
Pagi pagi Jessica sudah bangun, dia melihat Pedro masih tertidur pulas. Jessica keluar dari kamar dan pergi ke dapur. Dia membut sarapan untuk Pedro dan anak anaknya. Selesai membuat sarapan dia pergi ke kamar Isabell dan dia melihat isabell sudah bangun.
“Selamat pagi sayang.” Kata Jessica pada Isabell.
Isabell melihat Jessica dan langsung minta di gendong. “Mama gendong.” Jessica tersenyum dan langsung mengangkat Isabell dari box. Jessica keluar dari kamar Isabell dan pergi ke ruang makan. Jessica mendudukan isabell di kursi bayi.
“Sebentar sayang mama buatkan susu untuk mu ya.” Kata Jessica pada Isabell.
“Iya mama.” Kata Isabell sambil menganggukan kepala. Jessica mencium Isabell dan pergi membuatkan susu untuk Isabell. Selesai membuat susu Jessica kembali keruang makan dan memberikan susu pada Isabell.
“Ini susunya sayang.” Kata Jessica pada Isabell. Isabell mengambil susu dari tangan Jessica dan langsung meminumnya.
Jessica melihat Kairos berjalan ke arahnya. “Selamat pagi sayang.” Sapa Jessica sambil memeluk Kairos.
“Selamat pagi mam.” Balas Kairos sambil memeluk Jessica dan mencium kedua pipi Jessica.
“Kamu kuliah jam berapa sayang?”
“Hari ini tidak ada mata kuliah mam.” Jawab Kairos pada Jessica sambil menarik kursi dan dia duduk.
“Oh begitu. Sayang lihat Isabell sebentar ya mama mau bangunkan Acel dan Cella.” Kata Jessica dan Kairos menganggukan kepala. Jessica meninggalkan Kairos dan Isabell kemudian dia pergi ke kamar Cella. Jessica membuka pitu kamar Cella dan melihat Cella di depan cermin sedang menyisir rambutnya. Jessica tersenyum dan menghampiri Cella.
“Selamat pagi sayang.” Kata Jessica sambil membelai rambut Cella. Mama pikir kamu masih tidur.”
“Selamat pagi mama.” Balas Cella sambil memeluk Jessica dan mencium kedua pipi Jessica.” Aku sudah bangun dari tadi mama.”
“Bagus sayang, nanti kalau sudah selesai langsung keruang makan ya.” Kata Jessica kemudian dia keluar dari kamar Cella dan langsung masuk ke kamar Acel tapi Acel tidak ada di tempat tidur. “Hmm dia pasti sedang mandi.” Kata Jessica dalam hati sambil tersenyum. Dia menutup kamar Acel dan pergi kekamarnya. Dia masuk dan melihat Pedro sedang memakai kaosnya.
“kamu sudah mandi Pedro.” Tanya Jessica.
“Hm.., iya dear, aku sudah mandi.”
“Baiklah kalau begitu, aku mandi dulu. Kamu keruang makan saja,” kata Jessica pada Pedro kemudia dia mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
Pedro langsung keluar dari kamar dan pergi keruang makan, dia melihat Kairos sedang bermain dengan Isabell. “Selamat pagi Kairos, Isabell.” Ucap Pedro pada Kairos dan Isabell.
“Selamat pagi Pedro.” Balas Kairos.
“Papa gendong.” Pinta Isabell pada Pedro.
“Iya sayang” kata Pedro sambil mengangkat Isabell dan menggendongnya. Pedro mencium kedua pipi Isabell. “Oh ya Kairos jangan lupa rencana kita.”
“Tentu saja Pedro.” Kata Kairos pada Pedro lalu Cella dan Acel datang.
“Selamat pagi Pedro.” Ucap Cella.
“Selamat pagi Pedro.” Ucap Acel.
“Selamat pagi Acel, Cella.” Balas Pedro pada Acel dan Cella sambil tersenyum.
“Oh ya Pedro rencana kita jadikan?” Tanya Acel.
“Tentu saja Acel.”
“Baguslah kalau begitu Pedro. Kairos nanti kamu akan menjemput aku dan acelkan?”
“Iya Cella aku akan menjemput kalian berdua.” Jawab Kairos pada Cella dan Jessica datang. Mereka semua langsung diam
“Ayo kita sarapan!” Kata Jessica.
Mereka sarapan bersama. Selesai sarapan seperti biasa Kairos mengantar Cella dan Acel kesekolah.
“Oh ya mam, nanti pulang sekolah mama tidak usah menjemput kami. Nanti Kairos saja mam.” Kata Cella pada Jessica.
“Baiklah sayang.” Jawab Jessica.
Kairos mengantar Acel dan Cella ke sekolah dan Pedro mengantar Jessica ke kantor. Sampai di kantor Pedro hanya duduk sebentar dan dia pamit pada Jessica.
“Dear aku pulang dulu ya, nanti sebentar aku jemput kamu.” Kata Pedro pada Jessica.
Jessica berdiri dan menghampiri Pedro kemudian dia melingkarkan tangannya di pinggang Pedro. “Kamu akan pulang ke Santa Barbarakan?”
“Tentu saja dear, aku akan pulang ke Santa Barbara.” Jawab Pedro pada Jessica kemudian dia mengecup kening Jessica.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu, hati hati ya!”
“Iya dear, aku pergi dulu ya!” Kata Pedro kemudian dia mengecup bibir Jessica dan keluar dari ruangan Jessica, dia pergi ke parkiran dan masuk kedalam mobil. Dia langsung menjalankan mobilnya ke rumah Jessica di Santa Barbara. Sampai di rumah dia langsung menuju ke kamar Isabell. Dia melihat Isabell lagi bermain dangan Teresa.
Melihat Pedro, Isabell langsung berlari ke arah pedro. “Papa gendong.” Pinta Isabell pada Pedro.
“Iya sayang papa gendong.” Kata Pedro pada Isabell kemudian dia menggendong Isabell dan keluar dari kamar Isabell. “Sayang mau bermain dengan papa?”
“Iya papa.” Jawab Isabell dengan suara mungilnya. Pedro tersenyum dan mencium pipi Isabell. Pedro membawa Isabell ke halaman belakang dan mereka berdua bermain di halaman belakang.
Kairos beriap siap untuk ke rumah Tania. Dia memakai kaosnya dan mengambil jacket lalu memakainya. Dia pergi ke halaman belakang dan melihat Pedro sedang bermain dengan Isabell. Kairos tersenyum melihat Pedro dan Isabell. Kairos menghampiri Pedro dan Isabell.
“Pedro aku akan pergi sebentar.” Kata Kairos pada Pedro.
“Baik Kairos. Jangan lupa sebentar ya.”
“Tentu saja Pedro, aku tidak akan lupa.” Kata Kairos pada Pedro kemudian dia menggendong Isabell. “Sayang aku pergi dulu ya, Isabell bermain sama papa Pedro ya.”
“Iya Kairos. Bye.. Bye.. I love you.” Ucap Isabell pada Kairos.
“Muachh… Muachhh..” Kairos mencium kedua pipi Isabell. I love you too.” Kata Kairos lalu dia menurunkan Isabell. “Baiklah Pedro aku pergi dulu ya.”
“Iya Kairos, hati hati ya!”
Kaiross tersenyum dan meninggalkan Pedro dan Isabell. Dia keluar rumah dan langsung naik ke motornya. Kairos langsung mengarahkan motornya ke rumah Tania. Sampai di rumah Tania, dia turun dari motornya dan mengetuk pintu. Pintu terbuka, Kairos melihat Tania di depan pintu.
“Hi Tania. Kamu sudah siap?” Tanya Kairos
“Iya Kairos aku sudah siap. Kita jalan sekarang?”
“Iya Tania, ayo!” Ajak Kairos pada Tania.
Kairos memberikan helm pada Tania kemudian dia naik ke motornya. Tania juga naik ke motor Kairos dan Kairos langsung menjalankan motornya kerestoran tempat Tania bekerja. Sampai di tempat kerja Tania Kairos berhenti dan Tania turun dari motor Kairos.
“Terima kasih Kairos sudah mengantarku.” Kata Tania pada Kairos.
“Sama sama Tania, oh ya sebentar kamu pulang jam berapa?”
“Umm…. Aku selesai kerja jam sembilan Kairos.”
“Ah.. Kairos sudahlah, aku pulang sendiri saja. Aku tidak mau merepotkanmu.”
“Hei Tania kamu tidak merepotkanku. Nanti aku jemput ya,please.” Kata Kairos sambil memohon pada Tania.
Tania tersenyum
“Baiklah Kairos. Terima kasih sebelumnya ya.”
“Sama sama Tania, kalau begitu aku pulang dulu ya.”
“Baiklah Kairos, hati hati ya!” Kata Tania pada Kairos dan Kairos tersenyum sambil menganggukkan kepala.
Tania masuk kedalam dan Kairos langsung meninggalka restoran tempat Tania bekerja. Kairos kembali kerumahnya. Sampai di rumah dia langsung masuk kedalam kamarnya.
Menjelang siang Kairos keluar dari kamarnya dan menemui Pedro di kamar Jessica. Kairos mengetuk pintu dan terdengar suara Pedro dari dalam kamar menyuruhnya masuk. Kairos membuka pintu kamar dan melihat pedro lagi duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya.
“Hi Pedro, aku akan menjemput Acel dan Cella, bagaiamana kalau kamu juga ikut supaya dari sekolah kita langsung pergi ke toko perhiasan?”
“Baiklah Kairos, kalau begitu ayo kita pergi.” Kata Pedro pada Kairos, kemudian dia dan Kairos keluar dari kamar Jessica dan Pedro pergi ke kamar Isabell dia menggendong Isabell dan pergi keluar. Dia membuka pintu mobil dan mendudukan Isabell di booster seat dan memakaikan safety belt pada Isabell. Isabell sangat senang di ajak pergi sama Pedro.
Kairos melihat Isabell dari kaca spion dan tersenyum. Pedro masuk kedalam mobil dan duduk di sebelah Kairos. Dan Kairos langsung menjalankan mobilnya ke sekolah Acel dan Cella. Sampai di sekolah Kairos menepikan mobilnya lalu menunggu Acel dan Cella.
Terlihat Acel dan Cella berlari menghampiri mobil Kairos. Mereka sampai dan langsung masuk kedalam mobil. Mereka melihat Isabell juga ikut. Acel dan Cella langsung mencium Isabell.
“Wah Isabell ikut juga ya. Isabell juga mau buat kejuta untuk mama?” Kata Cella pada Isabell.
Isabell tersenyum.
“Iya Cella” Kata Isabell.
Kairos langsung menjalankan mobilnya, mereka pergi ke toko perhiasan. Sampai di toko perhiasan mereka turun da masuk kedalam toko. Pedro menggendong Isabell dan mereka melihat lihat perhiasan. Cella begitu antusias, dia langsung pegi ke tempat cincin dan melihat lihat cincin couple.
“Pedro ayo sini, cincin disini bagus bagus.” Kata Cella kepada Pedro, dan Pedro melihat cincin yang di tunjuk Cella. Kairos dan Acel juga ikut melihat.
__ADS_1
“Iya Pedro cincin yang di tunjuk Cella itu bagus.” Kata Kairos pada Pedro
“Baiklah aku lihat dulu.” Kata Pedro kemudian dia menyuruh penjaga toko untuk mengambil cincin yang di tunjuk oleh Cella. Penjaga mengambil cincin itu dan memberikannya kepada Pedro. Pedro mengambil cincin itu dan melihat lihatnya.
“Apakah ini bagus Cella.” Tanya Pedro pada Cella.
“Tentu saja Pedro cincin ini sangat bagus, tapi Pedro apakah kamu tahu ukuran jari mama?”
Pedro tersenyum kepada Cella.
“Tentu saja Cella.” Kata Pedro kepada Cella sambil memberikan Isabell kepada Kairos kemudian dia memasukkan tangannya di saku celana dan mengeluarkan cincin milik Jessica.
“Ini Cella cincin mama kalian.”
Kairos dan Acel tertawa.
“Pedro ternyata kamu sudah mempersiapkan semuanya.” Canda Acel kepada Pedro dan Pedro tertawa.
“Tentu saja Acel, aku sudah persiapkan.” Kata Pedro kepada Acel kemudian dia memberikan cincin Jessica kepada penjaga toko. “Aku ingin membeli cincin ini dan ukurannya seperti cincin yang ini ya.” Kata pedro kepada penjaga toko. Penjaga toko mengambil cincin Jessica dan mencari ukurannya.
Dan tidak lama kemudian penjaga toko itu datang dan memberikan cincin Jessica serta cincin yang akan di beli oleh Pedro.
“Ini Tuan cincin yang Tuan inginkan.”
Pedro mengambil cincin itu dan melihat lihatnya. Kemudian dia menatap Cella, acel dan Kairos.
“Benar cincin ini bagus?” Tanya Pedro lagi.
Kairos langsung tertawa.
“Pedro tentu saja bagus. Tidak mungkin jelek terus kami bilang bagus. Apalagi untuk mama.”
“Baiklah kalau begitu. Pedro memberikan cincin itu pada penjaga toko dan Pedro membayarnya. Setelah itu mereka meninggalkan toko perhiasan dan kembali kerumah. Sampai di rumah Pedro langsung membawa Isabell yang sudah tertidur kekamarnya lalu dia meletakkannya di box.
Sementara itu Kairos, Acel dan Cella sedang membereskan ruang santai.
“Acel ambil cameramu dan taruh di pojok, jangan sampai terlihat oleh mama.” Kata Kairos kepada Acel.
“Baiklah Kairos sebentar aku ambil di kamarku.” Acel pergi ke kamar dan mengambil camera recordernya dan membawanya ke ruang santai. Acel memasangnya di sudut ruangan.
Kairos mengambil tripodnya dan memasang cameranya juga dan meletakkan di dekat Tv.
Sedangkan Cella dia mendekorasi ruang santai. Mereka bena benar ingin membuat kejutan untuk Jessica.
Pedro pergi ke ruang santai dan dia terkejut melihat ruang santai sudah di dekorasi oleh Cella Kairos dan Acel. Cella melihat pedro dan tersenyum.
“Bagaimana Pedro? Bagus tidak?” Tanya Cella
“Apakah kalian yang mendekorasi ruang ini?” Tanya Pedro seakan tak percaya.
Kairos dan Acel tertawa.
“Tentu saja Pedro, kami ingin membuat kejutan untuk mama. Kami ingin melihat mama bahagia.” Kata Acel kepada Pedro.
“Iya Pedro, ini adalah moment yang indah jadi kami harus mempersiapkannya dengan sebaik baiknya.” Kata Kairos.
Pedro tersenyum kepada mereka bertiga.
“Kalian membuat aku sangat bahagia. Terima kasih juga, kalian bertiga sudah merestui hubunganku dengan mama kalian.” Kata Pedro lalu mereka berpelukan.
“Pedro buatlah mama kami bahagia.” Kata Cella.
“Tentu saja Cella aku akan membuat mama kalian bahagia.” Kata Pedro lalu dia mengecup kening Cella.
“Terima kasih Pedro sudah menerima mama kami apa adanya.” Kata Kairos.
“Aku mencintai mama kalian. Oh ya aku harus menjemput mama kalian.”
“Baiklah Pedro, hati hati ya!”
Pedro tersenyum dan menganggukan kepala. Dia meninggalkan Kairos, Acel dan Cella. Pedro masuk kedalam mobil dan langsung pergi ke kantor Jessica.
Selamat membaca
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar ya.
Terima kasih