
Gadis itu belum berani mengatakan hubungan dia dengan sang kekasih kepada papanya, dia mencari waktu yang tepat untuk menyampaikannya. Hari ini Cella begitu senang karena dia kembali masuk kuliah dan sudah pasti akan bertemu dengan pujaan hati, sambil tersenyum dia berjalan pergi ke ruang makan. Gadis itu menyapa kedua orang tua serta iparnya, sedangkan kembarnya didiamkan olehnya.
Cella menarik kursi kemudian duduk, dia membuka piring dan mengambil makanan. Sedangkan Jessica memperhatikan wajah putrinya, kemudian dia tersenyum sendiri lalu mengambilkan makanan untuk suaminya.
Carlos juga memperhatikan wajah putrinya yang begitu ceria, dia terlihat heran. Kemarin-kemarin wajah putrinya terlihat murung tapi pagi ini dia sangat bahagia.
Selesai sarapan Cella langsung meninggalkan meja makan dan pegi ke kamar, dia langsung memakai sepatu dan mengambil tas. Cella langsung berlari turun menemui bodyguard yang sudah menunggunya di depan. Dia melihat Logan, Cella ingin memeluknya tapi dia takut kalau-kalau Carlos dan Acel melihatnya. Cella langsung mengajak kekasihnya masuk ke dalam mobil,
Begitu sudah di dalam mobil pria itu menghidupkan mesin dan meninggalkan kediaman orang tua Cella. Dia menghentikan kendaraan itu sedikit jauh dari rumah orang tua sang kekasih kemudian dia langsung menarik Cella ke dalam pelukkannya.
“Seminggu lebih tidak melihatmu aku merasa gila,” ucap Logan dengan membelai wajah gadis itu kemudian dia mengecup keningnya.
“Aku juga, tidak bersamamu aku selalu memikirkanmu dan merindukanmu.” Cella memegang pipi Logan dan menciumnya.
Mereka berdua saling berciuman dan memainkan lidah, seminggu lebih tidak bertemu membuat mereka berdua berciuman begitu liar, Cella mengambil jedah untuk bernafas lalu mereka berdua saling bertatap mata kemudian Logan kembali menerjang bibir merah itu. Cella menghentikan ciuman sang kekasih kemudian dia tersenyum.
“Kita teruskan selesai aku kuliah, sekarang antar aku nanti terlambat,” ujar Cella kemudian pria itu tersenyum dan menjalankan mobil menuju ke kampus.
Sepanjang jalan mereka berdua saling bercanda di dalam mobil. Akhirnya mereka tiba di kampus, Logan menghentikan kendaraan dan mematikan mesinnya.
“Jangan pergi, aku hanya sebentar di dalam,” kata Cella lalu pria itu menganggukan kepala.
Cella turun dari mobil lalu dia berlari masuk ke dalam, sedangkan Logan, dia tersenyum melihat kekasihnya kemudian dia menurunkan sandaran kursi dan rebahan. Dia memejamkan mata, tampak kebahagiaan di wajahnya.
Sementara di dalam kampus terlihat Cella masuk ke ruangan, dia tersenyum kepada temannya lalu dia menarik kursi dan duduk di depan Nasya.
“Dimana Nick?” tanya Cella sambil matanya melihat sana sini.
“Dia tidak masuk hari ini.” Nasya memperhatikan wajah Cella yang terlihat begitu ceria. Selama ini dia tidak pernah melihat wajah temannya seperti itu.
“Oh ya, Cella. Akhir-akhir ini aku lihat kamu seperti lain.” Cella menatap Nasya sambil mengkerutkan dahi.
“Maksudmu?” tanya Cella dengan heran.
“Iya, wajahmu terlihat sangat cerah tidak seperti sebelumnya. Kamu juga terlihat lebih cantik sekarang.” goda Nasya lalu gadis itu tertawa.
“Nanti aku ceritakan padamu, tapi selesai jam kuliah.” Cella mengedipkan sebelah matanya dan memainkan keningnya.
__ADS_1
“Ok, aku tunggu.” Mereka berdua tertawa lalu dosen masuk, Cella langsung berdiri dan kembali ke tempat duduknya.
Beberapa jam kemudian kaca mobil di ketuk, Logan membuka matanya dan melihat Cella lalu dia tersenyum. Dia membukakan pintu kemudian gadis itu masuk dan duduk, Cella menggunakan sabuk pengaman dan bersandar di sandaran kursi.
“Kita ke condominium ya,” ujar Cella dengan senyum manis dan memegang tangan kekasihnya, dia terlihat sangat bahagia bisa bersama lagi dengan Logan.
“Ok, aku ingin segera menerkam dirimu,” canda Logan lalu Cella tertawa dan menepuk lengan pria itu.
Logan menjalankan mobil keluar dari parkiran kampus dan menuju ke condominium, Cella meletakkan kepala di lengan pria itu.
Mereka berdua tiba lalu turun dari mobil dan pergi ke dalam condominium. Cella meletakkan tas di atas meja kemudian dia langsung memeluk kekasihnya.
Logan mengangkat gadis itu kemudian dia membawanya ke kamar, dia langsung menghempaskan tubuh mungil itu di ranjang. Cella tertawa dan menarik tangan Logan.
“Sebentar, Sayang. aku ingin melepaskan pakaianku, seminggu tidak melakukannya membuat dia sangat merindukanmu,” ujar Logan sambil melepaskan kaos dan celana jeansnya.
Cella tertawa kemudian dia melepaskan pakaiannya dan berbaring di tempat tidur, dia terus memperhatikan dada bidang serta perut six pack itu. Logan menghampiri gadis itu kemudian dia membelai wajah nan lembut itu.
“Apakah kamu merindukannya?” tanya Logan sambil mengelus tubuh gadis itu.
Pria itu memejamkan mata saat tangan Cella masuk ke dalam underwear dan mengelus miliknya.
“Ah … sayang,” desah Logan kemudian dia mencium bibir gadis itu dengan lembut, dia terus menikmati elusan-elusan tangan lembut itu di miliknya. Dia mengkerutkan dahinya kemudian memasukan lidah ke dalam mulut gadis itu.
Cella memejamkan mata dan menggigit lembut lidah pria itu, dia mengisap lidah itu dan kembali menggigittnya. Mereka berdua saling bertatap mata.
“Aku mencintaimu,” ucap logan dengan suara pelan.
“Aku, juga,” balas Cella lalu dia membelai wajah Logan kemudian dia mendorong tubuh pria itu sehingga terbaring di sampingnya.
Sementara di kantor, terlihat Acel mondar mandir di ruang kerjanya. Dia memikirkan bagaimana cara untuk memisahkan Cella dan Logan. Dia benar-benar membenci pria itu.
“Aku harus mencari bukti hubungan Cella dan Logan agar papa bisa percaya. Tapi bagaimana caranya? dia terlalu pintar mengelabuiku.” Acel kembali duduk dan memainkan pulpen di jarinya. Tiba-tiba pintu terbuka.
“Hei, kamu mau ikut papa?” tanya Carlos sambil berjalan menghampiri Acel.
“Mau kemana, Pap?” tanya Acel seraya meletakkan pulpen di atas meja.
__ADS_1
“Papa ingin bertemu dengan rekan bisnis tapi hanya sebentar saja.” Carlos duduk di depan meja sambil memperhatikan wajah putranya.
“Ada apa denganmu? Kenapa wajahmu seperti itu?” tanya Carlos dengan heran.
“Tidak ada apa-apa, aku hanya merasa sedikit lelah saja,” bohong Acel seraya mengalihkan pandangan keluar jendela.
“Baiklah, kalau kamu lelah papa pergi sendiri saja,” ujar Carlos seraya berdiri dan berjalan keluar.
“Aku ikut papa.” Acel mematikan komputer kemudian dia berdiri menyusul papanya. Dia dan Carlos meninggalkan kantor.
Sementara di condominium terlihat Logan terbaring di atas tubuh gadis itu. Mereka berdua saling bertatap mata dan tertawa, Logan berbaring di samping Cella dan menarik gadis itu tidur di dadanya.
Terdengar napas mereka berdua masih tidak beraturan, sesekali Logan menarik napas panjang dan menghembuskan dengan perlahan.
Seminggu tidak melakukannya membuat mereka berdua melakukan berulang kali, pria itu terus berusaha membuat sang kekasih puas.
“Kita mandi, Sayang,” ajak Logan lalu Cella bangun dan turun dari tempat tidur.
Mereka berdua masuk ke kamar mandi, Logan menyalakan shower dan menggosok punggung sang kekasih. Selesai, pasangan kekasih itu duduk di depan tv.
Cella duduk di antara paha Logan, dia meluruskan kakinya di atas meja sambil menyandarkan badannya di dada bidang itu. Sedangkan Logan, dia melingkarkan tangannya di perut Cella.
“Oh ya, Logan. Aku sudah beri tahu mama tentang hubungan kita berdua,” kata Cella membuka percakapan.
“Oh ya? terus apa kata mama kamu?” tanya Logan penasaran.
“Mama tidak marah, mama memintaku untuk bicara dengan papa,” jawab Cella dengan memegang tangan pria itu yang ada di perutnya.
“Aku senang mendengarnya, mudah-mudahan papa kamu juga tidak marah,” sahut Logan sambil mengeratkan tangannya di perut Cella. Cella menepuk tangan Logan lalu pria itu tertawa.
Tanpa terasa hari sudah sore, akhirnya Cella meminta Logan untuk mengantarnya pulang. Mereka berdua keluar dari condominium dan masuk ke dalam mobil.
Logan langsung menjalankan mobil menuju ke kediaman orang tua gadis itu. Mereka tiba lalu Cella dan Logan turun, sebelum masuk Cella dan Logan berciuman di samping mobil, tanpa keduanya sadari Carlos melihat mereka berdua dari ruang kerjanya.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya
__ADS_1