
Cella terbangun lalu dia melihat kekasihnya masih tertidur pulas dengan tangan di atas perutnya, dia melepaskan tangan Logan dari perutnya kemudian turun perlahan-lahan dari tempat tidur.
Cella pergi ke kamar mandi, kini dia tidak merasakan lagi sakit di tubuhnya juga di organ intimnya. Dia membasuh wajahnya kemudian keluar kembali dan duduk di sisi di tempat tidur menatap sang kekasih yang masih tertidur pulas.
Dia mengecup kening pria itu kemudian Cella berdiri kembali dan pergi ke dapur, dia membuat sarapan untuk dirinya dan Logan. Sementara membuat sarapan tiba-tiba dia merasakan tangan melingkar di perutnya. Cella tersenyum dan memutar tubuhnya kemudian mencubit pipi pria itu.
“Kamu sudah bangun ya,” ujar Cella dengan melingkarkan tangannya di punggung sang kekasih.
“Iya, kamu cepat sekali bangun.” Logan mengatur rambut Cella ke belakang telinga dan mencium pipi yang tidak terlalu tebal itu.
“Um, iya. Kamu tidur sangat pulas. Oh ya, kamu mau sarapan apa?” Cella melepaskan tangannya dari punggung Logan kemudian memutar tubuhnya dan mengambil gelas. Logan memeluk Cella dari belakang dan meremas dada yang tidak terlalu besar itu.
“Apakah milikmu masih sakit?” tanya Logan sambil menyandarkan dagunya di punggung gadis itu.
Cella kembali memutar tubuhnya dan menatap mata Logan, dia melengkungkan bibirnya dan mengangkat kedua kening lalu menjawab pertanyaan Logan.
“Em … tidak, kenapa?” Logan tersenyum dan memegang pipi gadis itu. Ini kesempatan untuk melakukannya, dari semalam pria itu menahan karena inti sang kekasih belum bisa di terobos.
“Aku lagi ingin,” jawab Logan dengan mengedipkan sebelah matanya lalu gadis itu tertawa dan mendorong pipi Logan dengan pelan.
“Baiklah, ayo kita ke kamar,” ajak Cella kemudian mereka berdua masuk ke kamar.
Cella melepaskan pakaiannya satu persatu di depan mata pria itu. Kini hanya dua lembar yang membalut tubuhnya, Cella menghampiri Logan dan melepaskan kaos yang di kenakan pria itu juga Celana pendek, kini hanya tertinggal underwear boxer yang melekat menutupi milik Logan.
Logan menatap kedua bukit yang tidak terlalu besar yang masih terbungkus dengan bra, kemudian dia meremasnya dengan lembut sambil tatapannya tidak lepas dari pemandangan indah tubuh gadis itu.
Tangannya menjalar ke belakang dan melepaskan kaitan bra yang melingkar di tubuh mungil itu lalu dia melempar bra itu di lantai kemudian Logan menggendong gadis itu bagaikan pengantin dan membaringkannya di ranjang.
Mereka berdua melakukan hubungan itu lagi, terdengar desahaan-desahaan dari mulut Cella dan Logan. Pasangan kekasih itu saling mengganti posisi dan gaya, rintihan kenikmatan terdengar dari bibir gadis itu.
Logan terus berpacu untuk mencapai kenikmatan itu dan akhirnya mereka berdua saling berpelukan dengan erat. Cella dan Logan mencapai puncak kenikmatan.
__ADS_1
Logan mengangkat kepalanya kemudian dia mencium kening Cella. Logan membiarkan miliknya tetap berada di dalam milik gadis itu. Mereka berdua saling bertatap mata lalu Cella tersenyum.
“Kamu membuat aku gila,” canda Cella lalu Logan tertawa.
“Apakah kamu suka?” tanya Logan sambil membelai pipi gadis itu.
“Iya aku sangat suka, aku mengalami pelepasan berkali-kali,” jawab Cella sambil tertawa. Logan ikut tertawa kemudian dia membenamkan wajahnya di dada Gadis itu.
****
Sehabis berbulan madu, Acel langsung kembali ke Kota Torrance. Dia dan Sheren kembali ke rumah, mereka berdua tiba dan langsung masuk ke dalam kamar. Acel mencari Cella tapi dia tidak menemukan kembarnya itu.
“Dia pasti bersama pria itu,” ujarnya sambil berjalan ke mini bar kemudian mengambil red wine. Acel pergi ke halaman belakang dan duduk, dia membuka tutup botol red wine dan menuangnya di gelas.
Sedangkan Cella, mendengar kembarnya sudah pulang dia meminta Logan untuk mengantarnya pulang. Gadis itu tidak ingin Acel mencurigai dia dan Logan. Tapi tanpa sepengetahuan Cella, Acel sudah tahu hubungan mereka berdua.
Logan mengantar Cella pulang, mereka tiba di rumah. Cella dan Logan turun dari mobil lalu mereka berpapasan dengan Acel. Melihat kembarnya, Cella langsung menyapanya.
“Kamu dari mana?” tanya Acel sambil menatap Logan dengan rasa tidak suka.
“Um … dari kampus, kenapa?” tanya Cella dengan menatap heran kepada Acel.
“Oh … tidak kenapa-kenapa,” ujar Acel kemudian dia pergi ke dapur meletakkan gelas di tempat cuci piring setelah itu Acel membawa botol red wine ke mini bar dan memasukkan kembali di rak, lalu pergi menemui istrinya di kamar.
Cella mengangkat ke dua keningnya saat melihat Acel berlalu dari hadapannya kemudian dia menatap Logan dan tersenyum.
“Oh ya, kamu kembali saja ke condominium tidak usah di sini, Acel sepertinya curiga kepada kita berdua,” pinta gadis itu lalu Logan menganggukan kepala.
“Baiklah aku pergi sekarang,” sahut Logan kemudian dia mengecup bibir Cella, tanpa mereka sadari dari lantai dua Acel sempat melihat mereka berdua berciuman sebelum dia masuk kamar.
“Berani sekali dia,” decaknya sambil berjalan masuk ke kamar dan membanting pintu.
__ADS_1
Sheren terkejut saat Acel membanting pintu dia bangun dan duduk di tempat tidur, dia menatap wajah suaminya dengan mengkerutkan dahi.
“Ada apa denganmu? Mengapa kamu membanting pintu?” tanya Sherena dengan heran.
“Aku tidak suka laki-laki itu mencium Cella,” sahut Acel dengan menarik kursi dan duduk. Wajahnya terlihat marah.
“Biarkan saja mereka berdua, jangan kamu mencampuri urusan pribadi Cella,” saran Sheren seraya berdiri dan menghampiri suaminya.
“Tapi dia adikku,” sela Acel dengan kesal lalu Sheren diam.
Sedangkan Logan, dia pamit kepada Cella kemudian pria itu kembali ke condominium, Logan tiba lalu mengambil red wine dan pergi duduk di teras. Dia menyalakan rokok dan meminum red wine yang sudah dia tuang di dalam gelas. Rasa khawatir kehilangan Cella meliputinya. Apalagi saat bertemu dengan Acel, dia menunjukkan rasa tidak suka kepada dirinya. Logan bersandar dan menghisap rokok di jarinya dengan dalam kemudian menyemburkan lewat hidung dan mulut.
“Aku merasakan Acel ingin memisahkan aku dan Cella, tatapan rasa tidak suka terpancar dari matanya saat melihat aku masuk ke dalam rumah. Apakah Acel sudah mengetahui hubungan aku dan Cella? Tapi dari mana dia mengetahuinya? Apakah dari Kairos?” Logan terus berpikir lalu ponselnya berbunyi, dia melihat kekasihnya yang menelepon. Logan langsung menjawab telepon itu.
“Hi, kamu lagi di mana?” tanya Logan sambil berdiri kemudian mematikan rokok di asbak dan berjalan ke dalam. Logan tidak ingin Cella tahu kalau dia masih merokok.
“Aku di rumah, kamu sudah makan?” Terdengar suara Cella dari seberang telepon.
“Aku belum makan, aku tidak lapar,” jawab Logan kemudian dia berbaring di sofa, “Apakah kamu memikirkanku?” sambungnya lagi dan memindahkan ponsel di telinga yang satu.
“Iya, aku memikirkanmu. Aku ingin selalu berada di sampingmu tapi kamu tahu sendiri, Acel sudah pulang. Nanti besok kamu jemput aku pagi ya,” pinta gadis itu dari ujung telepon.
“Kamu kuliah pagi?” tanya Logan lagi.
“Iya, nanti selesai kuliah kita ke condominium,” jawab Cella lalu pria itu tersenyum.
“Baiklah kalau begitu, besok pagi aku menjemputmu. Sekarang kamu tidur ya,” ujar Logan sambil bangun dan duduk.
“Iya, sampai jumpa besok. I love you,” ucap Cella dari seberang telepon.
“I love you too,” balas Logan lalu terdengar telepon di tutup. Logan meletakkan ponsel di meja kemudian dia menyalakan Tv.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar ya