SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 43


__ADS_3

Tania memperhatikan Kairos dan Angel yang sedang duduk di teras dari balik kaca jendela kamarnya. Dia melihat sedikit sedikit Kairos mencium perut Angel dan mengelus perut Angel. Dadanya terasa sesak saat melihat Kairos mengecup kening Angel dan Angel menyandarkan kepalanya di dada Kairos.


Tania berbaring di tempat tidur lalu dia memejamkan matanya, air mata keluar dari sudut matanya.


“Ingin sekali aku kembali ke America, mengapa juga aku ikut dengannya kesini? Kalau seandainya aku ada di America, aku tidak akan menyaksikan semua ini.” Kata Tania dalam hati, dia hanya bisa menangis.


Pintu kamar terbuka, Tania melihat Kairos yang masuk. Dia memutar tubuhnya, dia tidak ingin melihat Kairos.


Kairos berjalan menghampiri Tania, dia melepaskan kaosnya lalu dia berbaring di samping Tania. Kairos memeluk Tania dari belakang.


“Maafkan aku.” Bisik Kairos di kuping Tania


Air mata Tania keluar dari sudut matanya.


“Percaya padaku, aku hanya mencintaimu.” Bisik Kairos lagi tapi Tania hanya diam. “Bicaralah padaku, sudah beberapa hari kami diam terus kepadaku.”


“Aku ingin kembali ke America.” Kata Tania sambil menghapus airmatanya.


“Mengapa?” Tanya Kairos sambil berusaha membalikkan badan Tania tapi Tania menolak tangan Kairos.


“Aku tidak tahan lagi tinggal disini.”


“Sayang bersabarlah, tinggal beberapa minggu lagi Angel akan melahirkan.”


“Ya beberapa minggu lagi, tapi buatku itu terlalu lama. Itu bagaikan bertahu tahun bagiku. Aku sangat tersiksa di sini, melihat orang yang aku cintai bermesraan dengan wanita lain.” Kata Tania sambil menangis.


Kairos bangun lalu dia duduk di sisi tempat tidur.


“Baiklah, aku akan membelikan tiket untukmu. Kapan kamu akan kembali ke America?”


“Itu lebih bagus, agar kamu lebih bebas bermesraan dengan Angel. Bahkan mungkin kamu bisa melakukan hubungan sex dengannya. Kalau bisa besok lusa aku sudah tinggalkan tempat ini.” Kata Tania lalu dia berdiri dan berjalan ke kamar mandi


Kairos berdiri lalu memeluk Tania dari belakang.


“Mengapa kamu bisa bicara seperti itu?”


Tania berusaha melepaskan tangan Kairos


“Aku bicara seperti itu karena sudah ada buktinya.”


Kairos memutar tubuh Tania dengan kasar. Dan memegang lengan Tania.


“Aku sudah katakan padamu, aku melakukan itu tanpa sadar. Aku dalam keadaan mabuk.”


“Ya itu alasan kamu, kalau kamu benar benar dalam keadaan mabuk dan sudah tidak sadar, bagaimana bisa milikmu bisa keras sedangkan kamu sudah tidak sadar? Coba kamu pikirkan. Sekarang aku buat kamu mabuk sampai kamu tidak sadar, dan aku akan melihat apakah kamu bisa melakukan hubungan sex denganku atau tidak.”


Kairos menatap mata Tania


“Jadi kamu pikir aku melakukan hubungan sex dengan Angel dalam keadaan sadar? Mengapa kamu tidak percaya padaku?”


“Karena aku bisa merasakan kalau kamu juga menyukai Angel. Belikan aku tiket, aku ingin besok lusa kembali ke America.” Kata Tania sambil melepaskan tangan Kairos dari lengannya, dia menghapus airmatanya.


“Baiklah, aku akan membelikan tiket untukmu.”


“Itu bagus, setidaknya aku tidak akan pernah melihat kemeseraan kemesraanmu dengan Angel.” Kata Tania lalu dia masuk ke dalam kamar. Dia menyalakan shower dan menangis, dia membiarkan air membasahi tubuhnya yang masih terlapisi dengan pakaian. Tania duduk di lantai kamar mandi, dia melingkarkan tanganya di ke dua lututnya dan menundukan kepala di lututnya. Dia terus menangis di kamar mandi.


Kairos duduk di kursi dan memikirkan Tania


“Aku tidak akan membiarkan dia kembali ke America, dia harus menunggu sampai Angel melahirkan.” Kata Kairos dalam hati. Kairos menunggu Tania keluar dari kamar mandi tapi Tania tidak keluar keluar juga. “Kenapa dia lama sekali di kamar mandi? Apa yang dia lakukan di dalam?” Tanya Kairos kemudian dia berdiri dan berjalan ke kamar mandi. Kairos membuka pintu kamar dan dia melihat Tania sedang duduk di lantai kamar mandi


Kairos langsung menghampiri Tania, dia mematikan shower dan memeluk Tania, dia memeluk Tania dengan Erat. Tania menangis di pelukan Kairos


“Sayang maafkan aku.” Kata Kairos sambil memeluk Tania


“Aku ingin kembali ke America, aku sakit disini.” Kata Tania sambil menangis.


“Sayang.. please temani aku disini. Aku ingin kamu bersamaku disini. Aku janji padamu selesai Angel melahirkan kita kembali ke America.

__ADS_1


Tania menggelengkan kepala.


“Aku ingin kembali Kairos, aku tidak tahan disini. Aku sakit.. sakit sekali.”


“Please.. aku janji, aku akan selalu bersamamu. Aku tidak akan mengikuti lagi permintaan Angel. Tolong jangan pergi, aku tidak bisa jauh darimu.” Kata Kairos sambil memeluk Erat tubuh Tania. Kairos mengangkat Tania dan menggendong Tania keluar dari kamar mandi.


Kairos membaringkan Tania di sofa lalu dia melepaskan pakaian Tania dan menganbil handuk. Kairos mengeringkan badan Tania. Lalu memakaikan kimono kepada Tania. Kemudia dia mengangkat Tania dan memindahkan Tania di tempat Tidur.


Kairos berbaring di samping Tania lalu dia memeluk Tania.


“Please maafkan aku.” Kata Kairos lalu Tania melingkarkan tangannya di pinggang Kairos.


Kairos melihar jam di dinding kamar sudah menunjukan pukul 7 malam.


“Sayang ganti pakaianmu, kita makan di luar.” Kata Kairos sambil membelai wajah Tania.


Tania menganggukan kepala kemudan dia melepaskan pelukan Kairos, Tania turun dari tempat tidur lalu mengganti pakaiannya. Kairos memperhatikan Tubuh Tania yang dalam keadaan telanjang. Dia berdiri lalu memeluk Tania dari belakang dan mengecup leher Tania.


“Kamu mau memaafkan akukan?” Bisik Kairos dan Tania menganggukan kepala. “Terima kasih sayang.”


Kairos melepaskan pelukannya dan duduk di kursi sambil memperhatikan Tania yang sedang memakai bra dan cd.


Tania menatap Kairos.


“Aku sudah selesai honey.” Kata Tania.


“Iya sayang, ayo kita pergi.” Kata Kairos sambil menghampiri Tania lalu dia mengecup bibir Tania. “Aku sangat mencintaimu.” Kata Kairos kemudian dia memeluk Tania. Dia merasa bersalah sudah membuat Tania menangis.


“Aku juga mencintaimu.” Balas Tania sambil berbisik.


Kairos dan Tania Keluar dari kamar, mereka berdua berpapasan dengan Angel.


“Kalian mau kemana?” Tanya Angel sambil memperhatikan Kairos dan Tania


“Aku dan Tania akan makan malam di luar.” Jawab Kairos sambil memegang tangan Tania.


“Iya, kamu makan saja bersama oma dan tante titin.” Jawab Kairos sambil menarik tangan Tania meninggalkan Angel.


Mereka berdua masuk kedalam mobil lalu Kairos langsung menjalankan mobilnya keluar dari garasi. Kairos menatap Tania lalu tersenyum, dia membelai rambut Tania dan menyandarkan kepala Tania di pundaknya. Tania menyandarkan kepalanya di pundak Kairos dan memegang tangan Kairos.


Kairos masuk ke dalam Kawasan Mega Mas, dia memarkirkan mobilnya di salah satu restoran seafood. Mereka berdua turun dan masuk kedalam restoran, Kairos dan Tania langsung memilih menu.


Kairos memegang kepiting yang masih hidup.


“Sayang kamu mau makan kepiting?” Tanya Kairos sambil memilih milih kepiting.


“Umm.. honey aku mau lobster.” Kata Tania


“Baiklah sayang.” Kairos memanggil pelayan dan memberikan kepiting dan lobster kepada pelayan kemudian mereka berdua duduk.


Kairos memegang tangan Tania.


“Kamu akan tetap disini bersamakukan?” Tanya Kairos lalu Tania menganggukan kepala.


“Iya, aku akan tetap disini.” Jawab Tania


Kairos tersenyum kemudian dia mengecup kening Tania


“Terima kasih sayang.” Ucap Kairos.


Torrance


Pagi Sheren sudah datang di kediaman Jessica.


“Selamat pagi Nyonya.” Sapa Sheren kepada Jessica


Jessica tersenyum lalu menyambut Sheren

__ADS_1


“Selamat pagi Sheren.” Balas Jessica sambil mencium kedua pipi Sheren


“Nyonya, apakah Acel sudah bangun?”


“Iya, Acel sudah bangun, tapi sebentar ya Acel lagi mandi bersama papanya.” Kata Jessica sambil tersenyum


“Ohh.. baiklah aku tunggu di sini saja Nyonya.” Kata Sheren lalu dia duduk di sofa.


“Oh ya Sheren nanti kamu temani Acel sarapan ya.”


“Iya Nyonya.” Jawab Sheren.


Jessica meninggalkan Sheren kemudian dia naik ke atas dan masuk ke dalam kamar.


Carlos dan Acel mandi bersama, Carlos selalu memandikan Acel. Selesai mandi Carlos memakaikan pakaian kepada Acel kemudian dia memegang Acel dan mendudukan Acel di kursi roda.


Mereka bedua keluar dari kamar mandi.


"Ahh.. Kamu sudah terllihat tampan sekarang." Kata Carlos sambil mengecup kening Acel lalu Acel tersenyum.


"Terima kasih pap." Ucap Acel. "Ayo kita sarapan."


Acel dan Kairos keluar dari kamar, lalu dia melihat Sheren. Lalu dia tersenyum.


"Selamat pagi Sheren." Ucap Acel


Sheren berdiri lalu dia menyapa Carlos dan Acel.


"Selamat pagi Tuan, selamat pagi Acel."


"Selamat pagi Sheren." Balas Carlos sambil tersenyum. "Baiklah, aku tinggalkan kalian berdua ya." Kata Carlos kemudian dia naik ke atas dan masuk ke dalam kamar.


Dia melihat Jessica lagi di depan cermin. Carlos menghampiri Jessica lalu dia membungkukkan badannya dan melingkarkan tangannya di leher Jessica.


"Kamu akan ke kantor sayang?" Tanya Carlos sambil memperhatikan Jessica lewat cermin


"Iya beb, aku akan ke kantor. Bagaimana dengan Acel?"


"Dia lagi bersama Sheren, sayang nanti aku akan menemui Mike. Aku ingin melihat keadaannya." Kata Carlos sambil melepaskan pelukannya.


"Aku sudah siapkan kemejamu di tempat tidur." Kata Jessica sambil berdiri kemudian mengganti pakaiannya.


Carlos memakai kemeja dan celananya kemudian Jessica membantu merapikan kemeja Carlos.


"Apakah ada kabar dari Tania dan Kairos." Tanya Carlos sambil menggulung lengan kemejanya.


"Iya semalam Tania meneleponku, dia menanyakan Ezer." Jawab Jessica


"Kasihan Ezer jauh dari mereka berdua."


"Bulan depan mereka sudah kembali."Kata Jessica sambil merapikan kerak kemeja Carlos.


"Baiklah kalau begitu, aku pergi sekarang." Kata Carlos kemudian dia mengecup kening Jessica.


Jessica mengambil tasnya kemudian dia keluar dari kamar. Jessica menemui Acel dan Sheren.


"Sayang mama pergi dulu ya." Kata Jessica, kemudian dia memeluk dan mencium Acel.


"Iya mam, hati hati ya." Kata Acel kemudian dia memeluk Jessica dan mencium kedua pipi Jessica.


"Sheren, aku pergi dulu ya." Pamit Jessica kepada Sheren kemudian dia mencium kedua pipi Sheren


"Hati hati Nyonya." Kata Sheren sambil tersenyum.


"Terima kasih Sheren."


Jessica meninggalkan Acel dan Sheren.

__ADS_1


Sheren mendorong kursi roda kemudian mereka pergi ke ruang makan. Sheren mengambilkan makanan untuk Acel. Kemudian dia menyuapi Acel.


__ADS_2