
Saat melihat Cella dan Logan berciuman, wajah Carlos berubah menjadi merah dia menggebrak meja dan berdiri. Dia melihat putrinya sudah masuk ke dalam rumah, Carlos langsung mengambil ponsel dan mengirim pesan kepada Logan. Dia meminta pria itu untuk ke ruang kerjanya.
Ternyata apa yang di katakan Acel benar, mereka berdua punya hubungan, gumam Carlos. Dia terlihat sangat kesal dan ingin memecat pria itu.
Carlos mengambil cek di laci meja kemudian dia menulis sejumlah angka di atas kertas itu, lalu terdengar ruangannya di ketuk . Carlos berdiri dan menyuruhnya masuk. Pintu terbuka, terlihat Logan masuk, dia langsung menyapa Carlos.
“Selamat sore, Carlos. Anda ingin bertemu denganku?” tanya Logan tanpa curiga apapun kepada ayah Cella.
Carlos menatap marah kemudian dia berjalan menghampiri Logan, Carlos langsung menampar pipi pria itu.
“Berani sekali kamu mencium Cella, ini cek gaji kamu dan tolong tinggalkan putriku. Aku tidak ingin melihatmu lagi di sini!” tukas Carlos dengan emosi, napasnya naik turun dengan cepat. Dia berusaha menahan diri untuk tidak memukul pria itu kembali. Sedangkan Logan, dia memegang pipinya dan menatap Carlos.
“Aku tidak membutuhkan cek ini, tapi aku tidak akan pernah meninggalkan Cella. Kami berdua saling mencintai, sekali’pun kalian menentangnya aku tidak akan pernah meninggalkan Cella!” tegas Logan kemudian dia meninggalkan ruang kerja Carlos.
Napas Carlos naik turun mendengar perkatan Logan, dia terlihat menahan emosinya sambil duduk di kursi kerjanya. Tatapannya tajam melihat pria itu meninggalkan ruangannya.
Sebelum naik ke atas motor Logan mengirim pesan kepada Cella, dia meminta gadis itu untuk menemuinya di halaman depan rumah. Tidak lama kemudian terlihat Cella berlari kecil menghampiri Logan.
“Ada apa, Logan? Kenapa kamu memanggilku?” tanya Cella sambil matanya mengawasi ke dalam rumah.
“Papa kamu sudah mengetahui hubungan kita berdua, dan dia memecatku. Dia tidak ingin aku berhubungan lagi denganmu,” jawab Logan dengan suara kesal.
“Terus, kamu akan meninggalkanku?” tanya Cella lagi dengan khawatir.
“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, kita akan berjuang bersama-sama ok!” tegas Logan lalu Cella menganggukkan kepala.
Cella memegang pipi Logan dan mencium bibir pria itu, mereka saling berciuman. Logan sengaja meremas dada gadis itu karena dia tahu Carlos sedang memperhatikan mereka berdua. Lalu terdengar teriakan Carlos dari ruang kerja.
“Cela ….” Cella terkejut kemudian Logan tertawa dan memeluk gadis itu kembali.
“Sekarang kamu masuk ke dalam nanti papa kamu lebih marah lagi,” ujar Logan kemudian dia memakai helm dan meninggalkan kediaman orang tua Cella.
Cella tertawa kemudian dia berlari masuk ke dalam, dia langsung pergi ke kamarnya. Dia masuk dan langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang.
Sementara di kamar, Jessica terkejut mendengar teriakan suaminya. Dia keluar dari kamar dan pergi ke ruang kerja. Jessica masuk dan meliha wajah suaminya yang terlihat emosi.
__ADS_1
“Ada apa kamu berteriak?” tanya Jessica sambil berjalan menghampiri suaminya.
“Aku tidak suka Cella berhubungan dengan Logan, aku harus menemuinya,” jawab Carlos dengan marah. Dia keluar dari ruang kerja kemudian naik ke atas menuju kamar putrinya.
Jessica mengikuti Carlos dari belakang. Dia tidak ingin Carlos melakukan sesuatu kepada putrinya. Carlos tidak mengetuk pintu, dia langsung masuk dan melihat Cella sedang berbaring di tempat tidur. Pria itu menghampirinya, dia menatap putrinya dengan wajah menahan marah.
“Papa tidak ingin melihat Logan di rumah ini, dan Papa tidak ingin kamu berhubungan dengannya,” ujar Carlos dengan tegas tanpa memikirkan perasaan putrinya.
Cella tidak terima dengan perkataan Carlos, dia bangun dan duduk di tempat tidur lalu dia menatap papanya.
“Kenapa, Pap? Kenapa aku tidak bisa berhubungan dengan Logan?” tanya Cella dengan heran.
“Karena papa ingin kamu mendapatkan pria yang baik, bukan pria sperti itu!” tegas Carlos dengan meletakkan kedua tangannya di pinggang.
“Apakah Logan bukan pria baik? Apakah karena dia tidak memiliki apa-apa sampai papa tidak suka padanya?” protes Cella kepada papanya sedangkan mamanya hanya memperhatikan mereka berdua.
“Bukan begitu, Cella. Papa hanya ingin kamu mendapakan pria yang benar-benar pantas untukmu. Dia tidak pantas untukmu, Cella,” jawab Carlos dengan marah.
“Dia pantas untukku, aku sangat mencintainya. Aku hanya ingin Logan aku tidak perduli siapa dirinya, aku tetap mencintainya,” sahut Cella dengan kesal.
“Cella … kamu tidak boleh pergi kemana-mana!” teriak Carlos.
Melihat suaminya seperti itu, Jessica menenangkannya dia belum ingin membela Cella. Jessica ingin suaminya tenang terlebih dahulu.
Sementara itu, Cella keluar dan mencari kunci mobil tapi dia tidak menemukannya. Dia masuk lagi ke dalam lalu bertemu dengan kedua orang tuanya tapi dia hanya diam dan naik ke atas menuju kamarnya. Dia kembali mencari kunci mobil.
“Apakah Logan lupa meletakkan kunci mobil di tempatnya?” tanya Cella kemudian dia duduk di sisi tempat tidur.
Dia mengambil ponsel kemudian menghubungi Logan, panggilan terhubung kemudian terdengar suara Logan dari seberang telepon.
“Hallo, apakah papa kamu marah padamu?” tanya Logan, dia ingin mendengar reaksi Carlos saat dia mencium gadis itu.
“Iya, papa sangat marah dan memintaku untuk tidak berhubungan lagi denganmu. Tapi aku menolaknya, aku katakan kepada papa kalau aku sangat mencintaimu,” ujar Cella dengan suara kesal dan merebahkan tubuhnya di ranjang.
“Apakah kamu akan meninggalkanku,” tanya Logan, suaranya terdengar seperti khawatir.
__ADS_1
“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, kamu tahu aku sangat mencintaimu,” jawab Cella, “Oh ya, kunci mobil kamu letakkan dimana?”
“Masih di dalam mobil, aku lupa mengeluarkannya tadi,” jawab Logan dari seberang telepon.
“Baiklah kalau begitu, nanti aku telepon kamu lagi. Aku tidak ingin papa mendengar percakapan kita,” ujar Cella seraya bangun dan berjalan ke depan jendela lalu berdiri disana sambil mata memandang keluar.
“Baiklah, nanti malam telepon aku ya,” pinta Logan, “Kamu tahu aku selalu ingin bersamamu,” sambungya lagi.
“Iya, sebelum tidur kita video call,” sahut Cella lalu terdengar tawa Logan.
“Baiklah, aku mencintaimu,” ucap Logan lalu Cella tersenyum.
“Aku juga mencintaimu,” balas Cella kemudian dia menutup telepon dan berbaring.
Sementara di kamar terdengar Carlos masih marah-marah dia merasa kesal melihat Logan meremas dada putrinya.
“Dia itu laki-laki kurang ajar, berani sekali dia meremas dada Cella,” ujar Carlos sambil mondar-mandir di depan istrinya.
“Kamu lihat dimana Logan meremas dada Cella?” tanya Jessica penasaran.
“Aku melihatnya dari ruang kerja mereka berciuman di luar lalu Logan meremas dada Cella,” jelas Carlos dengan emosi. “Jangan- jangan mereka berdua sudah melakukan hubungan itu.” Carlos menjadi curiga kepada Cella dan Logan.
“Kenapa kamu berpikiran seperti itu? Tidak mungkin Cella melakukan hubungan itu,” ujar Jessica menenangkan suaminya kembali.
“Sayang. Kalau sampai Logan sudah melakukan hal itu pada putriku, aku akan membunuhnya.” Carlos merasa geram kepada Logan dia mengepalkan tangannya dan melayangkan tinju di tembok kamar.
Dia melepaskan kaos dan berbaring di tempat tidur, dia masih terbayang Cella dan Logan berciuman dan tangan Logan meremas dada putrinya. Dia memutar tubuhnya lalu memejamkan mata.
Jessica hanya diam, dia sudah mengerti sifat suaminya. Dia tahu Carlos sangat menyayangi Cella, Jessica berbaring di samping Carlos lalu dia memeluk suaminya dari belakang, dia ingin menenangkan Carlos lalu pria itu memutar tubuhnya kemudian memeluk Jessica.
“Maafkan aku sudah melampiaskan marahku padamu,” ucap Carlos sambil menarik Jessica tidur di dadanya.
“Aku mengerti, tidak perlu minta maaf,” sahut Jessica kemudian dia melingkarkan tangannya di atas perut Carlos.
“Aku sangat menyayangi Cella, aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya,” ucapnya lirih sambil memejamkan mata kembali. Jessica hanya menganggukkan kepala, dan membelai dada bidang berbulu suaminya.
__ADS_1