SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Kecewa


__ADS_3

Pagi pagi Jessica sudah bangun, dia pergi ke kamar Kairos dan melihat Kairos masih tidur. Dia menghampiri Kairos dan mencium keningnya. “Tidak terasa usiamu sekarang sudah sepuluh tahun sayang.” Jessica membelai wajah Kairos dan mencium keningnya kembali lalu dia keluar kamar dan menuju kamar Cella. Disana Cella juga masih tidur, Jessica menciumnya dan pergi ke kamar acel Jessica juga mencium Acel dan kembali kekamarnya.


Jessica membangunkan Carlos.


“Beb bangun kamu tidak kerja?” Carlos membuka matanya dan menarik Jessica kedalam pelukannya dan langsung mencium bibir Jessica. Jessica memegang pipi Carlos dan membalas ciuman Carlos kemudian Jessica berhenti mencium Carlos dan Carlos menatap Jessica.


“Kenapa sayang?” Carlos membelai wajah Jessica.


“Beb hari ini ulang tahun Kairos yang kesepuluh, kamu akan beri hadiah apa untuknya?”


“Aku juga belum tahu sayang, bagusnya hadiah apa sayang?”


“Bagaimana kalau kita belikan playstation saja beb?”


“Apakah tidak mengganggu belajarnya sayang?”


“Kita bisa atur jam bermainnya beb, apalagi Kairos anaknya dengar dengaran.”


“Baiklah kalau begitu sayang, kita belikan dia PS5. Ayo mandi!” Carlos bangun dari tempat tidur dan menarik tangan Jessica, mereka berdua masuk kamar mandi dan mandi bersama. Selesai mandi mereka bersiap siap untuk ke kantor. Jessica merapikan pakaian Carlos dan mereka berdua turun ke ruang makan. Disana sudah ada Federico, Liliana, Acel dan Cella.


Jessica mencium Acel dan Cella, begitu juga dengan Carlos.


“Mom Kairos mana?”


“Masih di kamar sayang, lagi siap siap.”


“Ohh, begitu.” Jessica ke dapur dan membuka kulkas, dia mengeluarkan kue ulang tahun yang dia beli semalam dan memasangkan lilin angka sepuluh dan dia kembali ke ruang makan. Liliana dan Federico melihat Jessica membawa kue ulang tahun.


“Sayang hari ini ulang tahun Kairos ya?”


“Iya mom, hari ini ulang tahu Kairos yang kesepuluh.”


“Ahh.... Tidak terasa umur Kairos sudah sepuluh tahun.”


“Iya mom dan aku merasa sudah bertambah tua sekarang.” Carlos bercanda dan mereka tertawa.


“Tapi papa tidak terlihat tua, iya kan mama?”


“Iya sayang.”


“Terima kasih Acel sudah memuji papa.”


“Tapi Acel papa sudah terlihat tua, coba lihat rambut papa sudah ada yang putih.” Canda Cella dan mereka tertawa, Carlos berdiri dan mendekati Cella kemudian menggelitik pinggang Cella.


“Anak papa mulai berani meledek papa ya.” Cella tertawa.


“Papa geli, aku hanya bercanda.” Carlos memeluk Cella dan mencium keningnya kemudian dia kembali duduk.


Kairos datang dan mereka menyanyikan lagu ulang tahun padanya, kairos langsung memeluk Jessica.


“Terima kasih mam.”


“Ayo sayang duduk disini.” Jessica menarik kursi dan Kairos duduk tepat di depan kue ulang tahunnya. Jessica berdiri di samping Kairos dan Carlos siap siap mengambil gambar lewat handphonenya.


“Kairos make a wish first.”


“Iya Cella.” Kairos menutup matanya dan kemudian dia membuka matanya dan tersenyum.


“Ayo Kairos tiup lilinnya!” Kairos tersenyum pada Acel.


“Sabar Acel.” Dan Acel tertawa pada Kairos kemudian Kairos meniup lilin. Jessica memeluk Kairos dan menciumnya.


“Happy Birthday sayang.”


“Terima kasih mama.” Kairos memeluk erat Jessica, Carlos juga memeluk Kairos begitu juga Acel dan Cella.


Federico berdiri dan memeluk Kairos. “Cucu opa sekarang semakin besar, Happy Birthday sayang.”


“Terima kasih opa.” Liliana juga memeluk dan mencium Kairos.


“Ayo sayang, acel cella kalian harus berangkat ke sekolah nanti terlambat.”


“Iya mama.” Acel memeluk Jessica dan Carlos, begitu juga Cella dan Kairos mereka memeluk Jessica dan Carlos kemudian mereka berangkat ke sekolah.


Jessica dan Carlos berangkat bersama ke kantor, begitu juga Federico dia langsung berangkat ke kantor juga. Sampai dikantor Federico memanggil Jessica dan Carlos keruangannya.


“Jessica Carlos, rekan bisnis daddy akan datang. Kalian berdua temani daddy ya!”

__ADS_1


“Iya dad.” Carlos dan Jessica menjawab dengan serempak, kemudian mereka kembali keruangan mereka.


Tidak lama kemudian asisten Federico memanggil Jessica untuk pergi ke ruangan meeting. Jessica berdiri dan berjalan ke ruangan meeting, disana sudah ada Carlos dan Federico juga rekan bisnis Federico. Jessica tersenyum pada Carlos tapi Carlos hanya memandang Jessica. Jessica duduk di samping Federico dan Federico memperkenalkan Jessica pada rekan bisnisnya.


“Tuan Keneth ini Jessica yang kita bicarakan tadi.”


“Ternyata benar, menantu anda cantik sekali. Aku sudah sering mendengar kiprahnya di bisnis anda Federico.” Jessica bersalaman dengan Tuan Keneth.


“Iya benar Keneth, perusahaanku yang satu hampir pailit untung ada Jessica. Hanya dia satu satunya yang ku andalkan di perusahaanku.” Carlos terlihat kesal, selesai berbincang bincang akhirnya Tuan Keneth berpamitan dengan mereka.


“Oh ya Jessica sekali kali kamu datang ke kantorku, mungkin kamu juga bisa membantuku.”


“Iya Tuan, nanti saya akan berkunjung ke kantor tuan.”


“Baiklah, kalau begitu aku permisi.”


Federico mengantar Tuan Keneth dan Carlos juga Jessica kembali ke ruangan mereka masing masing. Jessica masuk ke ruangannya dan mengambil laporan yang di berikan Carlos padanya. Jessica memeriksanya dan dia melihat ada laporan yang salah.


Jessica berdiri dan pergi ke ruangan Carlos, dia mengetuk pintu dan terdengar suara Carlos dari dalam menyurunya masuk. Jessica membuka pintu dan masuk.


“Beb ini ada selembar yang salah, tolong kamu periksa kembali.” Carlos berdiri dan menatap kesal pada Jessica.


“Kamu tidak usah memerintahku, jangan kamu pikir jabatanmu lebih tinggi dariku terus kamu mau memerintahku?” Jessica terkejut dengan ucapan Carlos padannya.


“Aku tidak memerintahmu beb, aku hanya minta tolong kamu periksa kembali laporan yang kamu buat karena ada yang salah.”


“Kamu jangan sok pintar, ingat kamu mendapat jabatan disini karena kamu istriku. Kamu menikmati kemewahan karena menikah denganku, jadi perlakukan aku dengan baik. Jangan pernah memerintahku walau jabatanmu lebih tinggi.


Jessica kecewa dengan ucapan Carlos, dia mengambil laporan itu.


“Baiklah, aku minta maaf. Permisi!”


Jessica meninggalkan Carlos dan kembali keruangannya, Jessica tidak mengerti kenapa Carlos sampai berkata demikian padanya. Perkataan Carlos langsung tersimpan di hatinya.


Menjelang makan siang Jessica menuju keruangan Carlos, dia menunjukkan sikap biasa saja pada Carlos.


“Beb sudah waktunya makan siang, apaka kita akan pulang?”


“Iya kita makan siang di rumah.”


Carlos berdiri dan meninggalkan ruangannya bersama Jessica, mereka ke tempat parkir dan masuk kedalam mobil.


“Oh iya sayang untung kamu mengingatkanku, berarti kita ke Playstation Store dulu.”


Carlos langsung menuju ke Store, sampai di Playstation Store mereka masuk dan mencari Ps5. Pelayan tokoh langsung memberikan kepada Carlos dan Carlos membayarnya kemudian mereka langsung pulang kerumah.


Sampai dirumah, ke tiga anak mereka menyambut Carlos dan Jessica. Mereka mencium Carlos dan Jessica.


“Sayang ini buatmu.”


“Mama ini Ps5 ya? Terimah kasih mama.” Kairos memeluk Jessica.


“Sayang berterima kasih sama papa, karena papa yang membelikan hadiah ini untukmu. Mama mana mampu belikan Ps5 untukmu, mamakan gak punga uang. Yang punya uang itu papa.”


Jessica sengaja menyinggung Carlos


Carlos mendengar ucapan Jessica, dia menatap jessica dan ada rasa penyesalan sudah berkata demikian pada Jessica.


“Papa terima kasih sudah belikan aku Ps5.”


“Iya sayang.” Carlos memeluk Kairos dan mencium keningnya. Carlos menatap terus Jessica, ada perasaan bersalah dalam dirinya.


“Kairos nanti aku di ajak bermain ya.”


“Tentu saja Acel.”


“Ayo anak anak kita makan dulu!” Jessica mengajak ketiga anaknya untuk makan. “Oh ya Kairos, oma mana?”


“Lagi di kamar mam.”


Jessica pergi kekamar Liliana dan mengetuk pintu, Liliana membuka pintu.


“Ada apa sayang?”


“Ayo makan mom!”


“Iya sayang, ayo.” Mereka menuju ke ruang makan dan mereka makan bersama, Jessica mengambilkan makanan buat Carlos dan memberikannya pada Carlos.

__ADS_1


“Terima kasih sayang.” Jessica tersenyum pada Carlos. Ketiga anaknya makan sambil bercanda.


“Acel, Kairos , Cella habiskan makannya dulu baru bercanda.”


“Iya mama.”


Selesai makan Jessica naik ke atas dan masuk ke kamar, dia membuka lemari dan mengganti pakaiannya. Carlos masuk dan melihat Jessica sudah mengganti pakaiannya.


“Sayang, kamu tidak kembali ke kantor?”


“Tidak beb, ada yang ingin aku kerjakan.”


“Baiklah, kalau begitu aku kembali kekantor dulu.”


“Iya, hati hati ya!” Carlos memeluk Jessica kemudian mencium bibir Jessica.


“Aku mencintaimu sayang.” Carlos kembali mengecup bibir Jessica.


“Aku juga mencintaimu beb.”


“Baiklah, aku pergi ya.”


“Iya, hati hati ya!”


Carlos meninggalkan Jessica di kamar dan dia kembali ke kantor. Sepanjang perjalanan ke kantor dia memikirkan perkataannya pada Jessica. “Semestinya aku tidak berkata begitu pada Jessica.”


“Kenapa aku harus iri terhadap pujian pujian yang di lontarkan Tuan Keneth dan daddy pada Jessica? Semestinya aku bangga, aku ini memang bodoh.”


sementara di rumah Jessica sedang mencari lowongan pekerjaan, dia melihat ada salah satu perusahaan sedang membutuhkan tenaga Accounting. Dia membuat lamaran pekerjaan serta CV dan mengirimkan ke perusahaan tersebut via email.


“Aku harus mandiri, perkataan Carlos membuat pikiranku terbuka. Aku harus menitik karirku dari nol, aku tidak ingin suatu waktu aku sukses dan orang berkata itu karena aku menantu mereka.”


Jessica keluar dari kamar dan menuju ke kamar Kairos, dia membuka pintu dan melihat Acel dan Kairos lagi bermain ps.


“Sayang bermain ps-nya jangan lama lama ya, kalian harus istirahat dan belajar!”


“Iya mama selesai ini aku akan mengerjakan pekerjaan rumah.”


“Bagus sayang.” Jessica mencium Kairos.


“Acel kamu tidak ada pekerjaan rumah?”


“Tidak ada mama.”


“Selesai bermain istirahat ya acel, jangan bermain terus.”


“Iya mama.” Jessica meninggalkan Acel dan Kairos yang lagi bermain dan masuk ke kamar Cella, dia melihat Cella sedang membaca buku. Jessica menghampirinya dan duduk di tempat tidur.


“Mama.” Cella bangun dan memeluk Jessica.


“Putri mama satu satunya.” Jessica memeluk Cella dan mencium kening Cella. “Sayang kalau lagi baca buku jangan tiduran, nanti mata kamu cepat rusak!”


“Iya mama.” Jessica berdiri dan memperhatikan kamar Cella.


“Sayang, selesai membaca rapikan kamar kamu ya. Mainan mainan kamu taruh kembali ke tempatnya, jangan biarkan berantakan!”


“Iya mama cerewet.” Canda Cella.


“Apa kamu bilang?” Jessica mendekat dan menggelitik pinggang Cella. “Ayo sekali lagi mama mau dengar!” Cella tertawa


“Mama, geli..” Aku hanya bercanda.” Jessica mencium kening Cella


“Jangan lupa ya sayang rapikan kamarmu!”


“Iya mamaku yang cantik.” Jessica tertawa dan meninggalkan kamar Cella, Jessica kembali ke kamarnya, dia masuk dan mengecek email. Ada email balasan dari salah satu perusahaan, Jessica membuka email tersebut dan membacanya.


“Hmmm... Besok aku di suruh menghadap untuk interview, mudah mudahan aku di terima.”


Jessica berbaring di tempat tidur dan dia tertidur.


Hari menjelang sore Carlos pulang dari kantor, dia langsung menuju kekamarnya. Dia membuka pintu dan melihat Jessica lagi tertidur. Dia mengganti pakaiannya dan berbaring di samping Jessica, Carlos memeluk Jessica dan Jessica terbangun.


Dengan suara serak. “Beb kamu sudah pulang?” Jessica memeluk Carlos dan meletakkan kepalanya di dada Carlos.


“Iya sayang.” Carlos memeluk Jessica. “Tidur lagi sayang!” Dan Jessica tertidur kembali di pelukan Carlos.


Selamat Membaca

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya


__ADS_2