
Carlos dan Isabell bermain main di tempat tidur. Isabell sudah mulai menyukai Carlos. Acel dan Cella juga ikut bermain dengan Carlos dan Isabell. Isabell mulai mengikuti Acel dan Cella memanggil papa pada Carlos. Jessica dan Vania tersenyum melihat mereka.
Vania menatap Jessica.
“Jess Coba kamu lihat, mereka sangat bahagia bersama Carlos. Apakah kamu masih tidak ingin kembai pada Carlos? Kasihan Isabell jess.”
Jessica menarik nafas panjang. "Hhmmm.. Vania aku tidak bisa meninggalkan Pedro. Aku tidak tega Vania. Kalau Pedro yang meninggalkan aku, aku akan kembali pada Carlos. Tapi kalau aku yang akan meninggalkan Pedro, aku tidak tega Vania.
“Ah sudahlah Jessi, aku tidak akan memaksamu.” Kata Vania agak kesal.
Jessica tersenyum melihat Vania. “Mungkin kamu jodoh Carlos. Lagipula aku lihat dia bahagia bersamamu.”
“Ah... Jessi kamu membuat aku stress.” Kata Vania pada Jessica dan Jessica tertawa.
“Kenapa harus stress Vania?”
“Ya iyalah Jessi, aku belum lama mengenalnya dan dia sudah mau menikahi aku. Tapi anehnya kok aku gak bisa menolaknya Jessi.”
Jessica tertawa. “Itu karena kamu mencintainya Vania.”
“Iya kali ya.” Kata Vania
“Kalian berangkat jam berapa?”
“Aku tidak tahu Jessi.” Jawab Vania. “Carlos kita berangkat jam berapa?” Tanya Vania pada Carlos.
“Uumm.. Jam tujuh sayang.” Jawab Carlos sambil bermain dengan Isabell.
Jessica melihat jam di tangannya sudah pukul 4 sore. “Sebentar lagi kalian akan ke Airport.”
“Sejam lagi Jess.” Kata Vania sambil tersenyum.
Kairos dan Tania mengajak Acel dan Cella ke kolam renang dan mereka berempat keluar dari kamar dan menuju ke kolam renang. Vania melihat Isabell dan Carlos lagi bermain di tempat tidur, dia berdiri dan pergi ke tempat tidur. Dia menggendong Isabell.
“Sayang kita bermain di kolam renang ya, kita ikut Kairos dan Acel. Ok!” Kata Vania pada Isabell dan Isabell menganggukan kepala.
Vania berjalan ingin keluar dari kamar tapi Jessica menahan tangan Vania.
“Kamu mau kemana Vania?” Tanya Jessica sambil menatap Vania dengan heran.
“Aku mau bermain dengan Isabell di kolam renang. Iya kan Isabell?”
“Iya mama, aku mau bermain di kolam.”
“Sayang kamu mau kemana?” Tanya Carlos.
“Carlos aku mau ke kolam renang sebentar saja.” Kata vania
“Baiklah aku akan ikut dengan kalian.” Kata Jessica pada Vania.
__ADS_1
“Tidak boleh. Aku hanya ingin pergi dengan Isabell.” Kata Vania lalu dia keluar dari kamar dan pergi ke kolam renang.
Tinggal Jessica dan Carlos di kamar. Mereka berdua saling pandang, Jessica menjadi salah tingkah dan dia duduk di sofa. Carlos melihat Jessica dan tersenyum, dia berdiri dari tempat tidur dan duduk di samping Jessica. Carlos membelai rambut Jessica
“Sayang kamu benar benar tidak ingin kembali padaku?”
“Carlos kamu tahu sendiri aku sudah menikah dengan Pedro. Aku tidak ingin menyakiti Pedro.”
“Baiklah, aku tidak akan memaksamu.” Kata Carlos dengan nada kecewa.
“Maafkan aku Carlos.”
“Tidak apa apa sayang, aku tidak marah.” Kata Carlos sambil membelai wajah Jessica, kemudian dia memeluk Jessica dengan erat. “Aku sangat merindukanmu, aku sagat mencintaimu.”
“Aku juga mencintaimu. Tapi kita tidak bisa bersatu kembali.”
Carlos melepaskan pelukkannya dan memegang kedua pipi Jessica. “Iya kamu benar, kita tidak bisa bersatu kembali.” Kata Carlos, kemudian dia mencium bibir Jessica dan Jessica membalas ciuman Carlos. Mereka berdua saling berciuman. Carlos membaringkan Jessica di sofa dan menindiih tubuh Jessica dan mereka kembali berciuman. Mereka saling memainkan lidah dan tangan Carlos meremas dada Jessica, dia turun mencium leher Jessica dan Jessica meremas rambut Carlos.
“Ahh.. Carlos jangan di teruskan.” Pinta Jessica tapi Carlos tidak berhenti, dia tetap mencium leher Jessica dan tangannya mengangkat rok Jessica lalu dia memasukkan jari jemarinya di antara paha Jessica.
“Carlos please berhenti.” Pinta Jessica lagi tapi Carlos tetap memainkan jarinya di sana. Jessica menahan tangan Carlos tapi Carlos menarik tangan Jessica dengan tangannya yang satu.
“Carlos please berhenti.” Kata Jessica lagi sambil mendorong tubuh Carlos dan Carlos kembali duduk di sofa.
“Maafkan aku.” Kata Carlos sambil memeluk Jessica. “Baiklah, sebaiknya aku dan Vania ke Airport sekarang.” Kata Carlos lagi sambil melepaskan pelukkannya.
“Tidak apa apa sayang, aku mengerti.” Kata Carlos kemudian dia mengambil handphonenya dan menghubungi Kairos dan Kairos menjawab telepon Carlos.
“Ada apa pap? Tanya Kairos dari seberang telepon.
“Kairos papa akan ke Airport sekarang!”
“Baiklah pap, aku segera ke kamar.”
“Iya Kairos.” kata Carlos kemudian dia menutup teleponnya. Carlos memeluk Jessica dan mengecup kening Jessica. “Selamanya aku mencintaimu.” Bisik Carlos di kuping Jessica. Dan terdengar pintu kamar di ketuk dan Carlos membukakan pintu kemudian mereka masuk.
“Ayo kita sudah harus berangkat ke Airport.” Kata Carlos sambil mengambil Isabell dari Vania.
“Baik pap, kopernya hanya ini saja?” Tanya Kairos.
“Iya Kairos hanya itu.” Jawab Vania dan Kairos mengangkat koper itu lalu mereka keluar dari kamar dan menuju ke lobby. Sampai di lobby Carlos pergi ke receptionis dan memberikan kartu akses kepada petugas receptionis. Mereka keluar dari hotel dan menuju ke parkiran.
“Vania kamu dan Carlos di mobilku saja, nanti Acel bersama Kairos.” Kata Jessica pada Vania.
“Baiklah Jessi.” Kata Vania lalu dia masuk kedalam mobil di ikuti Carlos. Dia masih menggendong Isabell dan dia duduk di samping Vania sedangkan Cella duduk di samping Jessica. Jessica menghidupkan mesi mobilnya dan langsung menjalankan mobilnya ke Airport.
Di mobil mereka saling diam. Carlos hanya bermain dengan Isabell sedangkan Vania dia hanya memandang keluar jendela. Tiba di Airport Jessica memarkirkan mobilnya dan mereka turun.
Mereka mengantar Carlos dan Vania sampai di pintu masuk. Carlos memeluk Cella dengan erat.
__ADS_1
“Papa akan merindukanmu.” Bisik Carlos di kuping cella dan Cella memeluk erat Carlos.
“Aku juga akan merindukan papa.” Kata Cella dan dia menangis.
“Hei jangan menangis kita bisa video call.” Kata Carlos sambil menghapus air mata Cella.
“Iya papa.” Carlos tersenyum melihat Cella kemudian dia memeluk Cella kembali.
Acel melihat Carlos dan Cella lalu dia memeluk Carlos.
“Aku akan merindukanmu pap.” Kata Acel
“Carlos melingkarkan satu tangannya di punggung Acel dan mengecup kening Acel.” Papa juga akan merindukanmu.” Kata Carlos sambil tersenyum pada Acel.
Carlos melepaskan pelukannya pada Acel dan Cella kemudian dia memeluk Kairos.
“Jaga ketiga adikmu.” Bisik Carlos pada Kairos.
“Tentu saja pap, aku akan menjaga mereka.” Kata Kairos sambil memeluk erat tubuh Carlos.
“ehm.. Aku akan merindukanmu pap.”
“Papa juga akan merindukan kalian.” Kata Carlos pada Kairos dan dia mencium kedua pipi Kairos. Carlos melihat Isabell dan dia menggendong Isabell. “Ah sayang baru saja papa dekat denganmu, tapi sekarang papa akan kembali ke Indonesia.” Kata Carlos sambil mencium kedua pipi Isabell, lalu dia memberikan Isabell pada Kairos.
Carlos melihat Jessica dan tersenyum, Carlos memeluk Jessica dan mencium kedua pipi Jessica.
“Terima kasih sudah mengantar aku dan Vania.”
“Sama sama Carlos.” Balas Jessica pada Carlos.
Vania memeluk Jessica. “Aku masih memberimu kesempatan. Masih ada waktu sebulan lebih untuk kamu berpikir.” Bisik Vania di kuping Jessica kemudian dia mencium kedua pipi Jessica.
“Terima kasih Vania.” Ucap Jessica pada Vania dan Vania terseyum.
Vania berpamitan juga kepada anak anak Jessica. Kemudian dia dan Carlos masuk kedalam dan check in. Selesai check in mereka pergi ke Imigrasi untuk mendapatkan stampel. Kemudian mereka masuk keruang tunggu dan tidak lama kemudian mereka masuk kedalam pesawat.
Dan pesawat takeoff.
Jessica dan anak anak kembali ke Santa Barbara. Tiba di rumah Jessica dan anak anak langsung masuk kedalam dan Jessica membawa Isabell ke kamarnya dan meletakan Isabell dibox kemudian Jessica keluar dari kamar Isabell dan pergi ke kamarnya. Dia mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi, dia melepaskan pakaiannya dan menyalakan shower.
“Aku harus merelakan Carlos dan Vania. Aku tidak bisa meninggalkan Pedro.” Kata Jessica dalam hati. Dia menggosok badannya dengan sabun dan dia terbayang saat Carlos menciumnya di hotel. “Aku sangat merindukan ciuman itu. Aku sangat merindukan pelukannya, aroma tubuhnya. Ahh… Semua ini menyiksaku.” Kata Jessica lagi. Dia membersihkan sabun yang ada di tubuhnya. Kemudian dia mengambil handuk dan membungkus tubuhnya. Jessica keluar dari kamar mandi dan mengambil pakaian di lemari kemudian dia memakainya. Kemudian dia berbaring di tempat tidur.
Akhirnya Carlos dan Vania tiba di Airport Soekarno Hatta, mereka keluar dan memanggil taxi. Vania meminta sopir taxi untuk mengantar mereka ke pondok indah. Sopir taxi mengantar mereka ke pondok indah. Tiba di rumah Vania membayar taxi dan mereka berdua masuk kedalam rumah, mereka berdua langsung menuju ke kamar. Vania langsung berbaring di tempat tidur.
“Sayang kamu tidak mandi?” Tanya Carlos pada Vania sambil melepaskan jacketnya.
“Aku akan mandi Carlos tapi nanti sebentar, aku Lelah sekali.”
“Baiklah kalau begitu, aku mandi dulu.” Kata Carlos kemudian dia mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi dan mandi. Selesai mandi dia keluar dan memakai pakaiannya lalu berbaring di samping Vania. Dia memeluk Vania dan mereka berdua tidur.
__ADS_1
Selamat membaca