SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Jangan khianatiku


__ADS_3

Selesai sarapan Logan dan Cella duduk-duduk di ruang santai, Cella duduk di pangkuan Logan. Mereka berdua saling bertatap mata, dia melingkarkan tangannya di punggung Logan


"Apakah wanita itu cantik?" tanya Cella dengan membelai wajah Logan


Logan tersenyum dan melingkarkan tangannya di pinggang Cella


"Iya, dia cantik sekali," jawab Logan dengan tersenyum


"Siapa namanya?" Gadis itu begitu penasaran, ada perasaan cemburu dan khawatir dalam diri Cella


"Namanya Maurent, tapi kamu tidak usah khawatir. Aku tidak tertarik padanya. Bagiku kamulah wanita cantikku." Pria itu membelai rambut gadis itu dan meyakinkannya kalau hanya dialah wanita yang dicintainya.


"Benarkah," tanya Cella sambil menatap mata Logan, dia ingin mencari kejujuran disana.


"Tentu saja, Sayang. Aku tidak tertarik kepada Maurent, aku hanya ingin dirimu. Aku sangat mencintaimu.” Kembali dia meyakinkan kekasihnya untuk tidak meragukan cintanya, gadis itu tersenyum kemudian dia memeluk Logan dengan erat.


"Aku sangat mencintaimu, aku takut kehilanganmu," bisiknya di kuping Logan.


“Kita akan terus bersama.” Logan membelai rambut Cella kemudian dia menggendong gadis itu dan membawanya ke kamar. Dia menghempaskan tubuh mungil itu kemudian dia menindihnya.


Cella tertawa dan memukul dada Logan. Dia membiarkan kekasihnya berada di atas tubuhnya sekalipun tubuh pria itu berat.


"Apakah kamu merindukannya?" tanya pria itu dengan membelai pipi lembut itu.


"Merindukan siapa?" Cella balik bertanya seolah-olah dia tidak tahu maksud dari pria itu.


"Merindukan ini," jawab Logan dengan menggerakkan pinggangnya lalu Cella tertawa dan mencubit pipi pria itu.


"Apakah kamu lagi ingin," tanya gadis itu seraya melingkarkan kedua tangannya di punggung sang kekasih.


"Tentu saja, seminggu tidak menyentuh tubuhmu milikku bisa berkarat," canda Logan lalu Cella tertawa, Logan juga ikut tertawa. Mereka berdua saling bertatap mata, lalu pria itu meraba bibir Cella dan menarik napas panjang.


"Aku sangat merindukan bibir ini," ucap Logan dengan mengelus bibir merah itu kemudian dia mengecupnya.


Cella tersenyum dan membelai wajah Logan, dia memegang leher pria itu dan menariknya. Cella mencium bibir Logan, dia juga sangat merindukan kecupan-kecupan hangat dari bagian yang tertutup dengan jenggot dan kumis itu.

__ADS_1


Pria itu membalas ciuman kekasihnya, dia mencium bibir itu dengan lembut. Matanya terpejam dan menikmati sensasi permainan lidah mereka, sesekali dia menggerakkan pinggangnya dan menggesek miliknya yang masih terbungkus dengan celana pendek.


Terdengar desahaan dari bibir Cella saat dia merasakan gesekan di antara kedua pahanya. Lambat laun ciuman mereka semakin cepat, terdengar desahaan dan napas yang memburu. Logan berhenti mencium bibir Cella kemudian dia melepaskan pakaian milik mereka berdua.


Logan langsung menerjang kembali bibir mungil itu, kembali permainan lidah terjadi. Cella memiringkan kepalanya agar hidungnya yang terhalang hidung mancung pria itu bisa menghirup oksigen.


Lumataan di lancarkan terus, mereka berdua tidak jijik lagi dengan pergantian saliva di dalam mulut mereka, seminggu tidak bertemu membuat mereka melakukan olahraga yang mendatangkan kenikmatan itu berulangkali.


Terlihat pasangan kekasih itu saling mengganti posisi dan gaya dan Cella benar-benar ingin gila di buat Logan. Permainan sang kekasih membuat Cella tidak bisa tahan lagi dan pada akhirnya dia mencapai puncak kenikmatan, begitu juga dengan Loagn. Pria itu terbaring di atas tubuh sang kekasih. Mereka berdua mengalami pelepasan bersama.


Nampak napas mereka belum teratur, Cella merapatkan tubuhnya dan meletakan kepala di dada bidang berotot itu. Dia memejamkan mata dan menikmati sisa-sisa pelepasan yang diraih bersama Logan.


Pria itu mengecup dahi Cella dan memeluknya dengan erat, detak jantungnya belum stabil akibat kerja keras untuk membuat sang kekasih puas. Logan menggenggam tangan gadis itu dan mengecupnya.


“Aku mencintaimu,” ucap pria itu dengan suara pelan dan napas yang masih tidak teratur.


“Aku juga,” balas Cella sambil tersenyum kemudian dia meletakkan tangannya di atas perut sixpack itu. Cella dan Logan menggunakan kesempatan itu sebaik-baiknya. Pria itu membuat sang kekasih selalu tidak berdaya.


****


“Jangan sedih begitu, jumat depan aku datang lagi.” Gadis itu hanya diam kemudian dia menatap mata kekasihnya.


“Aku takut kamu tertarik kepada Maurent,” ujar Cella dengan wajah cemberut lalu Logan tertawa dan meremas hidung gadis itu.


“Cella, Sayang. Aku sama sekali tidak tertarik kepada Maurent, kalau aku tertarik tidak mungkin jauh-jauh aku datang kesini.” Pria itu terus meyakinkan sang kekasih untuk selalu percaya kepadanya. Logan memegang wajah Cella dan menatap mata gadis itu.


“Aku hanya mencintaimu,” ucap Logan kemudian dia mencium bibir gadis itu. “Aku tidak akan pernah mengkhianatimu.” Cella menyandarkan kepalanya di dada Logan dan melingkarkan kedua tangan di pinggang pria itu.


“Aku hanya takut saja,” ujar Cella dengan suara pelan.


“Jangan khawatir, Sayang,” kata Logan lalu terdengar bunyi klatson mobil. Cella langsung melepaskan pelukkannya.


“Itu pasti Nasya.” Dia pergi mengintip di jendela kemudian dia tersenyum kepada Logan.


“Aku sudah di jemput,” kata Cella sambil memegang tangan Logan.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan mengantarmu sampai di depan,” sahut Logan kemudian mereka berdua keluar dari rumah.


Cella dan Logan berjalan menghampiri mobil Nasya. Terlihat wanita itu turun dari mobil dan tersenyum kepada pasangan kekasih yang sedang dimabuk cinta.


“Maaf, aku harus membawa kekasihmu pulang,” canda Nasya kepada Logan lalu pria itu tertawa. “Oh ya, aku Nasya.” Gadis itu memperkenalkan diri kepada Logan dan mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan pria itu.


Ini pertama kali dia melihat kekasih temannya, dia juga mengagumi ketampanan pria itu. Logan tersenyum dan menyambut tangan Nasya dan bersalaman.


“Aku Logan, senang bertemu denganmu dan terima kasih sudah membantu Cella bertemu denganku,” ucap Logan kemudian dia memeluk Cella.


“Aku akan merindukanmu,” bisik pria itu di kuping kekasihnya lalu gadis itu tersenyum dan melepaskan pelukan Logan.


“Aku pergi ya,” pamit Cella lalu Logan menganggukan kepala. Dia menarik gadis itu dan mencium bibir mungil itu.


Mereka berdua saling berciuman di depan Nasya. Sedangkan Nasya, dia tersenyum dan mengangkat kedua keningnya sambil masuk ke dalam mobil. Cella menghentikan ciuman Logan kemudian dia memeluk pria itu dengan erat.


“Aku mencintaimu,” bisik gadis itu, “Jangan khianati aku.” Kembali Cella mengingatkan Logan untuk tetap setia padanya.


“Aku tidak akan pernah mengkhianatimu karena aku sangat mencintaimu,” ucap Logan lalu  dia melepaskan pelukan Cella dan kembali mengecup kening gadis itu.


“Sudah, Nasya menunggumu,” ujar Logan dengan membelai rambut kekasihnya.


“Iya aku pergi.” Cella tersenyum kemudian dia membuka pintu mobil dan masuk, sedangkan Logan dia berdiri di samping kendaraan Nasya dan menutup pintu mobil.


“Terima kasih, Nasya,” ucap Logan dengan mengedipkan sebelah matanya kepada Nasya.


“Sama-sama, Logan,” balas Nasya kemudian dia menjalankan mobilnya.


Logan kembali masuk ke dalam rumah kemudian dia memgambil tas dan memasukkan ke dalam bagasi. Logan masuk ke dalam mobil lalu dia langsung berangkat ke San Jose.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2