
Carlos pergi ke taman dan dia menunggu Cayla dalam mobilnya dan jendela kaca mobil Carlos di ketuk, Carlos melihat Cayla yang mengetuk jendela kaca mobilnya dan Carlos tersenyum pada Cayla. Carlos membuka pintu mobilnya dan menyuruh Cayla masuk.
“Ayo masuk Cay.” Kata Carlos pada Cayla dan Cayla masuk kedalam mobil.
Carlos langsung menjalankan mobilnya, Cayla menatap Carlos dan tersenyum.
“Kita akan kemana Carlos?” Tanya Cayla
“Ehmm.., kita akan kesuatu tempat Cayla dan tempat ini pasti kamu akan menyukainya.” Kata Carlos.
Dalam hatinya. “Kamu lihat saja Cayla apa yang akan aku lakukan padamu.” Kata carlos dalam hati.
“Oh begitu ya Carlos.”
“Iya Cayla.” Kata Carlos pada Cayla dan dia melajukan mobilnya.
Sementara itu Kairos keluar dari kampus dia masuk kedalam mobil dan langsung meninggalkan parkiran kampus, Kairos mengarahkan mobilnya ke rumah. Sampai di rumah dia langsung masuk ke dalam kamarnya dan dia mengganti pakaian. Selesai mengganti pakaian dia langsung mengambil kunci motor dan dia langsung mengarahkan motornya ke salah satu restoran yang terkenal di kota Santa Barbara. Dia sampai di restoran tersebut, dia memarkirkan motornya kemudian dia turun dan masuk kedalam restoran. Kairos duduk dan seorang pelayan wanita datang menghampiri Kairos.
“Ini buku menunya Tuan.” Kata pelayan itu pada Kairos.
“Oh.., iya Terima kasih.” Kata Kairos sambil mengambil buku menu dari tangan pelayan wanita itu. Kairos memandang pelayan itu. “Ah.., dia cantik sekali.” Kata Kairos dalam hati.
Kairos berbohong pada Celline kalau dia akan makan siang di rumah. Kairos ingin makan di restoran karena dia tertarik pada pelayan wanita itu. Kairos melihat menu dan dia memesan makanan. Dia memanggil pelayan wanita itu dan memberikan buku menu serta pesanannya pada pelayan itu. “Oh ya, siapa namamu?” Tanya Kairos pada pelayanan itu.
“Uumm.., aku Tania Tuan.” Jawab Tania pada Kairos sambil tersenyum.
“Ehm.. nama yang bagus.”
“Terima kasih Tuan.” Ucap Tania pada Kairos. “Oh ya sebentar Tuan aku harus kedalam.”
“Ohh iya.., tapi tolong jangan panggil aku Tuan. Panggil saja Kairos.”
“Baiklah Kairos, aku permisi.” Kata Tania pada Kairos kemudian dia meninggalkan Kairos.
Sedangkan Kairos tersenyum melihat Tania berlalu dari hadapannya. “Ahh.., dia sangat lembut.” Kata Kairos dalam hati. “Aku menyukainya.”
Sambil menunggu pesanannya Kairos membuka handphone dan melihat lihat media sosialnya. Dan tidak lama kemudian pesanan Kairos datang. Kairos tersenyum memandang Tania. Saat Tania akan pergi kairos menahan Tania. “Sebentar Tania.” Kata Kairos pada Tania.
“Ada apa Kairos?”
“Uumm.., kamu selesai kerja jam berapa?” Tanya Kairos.
“Ohh.., aku selesai kerja jam lima sore. Kenapa Kairos?”
“Ehmm..., begini kalau kamu tidak sibuk, sebentar aku ingin mengajak kamu nonton film.”
“hemm..., nanti aku kabari kamu Kairos.” Kata Tania pada Kairos.
“Ok.., kalau begitu berikan nomor hanphonemu padaku.”
__ADS_1
“Baiklah Kairos, sebentar.” Tania menulis nomor hanphonenya di lembaran kertas kecil dan memberikannya pada Kairos. “Ini Kairos nomor hanphoneku.” Kata Tania sambil memberikan kertas itu pada Kairos dan Kairos mengambil kertas itu.
“Terima kasih Tania. Nanti aku kirim nomorku padamu.” Kata Kairos pada Tania sambil tersenyum
“Ok Kairos, kalau begitu aku pergi dulu. kalau di lihat manager aku nanti di tegur.” Kata Tania dan Kairos menganggukan kepala. “Ok, selamat makan Kairos.” Kata Tania lagi dan dia meninggalkan Kairos.
Selesai makan Kairos mengirim pesan lewat wa pada Tania. “Hi Tania, ini nomorku ya. Kairos.” Kairos mengirim pesan itu pada Tania dan dia melihat Tania melihat ke hanphonenya dan kairos tersenyum pada Tania. Tidak lama kemudian masuk pesan di wa Kairos. “Hi Kairos Thanks ya atas nomornya. Nanti aku kabari kamu ya.”
Kairos membalas pesan wa Tania. “Ok Tania, aku tunggu ya.” Dan tania membalas dengan emoticon smile. Kairos membayar pesanannya dan dia meninggalkan restoran itu lalu kembali kerumah.
Sementara itu Carlos membawa Cayla dirumah dekat dengan bekas peternakan. Carlos dan Cayla turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. Carlos melihat jam di tangannya sudah pukul empat sore. Dia pergi ke mobilnya dan mengambil minuman kemudian dia kembali kedalam rumah. Dia melihat Cayla lagi duduk di sofa, dia tersenyum pada Cayla dan duduk di dekat Cayla. Carlos membuka botol minuman dan menuangkannya di gelas dan memberikan gelas itu pada Cayla.
“Ini Cayla minumlah sedikit, supaya saat di ranjang kamu lebih bergairah.” Kata Carlos pada Cayla. Cayla mengambil minuman itu dan meminumnya selesai meminum minuman itu Cayla memberikan kembali gelas itu pada Carlos dan Carlos menuang kembali minuman ke dalam gelas lalu dia minum. Carlos membelai rambut Cayla dan mencium leher Cayla. Terdengar desahan Cayla. Tangan Carlos meremas dada Cayla kemudian dia membaringkan Cayla di sofa, da melepaskan pakaian Cayla kemudian dia melepaskan pakaiannya juga.
Carlos berada di atas tubuh Cayla. Mereka berdua melakukan foreplay. Dan setelah itu Carlos melakukan aksinya. Mereka berdua melakukan hubungan itu dan akhirnya terdengar erangan kenikmatan dari bibir mereka berdua. Mereka saling berpelukan dengan erat. Dan Carlos turun dari atas tubuh Cayla kemudian dia masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Selesai membersihkan tubuhnya, dia keluar dan pergi kehalaman belakang. Dia duduk disana dan memikirkan rencana untuk memberi pelajaran pada Cayla.
Sedangkan Cayla masih berbaring di sofa, dia masih merasa lelah dan kemudian dia tertidur.
Kairos sampai di rumah dia masuk sambil senyum senyum sendiri. Tanpa Kairos sadari Jessica sedang memperhatikannya. Jessica menghampiri Kairos dan mencolek pinggang Kairos dan Kairos terkejut.
“Ahh.., mama membuat aku terkejut.” Kata Kairos pada Jessica sambil terenyum.
“Hemm.., anak mama sepertinya lagi jatuh cinta.” Kata Jessica pada Kairos dan Kairos tertawa.
“Uumm.., sepertinya iya mama.” Kata Kairos sambil melingkarkan tangan yang satunya di punggung Jessica kemudian mereka berjalan kedalam.
“Rahasia mama, nanti kalau aku dan dia sudah jadian aku akan kenalkan pada mama.”
“Sayang apakah dia berasal dari Amerika?”
“Hemm.., sepertinya mix mama.”
“Kamu tidak menanyakannya sayang?”
“Belum mam, aku belum banyak berbincang dengan dia mam. Oh ya mam dia hanya bekerja di restoran.”
“Tidak apa apa sayang, kalau kamu menyukainya tidak perlu memandang dia anak orang kaya atau bukan. Yang terpenting dia mencintaimu juga.”
“Iya mam. Mudah mudahan dia menyukaiku mam.” Kata Kairos sambil tersenyum. “Mam aku kekamar dulu ya.”
“Iya sayang.” Kata Jessica kemudian dia melepaskan tangannya dari pinggang Kairos dan pergi ke kamarnya.”
Kairos masuk kedalam kamar dan dia berbaring di tempat tidur. Dia memikirkan Tania.
“Hmm, aku menyukai Tania, dia cantic dan lembut. Semoga Tania juga menyukaiku.” Dan handphone Kairos berbunyi, dia melihat ada pesan dari Tania. Kairos membacanya. “Hi Kairos jam berapa nontonnya?” Kairos tersenyum dan membalas pesan wa Tania. “Kita nonton jam tujuh saja, kalau kamu mau aku jemput kamu jam enam. Bagaimana Tania?” Kairos mengirim pesan itu sambil tersenyum dan tidak lama kemudian masuk lagi pesan Tania. “Baiklah Kairos aku menunggumu. Oh ya ini alamatku ya.” Kairos tersenyum lagi. “Ahh.. ada harapan.” Kata Kairos dalam hati dan dia membalas pesan tania. “Thanks ya Tania.” Kairos memejamkan matanya. “Akhirnya aku bisa jalan dengan wanita yang aku sukai.” Kata Kairos lagi dalam hati.
Kairos mlihat jam yang ada di dinding kamarnya sudah menunjukan pukul lima sore. Dia masuk ke kamar mandi dan mandi. Selesai mandi dia keluar dan membuka lemarinya dan mengambil kaos dan kemeja lalu dia letakkan di atas tempat tidur.
__ADS_1
Kairos keluar dari kamarnya dan menuju kekamar Jessica. Dia mendengar tawa Jessica dan pedro. “Hmm.. Pedro membuat mama bisa tertawa seperti dulu lagi. Aku sangat bahagia mendengar tawa mama. Semoga Pedro bisa membuat mama bahagia.”
Kairos mengetuk pintu kamar Jessica dan Jessica membukakan pintu pada Kairos.
“Hi mam, aku mau minta ijin.”
“Minta ijin apa sayang?” Tanya Jessica.
“Mam aku akan pergi nonton film bersama teman wanita.”
“Ehmm.., apakah dia yang kamu bicarakan tadi sayang?”
Kairos tersenyum
“Iya mama, aku mengajaknya nonton bersamaku.”
“Baiklah sayang, tapi jangan pulang larut malam ya sayang.”
“Iya mam. Tapi mam aku tidak mau di ikuti sama anak buah Charlie.”
“Sayang itu demi keamananmu. Nanti mama akan katakana pada mereka untuk mengawasimu dari jauh saja. Ya sayang.”
“Hhmm.., baiklah mam. Katakan pada mereka dari jauh saj!”
“Iya sayang. Ayo peluk mama!” Kata Jessica kemudian Kairos memeluk Jessica dengan erat.
“Terima kasih mam.” Kata Kairos kemudian dia melepaskan pelukannya lalu dia kembali kekamarnya dan mengganti pakaiannya. Dia memakai sepatu dan keluar dari kamar. Dia pergi mengetuk pintu kamar Jessica dan Jessica membuka pintu.
“Hemmm.., anak mama sangat tampan.” Kata Jessica sambil memeluk Kairos dan Kairos tertawa.
“Mam aku pergi dulu ya.”
“Iya sayang, hati hati ya!” Kata Jessica pada Kairos dan Kairos menganggukan kepala. Kairos mencium kedua pipi Jessica dan dia langsung keluar rumah lalu naik ke motor. Kairos langsung menjalankan motornya ke tempat tinggal Tania.
Sementara itu di bekas peternakan, Carlos lagi bermesraan dengan Cayla. Carlos mengajak Cayla masuk kedalam kamar dan melepaskan pakaian Cayla. Carlos menghempaskan tubuh Cayla di ranjang dan dia menindiih tubuh Cayla. Dia mencium kembali mencium Cayla dan mereka berdua saling berciuman. Carlos berhenti dan melepas pakaiannya kemudian dia mengambil pengaman dan memasang kemudian dia melakukan hubungan dengan Cayla. Mereka melakukan dengan liar dan mereka saling berpelukan dengan erat. Carlos mengganti pengamannya dan melanjutkan hunbungan dengan Cayla.
Carlos ingin membuat Cayla tidak berdaya. Berulang kali Carlos melakukan hubungan itu dan pada akhirnya Cayla tidak berdaya di atas tempat tidur. Carlos turun dari atas tubuh Cayla kemudian dia pergi ke Gudang. Dia mengambil sarung tangan lalu memakainya. Dia masuk kembali kekamar dan melihat Cayla sudah tertidur, Carlos menghampiri Cayla dan naik dia atas tubuh Cayla kemudian Carlos mencekik leher Cayla. Cayla membuka matanya dan berusaha melepaskan tangan Carlos dari lehernya tapi dia tidak bisa. Carlos terlalu kuat mencekikya sedangkan Cayla masih dalam keadaan lemah. Carlos semakin kuat mencekik leher Cayla.
“Kamu harus mati, kamu sudah membuat anak anakku membenciku. Berani sekali kamu melakukan itu.” Kata Carlos pada Cayla sambil mencekik leher Cayla. “Kamu membuat aku kecewa Cayla, Sekarang kamu terima akibat dari perbuatanmu itu. Cayla berusaha melepaskan tangan carlos. Carlos semakin kuat mencekik leher Cayla dan akhirnya tangan Cayla terlepas dari tangan Carlos.
Carlos meraba leher Cayla. “Hmm.., sudah tidak ada denyut lagi.” Carlos turun dari atas tubuh Cayla, mata dan mulut Cayla terbuka. Carlos menatap Cayla yang sudah tidak bernyawa lagi.
“Kamu tidak tahu siapa aku, dasar perempuan bodoh.” Kata Carlos lagi.
Carlos menutup jasad Cayla dengan kain, kemudian dia pergi kegudang dan mengambil cangkul dan sekop. Carlos berjalan ke perkebunan yang sudah tidak di pakai lagi kemudian dia menggali lubang disana. Dia ingin menguburkan Cayla di perkebunan, Carlos menggali lubang sangat dalam. Selesai menggali lubang Carlos pergi kerumah dan mengangkat jasad Cayla dan dia melemparkannya kedalam lubang, Carlos juga mengambil pakaian Cayla dan handphone milik Cayla, dia mematikan handphone Cayla lalu dia melemparnya ke dalam lubang lalu Carlos menimbun kembali lubang itu. Dia menutup lubang itu dengan rapi dan meletakkan rumput di atas timbunan tanah. Lalu Carlos kembali kedalam rumah, dia mengambil kunci mobilnya dan meningalkan peternakan. Dia kembali kerumahnya.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komen ya
__ADS_1
Terima kasih