejeran hutan pinus, kawah tua Gunung Soputan (2 kawah) dan yang membuat Kairos terkagum kagum yaitu Puncak anakan, sebelum sampai di puncak yang paling besar mereka mampir di puncak anakan. Kairos mengeluarkan drone dari tas punggungnya lalu dia merekam puncak anakan. Merea melakukan perjalanan lagi ke puncak yang paling besar. Mereka tiba di puncak, Kairos dan Angel meletakkan barang barang mereka lalu Kairos kembali merekam dengan dronenya.
Torrance
Carlos tiba di kantor, dia langsung menuju ke ruangannya. Dia melepaskan tas kerjanya lalu keluar dan menuju keruangan assistennya, Carlos masuk dan melihat Carens sementara di depan computer
“Carens tolong keruanganku.” Kata Carlos kepada Carens.
“Sekarang Tuan?” Tanya Carens
“Iya Carens sekarang.” Kata Carlos kemudian dia meninggalkan ruangan Carens dan kembali keruangannya.
Dia masuk lalu duduk di kursi kerjanya. Dan terdengar pintu di ketuk
Tok… Tok.. Tok..
“Masuk saja Carens.” Kata Carlos, kemudian pintu terbuka. “Silahkan duduk Carens.”
Carens masuk lalu dia duduk depan meja Carlos.
“Ada apa Tuan Carlos?” Tanya Carens
“Umm… Begini Carens, aku ingin kamu mencari beberapa orang yang hebat dalam bermain saham.”
Carens mengkerutkan dahinya
“Untuk apa tuan? Apakah tuan ingin berbisnis jual beli saham?” Tanya Carens dengan hera.
Carlos tersenyum sambil menyandarkan badannya di sandaran kursi kerja dan memainkan pulpen di jarinya.
“Iya Carens, aku ingin bermain saham.” Jawab Carlos
“Kenapa tidak dari dulu Tuan?” Canda Carens
“Ah.. aku baru terpikirkan sekarang. Oh ya kamu bisa mendapatkannya?” Tanya Carlos lagi.
“Kalau begitu siapkan lantai delapan untuk menjadi tempat kita bermain saham. Letakkan computer dan Lcd di lantai delapan.”
“Baik Tuan Carlos aku akan mempersiapkan semuanya. Masih ada lagi Tuan?” Tanya Carens
“Itu saja Carens, oh ya secepatnya ya.” Kata Carlos lagi
“Tentu saja Tuan Carlos, Anda jangan khawatir.” Kata Carens. “Kalau begitu aku kembali ke ruanganku Tuan.”
“Baiklah Carens.” Kata Carlos
Carens meninggalkan ruangan Carlos lalu kembali keruangannya.
Carlos bersandar di kursi kerjanya,
“Aku akan memberi pelajaran kepada Celline melalui orang tuanya.” Kata Carlos dalam hati. “Kamu sudah menghancurkan anakku, dan sekarang kamu akan merasakan akibatnya.” Kata Carlos sambil memainkan pulpen dengan jarinya.
Tiba tiba terdengar pintu di ketuk lagi
Tok.. Tok… Tok..
“Masuk saja.” Kata Carlos
Pintu terbuka dan Carlos melihat Mike yang datang, Carlos berdiri dan menyambut Mike
“Hi Mike, apa kabarmu?” Sapa Carlos sambil memeluk Mike
Mike membalas pelukan Carlos
“Seperti yang kamu lihat, aku baik baik saja.” Kata Mike sambil tersenyum
“Ah.. baguslah kalau begitu. Ayo duduk Mike.” Kata Carlos lalu mereka berdua duduk di sofa
__ADS_1
“Bagaimana kabar Jessica dan anak anak?” Tanya Mike
“Mereka baik baik saja. Sering seringlah berkunjung kerumah Mike!”
“Iya Carlos nanti aku akan berkunjung ke rumahmu, oh ya Carlos bagaimana kalau kita pergi minum coffee. Sudah lama kita tidak minum Coffee bersama.” Kata Mike
“Baiklah Mike, kalau begitu kita cari tempat Coffee yang bagus.” Kata Carlos sambil tersenyum
“Ayo Carlos.” Ajak Mike lalu mereka berdua keluar dari ruangan dan menuju ke tempat parkir. “Carlos mau pakai mobilmu atau mobilku?”
“Um.. pakai mobilmu saja.” Jawab Carlos
“Baiklah kalau begitu.”
Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan Carlos mengirim pesan kepada Osvaldo utuk mengawasi dia dan Mike.
Carlos dan Mike masuk di salah satu Café. Mereka langsung memilih meja yang berada di pojok, Carlos dan Mike memesan Coffee lalu kembali duduk.
“Oh ya Mike, bagaimana perkembangan persusahaanmu?” Tanya Carlos membuka percakapan
“Um.. semakin bagus Carlos. Oh ya Carlos, ada yang ingin aku katakan padamu.”
Carlos menatap Mike
“Apa itu Mike? Katakan saja!”
“Um.. begini Carlos, kita berdua harus berhati hati. Beberapa hari ini aku merasa seperti ada yang selalu mengawasiku.” Kata Mike denga suara pelan.
“Oh ya? Siapa yang menagawasimu Mike?” Tanya Carlos penasaran
“Ehm.. aku tidak tahu Carlos, aku masih menyelidikinya.”
Sementara Mike dan Carlos berbincang bincang, sepasang mata sedang mengawasi mereka berdua.
“Mike, anak buahmu harus selalu mendampingimu kemanapun kamu pergi. Bila perlu kamu sewa sniper, dia bisa mengawasimu dari jarak jauh.”
“Iya Carlos, kamu benar sekali.”
“Mike kalau kamu mau, aku akan berikan salah satu anak buahku kepadamu. Dia juga sniper.” Bisik Carlos
“Boleh juga Carlos, berikan salah satu anak buahmu kepadaku.” Pinta Mike
“Baiklah Mike.” Kata Carlos, kemudian dia meminum coffeenya. Tiba tiba tangan Carlos yang memegang Coffe di senggol dan coffee itu tumpah di kemeja Carlos. Sontak Carlos terkejut dan mengibas tumpahan Coffee di kemejanya. “Shit… apakah kamu tidak punya mata? Kata Carlos kepada orang itu.
“Maaf Tuan aku tidak sengaja, aku terburu buru Tuan.” Kata orang itu lalu dia meninggalkan Café.
Sampai diluar dia menelepon seseorang.
“Menunggu perintah Tuan.” Kata orang itu.
“Jangan sekarang.” Jawab seseorang dari seberang telepon.
“Bailah Tuan.” Kata orang itu lalu dia menutup telepon dan masuk kedalam mobil lalu dia meninggalkan Café
Sementara itu di dalam Café terlihat Carlos membersihkan tumpahan Coffee di kemejanya.
“Mike aku harus kembali ke rumah. Kemejaku sudah kotor.” Kata Carlos
“Baiklah Carlo, aku juga akan kembali ke kantor.”
“Ok Mike, berarti kamu antar aku kembali ke kantor.” Kata Carlos
Kemudian mereka berdua meninggalkan Café lalu kembali ke kantor.
Tiba di kantor Carlos turun dari mobil, dan Mike dia langsung kembali ke kantor.
Carlos masuk ke dalam kantor, dia langsung menuju ke ruangannya. Dia membuka pintu dan masuk, kemudian dia mengambil kunci mobil lalu dia keluar kembali menuju parkiran
Carlos masuk kedalam mobil kemudian dia menjalankan mobil menuju ke rumahnya.
Selamat membaca
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar ya
Terima kasi