SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Berdiskusi


__ADS_3

Dua hari lagi ulang tahun perkawinan Federico dan Liliana.


Carlos mengajak Vania untuk bertemu dengan orang tuanya. Carlos tidak perduli kalau orang tuanya tidak akan menerima Vania.


“Sayang, kamu sudah selesai?”


“Iya Carlos aku sudah selesai.” Jawab Vania kepada Carlos. “Tapi Carlos aku takut bertemu dengan orang tuamu. Mereka pasti tidak akan menerimaku.”


“Sayang kamu tidak perlu takut. Kalau mereka tidak menerimam tidak apa apa, lagipula kita hanya sebentar di rumah orang tuaku. Kamu tenang saja.”


“Hmm.. Baiklah Carlos.”


“Ayo kita pergi sekarang sayang.” Ajak Carlos pada Vania lalu mereka keluar dan menuju ke lobby.


Sampai di lobby Carlos dan Vania berjalan ke parkiran, mereka masuk kedalam mobil dan Carlos langsung menjalankan mobilnya menuju kerumah orang tuanya. Tiba di rumah orang tuanya Carlos dan Vania turun dari mobil. Carlos memegang tangan Vania kemudian mereka masuk kedalam rumah. Carlos berpapasan dengan Garry.


“Hi Garry mommy dan dady di mana?” Tanya Carlos


“Oh.., mereka lagi duduk di halaman belakang Tuan Carlos.” Jawab Garry.


“Baiklah Garry terima kasih.” Carlos menatap Vania dan tersenyum. “Sayang kamu duduk disini saja, aku akan menemui orang tuaku di halaman belakang.”


“Baiklah Carlos, tapi jangan lama lama.” Kata Vania pada Carlos.


“Iya sayang aku hanya sebentar.” Kata Carlos pada Vania kemudian dia mengecup kening Vania.


Carlos langsung pergi kehalaman belakang, dia melihat Federico dan Liliana sedang duduk.


Carlos menghampiri Liliana dan Federico.


“Hi mom dad.” Sapa Carlos sambil memeluk Liliana dan Federico.


“Sayang bukannya kamu di Indonesia?” Tanya Liliana.


“Iya mom, aku datang karena sebentar lagi ulang tahun perkawinan mommy dan daddy.”


“Ahh.., ternyata kamu masih ingat Carlos.” Sela Federico.


“Tentu saja dad, tidak mungkin aku lupa ulang tahun pernikahan kalian.” Jawab Carlos sambil tersenyum. “Oh ya mom dad, aku datang tidak sendiri. Aku datang bersama calon istriku.”


“Oh.. begitu. Tapi seperti yang dady katakan, tidak ada yang bisa menggantikan posisi Jessica di rumah ini.” Kata Federico pada Carlos.


“Tidak apa apa dad kalau daddy tidak menerima calon istriku, tapi setidaknya jangan tunjukan rasa tidak suka kalian pada calon istriku. Bersikap ramahlah padanya, lagipula kalau aku menikah aku tidak akan tinggal di Amerika atau di rumah ini. Sampai aku mati aku akan tinggal bersama istriku di Indonesia. Berikan saja harta kekayaan kalian kepada Jessica. Aku masih sanggup untuk membiayai rumah tangga ku kalau aku sudah menikah.” Kata Carlos pada Federico dan Federico terdiam.


“Sayang dimana calon istrimu?”


“Dia ada di ruang tamu, aku disini hanya sebentar dan akan kembali ke hotel.”


“Baiklah sayang, ayo kita temui calon istrimu.” Kata Liliana pada Carlos. “Ayo Federico kamu juga ikut.”


“Baiklah Liliana.”


Mereka berdiri dan pergi keruang tamu. Carlos melihat Vania sedang duduk di ruang tamu sambil memperhatikan foto dia dan Jessica yang di gantung di ruang tamu.


“Vania ini orang tuaku.” Kata Carlos pada Vania. “Mom dad ini vania, dia calon istriku.”


Vania berdiri dan menyapa Federico dan Liliana.


“Senang bertemu dengan anda Tuan, Nyonya.”


“Terima kasih Vania senang bertemu denganmu juga.” Balas Liliana pada Vania sambil tersenyum.


“Sama sama Vania.” Balas Federico dan mereka duduk di ruang tamu.


“Dad ulang tahun perkawanian kalian akan di rayakan di rumah atau di ballroom hotel milik mommy?” Tanya Carlos membuka percakapan.


“Sayang, lebih baik di rumah saja. Lagipula halaman kita luas.” Kata Liliana pada Carlos.


“Tapi makanan semuanya dari hotel saja mom.”


“Iya Carlos semua makanan dari hotel.” Kata Federico


“Iya dad, itu lebih bagus.”


Kemudian Jessica, Pedro dan anak anak Jessica masuk.


Acel dan Cella langsung berlari memeluk Liliana dan Federico. Mereka mencium Federico dan Liliana, mereka berdua tidak menyadari kalau ada Carlos.


“Hi Acel Cella apa kabar kalian.” Tanya Carlos dan mereka berdua terkejut.


“Hi pa, aku baik baik saja.” Jawab Acel. Dia tidak memeluk Carlos.


“Bagus senang mendengarnya.” Kata Carlos dan dia memegang tangan Vania.


Sedangkan Cella dia hanya memilih diam.


Kairos melihat Carlos.


“Oh.. papa disini juga?” Kata Kairos lalu dia memeluk Carlos.

__ADS_1


“Iya Kairos, papa lagi membicarakan ulang tahun perkawinan oma dan opa.”


“Oh.., begitu ya.” Kairos melihat Vania dan menyapa Vania. “Hi Vania apa kabar?” Sapa Kairos sambil mencium kedua pipi Vania.


“Baik baik saja Kairos.” Jawab Vania kemudian duduk kembali


Carlos melihat Pedro “Hi Pedro apa kabar?” Tanya Carlos sambil memeluk Pedro.


“Hi Carlos, seperti yang kamu lihat aku baik baik saja. Kamu bagaimana?”


“Umm.., aku baik baik saja.” Jawab Carlos sambil terseyum.


“Hi Jessi apa kabar?” Sapa Carlos sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


“Baik Carlos.” Jawab Jessica sambil bersalaman dengan Carlos.


“Oh ya kenalkan ini Vania calon istriku. Carlos menatap Vania dan tersenyum. “Sayang kenalkan ini Jessica mama dari ketiga anakku dan ini Pedro suaminya.” Kata Carlos


“Hi Jessi, Pedro senang bertemu dengan kalian.


“Sama sama Vania.” Balas Jessica dan Pedro kemudian mereka duduk.


Carlos duduk di samping Vania lalu dia mengambil tangan Vania dan dia letakkan di atas pahanya. Carlos memegang terus tangan Vania. Sedangkan Acel dan Cella mereka duduk memperhatikan Vania.


“Sayang mommy dan daddy sedang membahas tentang ulang tahun pernikahan kami.” Kata Liliana pada Jessica.


“Oh begitu ya mom. Lalu rencananya ulang tahun perkawinan akan di adakan di mana mom?”


“Rencananya di rumah ini saja sayang.” Jawab Liliana.


“Baiklah mom.” Kata Jessica.


Sesekali matanya melirik pada Vania. Jessica mulai tidak konsenstrasi, apalagi saat melihat Carlos memegang terus tangan Vania. Jessica memalingkan wajahnya.


Kairos datang lalu duduk dekat Vania dan berbisik pada Vania.


”Sepertinya papa tidak ingin lepas darimu Vania.” Canda Kairos pada Vania dan Vania menepuk lengan Kairos dan tersenyum. “Vania bagaimana kalau kita ke halaman belakang? Biarkan saja mereka membahas ulang tahun pernikahan opa.” Bisik Kairos lagi pada Vania. Dan Vania berbisik pada Carlos.


“Carlos aku akan ke halamaan belakang dengan Kairos.” Bisik Vania dan Carlos menganggukan kepala kemudian dia mengecup kening Vania. Vania pamit pada mereka kemudian dia dan Kairos pergi ke halaman belakang, mereka berdua duduk dan berbincang bincang.


“Oh ya Kairos, kenapa Tania tidak datang?”


“Uumm.., aku sudah mengajaknya tapi dia masih malu bertemu dengan opa dan oma.” Jawab Kairos sambil tersenyum.


“Pacar kamu cantik Kairos.”


“Terima kasih Vania, kamu juga cantik. Papa sangat beruntung mendapatkanmu.” Kata Kairos pada Vania. “Oh ya nanti rencana pernikahan kamu dan papa akan di adakan dimana?”


“Vania, papaku memang selalu penuh kejutan.” Canda Kairos.


“Iya Kairos kamu benar. Waktu mau ke amerika juga begitu, tanpa sepengetahuanku papa kamu sudah membeli tiket untuku.” Kata Vania.


“Vania apakah kamu benar benar mencintai papaku?”


“Iya Kairos aku sangat mencintainya, aku tidak perduli umur kami berbeda jauh.” Kata Vania pada Kairos.


“Terima kasih Vania. Papaku itu sebenarnya sangat baik dan penyayang. Hanya sayang saja dia mengkhianati mamaku.


“Iya Kairos, papa kamu sudah menceritakan semuanya padaku. Papa kamu mengkhianati mama kamu karena dia ingin mama kamu membencinya.”


Kairos menatap Vania.


“Oh ya? Kenapa papa lakukan itu vania? Apa alasannya?”


“Kairos papa kamu melakukan itu karena dia pikir dia itu sakit dan sakitnya itu tidak bisa di sembuhkan karena tidak ada obatnya. Karena dia pikir mama kamu sangat mencintainya juga kalian sangat menyayanginya dan akhirnya dia memilih mengkhianati mama kalian agar kalian semua membencinya. Supaya saat dia meninggal kalian tidak bersedih, kalian tidak berlarut larut dalam kesedihan. Apalagi mama kamu tidak bisa hidup tanpa papa kalian.


“Vania kenapa papa tidak pernah menceritakan kalau dia sakit?”


“Dia tidak ingin menyusahkan kalian Kairos. Kata papa kalian begitu.”


“Terus Vania, apakah papa masih sakit?”


“Tidak Kairos, ternyata papa kalian tidak sakit. Laboratorium salah memberikan hasil pada dokter. Hasil papa kalian tertukar karena nama mereka sama.


“Oh begitu.” Kata Kairos sambil bersandar di sandaran kursi.


Dan Carlos datang.


“Sayang ayo kita kembali ke hotel.”


Vania berdiri


“Sudah selesai Carlos?” Tanya Vania.


“Iya sayang, oh ya Kairos kalau ada waktu kamu ke hotel ya.”


“Iya pap. Nanti malam saja aku ke hotel.” Kata Kairos


“Baiklah Kairos, kalau begitu papa tunggu kamu di hotel.” Carlos memegang tangan Vania. “Ayo sayang.” Ajak Carlos pada Vania.

__ADS_1


“Kairos aku pergi dulu ya.” Pamit Vania


“Iya Vania. Hati hati ya pap!”


“Terima kasih Kairos.” Ucap Carlos kemudian dia dan Vania pergi keruang tamu lalu mereka berdua berpamitan pada Federico dan Liliana. Vania juga pamit pada Jessica dan Pedro.


Carlos memegang tangan Vania kemudian mereka berdua pergi. Carlos dan Vania masuk kedalam mobil dan meninggalkan kediaman Federico. Mereka kembali ke hotel.


Sementara itu Jessica masih berbincang bincang dengan Federico dan Liliana. Dan Kairos duduk bergabung dengan mereka.


“Oh ya opa, dua bulan lagi papa akan menikah dengan Vania.” Kata Kairos sambil duduk di samping Liliana.


“Benarkah Kairos?” Tanya Liliana.


“Iya oma, papa sendiri yang mengatakan padaku waktu kami lagi makan malam di restoran.”


“Tapi kenapa papa kamu tidak mengatakannya pada oma?”


“Hmm.., mungkin papa lupa oma.” Kata Kairos pada Liliana sambil tersenyum.


sementara Jessica hanya memperhatikan Kairos yang lagi berbincang dengan Liliana.


“Oh.., jadi Carlos sudah akan menikah.” Kata Jessica dalam hati. “Mudah mudahan dia tidak mengulangi kesalahannya.” Kata Jessica lagi.


Pedro memperhatikan Jessica yang dari tadi tidak banyak bicara.


“Apakah dia masih mencintai Carlos?” Tanya Pedro dalam hati. “Dari tadi dia banyak diam dan aku perhatikan dia selalu melirik pada Vania. Apakah dia cemburu?”


Jessica berdiri lalu pergi memanggil Acel dan Cella.


“Ayo sayang kita akan kembali ke Santa Barbara.”


“Iya mama.” Kata Cella kemudian dia berdiri dan mengikuti Jessica dari belakang. Begitu juga dengan Acel.


Jessica dan Pedro berpamitan pada Federico dan Liliana. Begitu juga anak anaknya, mereka memeluk Federico dan Liliana kemudian mereka masuk kedalam mobil.


“Baiklah mom dad kami pergi dulu, besok kami akan kesini lagi dan akan menginap disini.” Kata Jessica pada Federico dan Liliana.


“Iya sayang, hati hati ya.” kata Liliana.


Mereka meninggalkan kediaman Federico lalu kembali ke Santa Barbara. Sepanjang perjalanan ke Santa Barbara Jessica hanya diam dan memandang keluar jendela. Di dalam mobil hanya terdengar musik.


“Acel sebentar aku akan bertemu papa apakah kamu mau ikut?” Tanya Kairos pada Acel.


“Kalau aku tidak lelah aku akan ikut.” Kata Acel pada Kairos.


“Baiklah Acel.”


Sementara itu Carlos dan Vania tiba di hotel, mereka langsung menuju ke kamar mereka. Mereka masuk dan Vania langsung berbaring di tempat tidur. Carlos melepaskan kaosnya dan berbaring di samping Vania.


“Sayang tadi aku sempat kecewa saat melihat kedua anakku bersikap dingin padaku.” Kata Carlos sambil memeluk Vania.


“Sabar saja Carlos suatu waktu mereka akan berubah.” Kata Vania sambil meletakkan kepalanya di dada Carlos


“Iya sayang, mudah mudahan.” Kata Carlos sambil mengecup kening Vania. “Sayang aku ingin secepatnya menikahimu, aku ingin memiliki anak darimu.” Kata Carlos sambil membelai wajah Vania.


“Kamu bilang pada kairos dua bulan lagi. Carlos kenapa kamu tidak berdiskusi dulu denganku.” Kata Vania dan Carlos tertawa.


“Aku hanya bercanda pada Kairos sayang, tapi Kairos menanggapinya dengan serius. Aku akan menikah denganmu bulan depan sayang.


“Carlos? Secepat itu kah?”


“Kenapa sayang? Kamu tidak suka?”


“Bukan begitu Carlos, tapi bagaimana kita akan menikah kalau kamu tidak mencintaiku?”


“Vania memang aku belum mencintaimu, tapi aku ingin kamu menjadi istriku. Aku menyukaimu Vania.” Kata carlos sambil membelai wajah Vania. “Sayang menikahlah denganku, aku janji aku tidak akan menyakiti dan mengecewakanmu?”


“Carlos kamu serius?”


“Iya sayang aku sangat serius, aku ingin cepat menikah denganmu agar kita bisa cepat memiliki anak. Kamu tahukan umurku sekarang sayang.”


Vania menatap mata Carlos.


“Baiklah kamu atur saja Carlos.”


Carlos memegang wajah Vania.


“Benarkah sayang, kamu mau menikah denganku?” Tanya Carlos pada Vania.


“Iya Carlos, aku mau menikah denganmu.” Jawab Vania.


Carlos memeluk erat tubuh Vania.


“Terima kasih sayang, aku janji aku akan membahagiakanmu.” Kata Carlos sambil mengecup bibir vania. “Oh ya sayang nanti malam kita akan makan bersama Kairos lagi.


“Baiklah Carlos. Kalau begitu kita istirahat dulu.” Kata Vania sambil melingkarkan tangannya di atas perut Carlos dan Carlos memeluk Vania.


Selamat membaca

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar ya


Terima kasih


__ADS_2