
Sebulan sudah Cella berada di Philipin, Cella mencari rumah untuk di sewa lewat internet. Tapi dia belum menemukan yang cocok baginya.
Cella mencari lagi lewat iklan di koran, setiap hari dia membeli media cetak hanya untuk mencari rumah yang disewakan. Banyak iklan yang berbahasa Tagalog, Cella meminta bantuan orang hotel untuk menerjemahkannya.
Tanpa di sadari Cella, pemilik resort mendengar percakapan mereka. Pria itu menghampiri Cella dan mengenalkan dirinya kepada wanita itu.
“Hi, selamat pagi. Aku Eduardo, maaf tidak sengaja aku mendengar pembicaraan kalian. Mungkin aku bisa bantu.” Cella menoleh ke arah suara itu kemudian dia tersenyum kepada pria itu.
“Oh, tidak apa-apa. Aku Cella, iya aku sedang mencari rumah untuk di sewa,” sahut Cella dengan tersenyum menatap Eduardo.
“Di tempatku ada yang sudah kosong dan mereka ingin mengontrakkan rumah itu kembali.” Cella mengangkat kedua keningnya, dia terlihat sangat senang.
“Oh ya? Kebetulan sekali,” kata Cella sambil tertawa.“Iya, kalau kamu mau aku bisa mengantarmu sekarang.” Terdengar Sabrina memanggil Cella.
“Mommy … Mommy.” Suara mungil Sabrina memanggil ibunya, dia berlari menghampiri Cella dan memeluk wanita itu.
“Sayang, kamu dari mana saja? Mommy mencarimu.” Sabrina memegang tangan ibunya, sedangkan Eduardo memperhatikan anak itu sambil tersenyum.
“Mommy, aku bermain di pantai.” Eduardo mendengarkan Bahasa Portuguese Sabrina kemudian dia membungkukkan badan dan bertanya kepada Sabrina dengan menggunakan Bahasa Portuguese .
“Kamu cantik sekali, siapa namamu?” Sabrina menatap Eduardo kemudian dia tersenyum.
“Sabrina,” jawab Sabrina sambil memegang tangan ibunya lalu Cella tersenyum.
“Kamu berasal dari Portugal?” tanya Cella dengan menatap pria itu.
“Ah, tidak. Aku berasal dari Brazil dan datang ke Philipin kemudian membuka usaha di sini.” Cella menganggukkan kepala tanda mengerti.“Oh begitu, suamiku juga berasal dari Brazil dan kami juga tinggal disana. Karena suamiku sudah meninggal, aku memilih untuk datang ke sini, mungkin juga bisa berbisnis di sini,” Cella berbohong sembari memperhatikan Sabrina yang sedang berlari ke luar.
__ADS_1
“Tinggal di kota apa?” tanya Eduardo dengan penasaran.
“Kami tinggal di Rio de Janeiro,” jawab Cella dengan tersenyum.
“Ohh, jauh dari tempat tinggalku. Oh ya, apakah kamu ingin melihat rumah itu?” tanya Eduardo lagi lalu Cella menganggukkan kepala.
“Iya, aku ingin melihat rumah itu.” Dia segera ingin mendapatkan tempat tinggal, sebulan di hotel membuat wanita itu bosan.
“Aku akan mengantarmu.” Cella memanggil Charlotte dan meminta pengasuh itu untuk mengawasi Sabrina dan Lucio.
Cella dan Eduardo langsung menuju ke rumah yang di maksud Eduardo. Mereka tiba lalu pria itu mengeluarkan ponsel dan menghubungi nomor yang tertera di kertas yang tertempel di pagar. Tidak lama kemudian pemilik rumah datang, dia langsung membuka pagar dan menyuruh Cella juga Eduardo masuk. Cella masuk dan melihat-lihat di dalam, dia pergi ke ruang tidur lalu menuju kamar mandi.
Nampak dia mengangguk-anggukan kepala, Cella keluar dan menuju ke halaman belakang. Di sana terdapat kolam renang, merasa cocok dengan rumah itu Cella menemui sang pemilik serta menanyakan harga sewa pertahun.
Cella menggunakan Bahasa Inggrish berbincang-bincang dengan mereka, akhirnya terjadi kesepakatan lalu Cella dan Eduardo meninggalkan rumah itu.
“Oh ya, tempat tinggalmu di mana?” tanya Cella sambil memperhatikan kawasan elite itu.
Mereka hanya berjalan kaki menuju ke tempat tinggal Eduardo karena hanya bersebelahan dengan rumah yang ingin Cella sewa. Eduardo mengajak Cella masuk lalu wanita itu memperhatikan tempat itu.
“Ini juga kamu sewa?” tanya Cella sambil memperhatikan isi ruangan.
“Iya, sudah lama aku sewa rumah ini. Aku merasa cocok dengan lingkungan yang ada di sini,” jawab pria itu seraya berjalan di belakang Cella.
“Aku juga suka lingkungannya, sangat tenang,” sahut Cella seraya mengembangkan senyum.
“Aku senang kamu menyukainya, oh ya bagaimana kalau kita makan siang bersama. Ada restoran yang masakannya sangat lesat.” Cella berhenti kemudian dia membalikkan badan menghadap pria itu.
__ADS_1
“Oh ya? Tapi aku harus makan siang bersama anakku, kami sudah terbiasa bersama,” jawab Cella lalu pria itu tersenyum.
“Tidak apa-apa, kita jemput anakmu dan pergi ke restoran itu,” ujar Eduardo sembari mengangkat keningnya menunggu jawaban Cella lalu wanita itu tertawa.
“Baiklah kalau begitu.” Cella mengeluarkan ponsel dan menghubungi Charlotte, dia meminta pengasuh untuk menggantikan pakaian kepada Sabrina juga Lucio.
Cella dan Eduardo kembali ke resort untuk menjemput kedua anaknya, mereka tiba dan melihat Sabrina, Lucio dan Charlotte sudah menunggu di lobby.
Cella turun dan mengajak mereka untuk masuk ke mobil. Eduardo tersenyum kemudian dia langsung membawa mereka ke restoran.
Mereka tiba lalu pelayan menyambut mereka dan mengantar ke meja. Pelayan memberikan buku menu lalu Eduardo dan Cella memilih makanan. Cella memilihkan makanan untuk Sabrina dan Lucio, dia juga menyuruh Charlotte untuk memesan.
Sambil menunggu pesanan Cella dan Eduardo berbincang-bincang sesekali Sabrina mengajak Eduardo ngobrol bersamanya. Cella tertawa melihat Sabrina yang begitu cerewet kepada pria itu, dia langsung teringat Logan. Wajah wanita itu kembali sedih.
Dia membelai rambut Sabrina dan memperhatikan putrinya yang terus bertanya kepada Eduardo. ‘Dia begitu sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan Sabrina, sama seperti Logan yang selalu menjawab dan menjelaskan kepada Sabrina semua yang Sabrina tanyakan.’
Cella berdiri kemudian dia ke toilet, dan menangis mengingat Logan. Aku harus kuat demi Sabrina dan Lucio, kata Cella dalam hati kemudian dia mengambil tissue lalu menyeka air matanya.
Cella kembali dan duduk di samping Sabrina lalu pesanan mereka datang. Cella langsung mengambil sendok dan ingin menyuapi Sabrina.
“Mommy, aku makan sendiri.” Cella tersenyum kemudian dia menggeserkan piring itu kepada putrinya
“Baiklah, Sayang.” Cella mengecup ubun kepala Sabrina dan membiarkan Sabrina makan sendiri. Kemudian dia menyuapi Lucio.
Cella mengambil makanan yang dia pesan dan memakannya, sesekali mata Eduardo dan Cella beradu tapi wanita itu langsung mengalihkan pandangan ke Sabrina.
Selesai makan mereka meninggalkan restoran dan kembali ke resort. Tiba, Cella mengambil Lucio dari pengasuh kemudian berterima kasih kepada Eduardo
__ADS_1
Pria itu sangat senang sudah membantu Cella, dia langsung tertarik saat melihat wanita itu. ‘Dia sangat cantik dan lembut,’ gumamnya kemudian Eduardo pergi ke ruang kerja.
Dia duduk lalu tersenyum sendiri, mudah-mudahan dia betah tinggal di lokasi itu. Eduardo menghidupkan laptop dan bekerja kembali.