SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 65


__ADS_3

Enam bulan pasca Tania melahirkan, Tania tidak ingin hanya berdiam diri di rumah. Apalagi anak yang di lahirkannya selalu tidak bersama dengan Tania. Claude selalu bersama dengan Nyonya Sonia. Tania merasa bosan tinggal di rumah, dia meminta ijin kepada Reagen dan Mike untuk bekerja tapi Mike dan Reagen tidak mengijinkannya.


Tania merasa dirinya terkurung di rumah, kalau mau pergi harus bersama Reagen. Kalau tidak bersama Reagen maka Tania tidak bisa keluar rumah.


Hari ini Carlos membawa Ezer untuk berkunjung kerumah Mike, dia ingin membawa Ezer bertemu dengan Tania. Carlos dan Ezer tiba di kediaman Mike, Nyonya Sonia menyambut Carlos dan Ezer.


“Selamat sore Sonia.” Sapa Carlos


“Selamat sore Carlos, ayo masuk.” Kata Nyonya Sonia kepada Carlos lalu Carlos dan Ezer masuk kedalam. “Ezer pasti rindu adiknya ya.” Kata Nyonya Sonia kepada Ezer lalu Ezer menganggukan kepala.


“Oh ya Tania mana?” Tanya Carlos


“Dia ada di kamarnya, sebentar aku panggilkan.” Kata Nyonya Sonia lalu dia bergegas ke dalam memanggil Tania. Tidak lama kemudian Nyonya Sonia datang bersama Tania.


Tania melihat Ezer lalu dia tersenyum


“Sayang mommy sangat rindu padamu.” Kata Tania sambil menggendong Ezer dan mencium kedua pipi Ezer. ‘Ezer rindu mommy?”


“Iya Mommy.” Kata Ezer sambil memeluk dan mencium Tania.


Tania tersenyum kepada Carlos


“Hallo pap, apakah semua baik baik saja?” Tanya Tania


“Iya Tania, semua baik baik saja.” Jawab Carlos sambil tersenyum


“Baiklah Carlos Tania, aku tinggalkan kalian ya, aku ingin melihat Claude.


“Terima kasih Sonia.” Kata Carlos


Tania mengajak Carlos duduk di taman, Tania menurunkan Ezer dan membiarkan Ezer berlari lari di taman.


“Bagaimana keadaanmu disini?” Tanya Carlos sambil menatap mata Tania, dia melihat Tania seperti tertekan tinggal di rumah Mike.


“Baik baik saja pap, aku hanya merasa bosan saja tinggal di rumah. Apalagi Clau jarang bersamaku, aku melahirkan Clau tapi seolah olah Clau bukan anakkku.” Kata Tania dengan wajah menunduk.


“Kalau kamu bosan, mengapa kamu tidak bekerja di perusahaan Reagen atau Mike?” Tanya Carlos sambil membelai rambut Tania.


“Aku sudah coba pap, aku meminta ijin kepada Reagen dan paman Mike tapi mereka berdua tidak mengijinkanku.” Kata Tania lagi.


Carlos menarik nafas panjang kemudia dia menatap Tania.


“Kamu akan bekerja di perusahaan papa, sebagai assisten papa.”


“Tapi pap, Reagen dan paman Mike pasti tidak akan mengijinkannya.”


Carlso memegang tangan Tania.


“Serahkan semua kepada papa, kamu jangan khawatir. Mulai besok kamu akan bekerja dengan papa.” Kata Carlos sambil memperhatikan Ezer yang berlari lari di taman.


“Terima kasih pap, papa dan mama sangat baik padaku.” Kata Tania sambil menunduk.


“Tania, papa dan mama sudah menganggap kamu bagian dari keluarga kami. Papa dan mama menyayangi kamu seperti kami menyayangi Cella dan Isabell. Papa tidak akan membiarkan kamu hidup menderita, papa tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu, kamu anak papa dan mama juga.” Kata Carlos sambil membelai rambut Tania kemudian Tania memeluk Carlos


“Terima kasih pap.” Kata Tania sambil menangis.


“Janga menangis, papa tidak suka melihat anak papa menangis.” Kata Carlos sambil menyeka air mata Tania. “Oh ya Ezer ingin melihat adiknya


“Iya pap, sebentar aku ke dalam.” Kata Tania sambil berdiri kemudian dia masuk kedalam dan mengambil Claude.


Tidak lama kemudian Tania keluar membawa Claude. Carlos berdiri lalu dia memeluk Claude


“Ezer ini adikmu.” Kata Carlos kepada Ezer


Ezer berlari menghampiri Carlos dan Tania. Dia memegang pipi Claude lalu dia tersenyum kepada Tania.


“Ezer sayang Clau?” Tanya Tania sambil membelai rambut Ezer


“Iya mommy.” Kata Ezer sambil menganggukan kepala.


Carlos tersenyum melihat Ezer


“Ezer mau gendong adik Clau?” Tanya Carlos


“No.. gepa.” Kata Ezer lalu Carlos tertawa.


Tidak lama kemudian Mike pulang, dia melihat Carlos dan Tania di taman lalu dia pergi meghampiri Tania dan Carlos


“Hi Carlos, sudah lama kamu disini?” Tanya Mike sambil duduk di samping Tania dan mengambil Claude dari Tania lalu menggendongnya


“Belum lama Mike.” Jawab Carlos sambil sambil memangku Ezer. “Oh ya aku kesini untuk meminta Tania menjadi assistenku. Aku membutuhkan assisten.


“Oh begitu.” Gumam Mike. “Terserah Tania, apakah dia mau.” Kata Mike sambil melirik Tania.


Carlos menatap Tania


“Apakah kamu Tania?” Carlos berpura pura bertanya kepada Tania


“Aku mau pap.” Jawab Tania


“Bagus Tania, papa ingin mulai besok kamu bekerja.” Kata Carlos

__ADS_1


Lalu Reagen datang, dia langsung menyapa Carlos.


“Hallo paman, apa kabar?” Tanya Reagen sambil duduk di samping Tania kemudian dia mencium kedua pipi Tania


“Baik Reagen, kebetulan sekali kamu sudah pulang. Aku ingin menyampaikan kepadamu kalau mulai besok Tania akan bekerja denganku.” Kata Carlos sambil tersenyum.


“Tapi paman..


“Tidak ada kata tapi Reagen, aku membutuhkan Tania di perusahaanku. Lagipula Tania itu putriku.” Sela Carlos.


Reagen melirik Mike tapi Mike hanya diam saja. Dia tidak bisa menentang permintaan Carlos.


Reagen menatap Tania


“Apakah kamu mau bekerja dengan Paman Carlos?” Tanya Reagen sambil memegang tangan Tania


“Iya honey, aku ingin bekerja dengan papa.” Jawab Tania


“Baiklah kalu itu keinginanu juga.” Kata Reagen kemudian dia berdiri dan masuk ke dalam.


Carlos tersenyum kepada Tania


“Besok papa tunggu kamu di kantor ya.” Kata Carlos sambil membelai rambut Tania


“Iya pap.” Jawab Tania sambil tersenyum.


Carlos berdiri kemudian dia menggendong Ezer.


“Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, sudah mulai malam.” Kata Carlos


Mike dan Tania ikut berdiri


“Iya Carlos, hati hati ya!” Kata Mike sambil tersenyum


“Hati hati ya pap.” Kata Tania kemudian dia mencium kedua pipi Carlos dan Ezer


“Terima kasih.” Ucap Carlos lalu dia meninggalkan kediaman Mike.


Tania dan Mike masuk kedalam rumah, Tania langsung menuju ke kamarnya. Dia masuk dan melihat Reagen lagi duduk di tempat tidur.


Reagen menatap Tania.


“Mengapa kamu ingin bekerja di perusahaan paman Carlos? Apakah kamu ingin bertemu dengan Kairos?”


“Mengapa kamu bicara seperti itu? Aku sudah menikah denganmu, untuk apa aku bertemu dengan Kairos?” Kata Tania sambil duduk di kursi.


“Walau kita sudah menikah, aku tahu kamu masih mencintai Kairos.” Kata Reagen lagi sambil mengalihan pandangannya keluar jendela


“Kamu tidak percaya padaku? Aku hanya ingin bekerja, aku bosan di rumah. Aku tidak bisa menggendong anakku sendiri, aku tidak bisa bermain dengan anakku. Aku disini seolah olah tidak punya anak.” Kata Tania kepada Reagen dengan kesal.


“Jangan bicara seperti itu..


“Tapi itu kenyataannya, aku merasa terkurung di rumah ini. Aku tidak bisa pergi kemana mana, aku ingin melihat Ezer saja harus menunggu kamu pulang dari kantor. Kalau tidak bersama kamu aku tidak bisa kemana mana. Aku merasa terkekang.”


“Maafkan aku, aku hanya takut saja kalau kamu bertemu dengan Kairos di belakangku.” Kata Reagen sambil memegang tangan Tania


“Aku sudah menjadi istrimu, tidak mungkin aku mengkhianatimu. Kalau aku ingin kembali kepada Kairos sudah lama aku lakukan, sebelum kita menikah aku bisa kembali kepada Kairos. Tapi itu tidak aku lakukan. Aku percaya padamu kenapa kamu tidak bisa percaya kepadaku?”


Reagen memeluk Tania dengan erat


“Maafkan aku sayang.”


“Aku akan bekerja di perusahaan papa.” Kata Tania sambil melepaskan peluakn Reagen


“Baiklah sayang.” Kata Reagen kemudian dia mengecup kening Tania.


Akhirnya Tania bekerja di perusahaan Carlos, Carlos menjadikan Tania sebagai Assisten pribadinya. Kemanapun Carlos pergi Tania harus ikut dengannya. Empat bulan sudah Tania bekerja dengan Carlos, Carlos dan Jessica membelikan mobil mewah untuk Tania.


Hari ini Carlos ingin bertemu dengan rekan bisnisnya di luar kota. Carlos mengajak Tania untuk menemaninya. Sampai di West Covina Carlos mengajak Tania untuk makan di salah satu restoran terkenal di kota itu. Carlos dan Tania masuk ke dalam restoran, tapi Tania lupa handphonenya kemudian dia kembali ke mobil.


Sedangkan Carlos mengikuti pelayan dari belakang, tiba tiba matanya tertuju kepada seorang pria yang sangat dia kenal, pria itu begitu mesrah dengan seorang wanita. Carlos menghampiri pria itu dan memegang pundak pria itu.


“Hallo Reagen, bagaimana kabar anak dan istrimu?” Tanya Carlos sambil memegang kuat Pundak Reagen


Reagen terkejut melihat Carlos, begitu juga wanita itu terkejut mendengar Carlos menanyakan kabar istri dan anak Reagen


“Ohh.. paman disini juga?” Tanya Reagen sambil berdiri tapi Carlos menekan pundak Reagen dan Reagen terduduk kembali.


Carlos duduk di depan Reagen dan wanita itu.


“Bagaiman kabar Tania dan putramu?” Tanya Carlos sekali lagi agar wanita itu mengetahui kalau Reagen sudah punya istri dan anak.


“Ehm…, mereka baik baik saja paman.” Jawab Reagen dengan gugup


Wanita itu menatap Reagen


“Ohh.. kamu sudah memiliki istri dan anak? mengapa kamu tidak jujur padaku?” Kata wanita itu kemudian dia berdiri dan meninggalkan Reagen dan Carlos.


Seperginya wanita itu, Carlos langsung menarik kerak baju Reagen


“Aku merelakan Tania menikah denganmu karena aku pikir kamu pria baik baik, tapi ternyata kamu pengkhinat. Aku katakan padamu, jika kamu menyakiti Tania maka kamu akan berhadapan denganku. Aku tidak perduli kamu anak dari Mike.

__ADS_1


Carlos dan Reagen tidak tahu Tania sudah dari tadi memperhatikan mereka berdua.


“Papa baru tahu kalau Reagen selalu bersama perempuan itu.” Kata Tania dalam hati kemudian dia menghampiri Carlos dan Reagen


“Hi kamu disini juga?” Tanya Tania seolah olah dia tidak tahu kalau Reagen bersama wanita


“Iya sayang.” Kata Reagen sambil matanya melirik kepada Carlos.


“Ohh.. aku dan papa akan bertemu rekan bisnis tapi kami ingin makan dulu.” Kata Tania sambil duduk di samping Carlos.


Carlos menatap Tania,


“Tania papa ingin kembai ke kantor, kepala papa tiba tiba terasa pusing.” Kata Carlos sambil berdiri


“Baiklah pap, kalau begitu biar aku saja yang menyetir.” Kata Tania sambil memegang Carlos. “Apakah kamu akan tinggal disini?” Tanya Tania kepada Reagen


“Ahh.. tidak sayang, aku akan kembali ke kantor.” Jawab Reagen


“Baiklah kalau begitu, aku akan mengantar papa ke kantor.” Kata Tania kemudian dia meninggalkan Reagen.


Tania dan Carlos masuk kedalam mobil,


“Tania biar papa saja yang menyetir.” Kata Carlos kepada Tania


“Tapi pap, bukannya papa merasa pusing?”


“Papa hanya berbohong Tania.” Kata Carlos sambil turun dari mobil.


Tania pindah tempat duduk dan membiarkan Carlos menyetir mobil.


“Pap, apakah papa melihat Reagen dengan wanita itu?” Tanya Tania membuka percakapan


Carlos menatap Tania


“Kamu juga melihatnya Tania?”


Tania tersenyum kepada Carlos


“Aku sudah sering melihatnya pap, tapi Reagen tidak tahu.”


Carlos terkejut mendengar Tania berkata begitu


“Jadi sudah sering Reagen berjalan bersama wanita itu?” Tanya Carlos dengan emosi.


“Iya pap, saat melihat Reagen dengan wanita lain aku jadi mengerti mengapa dia tidak mengijinkan aku untuk bekerja. Reagen takut kalau aku mengetahui perbuatannya di luar.” Kata Tania sambil tersenyum


“Kurang ajar.” Kata Carlos dengan emosi


Tania tertawa


“Pap, sudah jangan emosi. Aku saja tidak emosi.” Kata Tania sambil tertawa


Carlos menepikan mobilnya lalu dia menatap Tania dengan heran


“Apakah kamu tidak sakit melihat suamimu jalan dengan wanita lain?” Tanya Carlos dengan heran


“Tidak pap, karena aku tidak ada rasa kepada Reagen. Aku tidak mencintai Reagen.”


“Kalau kamu tidak mencintai Reagen, mengapa kamu bertahan dengan Reagen?”


“Karena paman Mike dan Nyonya Sonia.” Jawab Tania sambil tersenyum


Carlos menjalankan mobilnya kembali ke kantor. Akhirnya mereka tiba di kantor, Carlos mengajak Tania masuk kedalam ruang kerjanya


Carlos dan Tania duduk di sofa


“Apakah kamu tersiksa tinggal di rumah Mike?”


“Sebenarnya iya pap, aku lagi mencari cara untuk meninggalkan Reagen.” Kata Tania kepada Carlos


Carlos mengeluarkan handphonenya dari saku celana lalu dia menghubungi Jessica. Carlos meminta Jessica untuk datang kekantornnya. Selesai menghubungi Jessica Carlos menghubungi Kairos, dia juga meminta Kairos untuk datang ke kantornya.


Tidak lama kemudian Jessica dan Kairos tiba di kantor Carlos, mereka berdua masuk kedalam ruang kerja Carlos. mereka berbincang bincang dan terlihat Jessica memeluk Tania dan membelai rambut Tania. Sedangkan Kairos dia berdiri dan mengepalkan tangannya kemudian dia melayangkan tinjunya di tembok.


Carlos berdiri dan menenangkan Kairos, kemudian Kairos duduk kembali. Mereka kembali berbincang bincang.


Selamat membaca


Oh ya aku minta maaf kalau selalu terlambat up karena aku juga punya pekerjaan lain.


Dan buat readers yang tangannya jahil aku ucapkan terima kasih sudah menurunkan rate bintangku dari 4.8 menjadi 4.6 terima kasih sudah menghargai karyaku dengan menurunkan rate bintang di novelku ini. Kalau kalian menurunkan rate bintang karena aku terlambat up, aku minta maaf. Sudah beberapa hari ini aku sangat sibuk. Kalau seandainya cerita ini jelek, tulis saja di kolom komentar. Itu tidak apa apa, tapi tolong jangan mainin ratenya


Dan kalau itu Author yang jahil, aku juga ucapkan terima kasih. Aku tidak pernah melarang para Author promosi karya kalian di tempatku tapi tolong jangan jahil di novelku. Aku selalu mendukung siapapun mau promosi di novelku, walaupun aku tidak pernah promosikan novelku di lapak lain.


Jujur aku down melihat rateku turun, padahal aku selalu berusaha untuk mengikuti kemauan readers walaupun itu bertentangan dengan keinginanku. Sampai saat ini aku harus putar otak bagaiman cara agar cerita ini happy ending.


Terima kasih bagi yang masih setia menanti cerita ini, mungkin 3-4 episode lagi tamat dan aku harus melanjutkan novel Need Love dan novel terbaru yang berjudul Jadikan Dia milikku.


Terima kasih juga untuk Christina Purba NyonyaSijabat atas boom Tips Koinnya.


Terima kasih juga yang rajin memberi Vote Like dan komentar. Semoga tidak bosan ya.

__ADS_1


Salam


Author


__ADS_2