SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Dasar kamu gila


__ADS_3

Semenjak orang tuanya tahu hubungan dia dengan Logan, Cella tidak pernah lagi bertemu dengan kekasihnya. Pengawal pribadi papanya selalu mengawasi dia. Sudah tiga minggu dia dan Logan tidak bertemu, Cella banyak mengurung diri di kamar.


Dia hanya bisa komunikasi dengan kekasih lewat Skype, ponsel miliknya disita oleh Carlos. Papanya tidak ingin Cella berhubungan lagi dengan pria itu. Pergi kuliah Cella diantar oleh pengawal pribadi orang tuanya.


Di rumah Cella jarang bertemu dengan kedua orang tuanya, apalagi dengan kembarnya. Pergi kuliah dia tidak sarapan, begitu juga makan siang dan malam dia hanya berdiam diri di kamar. Dia tidak ingin melihat Carlos dan Acel, Cella sangat membenci kembarnya itu.


Sementara itu mamanya menjadi khawatir karena Cella tidak pernah terlihat makan bersama dengan mereka, Jessica sering pergi ke kamar putrinya tapi dia tidak pernah membukakan pintu. Begitu juga Carlos, dia ingin menemui Cella tapi sama saja gadis itu tidak pernah mau menemuinya.


Pagi ini Cella bersiap-siap untuk pergi kuliah, seperti biasa dia tidak mau sarapan bersama mereka. Cella keluar dan memanggil Erick untuk mengantarnya ke kampus, Carlos hanya melihat putrinya dari balik jendela. Dia keluar dari ruang kerja dan pergi ke ruang makan. Disana sudah duduk istri beserta kedua anak dan menantu juga cucunya.


Dia menarik kursi kemudian  duduk, Carlos menatap istrinya dan berusaha tersenyum. Jessica membalas senyuman sang suami dan mengambilkan makanan untuknya.


“Apakah Cella tadi sarapan?” tanya Carlos kepada Jessica sambil mengambil piring yang berisikan makanan.


“Dia tidak pernah sarapan ke kampus,” jawab Jessica dengan sedih lalu Carlos menggenggam tangan sang istri dan menenangkannya.


“Nanti juga dia akan terbiasa,” ujar Carlos kemudian dia melepaskan genggamannya dan menyuap makanan ke dalam mulut.


 Biasanya di meja makan selalu terdengar canda tawa. Jessica melihat kursi yang biasa di duduki putrinya, ada perasaan sedih. Dia ingin keluarganya seperti dulu lagi, Jessica tidak menghabiskan makannya kemudian dia berdiri dan membawa piringnya ke tempat cuci piring. Carlos memperhatikan Jessica, dia tahu suasana hati istrinya. Dia berdiri kemudian  menghampiri Jessica dan memeluk tubuh itu dari belakang.


“Lambat laun Cella pasti akan melupakan pria itu dan dia bisa bersama kita lagi,” bisik Carlos di kuping Jessica tapi istrinya tidak berkata apa-apa, dia hanya diam dan mencuci piring yang dia pakai tadi.


Carlos melepaskan pelukkannya kemudian  pergi ke kamar, dia bersiap-siap untuk ke kantor. Dia mengganti pakaiannya dan memakai sepatu kemudian keluar menemui istrinya.


“Aku akan pergi ke kantor,” pamit Carlos kemudian Jessica menganggukan kepala.


“Iya, hati-hati,” pesan Jessica dengan berusaha tersenyum kepada suaminya.


“Terima kasih,” ucap Carlos kemudian dia mengecup kening Jessica lalu  masuk ke dalam mobil kemudian  pergi ke kantor.


 Sedangkan Jessica dia naik ke atas dan pergi ke kamar Cella, dia membuka pintu lalu masuk. Jessica duduk di sisi tempat tidur, dan memperhatikan kamar putrinya, dia ingin sekali bicara dengan Cella tapi gadis itu selalu mengurung diri di kamar.


“Biasanya kita bercanda bersama di kamar ini, tertawa, bercerita.” Jessica meneteskan airmata, dia merasa begitu jauh dengan putrinya walaupun mereka tinggal seatap. Dia berdiri kemudian turun lalu Jessica berpapasan dengan Acel.


“Kamu akan pergi ke kantor?” tanya Jessica sambil memegang pipi putranya.


“Iya, Mam. Aku akan pergi ke kantor,” jawab Acel dengan tersenyum.


“Baiklah, hati-hati ya,” ucap Jessica lalu Acel menganggukkan kepala. Dia mencium kedua pipi mamanya kemudian  meninggalkan Jessica dan pergi ke kantor. Sedangkan Jessica dia pergi ke kamar dan berbaring, dia memikirkan kembali putrinya.

__ADS_1


Sedangkan di kampus terlihat Cella turun dari mobil dan masuk ke dalam kampus, Erick menunggunya sampai  selesai.


****


Di condominium terlihat Logan sedang duduk di teras, dia memikirkan hubungannya dengan Cella dia mengisap rokok dan menyandarkan badannya di sandaran kursi.


“Sudah tiga minggu aku tidak bertemu dengannya, aku sangat merindukannya. Walaupun tiap malam melihat dia di kamera tapi itu malah membuat aku lebih tersiksa, kenapa Carlos tidak suka hubunganku dengan Cella? apakah karena aku tidak memiliki apa-apa? Ah … hidup ini memang tidak adil,” gumam Logan kemudian dia mematikan rokok dan pergi ke kamar.


Logan menghempaskan tubuhnya di ranjang kemudian dia memejamkan mata, lalu skype di laptop berbunyi. Logan membuka mata dan meraih laptop yang ada di meja dekat dengan tempat tidur. Dia melihat Cella yang menghubunginya.Dia langsung menjawabnya, Logan melihat Cella lalu tersenyum. Mereka berdua berbincang-bincang di skype. Sesekali terdengar tawa Cella saat Logan bercanda padanya.


“Oh ya, selesai dari kampus apakah kamu langsung pulang?” tanya Logan sambil memperhatikan Cella di layar laptop.


“Tidak, Logan. Aku ingin ke perpustakaan, ada yang ingin aku lihat disana,” jawab Cella lalu kembali pria itu tesenyum.


“Bagaimana kalau kita bertemu di perpustakaan?” tanya Logan, dia sangat ingin memeluk tubuh gadis itu.


“Baiklah, nanti aku akan meminta Erick untuk tunggu di dalam mobil saja.” sahut Cella, “Kalau begitu aku pergi sekarang, aku tunggu kamu ya,”


“Iya, Sayang. Aku pergi kesana sekarang,” ujar Logan kemudian dia turun dari tempat tidur dan mengganti kaos dan celananya. Logan mematikan laptop kemudia dia keluar dan pergi ke parkiran.


Dia naik ke atas motor kemudian  langsung meluncur ke perpustakaan tempat dia dan Cella janjian, Logan tiba kemudian dia masuk. Dia mendaftar dan mendapatkan kartu anggota kemudian masuk lalu mencari tempat yang sepih. Logan naik ke lantai dua, memilih tempat duduk yang terhalang dengan rak buku, dia duduk dan menunggu kekasihnya.


Cella mencari logan di lantai satu tapi dia tidak menemukannya, Cella naik ke lantai dua matanya melihat ke sana kemari. Dia tidak ingin memanggil Logan karena di perpustakaan dilarang berisik.


Cella berjalan keliling lantai dua lalu dia melihat kekasihnya sedang duduk. Cella langsung berlari menghampiri pria itu.


Logan melihat Cella lalu dia berdiri dan memeluknya dengan erat. Mereka berdua saling berpelukan.


“Aku sangat rindu padamu,” ucap Logan dengan memeluk erat tubuh mungil itu.


“Aku juga sangat rindu padamu.” Cella mengeratkan pelukkannya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang itu.


Logan melepaskan pelukkannya kemudian dia mengecup kening Cella dan membelai wajah yang lembut itu.


“Aku bisa gila, Sayang. Aku sangat tersiksa jauh darimu.” Pria itu memeluk sang kekasih kembali.


Cella tersenyum dan melepaskan pelukkan Logan, dia mengajak sang kekasih duduk lalu dia duduk di pangkuan pria itu.


“Aku sangat bersyukur temanku meminjamkan ponselnya untuk menghubungi kamu di skype,” ujar Cella sambil membelai wajah Logan.

__ADS_1


“Sampaikan terima kasihku padanya,” kata Logan lalu Cella tertawa.


Mereka berdua saling bertatap mata, semakin lama wajah keduanya saling berdekatan. Terdengar nafas pasangan kekasih itu mulai memburu.


 Logan langsung meletakkan tangannya di leher Cella dan menarik wajah sang kekasih kemudian dia mencium bibir mungil itu.


Mereka saling berciuman, dan memainkan lidah. Logan berhenti mencium bibir Cella kemudian melihat di sekitar mereka tidak ada orang. Dia berdiri lalu  menarik tangan gadis itu.


Cella mengikuti Logan dari belakang, mereka berdua berdiri di balik rak yang ada di pojok ruangan.


“Logan, apa yang akan kamu lakukan??” tanya Cella dengan heran.


“Aku ingin melakukannya denganmu,” jawab Logan dengan suara pelan.


“Tapi ini di perpustakaan, bagaiman kalau ada yang melihat kita?” Bagaimana bisa bercinta di perpusatakaan, ini namanya nekat. Kalau orang melihatnya pasti gadis itu akan malu.


“Sayang, tidak ada yang akan melihat kita. Ruangan ini sangat besar dan sepi, begitu juga cctv tidak bisa menyorot kita berdua karena di pojok. Ayolah, Sayang,” pinta Logan sambil mengecup leher gadis itu. Tiga minggu tidak bercinta membuat Logan tidak tahan lagi, bahkan tidak perduli walaupun itu berada di perpustakaan.


Akhirnya Cella mengikuti kemauan pria itu, dia bersandar di dinding dan membiarkan Logan menggerayangi tubuhnya. Cella juga ingin melakukannya, tiga minggu tidak bertemu dengan kekasih membuat dia tersiksa.


Logan mencium leher jenjang itu sambil tangannya membelai tubuh gadis itu. Cella memegang kepala Logan dan meremas rambut yang berwarna coklat itu. Dia memejamkan matanya saat merasakan jari Logan menyelinap di balik roknya


“Ah … Logan.” Desahaan lolos dari bibir gadis itu tatkala jemari sang kekasih bermain di bawah sana.


“Kamu suka, Sayang?” tanya Logan dengan berbisik di kuping gadis itu.


“Hum … iya … aku suka,” jawab Cella dengan mendesaah dan meremas rambut pria itu.


Mereka berdua melakukan hubungan itu di perpusatakaan, pasangan kekasih itu tidak merasa takut karena perpustakaan sepi. Cella memeluk Logan dengan erat, dia mengalami pelepasan begitu juga dengan pria itu dia mencium kening Cella dan berbisik.


“Aku sangat mencintaimu,” ucap Logan sambil membelai rambut gadis itu.


“Aku juga,” balas Cella. Napasnya masih terdengar tidak teratur.


Logan melepaskan pelukkannya kemudian dia  mengancing celana dan menaikan resletingnya, dia juga menaikan celana Cella dan merapikan pakaian gadis itu lalu mereka berdua  duduk kembali. Pasangan kekasih itu saling pandang lalu tertawa.


“Dasar kamu gila,” ujar Cella sambil mencubit perut Logan lalu pria itu tertawa dan memeluk Cella.


“Ya aku memang gila, itu karena tidak bertemu denganmu,” canda Logan seraya menarik Cella untuk duduk di pangkuannya.

__ADS_1


Menjelang sore hari akhirnya mereka berdua berpisah, Cella kembali ke rumahnya sedangkan Logan  kembali ke condominium.


__ADS_2