SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Memulai pekerjaan


__ADS_3

\Chapter 92


Jessica dan Carlos tiba dihotel dan Jessica pergi ke lobby lalu memesan dua kamar lagi untuk dia dan Carlos juga ketiga anaknya. Kemudian mereka pergi ke kamar tempat mereka bekerja. Jessica masuk dan disana sudah ada Tiara, bu Halima dan kedua kepala opersional dari Kalimantan dan Sulawesi lalu Jessica masuk dan menyapa mereka.


Carlos juga menyapa dan menyalami mereka kemudian dia duduk di sofa.


Jessica duduk di depan meja dan menghidupkan laptopnya, dia memeriksa laporan pajak tahunan. Dia melihat pekerjaannya banyak dan dia berpikir pekerjaan ini akan lama selesainya.


“Mba Tiara di kantor, siapa lagi yang mengerti pembukuan?” Tanya Jessica


“Pak Indra Bu Jessi, dia sering membantu bu Halima.”


“Iya Bu Jessi, pak Indra sering membantu aku waktu aku masih Accounting di perusahaan. Dia juga orang jujur dan setia sama Tuan Carlos.” Timpal bu Halima.


“Mba Tiara kalau begitu telepon pak Indra suruh datang ke hotel, dan minta dia untuk membawa laptop dan jangan sampai ada yang tau kalau dia kesini!”


“Baik Bu Jessica.” Dan Tiara langsung menelepon pak Indra.


Jessica bekerja kembali dan dia melihat banyak item item yang salah dalam laporan keuangan. Banyak yang tidak cocok dan jessica menandai semuanya.


Tidak lama kemudian pak Indra datang dan Jessica berdiri, Jessica menyuruh pak Indra duduk di tempatnya dan Jessica mengambil laptop dan pekerjaannya lalu dia pindahkan di atas tempat tidur.


“Pak Indra tolong di input sesuai tanggal dan bulan ya!”


“Baik Bu Jessica.” Jawab pak Indra.


“Mba Tiara, laporan hasil produksi tambang tiap bulan versi direktur keuangan dan kepala operasional yang baru, nanti di cocokkan dengan hasil dari bukti bukti yang kita dapat dari kepala produksi yang lama serta dari karyawan yang masih aktif di tambang!”


“Baik Bu Jessica.”


Jessica bertanya pada ex kepala operasional dari Kalimantan.


“Pak, waktu Bapak masih kepala opersional di Kalimantan, bapak tahu poduksi tambang setiap bulannya?”


“Iya Bu, kita setiap bulan rutin menghasilkan minimal, minimal ya bu 80.000 Metrik Ton (MT).” Jessica menulisnya di atas kertas.


“Paling banyak berapa Mt?” Tanya Jessica lagi.


“Paling banyak 100.000Mt Bu.”


“Tiap bulan berapa kali Export?” Tanya Jessica.


“Empat kali Bu, ke Korea dua kali dan Cina dua kali. Jadi total empat kali.” Jessica menulisnya lagi di kertas.


“Total perbulan Export ke Cina dan Korea berapa Mt?” Tanya Jessica lagi


“Ke Korea total Export tiap bulan 40.000 Mton begitu juga ke Cina sama 40.000 Mton.

__ADS_1


Jessica menulisnya di kertas, dia ingin mencocokan dengan laporan versi kepala operasioanal yang baru.


Jessica bertanya lagi. “Harga per Mt fleksibel atau harga tetap tidak berpengaruh terhadap naik turunnya dollar?”


“Harganya fleksibel Bu, kalau dollar naik harganya juga naik kalau dollar turun harga juga turun.”


“Sampai sekarang masih melakukan Export ke Cina dan Korea?”


“Iya masih bu, kan kontrak dengan Cina nanti selesai tahun depan kalau Korea masih dua tahun lagi kontraknya.”


“Ohh begitu ya.”


Jessica berdiri dan duduk dekat Carlos.


“Beb, aku tidak akan mengakuisisi perusahaanmu.”


“Kenapa sayang?” Tanya Carlos.


“Aku punya rencana lain beb, aku akan merebut saham 30 % itu. Aku akan memasukkan Direktur utama dan Direktur keuangan ke penjara.


“Kenapa sayang? Apa yang telah mereka lakukan dengan perusahaanku?” Tanya Calos penasaran.


“Mereka telah mencuri uang perusahaanmu dengan cara membuat laporan palsu, kamu tenang saja beb. Aku akan mengirim mereka ke penjara.”


Jessica melihat jam sudah menunjukkan 12 : 30


“Kita istirahat makan dulu, di dekat hotel ada restoran. Kita makan disana.” Kata Jessica


“Pak Bambang ayo makan dulu.”


“Iya Bu Jessi.” Pak Bambang mengikuti mereka ke restoran.


Mereka masuk kerestoran dan memesan makanan, sambil menunggu pesanan mereka berbincang bincang dan tidak lama kemudian pesanan mereka datang dan mereka makan.


Selesai makan mereka kembali ke hotel dan melanjutkan pekerjaan. Jessica meletakkan pekerjaanya di lantai samping tempat tidur lalu dia duduk bersila dan mulai bekerja.


Carlos melihat Jessica duduk di lantai, dia berdiri dan menghampiri Jessica, dia duduk bersila di samping Jessica dan membelai rambut Jessica. Jessica menatapnya dan tersenyum.


“Sayang, maafkan aku. Aku sudah membuatmu sibuk, ini salahku. Seandainya dari awal aku memberitahumu pasti tidak akan seperti ini.”


“Beb, jangan bicara seperti itu. Sudah sepatutnya istri membantu suaminya, aku tidak merasa sibuk. Beb kamu suamiku, aku tidak akan membiarkan siapapun menghancurkanmu. Aku istrimu, aku akan selalu mendukungmu. Ok..!” Kata Jessica sambil memegang pipi Carlos.


“Terima kasih sayang.” Lalu Carlos mengecup bibir Jessica.”Aku sangat mencintaimu, aku sangat beruntung memilikimu sayang.”


Jessica tersenyum pada Carlos lalu mengecup bibir Carlos. “Aku juga mencintaimu beb. Kita suami istri, kita akan saling mendukung. Ok.”


“Iya sayang.” Carlos tetap duduk di samping Jessica dan memperhatikan Jessi bekerja, sesekali Jessica menatapnya dan tersenyum.

__ADS_1


Dan sesekali Carlos memijit punggung Jessica dan Jessica berbisik pada Carlos.


“Jangan pijit di situ beb, nanti aku terangsang.” Canda Jessica pada Carlos dan Carlos tertawa


“Tidak apa apa sayang, supaya sebentar saat kita mau melakukannya tidak perlu foreplay lagi.” Canda Carlos dan mereka berduapun tertawa.


“Beb kirim pesan sama Andrew, kalau sudah selesai jalan jalan nanti anak anak di antar ke hotel!”


“Baik sayang.” Carlos kemudian mengirim pesan pada Andrew dan dia kembali memperhatikan Jessica bekerja, dia bersandar di sisi tempat tidur dan menyilangkan kakinya. “Sayang kamu mau minum kopi?” Tanya Carlos.


“Iya beb, kamu pesankan untuk mereka juga. Oh ya beb tolong ambilkan handphoneku!”


“Iya sayang.” Carlos berdiri dan mengambil handphone Jessica di dalam tas dan memberikannya pada Jessica.” Ini sayang handphonemu.


Jessica mengambil handphonenya dan menelepon pak Bambang, Jessica menyuruh pak Bambang untuk kekamar dan tidak lama kemudian pak bambang masuk ke kamar menemui Jessica.


“Pak Bambang tolong belikan kue ya, ini uangnya. Terserah kue apa saja yang penting enak!”


Pak Bambang mengambil uang dari tangan Jessica. “Baik Bu Jessi.” Kemudian pak Bambang pergi membeli kue.


Jessica kembali duduk di lantai dan melanjutkan pekerjaannya, Carlos juga ikut duduk di lantai dan memperhatikan Jessica.


“Beb kamu sudah memesan kopi?” Tanya Jessica.


“Sudah sayang, aku sudah pesan.” Kata Carlos pada Jessica, kemudian Carlos berbisik di kuping Jessica. “Sayang tidak sia sia aku menghamilimu.” Canda Carlos.


Jessica menatap Carlos dan tertawa. “Beebb....” Jessica mencubit perut Carlos.


Carlos tertawa dan memegang tangan Jessica. “Sakit sayang.” Dan dia tertawa lagi.


“Sayang apa yang aku katakan itu benar, kalau aku tidak menghamilimu kamu pasti tidak akan menikah denganku. Kamu pasti akan mencari laki laki lain.” Bisik Carlos di kuping Jessica.


Jessica menatap Carlos sambil tersenyum, dia memegang pipi Carlos


“Beb tanpa kamu hamili aku, aku akan tetap menikah denganmu. Karena aku sudah jatuh cinta padamu, sebelum kamu menyentuh aku malam itu aku sudah mencintaimu lebih dulu.


Carlos tersenyum pada Jessica dan memegang tangan Jessica yang menempel di pipinya. “Terima kasih sayang sudah mau mencintaiku.” Carlos mencium kening Jessica.


“Iya beb, Terima kasih juga sudah menghamiliku.’ Canda Jessica pada Carlos dan Carlos langsung tertawa. Jessicapun tertawa. “Sudah beb aku kerja dulu.”


“Iya sayang.” Carlos tersenyum pada Jessica.


Jessicapun kembali bekerja dan Carlos setia duduk di samping Jessica menunggu Jessica sampai selesai bekerja.


Selamat membaca


Terima kasih buat yang masih setia membaca dan rajin memberi like dan komen

__ADS_1


salam sayang selalu


Author


__ADS_2