
Setelah melakukan penyatuan dengan sang mantan, Logan dan Dylla sering bertemu di luar kantor. Pria dan wanita itu bahkan selalu menginap di hotel untuk melepaskan hasrat mereka.
Tapi saat ini Logan ingin menepati janjinya untuk mengajak sang istri serta putrinya untuk berlibur ke London, dia tidak mengabulkan permintaan Dylla untuk menunda liburan mereka.
Kini pasangan suami istri itu sudah berada di London mereka menginap disalah satu hotel termewah di kota itu, Cella berdiri di depan jendela kaca dan melihat gedung-gedung bertingkat lalu Logan memeluknya dari belakang.
“Anggap saja ini bulan madu kita yang tertunda.” Cella tertawa dan memutar tubuhnya menghadap sang suami.
“Tidak bulan madu’pun aku sudah sangat bahagia. Bersamamu selalu aku bahagia.” Logan tersenyum kemudian mereka berdua berpelukan.
“Oh ya apakah Sabrina sudah tidur?” tanya Logan seraya melepaskan pelukkannya dan menanggalkan kaos kemudian menghempaskan tubuhnya di kasur.
“Iya, dia sedang tidur bersama pengasuh.” Sabrina dan pengasuh tidur di kamar lain, Logan sengaja memesan kamar untuk Sabrina dan pengasuh agar dia bisa bebas berduaan bersama sang istri.
“Oh begitu.” Dia berdiri kemudian melepaskan satu persatu pakaian istrinya. “Aku ingin melakukan dengan bebas malam ini, aku ingin membuatmu menjerit kenikmatan dan tak berdaya di tempat tidur.” Cella tertawa kemudian mencubit perut suaminya.
Dia mengangkat tubuh sang istri dan menghempaskannya di kasur, kembali Cella tertawa lalu Logan mencium sekujur tubuh wanita itu. Terdengar desahaan kecil dari bibir Cella.
Malam ini dia ingin memuaskan istrinya, dia menatap tubuh indah itu dan membelainya. Logan mengecup leher jenjang Cella dan memainkan lidahnya di belakang telinga wanita itu.
Cella memejamkan mata dan membiarkan sang suami menjamah tubuhnya, dia menggeliat saat jemari itu bermain di antara pahanya. Cella tidak tinggal diam, dia juga memainkan suatu benda yang berukuran 20cm itu. Dia mengelusnya sehingga benda itu menjadi keras.
Desahaan keluar dari bibir pria itu saat tangan lembut sang istri memainkannya dengan cepat, dia memegang tangan itu lalu mendorong tubuh Cella untuk turun kebawah.
Cella mengerti apa yang diinginkan sang suami, dia turun kebawa dan beraksi di sana, Logan melihat istrinya melakukan seperti yang dia inginkan lalu Logan membelai rambut Cella.
__ADS_1
Dia membantu menggerakkan kepala sang istri dengan cepat lalu menghentikan aksi Cella. Dia menarik wanita itu dan membaringkannya kemudian naik ke atas tubuh mommy dari Sabrina dan melakukan olahraga yang sudah menjadi candunya, dia melakukan dengan perlahan-lahan.
Cella memejamkan mata dan merasakan kenikmatan dari permainan suaminya, lama-kelamaan gerakan pria itu semakin cepat. Dia merintih kenikmatan, lalu menggoresan kuku di punggung Logan saat dia tidak tahan dengan gempuran yang di lakukan oleh Logan.
Darah dengan cepat mengalir ke seluruh organ tubuh, dia meremas rambut suaminya lalu Cella mengalami pelepasan. Papi Sabrina tidak berhenti, dia terus bekerja dan ingin membuat istrinya tidak berdaya.
Mereka saling mengganti posisi dan gaya, terdengar perpaduan bunyi cairan saat pria itu melakukan gerakannya dengan cepat. Empat kali mengalami pelepasan membuat sang istri tidak berdaya.
Logan terus bekerja di atas tubuh Cella, dia juga ingin mencapai puncak kenikmatan itu lalu Logan mengerang di telinga sang istri saat dia mengalami pelepasan, berulang kali dia menyentakan pinggulnya melepaskan sisa-sisa kenikmatan yang baru saja dia raih bersama Cella.
Dia memeluknya dengan erat dan menghembuskan napas di telinga sang istrinya. Logan turun dari atas tubuh Cella dan berbaring di samping wanita itu, dia memegang tangannya dan memejamkan mata. Jantungnya masih berdetak dengan cepat peluh keringat menempel di tubuh mereka berdua.
Sedangkan Cella, dia memejamkan mata, beberapa kali mengalami pelepasan membuat dia merasa lelah untuk berdiri. Dia meletakkan kepala di dada bidang itu sementara salah satu kakinya diletakan di antara paha sang suami.
“Ayo kita mandi.” Cella hanya menggelengkan kepala, dia merasakan kakinya masih lemah.
“Setiap hari aku akan membuatmu tidak berdaya,” canda Logan lalu Cella menepuk dada bidang itu.
“Kalau kamu ingin mandi pergi saja, aku masih ingin di tempat tidur.” Logan bangun kemudian dia mengangkat istrinya dan membawanya ke kamar mandi. Cella tertawa dan memukul dada suaminya.
Logan menurunkan Cella dan menyalakan shower, dia menggosok punggung sang istri dengan sabun. Pasangan suami istri itu bergantian menyabuni badan mereka. Selesai Logan membalutkan handuk di pinggangnya kemudian memeluk wanita yang baru saja dia buat puas.
“Apakah kamu masih ingin?” tanya Logan sambil menunjukkan benda yang masih keras itu kepada istrinya.
“Bagaimana kalau kamu simpan untuk besok?” canda Cella lalu suaminya tertawa dan kembali memeluknya.
__ADS_1
Cella dan Logan kembali ke kamar lalu ponsel pria itu berbunyi, Logan langsung meraih benda pipi itu dan melihat panggilan dari sang mantan. Logan berdecak dan menjawab telepon itu sambil merengkuh pinggang Cella.
“Maaf, Dylla. Aku sedang berlibur bersama istriku. Masalah pekerjaan hubungi saja asistenku.” Belum sempat Dylla bicara Logan sudah menutup telepon lalu melepaskan tangannya dari pinggang Cella dan mengirim pesan kepada wanita itu.
‘Kalau aku sedang bersama keluarga jangan pernah menghubungiku, mengerti!’
Cella melihat raut wajah Logan lalu dia melingkarkan tangan di pinggang pria itu dan mengecup dada bidang berotot suaminya.
“Mungkin saja penting,” ujar Cella tanpa curiga sedikitpun.
“Aku tidak suka kalau lagi bersama keluarga lalu diganggu dengan pekerjaan, ini waktunya aku bersama kamu dan Sabrina.” Logan mengecup bibir Cella dan membaringkan wanita itu di ranjang.
****
Dua minggu sudah mereka di London, mereka berkeliling di tempat-tempat yang indah di kota tersebut. Kini pasangan suami istri itu akan kembali ke Brasil, pagi Cella bangun kemudian dia pergi ke kamar mandi. Saat akan menyalakan shower dia merasakan mual.
Dia berdiri di depan cermin dan memegang perut. Jangan-jangan aku hamil, sudah dua bulan aku tidak period.
Cella tersenyum di depan cermin dan mengelus perutnya. Sesampai di Brazil aku akan memeriksakan kandunganku, mudah-mudahan saja aku hamil agar Sabrina memiliki adik. Dia melanjutkan mandi, Setelah selesai dia melilitkan handuk di badan kemudian kembali ke kamar.
Dia melihat Logan masih tertidur pulas lalu Cella mengecup kening sang suami. Dia memperhatikan wajah itu lalu tersenyum. ‘Aku akan memberikan kejutan padanya, dia pasti sangat bahagia kalau Sabrina memiliki adik.’
Logan membuka matanya, samar-samar dia melihat istrinya sedang berdiri di sisi tempat tidur dengan berbalutkan handuk. Logan tersenyum dan menarik tangan Cella sehingga wanita itu terbaring di tempat tidur.
Dia langsung melepaskan handuk dari tubuh sang istri lalu menindih tubuh itu dan mencium bibirnya. Cella melayani suaminya sampai mereka berdua mengalami pelepasan bersama.
__ADS_1
Selesai melayani suaminya, dia memakai pakaian dan meninggalkan pria itu yang masih berbaring di tempat tidur dengan tubuh masih telanjang. Cella pergi ke kamar sang putri dan pengasuh.