
Esok hari pernikahan Tania dan Reagen. Jessica dan Carlos sedang bersiap siap, mereka ingin menghadiri perkawinan Tania dan Reagen. Tania meminta Carlos agar mendampinginya.
Kairos juga sedang bersiap siap dia ingin menghadiri perkawinan Tania dan Reagen.
Kairos keluar dari kamarnya lalu menemui Jessica. Dia mengetuk pintu lalu terdengar suara Jessica dari dalam menyuruhnya masuk.
Kairos membuka pintu lalu dia masuk.
"Mama sudah mengatur pakaian Ezer?"
"Sudah sayang." Jawab Jessica sambil berjalan menghampiri Kairos.
"Kamu benar benar ingin hadir di pernikahan Tania?" Tanya Jessica sambil memegang pipi Kairos.
Kairos tersenyum kepada Jessica
"Iya mam, aku ingin hadir di pernikahan Tania."
"Kamu sudah merelakan Tania dengan Reagen?"
Kairos tertawa lalu dia memeluk Jessica.
"Mam aku sudah merelakan Tania menikah dengan Reagen. Aku tahu Reagen bisa membahagiakan Tania." Kata Kairos sambil tersenyum.
"Sayaaang... Mama senang mendengarnya." Kata Jessica lalu dia memeluk Kairos.
Carlos masuk ke dalam kamar bersama Ezer
"Kalian semua sudah selesai?" Tanya Carlos sambil menurunkan Ezer
"Iya sudah beb. Kairos kamu sudah selesai?"
"Iya mam, aku sudah selesai." Jawab Kairos.
"Kairos coba kamu lihat kalau Acel dan Cella sudah selesai." Kata Carlos kepada Kairos
"Baik pap.
Kairos keluar dari kamar dan pergi ke kamar Acel.
Sementara itu di kamar terjadi percakapan antara Carlos dan Jessica.
"Sayang, apakah Kairos benar benar ingin hadir di pernikahan Tania?"
"Iya, aku sudah bertanya padannya dan dia katakan, dia ingin hadir. Kairos mengatakan padaku kalau dia sudah merelakan Tania dan Reagen menikah."
"Bagus kalau begitu. Aku senang mendengarnya." Kata Carlos sambil memakai kaosnya.
"Aku juga awalnya tidak ingin Kairos hadir tapi mendengar Kairos berkata begitu, aku jadi tenang."
"Semoga saja dia bisa menemukan wanita yang lain dan melupakan Tania. Sebenarnya aku ingin dia mengurus perusahaanku si Spanyol agar dia bisa melupakan Tania."
"Biarkan saja dia disini membantu di perusahanmu." Kata Jessica sambil memggantikan pakaian kepada Ezer.
"Iya. Ayo kita pergi sekarang, Pilot dan Co Pilot sudah di landasan." Kata Kairos sambil mengeluarkan koper dari kamar.
Jessica memakaikan sepatu kepada Ezer lalu menurunkan Ezer dari tempat tidur. Jessica membiarkan Ezer berjalan sendiri di belakang Carlos.
Dia tersenyum melihat Ezer, Jessica berjalan mengikuti Ezer. Jessica memegang Ezer lalu keluar.
Di luar mereka semua sudah berkumpul.
"Ayo kita pergi sekarang." Kata kemudian dia masuk ke dalam mobil.
Kairos mendudukan Ezer kemudian dia masuk kedalam mobil. Kairos semobil degan Carlos dan Jessica
Acel Sheren dan Cella mereka di mobil lain. Mereka langsung menuju landasan. Tiba di landasan Mike sudah menunggu mereka.
Mereka masuk ke dalam pesawat lalu pesawat take off. Jessica membiarkan Ezer berlari lari di dalam pesawat.
Akhirnya mereka tiba di Venezuela, mereka menginap di salah satu hotel bintang lima.
Mendengar Ezer sudah di venezuela Tania meminta Reagen untuk mengantarnya ke hotel tempat Carlos menginap.
Reagen mengantar Tania bertemu dengan Ezer. Mereka berdua tiba di hotel lalu Tania menelepon Kairos.
Tidak lama kemudian terlihat mereka semua keluar dari lift. Ezer berlari memeluk Tania.
"Mommy.. " Panggil Ezer
Tania tersenyum lalu dia langsung menggendong Ezer.
"Mommy sangat rindu padamu sayang." Kata Tania sambil mencium kedua pipi Ezer.
Jessica tersenyum melihat Tania. Dia menghampiri Tania lalu memeluk dan mencium Tania.
Mereka semua duduk di lobby dan berbincang bincang.
"Paman Mike ini Reagen calon suamiku." Kata Tania memperkenalkan Reagen kepada Mike.
Mike tersenyum kepada Reagen, dia terus memperhatikan Reagen.
"Paman Mike, Reagen mirip dengan Paman Mike." Canda Acel lalu Mike tertawa
"Benarkah Acel? Aku mirip dengan Reagen?" Kata Mike.
"Iya Mike, coba kamu duduk dekar dengan Reagen." Kata Carlos sambil tersenyum.
Mike berdiri lalu dia duduk di samping Reagen
"Apakah terlihat mirip?" Canda Mike lalu mereka semua tertawa
"Paman Mike, benar kalian berdua mirip sekali." Sela Cella.
"Ehmm... Jangan jangan aku anaknya Tuan Mike." Canda Reagen lalu mereka tertawa lagi.
Mike melingkarkan tangan satunya di punggung Reagen
"Kalau seandainya itu benar, aku bahagia sekali memiliki anak yang sangat tampan." Canda Mike sambil menepuk punggung Reagen lalu Reagen tertawa.
Tania memperhatikan wajah Reagen dan Mike
"Iya mereka berdua mirip sekali, jangan jangan kekasih yang di maksud Nyonya Sonia itu paman Mike?" Kata Tania dalam hati.
Mereka bersenda gurau di lobby hotel.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Akhirnya tiba hari pernikahan Tania dan Reagen
Carlos dan Jessica sudah lebih dulu berada di rumah Reagen. Jessica membantu Tania di kamar.
"Kamu terlihat sangat cantik Tania." Kata Jessica sambil membantu orang bridal memakaikan gaun pengantin kepada Tania.
"Terima kasih mam." Ucap Tania lalu dia meneteskan air mata.
Jessica menyeka airmata Tania.
__ADS_1
"Sudah jangan menangis, nanti riasannya berantakan." Kata Jessica sambil tersenyum
"Maafkan aku mam, seandainya aku tidak hamil aku tidak akan menikah dengan Reagen. Aku sangat mencintai Kairos.
Jessica memeluk Tania
"Semua sudah terjadi, sekarang kamu harus jalani hidupmu bersama Reagen. Berusahalah untuk mencintai Reagen.
"Aku akan mencobanya mam." Kata Tania sambil menyeka air matanya.
Jessica tersenyum lalu dia merapikan riasan Tania. Lalu Carlos masuk.
"Kamu sudah siap Tania?" Tanya Carlos sambil berjalan menghampiri Tania.
"Iya pap, aku sudah siap."
Carlos tersenyum kepada Tania.
"Kamu sangat cantik." Kata Carlos.
"Terima kasih pap." Ucap Tania.
"Ayo sekarang kita keluar." Kata Carlos kemudian Tania menggandeng tangan Carlos.
Mereka berdua keluar dari kamar, Jessica membantu mengatur gaun Tania.
Carlos dan Tania berhenti
"Kamu sudah siap?" Tanya Carlos sambil menepuk nepuk tangan Tania yang berada di lengannya.
"Aku Nervous pap." Jawab Tania
Carlos tertawa
"Jangan Nervous, ayo kita kedepan." Kata Carlos kemudian mereka berdua berjalan perlahan lahan menuju ke depan.
Reagen tersenyum melihat Tania.
"Dia terlihat cantik sekali." Kata Reagen dalam hati.
Mike Kairos dan Acel tiba di kediaman Nyonya Sonia. Mereka bertiga langsung menuju ke tempat Tania dan Reagen di berkati.
Mereka bertiga langsung duduk di dekat sheren dan Cella.
Ezer melihat Kairos, dia langsung turun dari kursi dan berlari menghampiri Kairos.
Kairos mengangkat Ezer dan mendudukan Ezer di antara dia dan Mike.
"Anak papi sangat tampan." Bisik Kairos lalu Ezer tertawa.
Reagen menjemput Tania lalu Tania melepaskan tangannya dari lengan Carloa lalu dia menggandeng Reagen.
Reagen dan Tania berdiri di hadapan Pastor.
Misa pemberkatan di mulai. Reagen mengucapkan janji pernikahan lalu memakaikan cincin di jari manis Tania. Begitu juga dengan Tania, dia mengucapkan janji pernikahan dan memakaikan cincin di jari manis Reagen.
Selesai misa pemberkatan mereka menuju ke tempat resepsi.
Carlos berjalan bersama Jessica dan Mike menuju ke tempat resepsi.
Begitu juga dengan Kairos Acel Sheren dan Cella, mereka berjalan bersama menuju ke tempat resepsi.
Kairos membiarkan Ezer berjalan di depan mereka.
Mereka tiba di tempat resepsi. Ezer langsung menghampiri Tania di ikuti Kairos.
Ezer meminta Tania untuk menggendongnya tapi Kairos menahan Ezer.
Tania menatap Kairos lalu dia tersenyum.
Kairos membalas senyuman Tania lalu dia meninggalkan Tania.
Kairos duduk bersama Acel Sheren dan Cella
Sedangkan Carlos dia bersama Jessica dan Mike.
Mike memperhatikan Reagen dan Tania, lalu matanya tertuju kepada seorang wanita yang sedang berbincang dengan Reagen.
Bukankah itu sonia? Kenapa dia begitu dekat dengan Reagen?" Tanya Mike dalam hati.
Mike berdiri lalu dia duduk di samping Jessica kemudian dia berbisik kepada Jessica.
"Siapa wanita yang sedang berbincang dengan Reagen." Tanya Mike.
Jessica melihat ke arah wanita yang di maksudkan oleh Mike lalu dia tersenyum
"Oh.. Dia itu mommynya Reagen. Namanya Sonia." Kata Jessica
"Ternyata dia benar sonia." Kata Mike dalam hati.
Mike berdiri lalu dia memisahkan diri dari Carlos dan Jessica. Dia ingin mencari kesempatan untuk berbincang dengan Nyonya Sonia.
Mike berdiri agak tersembunyi lalu dia menunggu Nyonya Sonia.
Mike melihat Nyonya Sonia berjalan ke arahnya. Tepat di depan Mike, Mike langsung menarik tangan Nyonya sonia
Nyonya sonia terkejut melihat Mike.
"Mike? Kamu disini juga?" Tanya Nyonya Sonia
Mike menatap mata Nyonya Sonia
"Mengapa kamu meninggalkanku?" Tanya Mike kepada Nyonya Sonia.
"Mike aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, nanti saja kalau acara pernikahan ini sudah selesai, aku akan menjelaskan semuanya padamu.
Mike memeluk Nyonya Sonia dengan erat. Nyonya Sonia membalas pelukan Mike.
"Aku sangat merindukanmu." Bisik Nyonya sonia di Kuping Mike
"Kamu tahu, semenjak kamu meninggalkanku, aku tidak pernah dekat lagi dengan wanita lain. Aku masih berharap aku akan menemukanmu." Kata Mike sambil membelai rambut Nyonya Sonia.
Nyonya sonia melepaskan pelukan Mike.
"Kita bicara sebentar ya." Kata Nyonya Sonia sambil memegang pipi Mike.
"Iya, aku akan menunggu." Kata Mike kemudian dia mencium bibir Nyonya Sonia.
Nyonya Sonia menghentikan ciuman Mike.
"Aku harus kedepan, tamu tamu sudah berdatangan." Kata Nyonya Sonia lalu Mike menganggukan kepala.
Nyonya Sonia pergi menyambut Tamu, sedangkan Mike dia kembali duduk di dekat Carlos dan Jessica
"Kamu dari mana saja Mike?" Tanya Carlos dengan suara pelan.
'Ehmm.. Aku berkeliling di taman. Tamannya sangat indah." Kata Mike sambil tersenyum.
__ADS_1
"Oh.. " Gumam Carlos.
Akhirnya acara resepsi selesai. Mereka duduk duduk di taman dan berbincang.
Sedikit sedikit mata Mike memperhatikan Nyonya Sonia, dia tidak sabar lagi ingin mendengar penjelasan dari Nyonya sonia.
Tania memperhatikan Mike dan Nyonya Sonia saling pandang.
"Aku yakin Reagen anak paman Mike." Kata Tania dalam hati.
Akhrinya mereka berpamitan kepada Nyonya Sonia dan kembali ke hotel.
Sampai di hotel Mike menunggu Carlos Jessica dan anak anak masuk ke dalam hotel. Begitu mereka masuk Mike langsung kembali kerumah Nyonya sonia.
Tiba di rumah Nyonya Sonia Mike langsung mencari Nyonya Sonia. Mike melihat Nyonya Sonia berada di taman. Mike menghampiri Nyonya Sonia.
Nyonya Sonia menatap Mike kemudian dia berdiri.
"Ikut aku." Kata Nyonya Sonia kepada Mike.
Mike mengikuti Nyonya Sonia masuk ke dalam rumah. Nyonya sonia mengajak Mike ke ruang kerjanya.
Mereka masuk lalu Nyonya Sonia duduk di sofa. Mike duduk di samping Nyonya Sonia.
Mike memegang tangan Nyonya Sonia
"Katakan padaku, mengapa kamu meninggalkanku." Kata Mike sambil menatap Mata Nyonya Sonia.
Nyonya sonia menunduk kemudian dia menatap mata Mike.
"Maafkan aku, aku terpaksa meninggalkanmu karena aku tidak ingin orang tuaku membunuhmu.
"Tidak mungkin orang tuamu membunuhku, karena aku rekan bisnis orang tuamu."
"Mike, orang tuaku memang rekan bisnismu tapi mereka tidak menyukaimu. Mereka menginginkan aku menikah dengan anak rekan bisnisnya.
"Berarti orang tuamu munafik padaku. Di depanku mereka menyetujui hubungan aku dan kamu.
"Iya mereka melakukan itu supaya saat aku meninggalkanmu seolah olah itu adalah kemauanku sendiri. Seolah olah aku mengkhianati kamu.
"Apakah setelah meninggalkanku kamu menikah dengan laki laki lain?" Tanya Mike lagi.
"Tidak Mike, sampai saat ini aku tidak dekar dengan laki laki lain. Aku sangat mencintaimu.
Mike memegang pipi Nyonya Sonia.
"Lalu Reagen anak siapa?"
Nyonya sonia menatap Mike,
"Apakah kamu tidak melihat kemiripanmu dengan Reagen?"
"Jadi Reagen itu anakku?" Tanya Mike lalu Nyonya Sonia menganggukan Kepala.
"Iya Reagen anakmu. Saat aku meninggalkanmu aku tidak tahu kalau aku sedang hamil." Kata Nyonya sonia lalu dia memeluk Mike dengan erat.
Tanpa mereka tahu Reagen mendengar percakapan mereka berdua.
Reagen masuk lalu dia menatap Mike dan Nyonya Sonia.
"Bisa mommy jelaskan padaku semuanya?"
Mike dan Nyonya Sonia terkejut. Mereka berdua langsung berdiri
"Sayang, mommy akan jelaskan semuanya padamu. Ayo duduk disini. "Kata Nyonya Sonia sambil menarik Tangan Reagen kemudian mereka berdua duduk di sofa
Mike ikut duduk dan mendengarkan Nyonya Sonia menjelaskan semuanya kepada Reagen.
"Kenapa kamu tidak berusaha mencari mommy?" Tanya Reagen sambil menatap mata Mike
"Aku sudah berusaha memcarinya, aku sampai menyewa orang untuk mencari mommy kamu tapi mereka tidak berhasil. Akhirnya aku meninggalkan Ecuador dan kembali ke America.
"Setelah mommy meninggalkanmu, apakah kamu hidup bersama wanita lain?"
Mike menggelengkan kepalanya.
"Aku sangat mencintai mommy kamu, setelah dia meninggalkanku aku menjauh dari wanita. Aku selalu berharap aku akan bertemu dengannya lagi." Kata Mike kepada Reagen.
"Mommy juga seperti itu, dia menjauh dari laki laki. Dia membesarkan aku seorang diri."
"Maafkan aku." Kata Mike kepada Reagen
Reagen tersenyum lalu dia berdiri dan memeluk Mike
"Tidak perlu minta maaf, karena cinta sejati mommy sudah di temukan." Bisik Reagen lalu Mike tersenyum
"Terima kasih Reagen, aku sangat bahagia akhirnya aku bisa bertemu dengan cintaku lagi. Dan aku lebih berbahagia lagi karena ternyata aku memiliki anak dan anakku sangat tampan." Kata Mike lalu Reagen tertawa.
"Iya dan sebentar lagi kamu akan memiliki cucu." Sela Nyonya Sonia.
"Aku sangat bahagia, tinggalah bersamaku di America." Pinta Mike kepada Nyonya Sonia.
"Mike aku punya perusahan disini, kalau aku pindah ke America siapa yang akan mengurus perusahanku?"
"Mom, di perusahan mommy ada assistent, serahkan saja kepasa assisten mommy. Tinggal saja di America dekat denganku." Kata Reagen
"Apa yang di katakan Reagen itu benar. Tinggalah bersamaku di America supaya kamu bisa dekat dengan Reagen."
Nyonya Sonia tersenyuk lalu dia menganggukan kepala.
"Baiklah, aku akan ikut kalian ke America." Kata Nyonya Sonia
Mike terlihat sangat senang. Dia langsung memeluk Nyonya Sonia dan mencium bibir Nyonya Sonia.
Reagen tersenyum lalu dia meninggalkan Nyonya sonia dan Mike.
Mike dan Nyonya Sonia kembali duduk di sofa
"Aku pikir Reagen akan membenciku." Kata Mike sambil memegang tangan Nyonya Sonia
"Dia anak yang baik, dia tidak mungkin membemcimu."
Mike memegang pipi Nyonya Sonia kemudian dia mencium bibir Nyonya Sonia.
Mereka berdua saling berciuman, lalu Mike memeluk Nyonya Sonia dengan erat.
"Aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu lagi." Kata Mike.
"Aku juga bahagia." Kata Nyonya Sonia sambil melepaskan pelukan Mike. "Tidurlah disini malam ini." Pinta Nyonya Sonia.
"Aku mau, asalkan aku tidur bersamamu." Canda Mike lalu nyonya sonia tertawa.
"Tentu saja kamu akan tidur denganku." Kata Nyonya Sonia sambil tersenyum.
"Baiklah, aku akan tidur disini. Aku ingin memelukmu."
Nyonya Sonia tertawa lalu mengajak Mike pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Mereka berdua masuk ke dalam kamar lalu Mike melepaskan kemejanya kemudian dia berbaring di tempat tidur.
Selamat membaca