SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 32


__ADS_3

Seminggu sudah Acel di rumah sakit dan sampai saat ini Acel belum sadarkan diri. Dan seminggu sudah Kairos dan Tania bersama lagi tapi Kairos masih belum juga mengatakan tentang Angel kepada Tania.


Kairos sedang bersiap siap, dia ingin pergi kerumah sakit. Kairos memakai kemejanya lalu Tania datang dan memeluk Kairos dari belakang.


“Honey, kamu akan pergi ke rumah sakit.” Tanya Tania.


Kairos memandang Tania dari cermin lalu dia tersenyum, dia memegang tangan Tania


“Iya sayang, aku ingin melihat keadaan Acel.” Jawa Kairos kemudian dia membalikkan badannya menghadap Tania dan melingkarkan tangannya di pinggang Tania. “Kamu mau ikut sayang?”


“Aku ingin ikut tapi tidak ada yang melihat Ezer.” Kata Tania sambil mengatur kemeja Kairos.


“Apakah Teresa sudah datang?”


“Belum honey, biar aku saja yang melihat Ezer dan Isabell.”


Kairoe tersenyum lalu dia mencium bibir Tania.


“Baiklah sayang, aku pergi sekarang.” Kata Kairos lalu dia mengambil kunci mobilnya.


“Hati hati ya!”


“Terima kasih sayang.” Ucap Kairos kemudian dia mengecup bibir Tania. Kairos meninggalkan Tania di kamar kemudian dia masuk kedalam kamar Isabell.


“Hallo sayang, aku pergi dulu ya. Nanti Isabell bersama Tania dan Ezer ya.”


Isabell berdiri lalu dia memeluk Kairos


“Kamu mau kemana Kairos?” Tanya Isabell


“Sayang, aku akan pergi ke rumah sakit. Aku ingin melihat Acel.”


“Kairos aku ikut, aku ingin melihat Acel.” Kata Isabell sambil melingkarkan tangannya di leher Kairos


“Sayang, anak kecil tidak boleh masuk di ruangan Acel.”


Isabell menarik nafas panjang.


“Hmm. Baiklah, aku ingin bermain dengan Ezer.” Kata Isabell sambil melepaskan pelukannya.


“Baiklah sayang, Ezer ada di kamar mama bersama Tania. Ayo ikut aku!” Kata Kairos kemudian dia menggendong Isabell dan membawa Isabell ke kamar Jessica.


Kairos menurunkan Isabell lalu dia naik ke tempat tidur. Dia bermain bersama Ezer dan Tania.


Kairos masuk ke dalam mobil kemudian dia menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit. sepanjang jalan ke ruman sakit Kairos memikirkan bagaimana cara mengatakan kepada Tania tentang Angel


Kairos takut kalau Tania meninggalkannya lagi.


“Ahh.. aku pusing. Apakah aku meminta bantuan papa mama lagi?” Kata Kairos dalam hati. “Aku jadi bingung.”


Akhirnya Kairos tiba di rumah sakit. Kairos turun dari mobil kemudian dia masuk ke dalam rumah sakit. Kairos langsung menuju ke kamar Acel, Kairos masuk lalu dia melihat Jessica dan Carlos sedang duduk memperhatikan Acel.


Kairos menghampiri Jessica dan Carlos


“Mam, bagaimana keadaan Acel?” Tanya Kairos


Jessica menarik nafas panjang, tampak kesedihan di wajahnya.


“Hmmm… Acel belum siuman juga.” Jawab Jessica sambil memegang tangan Acel.


Kairos berdiri di samping tempat tidur lalu dia memegang tangan Acel.


“Acel, cepat sadar. Anakku menunggu candamu.” Bisik Kairos di kuping Acel


Jessica membelai rambut Kairos dan memeluk Kairos


“Mam, aku kasihan melihat keadaan Acel seperti ini. Siapa yang menabraknya, aku ingin mencarinya mam.” Kata Kairos dengan geram


Carlos menghampiri Kairos.


“Jangan berbuat yang aneh aneh Kairos, ingat kamu memiliki anak.” Kata Carlos mengingatkan Kairos “Biarkan polisi yang menyelesaikannya.” Kata Carlos lagi.


“Apa yang di katakan papa itu benar sayang, ingat Ezer dan Tania.” Kata Jessica

__ADS_1


“Oh ya mam, aku bingung mengatakan kepada Tania tentang Angel. Aku takut Tania salah paham lagi padaku.” Kata Kairos


“Sayang kamu harus mengatakannya kepada Tania dari sekarang.” Kata Jessica sambil membelai rambut Kairos.


“Tapi mam, aku tidak tahu bagaimana cara mengatakannya.”


“Sayang, kamu harus meyelesaikan malahmu sendiri, jangan mama dan papa terus.” Kata Jessica lagi


‘Iya benar Kairos, kamu harus menyelesaikan sendiri masalahmu, jangan bergantung terus kepada papa dan mama.”


Kairos diam dan berpikir.


“Apa yang papa dan mama katakan itu benar, aku tidak boleh bergantung terus kepada mereka berdua. Aku harus menyelesaikan masalahku, aku harus mengatakan semuanya kepada Tania. Dia mau marah atau tidak aku harus mengatakannya.” Kata Kairos dalam hati. Kemudian dia berdiri


“Bailah mam, kalau begitu aku pulang dulu. Aku ingin membantu Tania menjaga Ezer dan Isabell. Cella masih di kampus dan Teresa tidak datang.”


“Baiklah sayang, hati hati ya!” Kata Jessica lalu dia mencium kedua pipi Kairos. “Ingat Jangan melakukan lagi di kamar mama ya.” Bisik Jessica lalu Kairos tertawa


“Mamm…”


Jessica tersenyum dan menepuk pipi Kairos. Kairos memeluk Carlos


“Pap, aku pergi dulu ya.”


“Iya Kairos, Hati hati ya.” Kata Carlos lalu dia memeluk Kairos dan mencium kedua pipi Kairos


‘Terima kasih pap.” Ucap Kairos lalu dia meninggalkan Carlos dan Jessica.


Kairos pergi ke parkiran lalu dia masuk kedalam mobil. Kairos menjalankan mobilnya menuju ke rumah. Dia melihat dari spion, Hank dan Emil sedang mengikutinya.


Kairos tiba di rumah lalu dia langsung mencari Tania. Kairos pergi ke kamar Jessica dan melihat Tania sedang tertidur bersama Ezer. Kairos mengangkat Ezer lalu memindahkan Ezer di dalam box. Tania membuka matanya.


“Honey kamu sudah pulang?”


“Iya sayang, oh ya apakah Cella sudah pulang?”


“Umm..belum, kalau Isabell ada di kamarnya bersama Teresa.” Kata Tania kepada Kairos sambil dia duduk di sisi tempat tidur.


“Aku pikir Teresa tidak akan datang.” Kata Kairos sambil tersenyum kepada Tania. “Sayang aku ingin mengatakn sesuatu padamu.”


“Umm.. lebih baik kita berbincang di ruang kerja papa.” Kata Kairos sambil berdiri


“Baiklah.” Kata Tania lalu dia berdiri.


Mereka berdua keluar dari kamar Jessica dan pergi ke ruang kerja Carlos, mereka berdua masuk lalu Tania langsung duduk di sofa. Kairos mengambil kursi lalu dia duduk depan Tania.


Tania menatap Kairos


“Apa yang ingin kamu katakan Honey?” Tanya Tania


“Ummm… begini sayang..


Kairos terhenti dia bingung untuk menjelaskannya kepada Tania


Tania memegang pipi Kairos.


“Ada apa honey? Katakan padaku.” Kata Tania penasaran


“Ehm.. sayang. Kalau aku mengatakan hal ini kepadamu, kamu pasti akan marah padaku. Bahkan kamu akan meninggalkan aku.”


Tania menatap Kairos dengan heran.


“Mengapa kamu berkata begitu? Apa yang sudah kamu lakukan sehingga aku bisa meninggalkanmu?”


“Umm.. begini sayang. Waktu kamu meninggalkanku, aku merasa kita berdua tidak akan bertemu lagi. Lalu aku memilih untuk tinggal di Indonesia, aku pergi ke Kota Manado dan tinggal di salah satu pulau yang ada di likupang, aku mencoba untuk melupakanmu. Di sana aku memilik guide, dan dia seorang wanita. Namanya Angel


“Apakah kamu tidur dengannya?” Sela Tania


“Tania tolong jangan dulu disela. Aku tidak ingin kamu salah paham lagi padaku, dengarkan dulu apa yang ingin aku katakan padamu.” Kata Kairos sambil memegang tangan Tania.


“Baiklah teruskan!”


“Terima kasih sayang.” Ucap Kairos kemudian dia melanjutkan lagi. “Suatu malam aku begitu stress, aku tidak bisa melupkanmu sampai akhirnya aku mabuk. Siang hari aku terbangun dan mendapati tubuhku dalam keadaan telanjang dan aku melihat tubuh Angel juga dalam keadaan telanjang. Aku tidak tahu siapa yang memulai.

__ADS_1


Tania memalingkan wajahnya dan meneteskan air mata. Kairos menghapus air mata Tania


“Sayang aku hanya ingin berkata jujur padamu, kamu harus mendengar semua cerita yang akan aku sampaikan padamu.” Kata Kairos sambil menghapus air mata Tania.


“Teruskan!” Kata Tania sambil menundukan kepaanya dan menghapus airmatanya.


“Aku berpikir hanya sekali itu saja aku behubungan dengan Angel, karena setiap aku bangun Angel tidak ada di sampingku dan aku masih berpakaian lengkap. Ternyata hampir setiap malam aku melakukannya dengan Angel. Angel sengaja membuat aku mabuk agar dia bisa melakukan hubungan denganku. Selesai melakukan hubungan denganku, dia memakaikan kembali pakaianku dan dia kembali tidur di kamarnya.


Tania memejamkan matanya, airmatanya menetes di pipi. Kairos memeluk Tania, tapi Tania mendorong Kairos dengan pelan.


“Maafkan aku sayang, dan sekarang Angel sedang mengandung anakku.”


Mendengar Angel hamil, Tania langsung berdiri. Dia meninggalkan Kairos di ruang kerja lalu dia pergi ke kamar Kairos. Kairos mengikuti Tania, dia masuk dan melihat Tania sedang mengatur pakaiannya.


“Kamu mau kemana sayang?” Tanya Kairos sambil memegang tangan Tania


Tania menepiskan tangan Kairos


“Aku ingin pergi dari sini, aku tidak ingin melihatmu lagi.” Kata Tania sambil menangis


“Sayang. tolong jangan pergi dari sini, jangan bawa Eze lagi.”


“Aku akan pergi Kairos, aku tidak ingin melihatmu lagi.” Kata Tania sambil memukul dada Kairos. “Aku membencimu.” Kata Tania sambil menangis


“Tolong jangan pergi, jangan jauhkan Ezer dari orang tuaku. Jangan menambah kesedihan orang tuaku, saat ini mereka sangat sedih melihat keadaan Acel. Jangan kamu tambah lagi dengan membawa Ezer dari mereka. Kalau kamu tidak ingin melihatku, biar aku yang pergi. Tapi jangan kamu dan Ezer.” Kata Kairos kepada Tania. “Aku mohon padamu, tinggalah di rumah, aku janji aku akan pergi dari rumah ini. Maafkan aku.” Kata Kairos kemudian dia keluar dari kamarnya.


Tania duduk di sisi tempat tidur dan menangis. Sedangkan Kiaros dia mengambil kunci mobilnya lalu dia kembali ke rumah sakit. Sepanjang jalan ke rumah sakit dia menangis.


“Sebenarnya kalau kamu mendengarkan penjelasanku waktu itu, ini semua tidak akan terjadi. Dan seandainya kamu ikut di perkemahan itu, semuanya itu tidak menimpaku.” Kata Kairos dalam hati.


Dia melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit. Akhirnya Kairos tiba di rumah sakit, Kairos langsung menuju ke ruang perawatan Acel. Kairos masuk lalu dia mencoba tersenyum kepada Jessica.


Kairos duduk dekat Jessica


“Mam, aku harus kembali ke Indonesia.” Bisik Kiaros di kuping Jessica


Jessica menatap Kairos dengan heran


“Mengapa kamu ingin kembali ke Indonesia? Lalu Tania dan Ezer bagaimana?”


“Mam aku sudah berjanji kepada Angel, aku akan bersamanya sampai dia melahirkan. Aku harus tepati janjiku mam. Masalah Tania dan Ezer, disini ada papa dan mama. Kalian bisa melihat mereka berdua.”


Carlos menatap Kairos, dia melihat ada yang aneh.


“Kairos menyembunyikan sesuatu, apakah dia ada masalah dengan Tania?” Tanya Carlos dalam hati.


“Apakah Tania tahu kamu akan pergi ke Indonesia?” Tanya Carlos kepada Kairos dan Kairos menganggukan kepala.


“Iya pap, Tania tahu.” Jawab Kairos


“Baiklah kalau begitu, kapan kamu akan ke Indonesia?” Tanya Carlos lagi


“Ehm.. besok lusa pap.”


“Baiklah kalau begitu.” Kata Jessica. “Selesai dia melahirkan, langsung kembali ke sini.”


“Tentu saja.” Jawab Kairos sambil mencium pipi Jessica. “Oh ya mam, aku ingin pergi ke Santa Barbara. Aku ingin bertemu dengan Paul dan Jose.


“Baiklah sayang, hati hati ya!” Kata Jessica kepada Kairos sambil mencium kening Kairos


“Iya mam. Pap aku pergi ya.” Pamit Kairos kepada Carlos.


“Iya Kairos, hati hati!”


“Terima kasih pap.” Ucap Kairos sambil memeluk Carlos.


Kairos menghamiri Acel kemudian dia mencium kening Acel.


“Cepat sadar Acel, aku sangat merindukanmu.” Bisik Kairos di kuping Acel. Kemudian Kairos meninggalkan ruangan Acel


Kairos masuk ke dalam mobil kemudian dia menjalankan mobilnya menuju ke Santa Barbara.


Selamat membaca

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar ya


Terima kasih


__ADS_2