
Villa
Mereka tiba di villa milik Jessica, mereka mengangkat Jessica dan membaringkan Jessica di tempat tidur. Dokter langsung mengambil antibiotik dan menyuntikannya di kantong infus.
Jessica memanggil Mason dan Mason mendekat pada Jessica.
“Mason tolong buka semua jendela juga pintu! Biarkan angin masuk di kamar ini!”
Mason membuka semua jendela dan membuka pintu arah keteras kamar, kemudian dia duduk dan memperhatikan Jessica.
Lalu Jessica tertidur kembali.
Sementara itu Carlos keluar rumah dan pergi kerumah orang tuanya. Sampai di rumah, ketiga anaknya menyambut Carlos. Carlos memperlihatkan dirinya biasa biasa saja di depan anak anaknya, dia tidak ingin anak anaknya mengetahui apa yang menimpah dia dan Jessica.
“Papa mama mana?” Tanya Cella
“Sayang mama lagi di luar kota, mama lagi bekerja. Nanti kalian tidur di rumah opa dan oma dulu ya?” Carlos berbohong pada Cella.
Liliana keluar dari kamar dan melihat Carlos, dia menghampiri Carlos dan memeluknya.
“Kamu akan menjemput anak anak Carlos?” Tanya Liliana.
“Tidak mom, mereka akan tidur disini. Jessica tidak di rumah dan aku ingin menyusulnya.” Bohong Carlos pada Liliana.
“Memangnya Jessica kemana?” Tanya Liliana lagi.
“Dia lagi keluar kota mom, perusahaannya lagi ada proyek di luar kota. Aku titip anak anak ya mom.”
“Iya, tenang saja Carlos. Mommy senang kalau mereka menginap disini.”
carlos melihat ketiga anaknya dan mendekati mereka. “Sayang kalian bersama oma dulu ya.”
“Papa mau kemana?” Tanya Acel.
“Papa mau menyusul mama di luar kota. Mama meminta papa untuk menyusulnya keluar kota.”
“Papa nanti bilang sama mama, jangan lama lama di luar kota. Aku akan merindukannya.” Kata Kairos.
Carlos tersenyum pada Kairos dan memeluknya. “Iya sayang, nanti papa sampaikan pada mama.” Dada Carlos terasa sesak, dia mencium ketiga anaknya dan langsung meninggalkan rumah orang tuanya. Dia masuk kedalam mobil dan pergi, di dalam mobil dia menangis.
Dia merasa rumah tangganya sudah hancur, dia mengarahkan mobilnya ke villa dekat danau. Sampai di villa dia langsung berjalan ke arah danau. Dia duduk dan menangis.
Aku tidak bisa hidup tanpamu Jessica, aku sangat mencintaimu.”
“Kenapa bukan aku saja yang di tikam Adrian, kenapa harus Jessica? Sampai saat ini aku tidak tahu keadaanmu, aku juga tidak tahu kamu di rawat dimana.” Carlos menyeka air matanya, dia mengeluarkan handphone di saku celananya dan menelepon Mike dan terdengar suara Mike.
__ADS_1
“Hello Carlos, apa kabarmu?” Tanya Mike dari seberang telepon. Carlos tidak bisa bicara dia hanya menangis, mendengar Carlos menangis Mike menjadi khawatir
“Carlos ada apa, kenapa kamu menangis? Apa yang terjadi carlos? Katakan padaku!”
Carlos masih tidak bisa bicara dia masih menangis.
“Carlos kamu membuat aku khawatir, apa yang terjadi? Katakan padaku! Kamu dimana sekarang?” Suara Mike terdengar sangat khawatir
“Di danau.” Jawab Carlos sambil menangis dan menutup telepon.
Mike menjadi sangat khawatir, tidak pernah dia mendengar Carlos menangis seperti itu, Mike masuk ke mobil dan langsung meluncur ke villa. Sampai di villa dia langsung menuju ke danau
Dia melihat Carlos lagi duduk tertunduk di pinggir danau, dia mendekati Carlos dan memegang punggung Carlos
“Carlos apa yang terjadi?” Tanya Mike dengan pelan.
Carlos mengangkat kepalanya dan menatap Mike. Mike melihat wajah Carlos penuh dengan kesedihan. “Apa yang terjadi? Katakan padaku!”
Carlos mengusap air matanya. “Mike, Adrian menikam Jessica.” Mike terkejut.
“Apa? Adrian menikam Jessica? Kenapa dia menikam Jessica Carlos?”
Carlos menceritakan semuanya pada Mike.
“Aku tidak tahu mereka membawa Jessica di rumah sakit mana. Aku takut bertemu dengan Jessica Mike, tatapan matanya padaku penuh dengan kebencian.”
“Carlos aku akan mencari tahu dimana Jessica di rawat dan untuk adrian aku akan mengurusnya. kalau dia di penjarakan itu lebih bagus aku tidak repot repot untuk membunuhnya, anak buahku banyak yang di penjara. aku akan suruh mereka untuk menghabisinya.”
Carlos memeluk Mike dan menangis. “Mike aku tidak ingin berpisah dari Jessica, aku tidak bisa hidup tanpanya.”
“Carlos tenangkan dirimu. Selama masih ada aku, kalian berdua tidak akan berpisah. Ayo kita pulang!”
“Aku akan tidur disini mike.” Kata Carlos.
“Mike tolong jangan sampai orang tuaku tahu, apalagi anak anakku. Aku berbohong pada mereka, aku mengatakan kalau Jessica lagi di luar kota dan aku akan menyusul Jessica di luar kota.”
“Kamu tenang saja Carlos, aku tidak akan mengatakannya pada mereka. Kalau begitu aku pergi dulu dan ingat Carlos, jangan berbuat yang aneh aneh.” Kata Mike pada Carlos dan Carlos menganggukan kepala.
Mike meninggalkan Carlos dan pulang.
Di villa Mason membangunkan Jessica.
“Nyonya Jessica bangun.” Jessica membuka matanya dan menatap Mason. “Nyonya makan dulu terus minum obat!”
“Iya Mason, Terima kasih.” Ucap Jessica pada Mason dan perawat masuk lalu memberi makan Jessica dan memberi obat.
__ADS_1
Opsir Charlie masuk dan duduk dekat tempat tidur Jessica. Jessica menatap opsir Charlie.
“Opsir sudah malam anda belum pulang?”
“Iya Nyonya. Aku tidak akan pulang, aku akan berjaga disini.”
“Bagaimana dengan anak dan istrimu opsir Charlie? Kasihan mereka menunggumu.”
Opsir Charlie tertawa. “Tenang saja Nyonya aku belum menikah.”
“Oh begitu.” Jessica menatap Mason. “Mason kamu pulang saja! Dan besok kamu tidak usah kesini, besok kamu kekantor seperti biasa dan kalau ada yang bertanya katakan saja aku lagi di luar kota. Anggap saja kamu tidak mengetahui apa yang menimpahku!”
“Baik Nyonya, kalau begitu aku pamit dulu.” Mason menatap opsir Charlie. “Opsir aku titip Nyonya padamu!”
“Tenang saja Mason, Nyonya akan baik baik saja.”
“Baiklah kalau begitu, aku pamit dulu.” Mason meninggalkan villa dan pulang.
Sementara itu, Mike menyuruh anak buahnya untuk mencari dimana Jessica di rawat. Mike juga ikut mencari, mereka masuk di setiap rumah sakit dan bertanya tentang Jessica tapi jawabannya semua sama tidak ada nama Jessica yang dirawat di rumah sakit tersebut.
Mike masuk di Good Samaritan Hospital, Mike langsung menuju ruang informasi dan bertanya.
“Aku mencari pasien yang bernama Jessica, dia tertikam mungkin saja dia di rawat disini?” Kata Mike pada petugas.
“Maaf tuan memang tadi Nyonya Jessica di rawat disini, tapi setelah selesai operasi seseorang membawanya pergi.
Mike terkejut. “Siapa yang membawanya pergi?” Tanya Mike.
“Kami tidak tahu tuan, dia hanya meyelesaikan Administrasinya lalu pergi.”
“Baiklah kalau begitu, Terima kasih ya.”
Mike keluar dari rumah sakit dan masuk kedalam mobil. “Siapa yang telah membawa Jessica pergi? Aku harus mencarinya.” Kata Mike dalam hati.
Mike meninggalkan rumah sakit dan kembali kerumahnya.
Selamat Membaca
Jangan lupa like dan komen ya.
Terima kasih buat yang setia memberi like dan kome.
Salam
Author
__ADS_1