
Carlos tiba di Café pinggir kota, dia memarkirkan mobilnya kemudian dia turun dan masuk kedalam Café. Carlos duduk dan memanggil pelayan lalu dia memesan coffee. Carlos mengeluarkan Handphonenya dan mengirim pesan lagi.
“Aku sudah sampai.” Carlos mengirim pesan tersebut dan meletakkan handphonenya di atas meja. Tidak lama kemudian coffeenya datang. Carlos meminum coffeenya dan mengutak atik handphonenya. Tiba tiba seseorang menepuk punggung Carlos. Carlos menoleh lalu dia berdiri, dia langsung memeluk orang itu.
“Osvaldo apa kabarmu? Lama kita tidak bertemu.”
“Iya seperti yang kamu lihat Carlos, aku baik baik saja
Note :
Osvaldo adalah teman Carlos semasa dia di High School mereka berteman akrab. Saat lulus sekolah Osvaldo kembali ke Spain dan masuk di Akademi Militer di Spain dan Osvaldo merupakan pasukan khusus. Dia adalah Sniper yang hebat dan sekarang dia menjadi pelatih menembak di America.
“Aku senang mendengarnya Osvaldo. Oh ya aku dengar kamu sekarang menjadi pelatih menembak.”
“Iya benar sekali Carlos.” Kata Osvaldo lalu mereka berdua duduk.”
“Oh ya kamu mau minum apa?”
“Coffee saja Carlos.”
Carlos memanggil pelayan dan dia memesankan coffee untuk Osvaldo
“Oh ya Carlos ada apa kamu ingin bertemu denganku?”
“Umm…, begini Osvaldo. Aku ingin kamu bekerja denganku.”
“Ehmm.., mengapa Carlos?
“Ada yang sedang mengincarku, selama aku masih hidup keluargaku tidak akan aman Osvaldo.”
“Apa yang harus aku lakukan?”
“Osvaldo aku ingin kamu menjadi tangan kananku. Kamu tidak perlu berada di sampingku setiap saat. Kamu cukup mengawasiku dari jauh, aku tahu kehebatan menembakmu luar biasa dan aku juga butuh orang sepertimu untuk istri dan anak anakku. Kamu bisa mendapatkannya?”
“Kamu jangan khawatir Carlos, aku tahu siapa saja yang hebat menembak. Mereka juga mantan US Army, mereka sniper Carlos.”
“Itu bagus Osvaldo, aku juga ingin kamu mencari dua orang untuk menjadi pengawal pribadiku.”
“Besok aku akan membawa mereka kepadamu.”
“Baiklah Osvaldo, Terima kasih. Kamu memang temanku yang paling baik.” Canda Carlos dan Osvaldo tertawa.
Mereka berdua bebincang bincang dan bersenda gurau. Sesekali terdengar tawa mereka. Tanpa Carlos sadari sepasang mata sedang memperhatikannya.
"Aku terkejut saat kamu masuk Akademi Militer, karena aku tahu kamu itu penakut berkelahi.
Osvaldo tertawa dan menepuk punggung Carlos.
"Iya Carlos karena aku penakut makanya aku masuk militer supaya menjadi pemberani."
"Dan kamu berhasil Osvaldo, malah sekarang kamu kelewat pemberani." Canda Carlos dan Osvaldo tertawa lagi.
“Kamu bisa saja Carlos. Baiklah Carlos, aku harus pergi.”
“Ok Osvaldo aku juga harus menjemput istriku.”
“Baik Carlos, besok aku akan membawa mereka padamu. Sampai bertemu besok.”
“Terima kasih Osvaldo sampai bertemu besok.”
Carlos berdiri dan pergi ke kasir kemudian dia membayar coffeenya lalu dia keluar dan masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
Orang yang memperhatikan Carlos juga keluar dari cafe dan menelepon.
Sementara itu, Carlos langsung kembali ke Kota Torrance menuju kantor Jessica, tiba di kantor Jessica Carlos turun dari mobil dan langsung masuk kedalam kantor. Dia menuju ke ruangan Jessica. Carlos mengetuk pintu dan terdengar suara Jessica dari dalam menyuruhnya masuk.
Carlos membuka pintu dan melihat Jessica sedang duduk di kursi kerjanya sambil matanya di computer.
“Hallo sayang, apakah aku mengganggumu?
Jessica melihat Carlos dan tersenyum dia berdiri dan menyambut Carlos.
“Tidak beb, kamu tidak menggangguku.” Jawab Jessica sambil memeluk Carlos dan mengecup bibir Carlos. “Kamu sudah bertemu dengan marketing?”
“Iya sayang aku sudah bertemu dengannya.” Jawab Carlos sambil duduk di sofa, Jessica juga mengikuti Carlos duduk di sofa. “Oh ya kamu sibuk sayang?” Tanya Carlos sambil membelai wajah Jessica
“Umm.., tidak beb. Aku hanya memperhatikan pergerakan saham perusahaan ini.”
“Ohh…, begitu. Kita akan kerumah daddy?”
“Tentu saja, kita akan kerumah daddy. Sebentar aku matikan komputerku.”
Jessica berdiri dan pergi mematikan computer. Selesai mematikan computer dia dan Carlos keluar dari ruangan dan pergi ke parkiran. Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan Carlos langsung mengarahkan mobilnya ke kediaman Federico. Carlos melihat dari spion Hank dan Colby mengikuti mereka dari belakang.
Carlos menatap Jessica dan tersenyum lalu dia memegang tangan Jessica. Jessica menatap Carlos dan tersenyum. Dia menyandarkan kepalanya di bahu Carlos. Akhirnya mereka tiba di kediaman Federico, Jessica dan Carlos turun dari mobil lalu mereka masuk kedalam rumah.
“Mom..” Carlos memanggil Liliana
Liliana keluar dari kamar dan melihat Carlos dan Jessica. Dia langsung memeluk Carlos dan menciumnya.
“Sayang, bukannya kamu di Indonesia?” Tanya Liliana pada Carlos
“Iya mam, tapi aku kembali bersama Jessica dan anak anak.”
“Kamu tidak jadi menikah dengan Vania?” Tanya Liliana lagi.
Liliana sangat bahagia, dia memeluk Carlos kembali.
“Mommy sangat bahagia mendengarnya.” Liliana juga memeluk Jessica. “Sayang mommy bahagia kamu dan Carlos bersatu kembali.”
“Iya mom, Terima kasih.” Ucap Jessica pada Liliana
Mereka duduk di sofa dan berbincang bincang.
“Oh ya mam, daddy mana?”
“Daddy lagi di kantor”
“Oh…, mommy sudah makan?”
“Belum sayang. Kalian sudah makan?”
“Belum juga mom.” Jawab Jessica.
“Kalau begitu ayo kita makan.”
Mereka bertiga berdiri lalu pergi ke ruang makan.
Indonesia
Terlihat Vania masih menonton Tv di luar. Pedro menghampiri Vania dan duduk di samping Vania.
“Vania ini sudah jam dua belas, kenapa kamu belum tidur?”
__ADS_1
“Aku belum mengantuk Pedro.”
“Tapi ini sudah larut malam Vania, ayo kita tidur.”
“Ahh.. Pedro kamu saja yang lebih dulu tidur, aku masih mau nonton Tv."
"Tidak Vania, kita harus tidur sekarang!" Kata Pedro sambil mengambil remote Tv dan mematikan Tv kemudian dia mengangkat Vania dan membawa Vania ke kamar.
Pedro meletakkan Vania di tempat tidur dan menindih tubuh Vania.
"Pedro turun dari atas tubuhku, kamu berat. Aku tidak bisa bernafas."
"Vania bagaimana kalau kita melakukan hubungan itu? Aku sangat ingin melakukannya."
"Tidak Pedro, aku akan melakukannya kalau aku sudah menikah. Sudah, turun dari atas tubuhku Pedro.
Pedro berbaring di samping Vania.
"Kapan kita akan menikah Vania?"
"Kalau kamu sudah mencintai aku."
Pedro memutar badannya menghadap Vania.
"Vania laki laki tidak butuh jatuh cinta. Tapi laki laki butuh wanita mencintainya. Kalau wanita itu mencintainya sudah pasti laki laki akan menyayanginya. Vania kapan kamu akan mencintaiku supaya kita bisa cepat menikah?"
"Kamu bilang laki laki tidak butuh jatuh cinta, buktinya kamu bisa jatuh cinta kepada Jessica.
Pedro membelai wajah Vania.
"Sayang itu berawal dari rasa kagum, lalu datang rasa nyaman kemudian rasa suka itu datang dan akhirnya mencintai."
Vania tertawa dan mencubit pipi Pedro.
"Kamu pintar berkata kata Pedro."
Pedro tertawa dan memeluk Vania.
"Hemmm.. Ingin rasanya aku memperkosamu Vania." Canda Pedro lalu Vania mendorong tubuh Pedro.
Pedro langsung tertawa
"Aku hanya bercanda Vania."
"Aku mau tidur Pedro." Kata Vania sambil memutar tubuhnya membelakangi Pedro.
"Baiklah Vania, tapi kamu belum menciumku."
Vania menatap Pedro kemudian dia mencium pipi Pedro.
"Aku sudah menciummu Pedro, sekarang tidur."
Pedro memegang pipi Vania.
"Kamu salah menciumku Vania, aku ingin kamu mencium bibirku seperti ini.."
Pedro menindih tubuh Vania dan langsung mencium bibir Vania. Dia memasukan lidahnya kedalam mulut Vania dan Akhirnya Vania membalas ciuman Pedro Dan mereka berdua saling berciuman.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya.
__ADS_1
Terima kasih 😘😘❤❤