SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Bertemu wanita cantik


__ADS_3

Akhirnya Carlos tiba di Indonesia, dia keluar dan memanggil taxi dan meminta sopir untuk mengantarnya ke hotel di daerah Thamrin. Sopir mengantar carlos ke hotel, tiba di hotel Carlos turun dan membayar taxi lalu dia masuk menuju receptionis dan check in. Petugas hotel mengantar Carlos ke kamar lalu Carlos memberikan tip pada petugas hotel. Carlos menutup pintu dan langsung mengambil laptopnya dan langsung menghidupkannya. Kemudian dia mencari rumah yang di sewakan. Dia tidak ingin tingal di apartemen miliknya karena dia ingin melupakan Jessica. Dan akhirnya dia menemukan satu rumah di daerah pondok indah. Carlos mengambil handphonenya dan dia langsung menghubungi Tiara.


Dan terdengar suara Tiara dari seberang telepon.


“Hallo Tuan Carlos, apakah Tuan sudah di Jakarta?” Tanya Tiara dari seberang telepon.


“Iya Tiara aku sudah di Jakarta. Umm.., aku ingin minta tolong padamu Tiara.”


“Baik Tuan Carlos katakana saja!”


“Begini Tiara, aku sedang mencari rumah untuk aku tinggal dan aku menemukan di pondok indah, boleh kamu menemaniku untuk melihat rumah tersebut.


“Tentu saja tuan Carlos, aku akan menemani tuan.” Jawab Tiara.


“Baiklah kalau begitu besok kamu jemput aku di hotel. Aku ingin melihat rumah tersebut.”


“Baik Tuan Carlos besok aku akan ke hotel.” Kata Tiara.


“Oh ya Tiara, kamu bisa ke hotel sekarang?”


“Bisa Tuan.” Jawab Tiara.


“Terima kasih Tiara.” Ucap carlos lalu dia menutup telepon.


Kemudian dia mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi dan mandi. Selesai mandi dia duduk di sofa dan membaca berita. Dan tidak lama kemudian handphonenya berbunyi. Dia melihat pesan dari Tiara. “Tuan Carlos aku sudah di lobby.” Carlos memasukan handphone ke saku celananya dan dia memakai topi kemudian keluar dari kamar dan menuju lobby. Sampai di lobby dia meliat Tiara dan menyapanya.


“Hi Tiara aku ingin meminta tolong padamu untuk menelepon marketing property.”


“Baik Tuan Carlos, berikan nomor teleponnya dan aku akan menelpon mereka.”


Carlos mengeluarkan handphone dari saku celananya dan mencari nomor marketing lalu dia memberikannya kepada Tiara. Lalu Tiara menelepon marketing property dan memberitahukan mereka kalau Carlos ingin melihat rumah tersebut besok. Kemudian Tiara menutup teleponnya.


“Tuan Carlos mereka akan menunggu kita besok untuk melihat rumah itu.” Kata Tiara pada Carlos.


“Baik Tiara, Terima kasih ya. Oh ya apakah kamu sudah makan? Kalau belum bagaimana kalau kita makan di seberang hotel, disana ada restoran.”


“Aku sudah makan malam Tuan Carlos.”


“Oh begitu ya, kalau begitu terima kasih Tiara.”


“Sama sama Tuan Carlos. Aku pergi dulu Tuan.” Pamit Tiara pada Carlos. Kemudian dia meninggalkan lobby hotel.


Sementara di Portugal.


Terlihat Jessica dan pedro sedang berada di bridal. Jessica sedang mencoba gaun pengantin yang akan dia gunakan pada saat pernikahannya nanti dengan Pedro. Pedro menatap Jessica dan tersenyum.


“Dear, kamu terlihat cantik sekali dengan gaun ini.” Puji Pedro dan Jessica tersenyum.


“Benarkah Pedro?”


“Iya dear, kamu terlihat sangat cantik.” Kata Pedro sambil memeluk Jessica dari belakang dan mencium leher Jessica. Jessica memegang tangan Pedro yang melingkar perutnya dan tersenyum.


“Terima kasih Pedro. Kamu juga terlihat tampan dengan pakaianmu itu.” Kata Jessica pada Pedro


“Benarkah dear?”


“Iya Pedro, kamu terlihat seperti artis Amerika.” Canda Jessica dan Pedro tertawa.


“Kamu suka dengan gaun ini dear?” Tanya Pedro.


Jessica membalikkan badannya menghadap Pedro dan tersenyum


“Iya Pedro aku suka gaun ini. Oh ya Pedro tolong buka resletingnya.” Pinta Jessica pada Pedro sambil memutar badannya dan Pedro membantu Jessica membuka resleting gaunnya. Pedro dan Jessica meninggalkan bridal dan kembali kerumah.


Sedangkan di Amerika.


Kairos masih menemani Tania di rumah, dua hari kairos tidak pergi ke kampus. “Sayang badanmu masih sakit?” Tanya Kairos pada Tania.


“Hemm…, sedikit honey. Tidak seperti kemarin.” Jawab Tania


“Apakah masih mengeluarkan dara?”


“Tidak lagi honey.” Jawab Tania sambil tersenyum.


“Ahh.., syukurlah. Aku jadi tenang sekarang.” Kata Kairos sambil memeluk tania. “Kemarin aku sangat khawatir sayang.” Kata Kairos lagi lalu mencium kening Tania dan Tania tersenyum.


“Honey aku lapar.”


“Baiklah sayang kita pergi makan dulu, nanti setelah makan aku ingin pergi ke kantor pamanku.”


“Iya honey, kalau begitu ayo!” Ajak Tania pada Kairos.


mereka bedua berjalan keluar menuju garasi dan Kairos membukakan pintu mobil pada Tania lalu Tania masuk, begitu juga dengan Kairos dia masuk kedalam mobil dan langsung menjalankan mobilnya ke restoran. Sampai di restoran mereka berdua masuk dan langsung duduk lalu mereka memesan makanan. Dan tiba tiba punggung Kairos di tepuk. Kairos menoleh dan melihat Celline berdiri di sampingnya.


“Hi Celline, kamu disini juga?” Tanya Kairos pada Celline.


“Iya Kairos, aku bersama orang tuaku.”


“Oh.., begitu ya. Oh ya Celline kenalkan ini Tania pacarku, sayang ini Celline teman kuliahku.” Kata kairos pada Tania. Tania berdiri dan menyapa Celline.


“Hi Celline senang bertemu denganmu.”


“Terima kasih Tania, senang bertemu denganmu juga.” Balas Celline pada Tania. Ok Kairos Tania, aku kembali kemejaku.” Pamit Celline pada Kairos dan Tania. “Hmm ternyata dia sudah punya pacar. Pantas saja tiap kali aku jalan dia tidak mau.” Kata Celline dalam hati. Dia duduk dan memperhatikan Kairos dan Tania. Dia merasa cemburu.


Akhirnya pesanan mereka datang, Kairos dan Tania langsung makan. Selesai makan Kairos dan Tania meninggalkan restoran, Kairos langsung mengarahkan mobinya kekantor Mike. sampai di kantor Mike mereka berdua turun dari mobil dan masuk kedalam kantor.


Kairos langsung menuju keruangan Mike.


“Sayang kamu tunggu disini ya, aku ingin menemui paman Mike.” Kata Kairos pada Tania.


“Baik Honey, tapi jangan lama lama ya.” Kata Tania sambil duduk disofa.


“Iya sayang, aku hanya sebentar.” Kata Kairos kemudian dia pergi keruangan Mike, dia mengetuk pintu dan terdengar suara Mike dari dalam menyuruhnya masuk.


Kairos membuka pintu dan melihat Mike lagi berada di depan computer.


“Selamat pagi paman Mike.” Ucap Kairos


Mike terkejut melihat Kairos.


“Hei.., ponakanku yang tampan selamat pagi.” Balas Mike sambil berdiri dari duduknya dan memeluk Kairos.” Apa kabarmu?”


“Seperti yang paman lihat, aku baik baik saja.” Kata Kairos sambil tersenyum.


“Ahh…, itu bagus. Ayo duduk disini!” Ajak Mike pada Kairos kemudian mereka berdua duduk.


“Oh ya Kairos ada apa kamu menemuiku?”


“Umm…, begini paman Mike, aku ingin minta tolong pada paman.”


“Ehm.., katakana saja Kairos. Apa yang bisa aku bantu?”


“Paman Mike, orang tua pacarku sedang membutuhkan pekerjaan. Paman bisa membantunya?”


“Sebelumnya orang tua pacarmu bekerja di mana Kairos?”


“Sebelumnya orang tua pacarku bekerja di perusahaan kontraktor. Dia itu arsitek, tapi perusahaan tempatnya bekerja bangkrut paman.”


“Oh.., begitu ya. Begini saja Kairos, kebetulan paman ada proyek di luar kota. kalau orang tuanya mau, dia bisa menjadi pengawas di proyek. Tapi 2 minggu sekali pulang. Karena proyeknya di luar kota.”

__ADS_1


“Baiklah paman aku akan sampaikan pada orangtuanya. Terima kasih paman Mike.”


“Iya Kairos. kalau dia mau, suruh saja datang menemuiku.”


“Baik paman, kalau begitu aku pergi dulu. Pacarku sedang menunggu aku di luar.”


“Hah? Kenapa kamu tidak mengajaknya masuk kedalam?”


“Ahh.., tidak apa apa paman. Aku pergi dulu ya.” Pamit Kairos


“Baiklah, hati hati ya.” Kata Mike pada Kairos kemudian dia mengantar Kairos keluar


Kairos melihat Tania sedang duduk.


“Oh ya paman, ini pacarku. Tania ini pamanku Mike.


Tania berdiri dan menyalami Mike.


“Senang bertemu denganmu tuan.”


“Sama sama Tania.” Balas Mike sambil tersenyum.


“Baiklah paman Mike, kami pergi dulu ya.” Pamit Kairos dan Tania kemudian mereka berdua meninggalkan kantor Mike dan masuk kedalam mobil, Kairos menjalankan mobilnya pulang kerumah. Sampai dirumah mereka berdua masuk ke kamar. Tania langsung naik ketempat tidur dan berbaring.


Kairos duduk di sisi tempat tidur dan memegang tangan Tania.


“Sayang coba kamu tanyakan pada papi kamu kalau dia ingin bekerja pada pamanku, kebetulan pamanku lagi butuh pengawas proyek.”


“Baik honey nanti aku tanya pada papi. Aku pikir dia pasti mau honey.”


“Iya sayang, kamu tanya saja dulu.” Kata kairos. “Dan kalau papi kamu mau, besok bisa langsung bertemu dengan pamanku.”


“Iya nanti aku tanyakan pada papi. Oh ya honey aku ingin pulang kerumah. Nanti kembali lagi kesini.” Pinta Tania pada Kairos.


“Baiklah sayang aku akan mengantarmu.” Kata Kairos kemudian dia berdiri dan menarik tangan Tania. Mereka berdua langsung keluar dari rumah lalu masuk kedalam mobil dan Kairos mengantar Tania pulang.


Mereka berdua sampai di rumah Tania. Kairos mencium bibir Tania dan Tania membalas ciuman kairos.


Kairos memegang kedua pipi Tania.


“Aku mencintaimu sayang.” Kata Kairos dan Tania tersenyum.


“Aku juga mencintaimu honey.” Balas Tania lalu dia mencium bibir Kairos dan mereka berdua saling berciuman. Tania menghentikan ciumannya dan menatap Kairos. “Sudah honey, aku masuk kedalam ya.”


“Iya sayang, nanti sore aku jemput kamu ya.”


“Iya honey, aku tunggu.” Kata Tania kemudian dia keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah. Kairos langsung menjalankan mobilnya dan pulang kerumah.


Tania masuk kedalam dan melihat papinya sedang menonton Tv lalu dia menyapa papinya.


“Selamat siang papi.” Sapa Tania sambil mencium kedua pipi papinya.


“Selamat siang Tania.”


Tania duduk di samping papinya dan memeluk papinya.


“Pi, Kairos menawarkan perkerjaan untuk papi.”


“Pekerjaan apa Tania?”


“Pengawas proyek. Papi mau?” Tanya Tania


“Papi mau Tania, yang penting papi bisa berkerja. Papi sudah bosan di rumah.”


“Baiklah, kalau papi mau besok papi bertemu dengan paman kairos dikantornya.”


“Baik pi, nanti aku akan minta alamatnya pada kairos supaya besok papi langsung bertemu dengan paman Kairos.”


“Iya Tania, sampaikan terima kasih papi pada Kairos. Dia sangat baik Tania.”


“Iya pi, nanti aku sampaikan. Aku ke kamar dulu ya pi.”


“Iya Tania.”


Tania pergi ke kamarnya dan mengambil handuk kemudian dia masuk ke kamar mandi dan mandi.


Indonesia


Carlos terlihat sedang bersiap siap, hari ini dia dan Tiara akan pergi ke pondok indah untuk melihat rumah yang ingin dia sewa. Dan handphonenya berbunyi, dia melihat pesan dari Tiara.


“Hm.., dia sudah di lobby.” Gumam Carlos dalam hati. Carlos memasukkan handphonenya di saku celana dan dia keluar dari kamar lalu turun ke lobby. Dia melihat Tiara sedang duduk di lobby.


“Selamat siang Tiara. Kita langsung pergi?” Tanya Carlos pada Tiara.


“Iya Tuan Carlos, kita pergi sekarang! Mereka sudah menunggu.”


“Baiklah kalau begitu, ayo!” Carlos dan Tiara keluar dari hotel dan masuk kedalam mobil.


Tiara menyetir dan Carlos duduk di sebelah Tiara. Mereka langsung pergi ke pondok indah. Samai di pondok indah Tiara langsung menuju ke alamat rumah ya ingin Carlos lihat. Sampai di rumah tersebut, mereka berdua turun dan langsung di sambut oleh marketing. Lalu dia mengajak Carlos dan Tiara masuk kedalam dan melihat lihat sekeliling rumah.


Carlos masuk dan melihat perabotan perabotan yang tertata rapi, rumahnya besar dan bersih. Carlos menuju ke kamar utama lalu membuka pintu kamar mandi. “Hmm.., kamar mandinya besar dan bagus.” Kata Carlos dalam hati kemudian dia keluar dari kamar dan menuju ke kolam renang. Dia memperhatikan rumah itu dari kolam renang dan dia memanggil Tiara.


“Tiara katakan pada marketing aku suka rumah ini. Tanyakan berapa rent pertahun.”


“Baik Tuan Carlos.”


Kemudian Tiara berbincang bincang dengan marketing, dia menanyakan biaya rent rumah. Dan Tiara juga bernegosiasi dengan marketing dan akhirnya mereka setuju dengan biaya rent. Tiara kemudian berbincang bincang dengan Carlos. Tiara memberitahukan biaya rent pada pada Carlos dan Carlos setuju.


“Tiara katakan pada mereka aku akan membayar biaya rent sekarang supaya besok aku langsung menempati rumah ini.” Pinta Carlos pada Tiara.


“Baik Tuan Carlos.”


Lalu Tiara berbincang lagi dengan marketing dan mereka setuju. Tiara memberitahukan pada Carlos dan Carlos mengajak mereka untuk pergi ke Bank. Marketing langsung memberitahukan pemilik rumah dan meminta mereka untuk bertemu di Bank.


Carlos selesai bertransaksi dengan mereka dan dia meminta Tiara untuk mengantarnya ke hotel dan Tiara mengantar Carlos ke hotel. Sampai di hotel Carlos turun dari mobil Tiara.


“Terima kasih Tiara.” Ucap Carlos pada Tiara.


“Sama sama Tuan Carlos, kalau begitu aku kembali kantor Tuan.” Kata Tiara dan Carlos mengangguka kepala. Kemudian dia masuk kedalam dan langsung menuju ke kamarnya. Sampai di kamar dia langsung berbaring.


Malamnya Carlos keluar dari hotel, dia berjalan kaki pergi ke mall. Tiba tiba seorang wanita menabraknya dan wanita itu terjatuh. Carlos mengangkat wanita itu .


“Are you ok.” Tanya Carlos.


“Iya Tuan aku baik baik saja.” Jawab wanita itu


“Oh.., dia bisa berbahasa Inggris.” Kata Carlos dalam hati sambil menatap wanita cantik itu.


“Maafkan aku Tuan, aku terburu buru sampai sampai aku tidak melihat tuan.” Kata wanita itu.


“Tidak apa apa.” Kata Carlos, dia melihat wajah wanita itu seperti ketakutan dan matanya seperti sedang melihat sesuatu. “Apa yang sedang kamu lihat?” Tanya Carlos.


“Maaf Tuan aku sedang di kejar seseorang.” Kata wanita itu dengan ketakutan. Carlos langsung menarik tangan wanita itu masuk kedalam hotel. Dia membawa wanita itu ke lobby dan menyuruhnya duduk.


“Kenapa kamu di kejar?”


“Aku melarikan diri dari café Tuan, karena temanku ingin menjualku pada lelaki hidung belang.”


“Oh ya? Kamu tinggal dimana?”

__ADS_1


“Aku tinggal jauh dari sini Tuan.”


“Katakan saja, nanti aku akan mengantarmu dengan taxi.” Kata Carlos pada wanita itu dan wanita itu memberitahukan tempat tinggalya kemudian Carlos keluar dan memanggil taxi. Lalu Carlos mengantar wanita itu


“Oh ya namamu siapa?” Tanya Carlos.


“Aku Vania Tuan.”


“Baiklah Vania. Jangan panggil aku Tuan lagi, panggil saja aku Carlos.” Kata Carlos pada Vania.


“Baiklah Carlos, Terima kasih sudah menyelamatkanku.” Ucap Vania pada Carlos.


“Iya sama sama, rumahmu masih jauh?”


“Sebentar lagi sampai.”


“Oh ya Vania, nomor teleponmu berapa?” Tanya Carlos lalu Vania memberikan nomor teleponnya pada Carlos dan Carlos juga memberikan nomor teleponnya kepada Vania.


Dan akhirnya mereka sampai lalu Vania turun dari taxi.


“Terima kasih Carlos sudah mengantarku.” Ucap Vania pada Carlos.


“Sama sama Vania. Ok sir, back to hotel now.


Dan sopir mengantar Carlos kembali ke hotel. Sampai di hotel Carlos membayar taxi dan dia turun kemudian dia masuk kedalam hotel dan langsung menuju kamarnya. Sampai di kamar dia mengambil buku menu dan memesan makanan.


Amerika


handphone Kairos berbunyi dia melihat panggilan dari Tania, Kairos langsung menjawabnya.


“Hallo sayang, kenapa kamu meneleponku? Bukannya kamu sedang bekerja?”


“Honey manager memecatku.” Kata Tania dari seberang telepon.


“Hah? Kenapa dia memecatmu sayang?”


“Dia marah padaku karena aku dua hari tidak masuk kerja” Jawab Tania.


“Kamu tidak katakan padanya kalau kamu sedang sakit?”


“Aku sudah mengatakannya honey, tapi dia tetap memecatku. Aku akan pulang kerumah sekarang.” Kata Tania dari seberang telepon.


“Tunggu saja disitu aku akan menjemputmu.” Kata Kairos kemudian dia mengambil kunci mobil dan langsung pergi menjemput Tania. Sampai di restoran Kairos melihat Tania sedang berdiri di depan restoran. Kairos langsung menghentikan mobilnya tepat di depan Tania lalu dia membukakan pintu pada Tania. Tania masuk kedalam mobil dan Kairos langsung menjalankan mobilnya.


“Honey aku mau pulang kerumah.” Kata Tania pada Kairos.


“Iya sayang.” Kata Kairos sambil memegang tangan Tania. Kairos memandang wajah Tania.


“Jangan sedih begitu sayang.”


Tania memandang Kairos dengan wajah cemberut.


“Honey aku sedih, aku tidak ada pekerjaan lagi.”


“Sayang kamu bisa cari pekerjaan di tempat lain.” Kata Kairos pada Tania sambil melingkarkan tangannya di punggung Tania dan Tania menyandarkan kepalanya di bahu Kairos.


Sampai di rumah, Tania mengeluarkan kunci dari tasnya dan membuka pintu lalu mereka berdua masuk.


“Papi kamu tidak di rumah sayang?” Tanya Kairos.


“Iya honey, papi lagi pergi ke kantor paman kamu.” Jawab Tania sambil berjalan kedapur.


“Oh iya ya.” Kata Kairos lalu dia pergi mengikuti Tania ke dapur. Dia memeluk Tania dari belakang. “Sayang mudah mudahan papi kamu mau menerima tawaran paman Mike.”


Tania membalikkan badannya menghadap kairos.


“Iya honey, mudah mudahan papi mau.” Kata Tania sambil tersenyum.


Kairos membelai wajah Tania dan mencium bibir Tania. Mereka saling berciuman.


Kairos melingkarkan tangannya di pinggang Tania dan menariknya lebih dekat padanya.


Tania melingkarkan tangannya di punggung Kairos, dia menggigit dengan lebut bibir Kairos. Kairos menyandarkan Tania ke dinding dan mencium bibir tania. Tangannya membuka kancing kemeja Tania dan melepaskan pakaian Tania, dia membuka ikat pinggang dan resleting celanannya kemudian dia memutar tubuh Tania membelakanginya dan mereka melakukan hubungan itu. Kairos memeluk Tania dengan erat.


“Aku suka mendengar desahanmu.” Canda kairos pada Tania dan tania tertawa lalu menggigit lengan kairos. “Aaucchh.. sakit sayang.” Rintih Kairos.


“Makanya jangan menggodaku. Aku mau ke kamar mandi.” Kata Tania pada Kairos.


“ iya sayang aku juga.” Kata Kairos


Lalu mereka berdua pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuh mereka.


Tania mengajak Kairos pergi ke kamarnya. Mereka masuk kedalam kamar lalu Tania berbaring di tempat tidur, Kairos juga ikut berbaring di samping Tania dan memeluk Tania.


“Honey kamu mengeluarkannya di dalam?” Tanya Tania.


“Iya sayang, aku ingin kamu cepat hamil.” Canda Kairos pada Tania.


“Honey kamukan masih kuliah.”


Kairos memutar badannya menghadap Tania dan membelai wajah Tania.


“Tidak apa apa sayang, selesai menikah aku kuliah lagi.” Kata Kairos sambil tersenyum.


“Kalau mama kamu tidak ijinkan?”


“Umm.., kalau mama tidak ijinkan aku akan meminta papa untuk menikahkan aku denganmu. Kamu tahu sayang, papaku sangat senang padamu. Dia ingin kamu kuliah sayang.”


Tania membalikkan badannya menghadap Kairos dan melingkarkan tangannya di pinggang Kairos.


“Honey kamu tahu sendirikan papiku tidak mampu untuk membiayai aku.”


Kairos membelai wajah Tania.


“Sayang masalah biaya, kamu tidak usah khawatir. Papaku akan membiayai kuliah kamu.”


“Ahh.., honey aku malu.”


“Sayang kenapa malu. Tahun ini kamu kuliah ya.”


“ Kalau aku hamil bagaimana aku bisa kuliah.” Kata Tania pada Kairos dan Kairos tertawa.


“Tidak sayang, next aku akan pakai pengaman kalau akan berhubungan denganmu.”


“Tapi sudah beberapa kali kita berhubungan dan kamu selalu mengeluarkannya di dalam honey.”


“Tidak apa apa sayang. Kita lihat saja, kalau kamu hamil kita menikah, terus selesai kamu melahirkan kamu bisa kuliah. Ok!” Kata Kairos sambil mencium bibir Tania dan dia meremas dada Tania. Dia melepaskan pakaiannya dan pakaian Tania lalu mereka berdua melakukan hubungan itu lagi. Kairos terbaring di atas tubuh Tania dan Tania melingkarkan kedua tangannya di punggung Kairos kemudian dia membelai rambut Kairos.


“Aku mencintaimu honey.” Bisik Tania di kuping Kairos


Kairos menatap mata Tania dan mengecup kening Tania.


“Aku juga mencintaimu sayang.”


Selamat membaca.


Jangan lupa like dan komen ya.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2