SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Melahirkan


__ADS_3

Tiba hari Cella akan melahirkan, kedua orang tuanya tidak mau ketinggalan dengan persalinan putri mereka. Jessica dan Carlos pergi ke Brazil untuk menemani Cella .


 Terlihat Cella mondar-mandir di depan rumah ditemani Logan dan Jessica. Wajah logan sangat khawatir, sedikit-sedikit dia berdiri dan menghampiri sang istri.


“Kita kerumah sakit saja ya,” ujar Logan sembari memegang tangan istrinya lalu Jessica berdiri dan menghampiri Logan dan Cella.


“Kita ke rumah sakit saja, sebaiknya kamu siapkan mobil nanti aku akan menyiapkan semua perlengkapan Cella dan bayinya,” kata Jessica kemudian dia masuk ke dalam dan menyiapkan semua perlengkapan bayi dan putrinya.


Carlos menemani Cella di depan rumah, dia tersenyum melihat putrinya yang sedari tadi mondar-mandir sambil memegang perutnya yang besar itu. Dia membelai rambut Cella dan mengecup kening putri kesayangannya itu.


“Sebentar lagi ada yang memanggilmu Mommy,” canda Carlos lalu Cella tertawa dan memegang lengan papanya.


“Pap, perutku sakit sekali. Lebih baik kita kerumah sakit sekarang.” Carlos memegang Cella dan mengajak duduk kemudian dia masuk ke dalam menemui Jessica.


“Sayang, ayo cepat. Kita harus membawanya ke rumah sakit,” ujar Carlos sambil membantu Jessica menyiapkan perlengkapan Cella dan bayinya.


Jessica dan Carlos keluar menemui Logan dan memberikan koper kepada pria itu untuk di masukkan di bagasi kemudian Jessica langsung menemui Cella. Dia mengajak Cella untuk masuk ke dalam mobil.


Jessica dan Carlos memegang dan menuntun Cella masuk ke dalam mobil, Jessica juga ikut lalu duduk di samping putrinya.


Terdengar suara Isabell dan Ezer memanggil Jessica, mereka juga ingin ikut ke rumah sakit. Kedua anak itu masuk ke mobil lalu Logan langsung menjalankan kendaraannya menuju ke rumah sakit.


Mereka tiba lalu Logan membukakan pintu untuk Cella, dia memegang tangan istrinya kemudian mereka berdua masuk ke dalam rumah sakit di ikuti Carlos, Jessica, Isabell dan Ezer.


Cella langsung masuk ke ruang bersalin sementara Jessica mendaftarkan Cella. Sedangkan Logan, dia menemani sang istri di dalam ruangan.


Dokter masuk saat air ketuban pecah, dia langsung duduk di bawah Cella. Sedangkan Logan dia berdiri di samping sang istri dan memegang tangan yang sudah berkeringat itu.


“Siap-siap ya. Ikut sesuai perintahku,” ujar dokter di ikuti anggukan kepala Cella.

__ADS_1


Dokter mulai menghitung lalu dia menyuruh Cella mengejan, istri Logan mengikuti perintah dokter. Dia mengejan sambil tangannya menarik kaos suaminya. Logan mengusap keringat yang keluar dari dahi istrinya.


“Ayo, Sayang. Kamu bisa.” Logan memberikan semangat kepada Cella dengan membelai rambut sang istri.


Kembali Cella mengejan dan menarik kaos Logan sehingga tangan pri itu menahan di tempat tidur. Akhirnya terdengar tangisan bayi, Logan langsung berdiri dan menggendong putrinya. Dia mendekatkan bayi itu kepada Cella.


Cella tersenyum dan membelai pipi yang masih ada darah itu lalu Logan kembali memberikan bayi kepada perawat untuk di mandikan.


Tidak lama kemudian Logan keluar menemui kedua orang tua istrinya, dia tersenyum dan memberitahukan kepada mereka kalau Cella sudah melahirkan bayi dengan sehat.


Terlihat Carlos sangat senang, dia langsung memeluk Logan dengan erat. Begitu juga dengan Jessica, dia memeluk menantunya itu.


“Ayo kita lihat bayinya,” ajak Logan lalu Jessica, Carlos, Isabell dan Ezer mengikut Logan. Mereka berdiri di depan kaca dan melihat bayi-bayi yang sedang tertidur.


“Logan, aku ingin melihat bayi,” pinta Ezer lalu Logan menggendongnya dan menujuk bayi itu kepada Ezer.


Perawat melihat mereka lalu dia meletakkan bayi itu di depan kaca, Isabell meminta papanya untuk menggendongnya, dia juga ingin melihat putri dari kakaknya. Tampak kebahagiaan terpancar di wajah mereka.


“Terima kasih, Sayang. Anak kita cantik sekali,” ujar Logan dengan membelai rambut Cella.


Jessica menghampiri Cella, dia juga mencium kening Cella dan mengusap pipi putrinya.


“Anak kamu cantik sekali,” kata Jessica seraya tersenyum lalu perawat masuk membawa bayi mereka. Carlos langsung mengambil bayi itu dari tangan perawat kemudian dia membelai pipi yang masih merah itu.


“Nama apa yang akan kalian berikan untuk cucuku yang cantik ini?” tanya Carlos kepada Cella dan Logan.


“Sabrina.” Dengan cepat Logan menjawab, Cella menatap suaminya lalu dia tersenyum.


“Nama yang sangat bagus,” puji Carlos sambil duduk di sofa dan meletakkan Sabrina di kedua pahanya.

__ADS_1


Isabell dan Ezer langsung duduk di samping Carlos dan memegang pipi Sabrina. Jessica tidak mau ketinggalan dia langsung duduk di dekat Ezer dan meminta Sabrina dari Carlos.


Terdengar ponsel Logan berbunyi, dia melihat sebuah panggilan video call dari Acel, suami Cella tersenyum dan langsung menjawab video call itu.


“Hi, Acel. Apa kabar?” tanya Logan seraya tersenyum dan menghampiri istrinya.


“Hi, aku baik-baik saja. Bagaimana dengan kembarku, apakah dia sudah melahirkan?” Cella tertawa melihat Acel di kamera.


“Iya, Acel. Cella sudah melahirkan dan bayinya sehat,” sahut Logan sambil mengarahkan kamera ponsel kepada Jessica yang sedang menggendong Sabrina.


“Wah … keponakanku bertambah lagi,” ujar Acel sambil tertawa. “Logan coba lebih dekat lagi, aku ingin melihatnya.” Logan menghampiri Jessica dan mengarahkan kamera di wajah putrinya.


“Dia cantik sekali,” seru Acel dari seberang telepon lalu Logan tertawa.


“Terima kasih, Acel,” ucap Logan dengan tersenyum di layar kamera.


“Baiklah kalau begitu nanti satu atau dua hari aku akan ke Brazil, aku ingin melihat keponankanku,” kata Acel lalu terdengar tawa Cella.


“Aku tunggu kedatanganmu,” canda Cella. Setelah pernikahan Cella dan Logan, Acel kembali dekat lagi dengan Cella. Bahkan mereka terlihat sangat akrab.


“Tentu saja kembarku.” Acel kembali bercanda kepada Cella, Carlos dan Jessica sangat senang melihat kedua anaknya itu kembali akrab.


Video call di tutup kemudian Cella meminta Sabrina diletakkan di sampingnya untuk disusui.


Jessica meletakkan Sabrina kemudian Cella membelai pipi putrinya. Logan duduk di samping tempat tidur dan tersenyum kepada Cella.


“Dia sangat cantik, seperti kamu.” Cella tersenyum dan memegang pipi suaminya.


“Iya, dia cantik sekali,” sahut Cella lalu dia membelai pipi putrinya.

__ADS_1


Carlos dan Jessica tersenyum kemudian mereka berdiri di samping tempat tidur dan memperhatikan Sabrina yang lagi tidur.


__ADS_2