SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 51


__ADS_3

Setiap hari Reagen menjemput Ezer dan membawa Ezer ke apartemennya, Reagen sangat menyayangi Ezer.


Hari ini hari libur Reagen ingin mengajak Ezer Jalan jalan. Reagen pergi ke kediaman Carlos.


Reagen mengetuk pintu, lalu pintu terbuka. Reagen melihat Kairos di balik pintu.


"Hi, selamat siang. Aku ingin menjemput Tania dan Ezer." Kata Reagen kepada Kairos sambil tersenyum.


Kairos menatap Reagen dengan tatapan dingin.


"Ezer dan Tania sedang istirahat." Kata Kairos kepada Reagen.


"Oh ya, sebelum kesini aku sudah memberitahukan Tania." Kata Reagen lagi lalu dia melihat Tania yang sedang berjalan menghampirinya.


Reagen tersenyum melihat Tania.


"Hallo sayang, kamu sudah siap?" Tanya Reagen sambil memeluk Tania dan mengecup kening Tania.


"Iya Reagen aku sudah selesai, ayo masuk dulu aku sedang menggantikan pakaian kepada Ezer." Kata Tania sambil menarik tangan Reagen masuk ke dalam.


Kairos menatap Tania dengan marah. Lalu dia membanting pintu.


Di rumah hanya ada Cella, Isabell dan Teresa sedangkan Carlos dan Jessica sedang mengantar Acel untuk terapy.


Tania tidak perduli dengan Kairos yang membanting pintu di depan. Dia menyuruh Reagen untuk duduk kemudian dia pergi masuk ke kamar Isabell.


Tania menggantikan pakaian kepada Ezer kemudian dia menggendong Ezer dan keluar dari kamar Isabell lalu dia berpapasan dengan Kairos.


Kairos menatap Tania dengan marah.


"Jangan seenaknya membawa laki laki di rumah ini." Kata Kairos tapi Tania tidak perduli. Dia turun dan menemui Reagen.


Melihat Reagen Ezer langsung berteriak.


"Papi...papi..." Kata Ezer sambil menggerakan tangannya meminta Reagen untuk menggendongnya.


Reagen berdiri lalu dia langsung mengambil Ezer dari Tania lalu menggendongnya.


"Kesayangan papi." Kata Reagen sambil memeluk dan menciun kedua pipi Ezer.


Mendengar Reagen berkata begitu Kairos langsung turun dan menemui Reagen.


"Sejak kapan dia menjadi anakmu?" Kata Kairos dengan sinis.


Reagen tersenyum dan memegang tangan Tania


"Semenjak kamu tidak memberikan dia perhatian dan kasih sayang." Kata Reagen Lalu Kairos terdiam.


Dia ingin memukul Reagen lalu Cella turun menemui Tania.


"Hi Tania, kalian mau pergi?" Tanya Cella sambil menghampiri Tania dan memegang pipi Ezer.


Kairos langsung mengurungkan niatnya untuk memukul Reagen.


"Iya Cella, aku dan Reagen hanya ingin membawa Ezer di tempat bermain." Jawab Tania sambil tersenyum.


"Baiklah kalau begitu, hati hati!" Kata Cella.


"Terima kasih Cella, kalau begitu pergi dulu ya. Nanti katakan kepada papa dan mama aku lagi pergi dengan Reagen.


"Ok.. Sipp."


Tania dan Reagen pergi dan masuk kedalam mobil. Tania mendudukan Ezer di booster seat dan memakaikan safety belt.


Reagen menjalankan mobilnya kemudian dia menatap Tania dan memegang tangan Tania.


"Tadi sepertinya Kairos ingin memukulku." Kata Reagen sambil tertawa.


"Jangan di layani, biarkan saja dia Reagen. Aku sebenarnya ingin meminggalkan rumah itu tapi aku tidak ingjn memisahkan Ezer dari mama dan papa. Mereka sangat menyayangi Ezer.


Reagen tersenyum


"Aku mengerti Tania." Kata Reagen sambil memperhatikan Ezer dari spion lalu dia tertawa. "Sayang kita pulang saja ya." Ledek Reagen kepada Ezer.


"Nooo.. Papi." Kata Ezer sambil menggeleng gelengkan kepala.


Tania dan Reagen langsung tertawa.


"Dia sangat lucu Tania."


"Iya Reagen dia sangat lucu." Kata Tania sambil tersenyum kemudian Reagen menggenggam tangan Tania.


Sementara di kediaman Carlos terlihat Kairos mondar mandir di kamarnya.


"Kalau tidak ada Cella sudah hajar dia." Kata Kairos kemudian dia keluar dari kamarnya lalu masuk kedalam mobil. Dia memgarahkan mobilnya ke Santa Barbara. "Aku Tahu Tania hanya ingin membuat aku cemburu saja." Kata Kairos dalam hati.


Kairos melajukan mobilnya, tidak lama kemudian dia tiba di Santa Barbara. Kairos langsung menuju ke rumah Paul, dia tiba di rumah paul.


Kairos turun dari mobil kemudian dia pergi mengetuk pintu. Pintu terbuka, dia melihat Paul lalu Kairoa menyapanya.


"Hi paul, apa kabar?" Sapa Kairos sambil memeluk Paul.


"Hei.. Kairos, aku baik baik saja. Ternyata kamu sudah kembali." Kata Paul sambil melepaskan pelukan Kairos. "Ayo masuk!"


Paul mengajak Kairos pergi ke kamarnya. Kairos menarik kursi lalu dia duduk.


Paul tersenyum melihat Kairos.


"Bagaimana kabar Tania?" Tanya Paul sambil duduk.


"Dia baik baik saja, tapi aku dan dia saat ini saling diam."


"Kenapa?" Tanya Paul lagi.


Kairos menarik nafas panjang.


"Aku kesal padanya Paul. Aku masih ingin bersama putriku tapi dia meminta mama untuk menyuruhku kembali ke sini."


""Ohh.. Begitu." Gumam Paul.


"Iya Paul, bahkan sekarang dia mulai berani membawa laki laki di rumah."


"Oh ya?"

__ADS_1


"Iya. Malah Ezer memanggilnya papi."


Paul tertawa.


"Mungkin kamu tidak memberikan perhatian dan kasih sayang, dan lelaki itu yang memberikan kasih sayang kepada Ezer sampai Ezer memanggilnya papi." Ledek Paul.


"Aku melakukan itu agar Tania bisa merasakan bagaimana perasaan Angel saat putrinya tidak mendapatkan perhatian dariku." Kata Kairos dengan kesal.


"Jangan seperti itu Kairos, Ezer juga tidak mendapatkan perhatian darimu saat dia masih dalam kandungan."


"Itu salah Tania sendiri, dia yang meninggalkanku."


" Iya tapi kasihan Ezer yang tidak tahu apa apa. Lagipula putri kamu itu akan tinggal disinikan? Jadi kamu bisa memberikan perhatian dan kasih sayang jug. Bersikap adillah kepada Ezer Kairos.


"Tidak perlu, lagipula Ezer sudah mendapatkan kasih sayang dari papa dan mamaku, juga Cella dan Acel. Mereka sangat menyayangi Ezer, aku kasihan kepada putriku.


"Kalau begitu jangan salahkan Tania dan lelaki itu kalau Ezer memanggilnya papi. Dan hati hati, bisa bisa Tania jatuh cinta padanya kalau sikap kamu terus seperti ini.


"Tidak mungkin Paul. Tania hanya mencintaiku, aku tahu itu." Kata Kairos.


Paul tertawa lagi dan menepuk pundak Kairos.


"Mudah mudahan Kairos."


Kairos dan Paul masih berbincang bincang di kamar Paul.


Sedangkan Tania dan Reagen selesia dari Arena bermain mereka pergi ke apartemen milik Reagen.


Reagen membuka pintu lalu dia membawa Ezer yang sudah tertidur ke dalam kamarnya, Tania mengikuti Reagen dari belakang.


Tania mengatur banta lalu Reagen meletakan Ezer di tempat tidur. Reagen mengecup kening Ezer dan tersenyum


"Dia kelelahan bermain." Kata Reagen sambil membelai rambut Tania.


"Iya Reagen, dia kelelahan." Kata Tania sambil tersenyum.


Reagen tersenyum kemudian dia membuka lemari dan mengambil celana pendek lalu dia masuk ke dalam kamar mandi. Reagen mengganti pakaiannya kemudian dia keluar dan langsung berbaring di tempat tidur.


Tania melihat Reagen lalu dia tersenyum. Reagen menarik tangan Tania.


"Ayo tidur di sampingku." Kata Reagen


Tania naik ke tempat tidur lalu dia berbaring di antara Ezer dan Reagen. Tania tidur menghadap Ezer lalu dia merasakan tangan Reagen melingakar di perutnya.


Tania memegang Tangan Reagen, lalu dia memejamkan mata.


"Tidur saja, nanti malam aku akan mengantar kamu dan Ezer." Bisik Reagen lalu Tania menganggukan kepala.


Reagen memutar tubuh Tania menghadapnya lalu dia membelai wajah Tania. Mereka berdua saling tatap mata.


"Aku mencintaimu Tania." Kata Reagen sambil meraba bibir Tania.


Tania menatap mata Reagen.


"Benarka Reagen?" Tanya Tania sambil memegang pipi Reagen.


Reagen memegang tangan Tania yang menempel di pipinya kemudian Reagen menciumnya.


"Iya Tania, aku sangat mencintaimu. Bahkan aku ingin menikahimu. Tapi aku tahu, kamu hanya mencintai Kairos."


"Sampai kapan aku menunggumu?" Tanya Reagen sambil menatap mata Tania.


"Sampai Putri Kairos tiba di disini. Aku ingin lihat sikap Kairos terhadap Ezer." Kata Tania sambil membelai wajah Reagen.


"Baiklah, aku akan menunggumu." Kata Reagen kemudian dia mendekatkan wajahnya ke wajah Tania lalu dia mencium bibir Tania.


Tania memejamkan matanya dan merasakan ciuman Reagen yang lembut. Dia melingkarkan tangannya di punggun Reagen lalu membalasa ciuman Reagen. Lalu dia menghentikan ciumannya.


"Jangan di teruskan." Kata Tania sambil menatap mata Reagen.


"Iya, iya maafkan aku." Kata Reagen lalu dia menarik Tania ke dalam pelukannya. Tania meletakkan kepalanya di dada Reagen lalu dia memejamkan mata.


Akhirnya mereka berdua tertidur.


Selesai makan malam Reagen mengantar Tania dan Ezer pulang. Mereka tiba di kediaman Carlos, Tania mengajak Reagen masuk ke dalam rumah.


Reagen mengikuti Tania masuk. Carlos dan Jessica menyambut Tania dan Reagen. Melihat Jessica dan Carlos Reagen langsung menyapa mereka berdua.


"Selamata malam Tuan Nyonya." Ucap Reagen sambil tersenyum


"Selamat malam Reagen." Balas Carlos.


Carlos ingin mengambil Ezer dari Reagen tapi Ezer memutar badannnya dan memeluk Reagen.


Melihat Ezer seperti itu Carlos dan Jessica tertawa.


"Ezer tidak mau sama grandpa lagi?" Kata Jessica sambil membelai rambut Ezer.


Carlos tertawa lalu dia membelai rambut Ezer.


"Ayo sama granpa, kita main mobil mobilan dan robot." Kata Carlos sambil mengambil Ezer. Akhirnya Ezer mau di gendong Carlos.


"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu." Pamit Reagen kepada Jessica dan Carlos.


"Iya Reagen, terima kasih sudah mengantar Tania dan Ezer." Kata Jessica sambil tersenyum.


"Sama sama Nyonya." Kata Reagen lalu dia keluar di ikuti Tania.


Mereka berdua berdiri di samping mobil lalu Reagen melingkarkan Tangannya di pinggang Tania.


"Besok aku jemput lagi ya."


"Iya Reagen, aku tunggu ya." Kata Tania lalu Reagen mencium bibir Tania.


Tania membalas ciuman Reagen, mereka berdua saling berciuman lalu mobil Kairos masuk.


Kairos melihat Tania melingkarkan Tangannya di punggung Reagen dan membalas ciuman Reagen. Dia menjadi marah, Kairos turun dari mobil lalu dia langsung menghampiri Tania dan Reagen.


Kairos menarik Tania dan ingin memukul Reagen Tapi Tania menahan Kairos.


Di dalam Carlos mendengar keributan di luar. Dia langsung berdiri dan menuju ke depan, dia melihat Tania sedang menahan Kairos.


"Kairooss.. " Teriak Carlos lalu Kairos berhenti.

__ADS_1


Kairos menatap Tania dengan wajah yang sudah merah menahan marah.


"Dasar perempuan murahan." Kata Kairos lalu dia meninggalkan Tania dan Reagen. Dia masuk lalu menuju kamarnya.


Kairos mengepalkan tangannya lalu melayangkan tinjunya di tembok. Lalu dia berteriak.


"Bangsaat kamu, berani sekali kamu memciumnya." Kata Kairos sambil melayangkan tinjunya lagi di tembok.


Sementara di luar Carlos menghampiri Reagen dan Tania.


"Maafkan atas sikap Kairos tadi." Kata Carlos kepada Reagen.


Reagen tersenyum.


"Tidak apa apa Tuan. Kalau begitu aku pergi dulu." Kata Reagen kemudian dia masuk ke dalam mobil.


"Hati hati ya!" Kata Tania lalu Reagen tersenyum dan menganggukan kepala.


Reagen meninggalkan kediaman Carlos. Tania dan Carlos masuk ke dalam rumah, Tania langsung menuju ke kamar Kairos.


Tania masih tidur di kamar Kairos karena Pedro Dan Vania masih menginap di rumah Carlos.


Tania masuk ke dalam kamar lalu dia membuka pintu lemari.


Kairos menatap Tania, dia menghampiri Tania dan menaril kasar tangan Tania.


"Berani sekali kalian berciuman disini." Kata Kairos sambil menunjukan wajah marahnya kepada Tania.


Tania melepaskan tangannya dari Kairos, dia tidak ingin melayani Kairos. Dia mengambil pakaiannya kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Tania mengganti pakaiannya kemudian dia keluar lalu dia berbaring di tempat tidur.


Tania menutup kupingnya dengan headset dan mendengarkan music.


"Dasar perempuan tidak tahu diri." Kata Kairos kemudian dia berbaring di tempat tidur membelakangi Tania.


Dia terbayang Tania dan Reagen berciuman di samping mobil.


"Dia pasti hanya ingin membuat aku sakit hati." Kata Kairos dalam hati.


Keesokan pagi Tania memandikan Ezer. Selesai mandi Tania mengangkat Ezer dari bath up tapi Eser tidak mau. Dia masih ingin bermain air, tapi Tania tetap mengangkat Ezer karena dia ingin cepat pergi ke kantor.


Ezer menangis dia tidak mau di angkat Tania. Tania membungkus Ezer dengan handuk lalu dia meletakkan Ezer di tempat tidur. Ezer masih menangis dan meminta Tania untuk kembali ke kamar mandi.


" Mommy.. Mommy.. " Tangis Ezer sambil menunjuk kamar mandi.


"Sayang, mommy harus ke kantor. Nanti saja ya Ezer main air lagi." Kata Tania sambil mengeringkan badan Ezer.


"No mommy.. "


Kairos membuka matanya lalu dia menatap Tania.


"Tidak bisakah kamu menyuru dia untuk diam?" Kata Kairos kepada Tania tapi Tania memilih diam. Di tidak menghiraukan perkataan Kairos walaupun hatinya sakit.


"Mommy.. Mommy.. "Tangis Ezer lagi sambil menunjuk kamar mandi.


"Heii diaaamm...!!" Bentak Kairos kepada Eser lalu Ezer lebih tambah menangis. " Bawah dia keluar dari kamarku." Kata Kairos dengan nada kasar kepada Tania.


Tania mengambil pakaian Ezer lalu dia membawa Ezer keluar dari kamar Kairos. Tania memeluk Ezer dengan erat dan menangis.


" Kita lihat saja Kairos. Aku masih terima kalau kamu membentakku, tapi kalau kamu membentak Ezer, aku tidak akan pernah memaafkanmu. Aku tidak akan pernah memaafkanmu." Kata Tania, hatinya mulai timbul rasa benci kepada Kairos.


"Sayang jangan menangis ya, mommy akan membawa Ezer kekantor. Mommy tidak akan membiarkan Ezer disini." Kata Tania sambil memeluk Ezer dengan erat kemudian dia mengecup kening Ezer.


"Sekarang Ezer pakai baju ya." Kata Tania sambil memakaikan kaos dan celana kepada Ezer.


Tania menggendong Ezer lalu kembali ke kamar Kairos.


"Sayang duduk disini dulu ya, mommy mau ambil sepatu Ezer. Sebentar lagi papi Ezer akan menjemput kita." Kata Tania kepada Ezer. Dia sengaja memperdengarkan itu kepada Kairos.


Kairos menatap dingin kepada Tania tapi Tania tidak memperdulikannya.


"Nah sekarang anak mommy sudah tampan." Kata Tania kemudoan dia mencium kedua pipi Ezer. "Sebentar sayang mommy mau telepon papi dulu." Kata Tania kemudian dia memgambil handphonenya lalu dia menghubungi Reagen


Terdengat suara Reagen


"Selamat pagi sayang, kamu sudah selesai?" Tanya Reagen.


"Iya honey, kamu akan menjemputku sekarang?" Tania sengaja memanggil Reagen honey di depan Kairos


" Baiklah sayang aku jemput kamu sekarang, oh ya apakah kamu sudah sarapan?" Tanya Reagen dari seberang telepon


Tania mengaktifkan speaker dia ingin Kairos mendengar percakapan dia dan Reagen.


"Aku belum sarapan honey, Ezer juga belum.


"Baiklah sayang sebelum kekantor kita sarapan di apartemen.


Ezer mendengar suara Reagen lalu dia berteriak.


"Papi.. Papi.. "


Terdengar tawa Reagen dari seberang telepon.


"Hallo kesayangan papi sudah mandi belum?"


Hati kairos menjadi panas, rasa rasanya dia ingin mengambil handphone Tania dan membantingnya.


"Yes papi." Jawab Ezer


"Hemm.. Pasti anak papi sudah tampan. Baiklah sayag aku jemput kalian berdua ya."


"Iya honey. Hati hati ya!" Kata Tania lalu dia menutup teleponya.


Tania menggendong Ezer.


"Sayang nanti kita sarapan sama papi saja ya." Kata Tania lalu Ezer menganggukan kepala. "Ayo kita tunggu papi di bawah." Kata Tania lalu dia mengambil tasnya kemudian dia turun kebawa.


Kairos melihat Tania pergi lalu dia melempar handphonenya ke dinding. "Kamu pikir kamu bisa memiliki Tania. " Kata Kairos


Dia duduk disisi tempat tidur dan memikirkan Tania dan Reagen.


Selamat membaca


Jangan lupa rate like dan komen ya

__ADS_1


Terima kasih bagi yang masih setia menanti cerita ini.


__ADS_2