SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Kejadian


__ADS_3

Dylla terus merayu Logan, dia membuat pria itu mengingat semua masa-masa indah bersamanya. Dylla membelai pipi suami Cella dengan lembut.


 “Kamu ingat, saat kita berdua baru pertama kali melakukan hubungan itu? Kita berdua masih sama-sama belajar. Kamu laki-laki pertamaku dan aku perempuan pertamamu.” Logan tersenyum dan menatap mata Dylla.


“Iya, kamu perempuan pertamaku,” sahut Logan sambil tertawa. ‘Tapi kamu juga yang sudah mengecewakanku dan ayahmu sudah membunuh kedua orang tuaku, kini saatnya aku membalas dendam lewat dirimu,’ batin Logan.


Dia mengingat semua masa-masa indah bersama Dylla, tiba-tiba wanita itu mencium bibir Logan.


Logan menatap mata Dylla dan memegang pipi wanita itu serta membalas ciuamannya.


Mereka berdua saling berciuman, tangan Dylla mulai menggerayangi tubuh Logan. Perlahan-lahan dia melepaskan kancing kemeja Logan sambil memasukkan lidahnya ke dalam mulut pria itu.


Logan menyambut lidah Dylla dan membiarkan jari jemari wanita itu membuka kancing kemejanya. Bahkan dia menikmati permainan lidah dari Dylla.


Dia kembali teringat saat pertama kali  melakukan hubungan dengan Dylla. Logan mulai merasakan tangan wanita itu membuka kancing celana dan resleting, dia bahkan membiarkan jemari lembut itu mengelus miliknya yang sudah mulai keras.


Perlahan-lahan ciuman Dylla mulai turun di leher sambil jemarinya terus mengelus milik Logan yang sudah keras itu.


Logan membelai rambut Dylla dan memejamkan matanya. Sementara wanita itu semakin turun ke bawah dan mengeluarkan milik Logan lalu  memasukkan ke dalam mulutnya.


Dylla memainkan ujung lidahnya di milik Logan kemudian memasukkan kembali ke dalam mulutnya. Logan menengadahkan kepala ke atas dan memejamkan mata sambil tangannya membelai rambut wanita itu.


Logan tidak tahan lagi kemudian dia menarik Dylla dan mencium bibir wanita itu. Dylla langsung melepaskan celananya dan duduk di pangkuan Logan.


Dia memegang milik pria itu yang sudah keras dan berurat  kemudian  menuntun masuk ke dalam area intinya.


Logan meremas dada Dylla dan merasakan miliknya menerobos masuk ke dalam milik wanita itu.


Dylla mulai beraksi di pangkuan Logan, pinggangnya mulai naik turun dengan cepat. Terdengar desahaan kenikmatan dari bibir mereka berdua. Logan memegang pinggang sang mantan dan membantu menggerakkannya.


Dylla semakin cepat lalu Logan memeluk pinggang wanita itu dan menggerakkan pinggulnya dengan cepat.


Dylla merintih kenikmatan saat Logan melakukan gerakan dengan cepat. Dia memegang leher Logan dan menerjang bibir yang tertutup dengan kumis dan jenggot tipis.


Napas mereka berdua semakin memburu, lalu tubuh Dylla tersentak dia mengalami pelepasan. Logan semakin cepat menggerakkan pinggulnya, saat dia akan mengalami pelepesan dia langsung mengeluarkan miliknya dan menyuruh Dylla untuk mengisapnya.


Dylla memasukkan milik Logan yang semakin keras itu dan membiarkan pria itu  mengalami pelepasan di dalam mulutnya. Kemudian dia duduk di pangkuan Logan dia memeluk sang mantan dengan erat.


“Aku mencintaimu,” bisik Dylla di telinga Logan.


“Aku ingin ke toilet,” ujar Logan lalu Dylla turun dari pangkuan Logan.


Logan berdiri dan merapikan kemeja juga celananya. Dia langsung pergi ke toilet dan membasuh wajahnya dengan air.


Logan menatap wajahnya di cermin lalu dia teringat Cella. ‘Aku sudah mengkhianati istriku,’ kata Logan dalam hati. Dia menunduk dan membayangkan wajah Cella.

__ADS_1


 “Maafkan aku, sayang.” Logan keluar dari toilet dan melihat Dylla sedang duduk di depan meja kerja.


“Aku harus pergi sekarang, istriku pasti sedang menungguku untuk makan siang.” Dylla tersenyum kemudian berdiri menghampiri sang mantan.


“Baiklah, hati-hati,” sahut Dylla sambil  mengecup bibir Logan.


“Tolong, jangan sampai istriku tahu. Aku tidak ingin berpisah dengannya.” Dylla tersenyum kemudian  melingkarkan tangannya di punggung Logan.


“Kamu jangan khawatir, istrimu tidak akan pernah tahu hubungan kita berdua,”


“Baiklah, aku pergi sekarang.” Logan langsung meninggalkan ruangan Dylla dan menuju ke parkiran.


Dylla duduk lalu tersenyum, dia membayangkan hubungan yang barusan dia dan Logan lakukan. ‘Walaupun aku tidak bisa memilikimu lagi, tapi aku senang walau hanya menjadi simpananmu,’ gumam Dylla sambil tersenyum sendiri.


Sedangkan Logan dia langsung pulang ke rumah. Dia tiba kemudian  memeriksa tubuhnya, dia takut kalau ada tanda yang ditinggalkan Dylla. Dia memperhatikan lehernya di spion. Logan turun dari mobil kemudian  masuk ke dalam rumah. Dia langsung mencari Cella.


Sedangkan Cella sedang mengatur makanan di meja makan. Dia tersenyum melihat Logan yang sedang berjalan ke arahnya.


 “Aku pikir kamu tidak akan makan siang di rumah,” ujar Cella seraya melingkarkan tangannya di punggung Logan.


“Aku sudah berjanji padamu kalau akan makan siang bersama istri dan anakku,” sahut Logan lalu  mengecup bibir Cella.


“Baiklah, kamu duduk saja. Aku akan mengambil Sabrina.” Cella meinggalkan Logan dan pergi ke kamar Sabrina.


“Princess papi mau makan?” tanya Logan sambil mencium pipi Sabrina.


Logan dan Sabrina



Sabrina menganggukan kepala dan menciun pipi papinya lalu Logan mendudukan Sabrina di kursi bayi kemudian kembali duduk dekat Cella.


Cella mengambilkan makanan untuk Logan dan Sabrina kemudian mereka makan bersama.


 “Apakah kamu akan kembali ke kantor?” tanya Logan setelah menelan makanan.


“Iya, Frank ingin bertemu denganku,” jawab Cella sambil tersenyum dan memperhatikan Sabrina yang sedang makan sendiri.


“Oh, begitu,” ujar Logan dengan berusaha tersenyum. “Aku akan mengantarmu ke kantor.”


“Baiklah,” kata Cella dengan menganggukan kepala.


Sehabis makan Cella membawa Sabrina ke kamarnya dan meminta pengasuh untuk menjaga Sabrina.


Cella pergi ke kamarnya dan mengganti pakian kemudian dia mengajak Logan untuk mengantarnya kembali ke kantor.

__ADS_1


Begitu tiba Cella mengecup bibir Logan lalu turun dan masuk menuju ke ruang kerjanya, sedangkan Logan, dia kembali ke kantornya.


Logan masuk ke ruang kerja kemudian dduduk. Dia terus memikirkan hubungan yang baru saja dia lakukan bersama Dylla. Ada perasaan takut di dalam dirinya.


“Kalau sampai Cella tahu, dia pasti akan menceraikanku.” Logan bersandar di kursi kerja dan memejamkan mata. Kembali terbayang wajah Dylla dan desahaan-desahaan wanita itu saat berada di atas pangkuannya.


“Shit, mengapa aku harus mengingatnya.” Logan memukul meja kemudian memegang kepala dengan kedua tangannya, dia menunduk dan berusaha untuk tidak mengingat kejadian di kantor Dylla.


****


Di kantor Cella terlihat wanita itu sedang berbincang dengan Frank di ruang meeting. Sedikit-sedikit Frank memuji kepintaran dan kecantikan Cella. Istri Logan selalu tertawa mendengar pujian Frank.


 “Aku serius, Cella. Kamu cantik dan pintar, sayang saja aku terlambat bertemu denganmu,” canda Frank sambil tersenyum.


“Kamu bisa saja, Frank. Kamu juga tampan dan aku yakin di luar sana banyak wanita yang tergila-gila padamu,” balas Cella dengan  bercanda. Frank langsung tertawa dan menggeleng-gelengkan kepala.


“Aku tidak tertarik, aku hanya tertarik padamu, sayang saja kamu sudah menjadi milik Logan. Ah ... Logan sangat beruntung mendapatkanmu.” Cella kembali tertawa lalu pintu terbuka.


Logan masuk dan melihat keakrapan Cella dengan Frank. Rasa cemburu dan curiga langsung merasukinya. Logan menghampiri Cella dan menunjukkan rasa tidak suka kepada Frank.


Melihat sikap Logan seperti itu Cella langsung mengerti kalau sang suami tidak suka kepada Frank. Cella berdiri kemudian  memeluk Logan dan mencium bibir sang suami.


Frank juga berdiri dan menyapa Logan. Tapi pria itu hanya menganggukan kepala. Melihat Logan seperti itu, Frank langsung pamit pulang. sementara Cella menatap sang suami dengan heran.


“Mengapa sikapmu seperti itu?”


“Maksudmu?” Logan balik bertanya kepada Cella.


“Mengapa sikapmu kepada Frank seperti itu?”


“Aku tidak suka saja kamu berduaan di ruangan ini,” jawab Logan dengan melingkarkan tangannya di pinggang Cella.


“Aku dan Frank membicarakan bisnis, walaupun kami saling bercanda,”


“Aku hanya cemburu saja, apalagi Frank terlihat sangat muda dan tampan, dia juga pebisnis yang berhasil. Aku takut kamu jatuh cinta padanya.” Cella membelalakan matanya dia tidak percaya dengan apa yang Logan katakan.


 “Aku hanya mencintaimu. Sekalipun Frank tampan dan kaya raya aku tidak akan pernah tertarik padanya. Aku sudah memiliki kamu dan Sabrina. Aku sangat mencintaimu.” Logan memeluk Cella dengan erat.


“Aku juga sangat mencintaimu, aku hanya takut saja kehilanganmu. Maafkan aku dengan sikapku tadi.” Cella melepaskan pelukkannya kemudian  memegang pipi Logan.


“Percaya padaku seperti aku percaya padamu,” ujar Cella lalu pria itu terdiam dan  menganggukkan kepala.


“Baiklah kita pulang sekarang, aku ingin bersama Sabrina,” kata Logan kemudian mereka berdua pergi ke ruang kerja Cella.


Cella mengambil tas dan berjalan bersama Logan menuju parkiran. Mereka berdua masuk ke dalam mobil lalu pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2