
Seperti biasa setiap hari aku ke sekolah dan Marco selalu mengantar dan jemput aku. Hari ini selesai sekolah aku mengajak Marco pergi ke kantor Carlos dan Marco mengantarku. Sampai di kantor aku meminta Marco untuk mengantarku ke ruangan Federico dan Marco mengantarku sampai di depan ruangan Federico. Aku mengetuk pintu dan terdengar suara Federico menyuruh masuk. Aku membuka pintu dan Federico terkejut melihatku.
“Sayang kamu sudah pulang sekolah?” Tanya Federico sambil berdiri dan menyambutku. Federico memelukku dan mencium keningku.
“Iya dadd sudah pulang, apa aku menganggumu?”
“Ahh… Tidak sayang kamu tidak mengangguku, ayo duduk.”
“Umm.. Tidak usah dadd, aku kesini hanya ingin bertemu dengan Carlos.” Kataku pada Federico. “Oh ya dadd ruangan Carlos di mana?” Federico mengajakku keluar dan menunjuk ruangan Carlos. “Ok terima kasih dadd.” Kataku pada Federico dan Federico menganggukan kepala. Aku meninggalkan Federico dan menuju ke ruangan Carlos.
Aku membuka pintu dan Carlos terkejut melihatku. Di dalam ada seorang wanita, wanita itu duduk dekat Carlos. Aku menatap Carlos dan Carlos berdiri dan memelukku, Carlos melepaskan pelukannya dan kembali duduk tapi duduknya sudah berjauhan. Dan aku berjalan menuju meja kerja Carlos dan duduk, aku memperhatikan mereka berdua dan tidak lama kemudian perempuan itu meninggalkan ruangan.
“Siapa dia, kekasih barumu?”
“Sayang kamu bicara apa, dia asiten rekan bisnis daddy.” Kata Carlos padaku.
“Kenapa harus duduk berdekatan begitu, setelah aku datang kamu malah duduk jauh darinya kenapa?”
“Sayang kamu jangan berpikiran seperti itu, aku tidak mungkin mengkhianatimu. Memang tadi dia duduk dekatku tapi kami tidak melakukan apa apa sayang.
“Iya belum melakukan apa apa, karena aku sudah datang.” Kataku pada Carlos. “Coba kalau aku tidak datang pasti sudah terjadi sesuatu.
“Kenapa kamu bicara seperti itu, kamu tidak percaya padaku.” Kata Carlos padaku
Aku berdiri dan berjalan keluar, Carlos menahan tanganku, “Kamu mau kemana?”
“Aku mau pulang. “Kataku pada Carlos sambil melepaskan tanganku dari Carlos dan berjalan keluar. Carlos mengejarku. “Sayang aku akan mengantarmu pulang.”
“Tidak usah, aku akan pulang bersama Marco. Aku langsung menuju ke mobil dan memintah Marco untuk mengantarku pulang, aku melihat Carlos naik ke mobilnya dan mengikuti aku.
Sampai di rumah aku langsung masuk ke kamar Kairos dan menggendong Kairos, aku membawa Kairos ke kamarku. Aku duduk di teras kamar dan bermain dengannya. Dan Carlos datang dia menatapku tapi aku cuekin dia, aku bermain terus dengan Kairos. Carlos mendekat padaku dan duduk disampingku.
“Sayang kamu jangan seperti itu.”
“Sssssttts… Berisik.” Kataku pada Carlos.
“Sayang tolong..” Aku melotot pada Carlos dan akhirnya dia diam. Aku tidak ingin berdebat di depan Kairos, walau dia masih kecil tapi dia bisa mengerti.
“Aku mengajak Kairos naik ke tempat tidur dan kami bermain di tempat tidur, aku membiarkan Carlos di teras. Akhirnya Kairos tertidur, aku berbaring di samping Kairos dan memeluk Kairos dan aku juga tertidur.
Author POV
Carlos memandang Jessica yang sedang tidur. “Kenapa kamu tidak percaya padaku, sudah sering aku katakan padamu aku tidak akan pernah mengkhianatimu, aku sangat mencintaimu. Tapi kamu tidak percaya padaku.” Kata Carlos dalam hati. Carlos mengangkat Kairos dan memindahkan Kairos di kamarnya. Carlos menutup pintu kamar Kairos dan kembali ke kamarnya dan berbaring di samping Jessica, dia memeluk Jessica dan mengecup kening Jessica.
Jessica POV
Pagi pagi aku bangun dan melihat Carlos masih tertidur, aku masih belum bicara padanya. Aku bersiap siap ke sekolah, hari ini aku akan presentasi di sekolah. Presentasi ini menentukan aku lulus atau tidak. aku merangkum presentasiku dari setiap mata pelajaran, aku ke kamar Kairos dia sudah bangun dan bermain sendiri di box. Dia melihatku dan meminta aku menggendongnya, aku mengangkatnya dan membiarkan dia berjalan. Aku memegangnya dan turun ke bawah.
Liliana dan Federico melihat aku dan Kairos, Federico ingin menggendong Kairos tapi dia tidak mau. Dia hanya mau di gendong olehku, aku menggendong kairos dan Liliana mencoba untuk mengambil Kairos tapi dia tidak mau juga. Aku sudah harus berangkat ke sekolah tapi Kairos tidak mau melepaskan pelukannya padaku.
Liliana pergi membangunkan Carlos dan Carlos turun untuk mengambil Kairos tapi Kairos tidak mau juga. “Mom aku sudah terlambat, presentasiku ini menentukan aku bisa lulus atau tidak. Aku harus ke sekolah.” Carlos mengambil Kairos dan dia menangis minta aku gendong.
“Sayang sudah pergi saja nanti juga kairos akan diam.” Kata Carlos padaku.
Aku pergi keluar dan masih terdengar Kairos menangis memanggilku, baru sekarang Kairos seperti itu. Aku masuk ke mobil dan Marco langsung mengantarku ke sekolah. Tiba di sekolah aku langsung berlari masuk kedalam sekolah. Aku masuk kekelas, untung tidak terlambat
Bel berbunyi dan kami berkumpul, kami berjalan keruangan tempat kami akan melakukan presentasi satu persatu di depan. Aku duduk dan menunggu giliranku dan akhirnya tiba giliranku, aku maju ke depan dan memulai menyampaikan presentasiku. Setelah selesai aku berjalan kembali ke tempat duduk dan terdengar dua kali suara tembakan, aku merasakan sesuatu di tubuhku. Dan aku tersungkur di lantai.
Author POV
Jessica tersungkur di lantai darah mengalir dari tubuhnya, perlahan lahan matanya tertutup. Semua siswa langsung berhamburan keluar ruangan, pihak sekolah langsung menelpon ambulance dan ambulance datang, Jessica di angkat dan di masukkan ke ambulance dan langsung di larikan ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit Jessica langsung ditangani dokter. Jessica suda tidak sadarkan diri.
Sementara di kediaman Federico Kairos menangis lagi dan Carlos membujuk Kairos bermain di halaman belakang dan Garry masuk menemui Federico.
“Tuan ada polisi di depan.” Kata Garry pada Federico
“Polisi, ada apa polisi kesini?” Tanya Federico, dia berjalan kedepan dan menemui polisi tersebut
__ADS_1
“Selamat pagi tuan.” Sapa opsir pada Federico.
“Ya selamat pagi, ada yang bisa aku bantu?”
“Begini tuan kami ingin mengabarkan kalau putri tuan bernama Jessica sedang berada di rumah sakit.” Kata opsir pada Federico dan Federico terkejut mendengar Jessica berada di rumah sakit.
“Apa yang terjadi opsir, kenapa dia rumah sakit apa yang terjadi?” Tanya Federico penuh khawatir.
“Tuan, putri anda tertembak tadi di sekolah dan sampai saat ini dia belum sadarkan diri.” Jelas opsir pada Federico
“Apa tertembak?” Federico langsung berteriak memanggil Carlos dan Liliana.
Carlos mendengar teriakan Federico dia langsung menggendong Kairos dan masuk ke dalam rumah. Liliana juga berlari menghampiri Federico.
“Dadd ada apa kenapa daddy berteriak, apa yang terjadi?” Tanya Carlos dengan khawatir.
“Sayang ambil Kairos aku dan Carlos akan kerumah sakit, sekarang!” kata Federico pada Liliana.
Liliana menatap heran pada Federico. “Apa yang terjadi siapa yang di rumah sakit?” Tanya Liliana penuh khawatir sambil mengambil Kairos dari tangan Carlos.
“Dad siapa yang dirumah sakit?”
“Carlos Jessica di rumah sakit, kita harus pergi sekarang.”
“Apa yang terjadi dengan Jessica Federico.” Tanya Liliana penuh khawatir, dan Kairos mulai menangis lagi.
“Apa yang terjadi dadd?” Carlos menjadi khawatir. “Apa yang terjadi pada Jessica, kenapa ada polisi disini dadd?” Tanya Carlos lagi, dia kembali terbayang Dario adiknya, dan dia menjadi takut
“Carlos tenang kita ke rumah sakit sekarang ayo!”
“Sayang jaga Kairos aku dan Carlos akan kerumah sakit, Jessica di rumah sakit sekarang. Nanti aku akan mengabarkan padamu.” Kata Federico pada liliana dan dia mengajak Carlos kerumah sakit.
Carlos dan Federico pergi ke rumah sakit. Garry dan Rick mengikuti Carlos dan Federico.
Sampai di rumah sakit Carlos langsung mencari Jessica tapi dokter tidak mengisinkan mereka masuk
“Dari kalian siapa yang memiliki golongan darah AB?” Tanya Dokter, “pasien membutuhkannya.” Kata dokter lagi.
Federico dan Carlos saling pandang,
“Dad golongan darahku bukan AB.” Kata Carlos
“Daddy juga bukan golongan darah AB mommy juga.”
Carlos memanggil Rick dan Garry dan menanyakan golongan darah mereka tapi golongan darah mereka bukan AB juga
“ Garry Rick tolong cari siapa yang bergolongan darah AB Jessica sangat membutuhkannya. Tolong carikan.” Kata Carlos penuh khawatir. Rick langsung menghubungi semua anak buah mereka, dan Carlos duduk di kursi dia menunduk dan memegang kepalanya. Dan tiba tiba seorang pria menghampiri Carlos
“Anda mencari golongan darah AB?” Tanya pria itu pada Carlos. Carlos mengangkat kepalanya dan menatap pria itu.
“Iya aku mencari golongan darah AB.” Kata Carlos. “Bagaimana anda tahu.
“Kebetulan aku baru selesai berkunjung temanku yang lagi sakit dan tanpa sengaja aku mendengar percakapan kalian. Oh ya golongan darahku AB aku akan membantu anda.” Kata pria itu pada Carlos. Carlos menatap orang itu dan langsung memeluknya.
“Terima kasih tuan.” Kata Carlos pada pria itu.
“Panggil saja aku Jeremmy.” Kata Tuan Jeremmy pada Carlos.
“Baik Tuan Jeremmy terima kasih.”
Tuan Jeremmy mengajak Carlos menemui dokter, mereka berdua masuk dan Federico menghampiri mereka.
“Bagaimana Carlos kamu sudah mendapatkannya?” Tanya Federico pada Carlos.
“Iya dadd, Ini tuan Jeremmy dia mau mendonorkan darahnya untuk Jessica.” Kata Carlos. Federico sangat senang dan berterima kasih pada tuan Jeremmy.
Dokter membawa tuan Jeremmy dan menyuruh petugas untuk mengambil darah tuan Jeremmy.
__ADS_1
Carlos dan Federico merasa lega karena ada yang mau mendonorkan darahnya untuk Jessica, apalagi golongan darah Jessica itu sangat jarang.
Selesai darahnya di ambil tuan Jeremmy menemui Carlos dan Federico, Carlos sangat berterima kasih pada tuan Jeremmy.
“Terima kasih tuan anda sudah menyelamatkan nyawa istri saya.”
“Sama sama, aku pamit dulu.” Kata Tuan Jeremmy. “Semoga istri anda cepat sembuh.”
“Terima kasih Tuan.” Mereka bersalaman dan Tuan Jeremmy meninggalkan rumah sakit. Carlos memeluk Federico. “Dadd beruntung masih ada orang yang ingin mendonorkan darahnya. Padahal dia tidak mengenal kita.”
“Iya Nak Tuhan masih sayang Jessica.” Kata Federico.
Dokter selesai melakukan operasi pada Jessica, mereka berhasil mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuh Jessica, satu peluru bersarang dekat paru paru Jessica dan satu peluru lagi di atas dada sebelah kanan. Malamnya Jessica di pindahkan keruangan perawatan, Federico dan Carlos belum di ijinkan untuk masuk, Carlos dan Federico hanya bisa melihat Jessica dari kaca. Jessica di bantu dengan alat pernapasan dan belum sadarkan diri.
Carlos menangis melihat keadaan Jessica, Federico memeluk Carlos.
“Siapa yang menembaknya dadd, apa salah Jessica sampai dia di tembak?”
“Carlos polisi masih menyelidikinya, serahkan semuanya pada polisi” Kata Federico pada Carlos. Federico menjadi khawatir pada Carlos, dia tidak ingin Carlos membunuh lagi.
Carlos duduk di kursi dan menangis. “Siapa yang berani menembakmu Jessica.” Kata Carlos dalam hati. “Berani sekali mereka menembak orang yang aku cintai.” Kata Carlos dalam hati.
Carlos berdiri dan berjalan keluar, Federico melihat Carlos dan mengikuti Carlos. dia tidak ingin Carlos berbuat hal buruk. “Carlos kamu mau kemana?” Tanya Federico
“Aku hanya ingin kedepan dadd aku tidak bisa melihat Jesscia dengan keadaan seperti itu dadd.” Kata Carlos dengan wajah yang sedih. Federico membiarkan Carlos berjalan kedepan dan menyuruh Rick menemani Carlos dan Federico kembali keruang perawatan Jessica.
Rick berjalan menyusul Carlos.
Sampai di depan rumah sakit Carlos duduk dan Rick menghampiri Carlos.
“Tuan, anda baik baik saja?” Tanya Rick.
“Rick kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan bukan?” Kata Carlos pada Rick.
Rick duduk di samping Carlos. “Aku sudah tau tuan. Aku akan perintahkan Albert untuk mengerahkan orang orangnya. Di sekolah pasti ada cctv, orang orang Albert ahli dalam hal itu. Serahkan semua pada albert, aku akan menghubungi albert.
“Baik Rick jangan sampai orang tuaku tahu.” Kata Carlos pada Rick.
Rick menghubungi Albert dan Carlos masuk ke dalam. Menuju keruangan Jessica, dia hanya bisa melihat Jessica dari kaca. “Ada yang ingin main main denganku.” Kata Carlos dalam hati sambil memperhatikan Jessica dari kaca.
Dokter datang dan masuk kedalam ruangan dan memeriksa Jessica, Federico dan Carlos memperhatikan dari kaca dokter memeriksa Jessica. Tidak lama kemudian dokter keluar dan bebincang bincang dengan Federico dan Carlos. Dokter mengisinkan Carlos untuk masuk.
Petugas memberikan pakaian pada Carlos dan masker, kemudian Carlos masuk dan duduk di samping tempat tidur.
Carlos memegang tangan Jessica dan menangis. “Sayang bangun, kairos menunggumu di rumah, dia menangis terus memanggil kamu. Bangunlah sayang.” Carlos menempelkan tangan Jessica di pipinya dan menciumnya. Kemudian Carlos membelai wajah jessica. “Sayang kamu tahu aku tidak bisa tanpamu, bangun sayang aku sangat mencintaimu.” Kata Carlos sambil menangis, Carlos berdiri dan keluar dari ruangan, dan menghampiri Federico.
“Dadd pulanglah kasihan mommy sendiri di rumah, dia pasti khawatir. Aku akan disini terus menjaga Jessica.” Kata Carlos pada Federico.
“Baiklah Carlos, daddy pulang. Kabari kami terus ya nak.” Kata Federico.
Federico meninggalkan Carlos di rumah sakit dan pulang ke rumah
Sementara di rumah Liliana sangat khawatir dia terus memikirkan Jessica. “Apa yang terjadi padamu sayang.” Tanya Liliana dalam hati dan federico datang. Liliana langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Federico. “Sayang bagaimana Jessica.” Kata Liliana sambil mengusap air matanya.
Federico menarik nafas panjang. “Ahh… Sayang dia tertembak dan sampai saat ini belum siuman.” Kata Federico dengan wajah yang sedih, Liliana memeluk Federico. “ Siapa yang tega menembak Jessica, sungguh tega sekali orang itu.” Kata Liliana lagi. Federico memeluk Liliana yang lagi menangis.
“Polisi lagi menyelidikinya sayang.” Kata Federico. “Dimana Kairos?”
“Dia lagi di kamarnya sedang tidur.” Kata Liliana pada Federico. Federico melepaskan pelukannya dan pergi ke kamar Kairos, dia melihat Kairos tertidur pulas.
Di rumah sakit Carlos memegang terus tangan Jessica dia berharap Jessica cepat sadar. Carlos menundukkan kepalanya disamping tempat tidur dekat tangan Jessica.
Jangan Bosan membacanya ya
Terima kasih yang masih setia memberi like dan komen
Salam
__ADS_1