SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Surat lagi


__ADS_3

Pagi pagi Jessica sudah bangun dia mempersiapkan sarapan untuk Carlos dan anak anaknya. selesai mempersiapkan sarapan dia masuk kekamar dan membangunkan Carlos. Dia mencium kening Carlos dan Carlos membuka matanya. Jessica tersenyum menatap Carlos.


“Selamat pagi beb.” Acap Jessica sambil mengecup bibir Carlos.


“Selamat pagi sayang.” Balas Carlos sambil menarik Jessica kedalam pelukannya dan langsung mencium bibir Jessica dan Jessica menghentikan Carlos.


“Beb kamu tidak ke kantor?” Tanya Jessica.


“Aku akan ke kantor sayang, tapi sebelum kekantor kamu harus layani aku dulu.” Bisik Carlos di kuping Jessica sambil melepaskan kimono Jessica.


Jessica tertawa dan mencium bibir Carlos. Jessica melayani Carlos di atas ranjang. selesai melayani Carlos dia pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Kemudian dia keluar dari kamar mandi dan melihat Carlos masih berbaring di tempat tidur.


“Beb cepat mandi! Aku akan membangunkan anak anak dulu.”


Carlos berdiri dari tempat tidur dan melingkarkan tangannya di pinggang Jessica.


“Terima kasih sayang, kamu tidak pernah lelah melayaniku di ranjang. Padahal kamu begitu sibuk mengurus perusahaan, mengurus rumah juga anak anak. Tapi kamu tidak pernah lelah untuk memuaskanku.”


Jessica tersenyum pada Carlos. “Beb selagi aku bisa aku akan terus melakukannya.” Kata Jessica sambil mengecup bibir Carlos.


Carlos memeluk erat tubuh Jessica. “Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu.” Bisik Carlos lagi di kuping Jessica.


Jessica membalas pelukan Carlos dan berbisik. “Aku juga mencintaimu beb.” Jessica melepaskan pelukannya. “Beb aku akan membangunkan anak anak.”


“Iya sayang.” Carlos mengecup kening Jessica dan Jessica meninggalkan Carlos di kamar dan kemudian dia membangunkan ketiga anaknya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jessica pergi kekantor, sampai di kantor dia langsung di hadang oleh Mason.


“Nyonya, Tuan Jeremmy menunggu Nyonya di ruang meeting.”


“Ada apa mason? Kenapa masih pagi sudah ingin menemuiku?” Tanya Jessica dengan wajah heran.


“Tidak tahu juga nyonya, sepertinya ada hal penting yang ingin dia bicarakan dengan nyonya.”


“Oh, begitu. Baiklah Mason terima kasih ya. “Oh ya Mason sebentar!”


Mason berhenti dan menatap Jessica. “Ada apa nyonya?” Tanya Mason.


“Tolong kamu cari di internet Motor yang bagus!”


"”Untuk siapa nyonya?” Tanya Mason lagi


“Anakku yang tertua sebentar lagi berusia 17 tahun, aku ingin memberi hadia motor untuknya.”


“Baik Nyonya aku akan mencarinya.”


Jessica meninggalkan Mason dan pergi ke ruang meeting, disana Tuan Jeremmy sudah menunggu Jessica. Jessica masuk dan menyapa Tuan Jeremmy.


“Selamat pagi Tuan, Mason menyampaikan padaku kalau Tuan ingin bertemu denganku. Ada apa Tuan.” Kata Jessica sambil duduk didepan tuan Jeremmy.


“Iya Jessica ada yang ingin aku bicarakan padamu.”


“Mengenai apa tuan.” Tanya Jessica, dia menjadi penasaran.


“Begini Jessica, aku ingin bicarakan masalah surat itu.”


“Maaf tuan aku tidak ingin membahas masalah surat itu, aku tidak percaya dengana isi surat itu!” Kata Jessica dengan tegas.


“Tapi kenapa Jessica.” Tanya Tuan Jeremmy dengan wajah yang kecewa.


“Pokoknya aku katakan padamu aku tidak ingin membahasnya. Kalau anda masih ingin memaksaku untuk membahasnya, lebih baik aku mundur dari perusahaan ini!” Kata Jessica sambil berdiri dan meninggalkan ruangan meeting.


Tuan Jeremmy berdiri dan memanggil Jessica tapi Jessica langsung meninggalkan kantornya. Dia masuk ke dalam mobil Ferrarinya dan langsung pergi. Jessica tidak langsung pulang tapi dia pergi meninjau proyek.


Tanpa sepengetahuan Tuan Jeremmy dan Carlos, Jessica sudah mendirikan perusahaan baru atas namanya dan perusahaan barunya sudah berjalan selama dua tahun. Dan Jessica berhasil mengembangkan perusahaan barunya itu.


Jessica mengambil Billy sebagai orang kepercayaannya dalam mengurus proyek proyek yang dibiayai oleh perusahaannya.


Sampai di lokasi proyek, billy langsung menyambut Jessica dan memberikan helm kerja kepada Jessica. Jessica memakai helm dan masuk ke dalam proyek. Billy memperlihatkan denah pada Jessica sambil menunjukan lokasi lokasi yang sudah dikerjakan.


“Bagus Billy, aku kagum padamu.” Puji Jessica pada Billy. “Oh ya Bill besok aku ingin kamu ikut denganku!”


“Kemana Nyonya?” Tanya Billy sambil menggulung kembali denah di tangannya dan berjalan bersama Jessica.

__ADS_1


“Besok aku ada pertemuan dengan salah satu perusahaan kontraktor, mereka memiliki proyek tapi terkendala dengan dana. Aku ingin kamu menemaniku, karena masalah proyek kamu lebih paham. Kalau soal keuangan itu keahlianku.”


“Baik Nyonya, besok aku akan pergi bersama Nyonya.”


Jessica berbincang bincang dengan Billy dan handphonenya berbunyi, dia melihat Tuan Jeremmy yang meneleponnya. Jessica tidak menjawab telepon dari Tuan Jeremmy. Dia hanya berbincang bincang dengan Billy.


Dan handphonenya berbunyi lagi Jessica melihat sebuah pesan dari Tuan Jeremmy dan dia membacannya.


“Baiklah Jessica lupankan masalah surat itu, tapi aku mohon padamu jangan mengundurkan diri dari perusahaanku. Aku membutuhkanmu di perusahanku.” Jessica hanya membacanya dan membiarkan pesan itu.


kemudian handphonenya berbunyi lagi. Dia melihat Kairos yang menelepon, Jessica langsung menjawabnya.


“Kenapa sayang? Kamu sudah pulang kerumah?”


“Mam aku belum pulang, aku masih disekolah.” Jawab Kairos dari seberang telepeon. “Mam, aku mau minta ijin pada mama.”


“Iya katakan saja sayang.”


“Mam aku ingin pergi kerumah teman, aku mau bermain dengannya.”


“Baik sayang, tapi jangan pulang malam ya. Nanti papa kamu marah.”


“Iya mam, aku janji tidak pulang malam. Tapi mam tolong beritahu Charlie agar tidak menungguku.”


“Iya sayang nanti mama beritahu Charlie. sudah ya, mama lagi di proyek.”


“Baik mam, bye. I love you mam.”


“I love you too.” Jessica menutup telepon dan kembali berbincang bincang dengan Billy.


Menjelang sore hari, Jessica pulang kerumah. Sampai di rumah dia melihat mobil Carlos sudah ada di rumah. Jessica turun dari mobil dan masuk kedalam rumah, dia langsung menuju kekamar dan melihat Carlos sedang tertidur pulas.


Jessica mendekati Carlos dan mencium kening Carlos, dia mengambil handuk dan masuk kekamar mandi lalu mandi. Selesai mandi dia memakai pakaiannya dan langsung pergi ke kamar Acel. Dia membuka pintu kamar Acel dan melihat Acel lagi bermain game.


Jessica menghampiri Acel dan duduk disamping Acel.


“Sayang kamu tidak belajar?” Tanya Jessica sambil membelai rambut Acel.


“Aku sudah belajar tadi mam.”


“Iya mama, aku hanya bermain sebentar.”


Jessica tersenyum pada Acel dan keluar dari kamar Acel lalu masuk ke kamar Cella, disana Cella sedang bermain dengan bonekanya di tempat tidur. Jessica menghampiri Cella dan berbaring di tempat tidur sambil memperhatikan Cella bermain dan Jessica tertidur.


Jessica terbangun saat mendengar Carlos memarahi seseorang, dia bangun dan keluar dari kamar Cella. dia turun kebawah dan melihat keluar Carlos lagi memarahi Kairos di depan teman temannya.


Jessica berdiri di depan pintu dan bersandar di dinding sambil melipat tangannya di dada dan memperhatikan Carlos yang sedang memarahi Kairos di depan teman temannya. Kairos menatap Jessica dan Jessica menggerakan kepalanya mengisyaratkan pada Kairos agar masuk kedalam.


Kairos masuk ke dalam dan langsung naik ke atas, begitu juga Carlos dia menatap Jessica dan masuk kedalam. Jessica menghampiri teman teman Kairos dan meminta maaf atas sikap Carlos dan Jessica menyuruh mereka pulang.


Jessica masuk kedalam dan menemui Carlos yang lagi duduk di depan Tv.


“Beb, aku ingin bicara sebentar padamu.”


Carlos berdiri dan melingkarkan tangannya di pinggang Jessica. “Kamu ingin bicara apa sayang? Katakan saja!” Kata Carlos sambil mengecup bibir Jessica.


“Aku ingin kita bicara di kamar! Aku tidak ingin anak anak mendengarnya.”


Carlos tersenyum pada Jessica dan menarik tangan Jessica masuk ke kamar, sampai di kamar Carlos melingkarkan kembali tangannya di pinggang Jessica.


“Kamu mau bicara apa sayang?” Tanya Carlos sambil mengatur rambut Jessica kebelakang telinga.


“Beb, kenapa kamu memarahi Kairos di depan teman temannya?”


“Sayang dia sudah berbuat salah, kamu lihat sendirikan dia pulang di rumah sudah malam.”


“Iya aku tahu beb, tadi memang Kairos minta ijin padaku untuk bermain di rumah temannya. Aku yang salah tidak memberitahumu.” Kata Jessica pada Carlos dengan lembut.


“Sayang bukan masalah dia tidak minta ijin padaku, tapi dia pulang sudah malam.”


“Iya, tapi tidak semestinya kamu memarahi dia di depan teman temannya beb.” Kata Jessica lagi.


“Sayang kamu jangan membelanya, aku tahu kamu sangat menyayanginya.”


“Beb, bukan masalah aku menyayanginya. Tapi kamu memarahinya di depan teman temannya. Kalau kamu mau marah padanya, panggil dia kekamarnya atau kekamar ini. Kamu marah atau kamu pukul silahkan tapi jangan permalukan dia di depan teman temannya.

__ADS_1


“Beb, apa kamu pernah melihat aku marah pada Acel di depan Kairos atau Cella, begitu juga Cella. Apakah kamu pernah melihat aku memarahinya di depan Acel dan Kairos?”


Carlos terdiam dan menatap Jessica.


“Beb, kalau mereka berbuat salah aku selalu mengajak mereka ke kamar mereka masing masing dan aku bicara. Aku tidak pernah membentak mereka sama seperti kamu membentak Kairos.


“Sayang kalau tidak begitu nanti mereka bisa berontak pada kita berdua.”


“Beb justru dengan membentak mereka, mereka bisa balik melawan kita. Kamu perhatikan anak anak kamu, apakah kamu pernah mendengar mereka berkelahi, atau bertengkar. kamu lihat sendiri mereka begitu dengar dengarannya padamu.”


“Beb, aku hanya tidak ingin apa yang aku alami dulu, di alami anak anakku. Makanya aku selalu bersikap lembut pada mereka dan kamu lihat sendiri, apakah mereka kasar satu sama lain? Tidakkan beb?”


Carlos memeluk Jessica. “Aku minta maaf sayang aku sudah salah.”


Jessica tertawa pada Carlos. “Beb kenapa kamu minta maaf padaku, kamu tidak berbuat salah padaku. Pergi ke kamar Kairos!”


“Aku minta maaf pada Kairos?”


Jessica menatap Carlos dan mengangkat kedua keningnya.


“Tapi sayang…” Carlos terhenti.


“Tapi kenapa? kamu lebih tua darinya jadi tidak perlu minta maaf? atau kamu takut hilang harga dirimu karena meminta maaf pada anakmu?” Ledek Jessica pada Carlos.


Carlos tersenyum pada Jessica dan mengecup kening Jessica. Carlos keluar dari kamarnya dan naik ke atas kemudian dia masuk ke kamar Kairos. Dia melihat Kairos lagi berbaring di tempat tidur sambil kakinya di luruskan dan kepala menindiih kedua tangannya.


Carlos duduk di sisi tempat tidur dan menatap Kairos. Kairos tersenyum pada Carlos dan Carlos membelai rambut Kairos.


“Kamu tidak memeluk papa?” Tanya Carlos


Kairos bangun dan memeluk Carlos, Carlos juga memeluk Kairos. Dia memeluk Kairos dengan erat.


“Sayang papa minta maaf ya, papa sudah salah. Semestinya papa tidak memarahimu di depan teman temanmu.”


“Tidak pap, aku yang salah. Harusnya aku minta ijin sama papa juga.” Kata Kairos sambil memeluk erat tubuh Carlos.


“Iya sayang, tapi papa salah memarahimu didepan teman temanmu. Tadi papa sangat khawatir kamu belum pulang.” Carlos melepaskan pelukkannya dan memegang kedua pipi Kairos.


“Kamu tahu papa sangat meyayangimu, kamu yang pertama kali membuat papa bahagia.”


Kairos tersenyum pada Carlos. “Maafkan aku juga pa, aku tidak akan mengulanginya lagi.”


“Sayang sebentar lagi ulang tahunmu yang ke tujuh belas, kamu mau minta apa sama papa?” Tanya Carlos sambil membelai rambut Kairos.


“Aku tidak tahu pa, terserah papa saja.”


“Sayang katakan saja, kamu ingin motor atau mobil?” Tanya Carlos lagi.


“Motor saja pa, kalau mobil aku belum bisa menyetir.”


“Baiklah sayang, papa akan membelikan kamu motor.” Carlos memeluk Kairos lagi dan mencium kening Kairos. Dia berdiri dan keluar dari kamar Kairos kemudian turun pergi kekamarnya. Dia masuk dan melihat Jessica lagi berbaring di tempat tidur. Dia mendekati Jessica dan berbaring di samping Jessica.


Jessica tersenyum pada Carlos dan memeluk Carlos, dia melingkarkan tangannya di atas perut Carlos.


“Kamu sudah bicara dengan kairos beb?”


“Iya sayang, aku sudah bicara padanya. Oh ya sayang, sebentar lagi Kairos akan berulang tahun. Aku akan membelikan dia motor, bagaimana sayang?”


“Beb aku juga sudah berencana ingin membelikan kairos motor.”


“Sayang bagaimana kalau besok kita berdua pergi melihat motor untuk Kairos?”


“Beb, justru besok aku ada meeting. Nanti saja ya.”


“Baiklah sayang, besok kalau selesai meeting kamu beritahu aku ya!” Carlos bangun dari tempat tidur dan pergi ke ruang Tv dan menonton Tv. Sedangkan Jessica dia memilih dikamar dan memikirkan tentang surat itu.


Selamat Membaca


Jangan lupa like dan komen.


Dan terima kasih bagi yang masih setia mengikuti kisah ini.


Salam


Author

__ADS_1


__ADS_2