SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS3 Episode 8


__ADS_3

Kairos bersiap siap pergi ke kantor, dia memakai sepatunya lalu keluar dari kamar. Kairos pergi menemui Jessica, dia mengetuk pintu kamar dan pintu kamar terbuka. Kairos tersenyum kepada Jessica.


“Mam aku mau pergi ke kantor, nanti setelah dari kantor aku akan pergi ke Santa Barbara.”


“Baiklah sayang, hati hati ya!”


“Iya, terima kasih mam.” Ucap Kairos lalu dia memeluk Jessica dan mencium kedua pipi Jessica.


Kairos bergegas keluar dan masuk kedalam mobilnya, sebelum ke kantor dia berencana ingin menemui Charlie. Kairos mengambil handphone lalu dia menghubungi Charlie, panggilan terhubung lalu terdengar suara Charlie dari seberang telepon


“Hallo Kairos, apakah kamu akan datang ke kantorku?” Tanya Charlie


“Em.. iya Charlie. Aku dalam perjalanan menuju kantormu.”


“Baiklah kalau begitu aku akan menunggumu.” Kata Charlie dari seberang telepon.


“Ok Charlie, terima kasih.” Ucap Kairos lalu dia menutup teleponnya.


Kairos langsung melajukan mobilnya menuju kantor Charlie, tiba di kantor Kairos memarkirkan mobilnya kemudian dia turun dan masuk kedalam kantor, Kairos langsung menuju keruang kerja Charlie.


Dia mengetuk pintu lalu terdengar suara suara Charlie dari dalam menyuruhnya masuk. Kairos membuka pintu dan masuk, dia melihat Charlie sedang duduk di kursi, Kairos langsung menyapa Charlie.


“Selamat pagi Charlie.” Sapa Kairos sambil menghampiri Charlie.


Charlie berdiri lalu dia menyambut Kairos


“Selamat pagi Kairos.” Balas Charlie sambil memeluk Kairos lalu mereka berdua duduk di sofa.


“Oh ya Charlie, bagaimana rencana selanjutnya?” Tanya Kairos membuka percakapan


“Um… begini Kairos, kita harus merencakan kematianmu juga.


“Caranya?”


“Kita harus membuat kematian kamu seperti Tania, tapi aku harus cari jasad dulu.” Kata Charlie sambil bersandar di sandaran sofa.


Kairos memajukan badannya lalu dia menatap Charlie.


“Bagaimana kalau kita cari di rumah sakit?” Tanya Kairos


“Emm…. Ide yang bagus. Aku mempunyai teman di rumah sakit, nanti aku tanyakan kepadanya kalau ada jasad di rumah sakit.


“Bagus Charlie, tapi kalau rencana kita berhasil aku ingin kalian mengawasi Mike dan Reagen. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada papa dan Acel.


“Tentu saja Kairos, kami akan terus mengawasi Mike dan Reagen.” Kata Charlie


“Baiklah kalau begitu, aku ke kantor dulu.” Kata Kairos sambil berdiri


“Ok Kairos, hati hati ya!”


“Terima kasih Charlie.” Ucap Kairos lalu dia meninggalkan ruangan Charlie dan masuk ke dalam mobil.


Kairos menjalankan mobilnya, dia tidak menuju ke kantor tapi dia ingin menemui Jack dan Tania. Kairos menelepon Jack


“Hallo Jack, tolong kamu kirim alamat kalian sekarang!” Pinta Kairos kepada Jack

__ADS_1


“Baiklah Kairos, aku akan mengirimnya kepadamu.”


“Terima kasih Jack.” Ucap Kairos lalu dia menutup teleponnya


Tidak lama kemudian handphonenya berbunyi, Kairos melihat satu pesan masuk dari Jack. Kairos membuka pesan itu lalu dia tersenyum. Kairos langsung menuju ke alamat yang di berikan Jack padanya.


Kairos tiba di rumah teman Jack lalu dia menelepon Jack


“Hi Jack aku sudah di depan rumah, kamu bukakan pintu garasinya ya.”


“Baik Kairos.” Ujar Jack


“Terima kasih Jack.” Ucap Kairos kemudian dia melihat pintu garasi terbuka.


Kairos langsung memasukkan mobilnya ke dalam garasi, dia turun lalu masuk bersama Jack ke dalam rumah. Kairos melihat Tania lagi tertidur di sofa, dia menghampiri Tania lalu duduk di sisi sofa.


Kairos membelai rambut Tania dan mengecup kening Tania. Merasakan kecupan Kairos Tania membuka matanya dia menatap Kairos lalu dia tersenyum


“Hi honey.” Sapa Tania sambil memegang tangan Kairos.


Kairos tersenyum kemudian dia membelai wajah Tania


“Aku membangunkanmu?”


“Ehm.. tidak apa apa honey.” Jawab Tania kemudian dia bangun dan duduk di sofa. “Bagaimana dengan Ezer? Apakah dia baik baik saja?”


“Iya sayang, Ezer baik baik saja. dia sering menanyakanmu.” Jawab Kairos sambil tersenyum


“Aku sangat merindukan Ezer honey.”


“Iya honey.”


Tania memeluk Kairos dengan erat.


“Aku juga merindukanmu.” Bisik Tania di kuping Kairos


Kairo memeluk Tania dan membelai rambut Tania


“Aku juga sangat merindukanmu.” Balas Kairos kemudian dia mencium bibir Tania


Mereka berdua saling berciuman, Kairos menghentikan ciumannya lalu dia memegang kedua pipi Tania.


“Sebentar lagi kita akan bersama, tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita berdua.” Kata Kairos kemudian dia memeluk kembali Tania


“Iya honey, kebodohan kita berdua yang telah memisahkan kita berdua. Aku terlalu cepat mengambil keputusan untuk menikah dengan Reagen.


“Sudah lupakan semuanya sayang, semua sudah terjadi. Kita mulai dari awal lagi.”


“Iya honey, baiklah kalau begitu aku mandi dulu.” Kata Tania sambil berdiri dari duduknya kemudian dia masuk kedalam kamar


Kairos juga ikut dengan Tania masuk kedalam kamar, dia melihat Tania melepaskan pakaiannya kemudian Kairos menghampiri Tania dan melihat bekas bekas luka di belakang Tania.


Kairos memeluk Tania dari belakang


“Maafkan aku sayang, karena ke egoisanku kamu jadi seperti ini.” Bisik Kairos di kuping Tania

__ADS_1


Tania membalikkan badannya menghadap Kairos


“Tidak ada yang perlu di sesali, semua sudah terjadi. Sama seperti yang kamu katakan tadi, lupakan semua dan kita mulai dari awal lagi.” Kata Tania sambil memegang pipi Kairos.


“Iya sayang.”


Kairos memeluk Tania dengan erat


Sementara di kantor Carlos, terlihat Charlie Carlos dan Mike sedang berbincang bincang


“Oh ya Mike, Reagen sangat beruntung ya. Karena menurut Reagen sebenarnya mereka ingin menembaknya tapi Tania melindungi Reagen.


Mike menatap Charlie


“Benarkah Charlie?” Tanya Mike kepada Charlie.


“Iya Mike, kamu tanyakan saja kepada Reagen.” Jawab Charlie sambil tersenyum


“Umm.. berarti seseorang sedang mengincar keluargamu Mike.” Kata Carlos kepada Mike


“Aku rasa begitu juga Carlos.” Ujar Charlie


“Tapi siapa kira kira mereka Carlos?” Tanya Mike lagi, dia menjadi khawatir


“Aku juga tidak tahu Mike, bisa saja musuhmu.” Kata Charlie.


Terlihat mike menjadi panik.


“Umm.. Carlos bisa aku minta tolong padamu?” Pinta Mike


“Katakan saja Mike.” Ujar Carlos


Charlie hanya memperhatikan Mike dalam hatinya.


“Penakut juga kamu Mike. Beda dengan Carlos, tidak takut kepada siapapun.” Kata Charlie dalam hati. “Ini kesempatan aku untuk memasukan orang orangku kalau dia meminta anak buah kepada Carlos.”


“Emm.. begini Carlos, aku ingin ada yang mengawal aku dan Reagen. Anak buahku tidak seperti anak buahmu. Anak buahmu hebat hebat.” Kata Mike kepada Carlos


“Mike aku akan mencarikan orang yang bisa mengawal kamu.” Sela Charlie.


“Iya Charlie, aku minta tolong padamu. Carikan orang orang yang hebat untuk aku dan Reagen.” Pinta Mike kepada Charlie


“Iya Charlie tolong kamu carikan untuk Mike.” Kata Carlos


Charlie tersenyum


“Kamu akan masuk perangkapku Mike, kamu pikir kamu bisa menghabisi Carlos? selagi masih ada kami kamu tidak akan berhasil.” Kata Charlie dalam hati sambil tersenyum.


“Baiklah Mike aku akan mencarikan untukmu, besok aku akan memberi kabar kepadamu. Umm.. kalau begitu aku pergi dulu, aku harus kembali ke kantor.” Kata Charlie sambil berdiri.


“Terima kasih Charlie.” Ucap Mike.


“Sama sama Mike.” Balas Charlie kemudian dia meninggalkan Carlos dan Mike


Charlie masuk kedalam mobil lalu dia menjalankan mobilnya menuju ke tempat Tania tinggal.

__ADS_1


__ADS_2