
Jessica masih bersama Tania di kantor polisi, mereka menunggu Kairos yang masih di interogasi di dalam ruangan. Jessica tampak gelisa, dia berjalan mondar-mandir di depan Tania. Tania berdiri lalu dia menenangkan Jessica
“Mom, duduklah. Kairos tidak akan di tahan, pengacara papa sudah mendampingi Kairos di dalam.”
Jessica menatap Tania lalu dia menganggukan kepala kemudian dia duduk kembali, Tania ikut duduk di samping Jessica.
“Tania, apa yang terjadi di rumah Paman Mike? mengapa Reagen sampai menembak Paman Mike?” tanya Jessica sambil memegang tangan Tania
“Mam begini ceritanya ….” Tania menceritakan kepada Jessica semua yang terjadi ke diaman Mike, tampak wajah Jessica berubah serius, sesekali dia mengkerutkan keningnya.
“Jadi seperti itu?” sahut Jessica lalu Tania menganggukan kepala. Tidak lama kemudian Charlie datang menghampiri Jessica dan Tania. Jessica langsung berdiri dan bertanya tentang Kairos,
“Charlie bagaimana dengan Kairos?”
Charlie mengajak Jessica duduk lalu dia mulai menjelaskan
“Tidak perlu khawatir, Jessi. Kairos tidak akan di penjarakan, aku dan Swan akan mengungkap kejahatan-kejahatan Mike kepada Jaksa wilayah,” ujar Charlie menenangkan Jessica
“Selesai pemeriksaan Kairos tidak akan di tahan kan?” tanya Jessica lagi lalu Charlie menganggukan kepala.
“Dia bisa pulang, Reagen juga,” jawab Charlie kemudian di berdiri dan pergi menemui kepala polisi.
Sementara di hutan, Acel, Bane, Alex, Emil dan Mauricio berjalan di pinggiran tebing. Acel berteriak teriak memanggil Cella. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, Acel langsung menjawa panggilan itu. “Hallo, Pap. Papa dimana sekarang? Aku masih di hutan mencari Cella,” ujar Acel sambil berjalan mengikuti Bane
“Acel papa sedang di helikopter, papa ingin mencari Cella. Oh ya di mana tempat Cella jatuh?” tanya Carlos dengan suara yang keras karena bising dengan suara helikopter.
“Pap, di dekat tebing.” Acel menjawab dengan suara Keras
“Baiklah, Acel. Papa segera ke sana.” Telepon di tutup, lalu Acel memanggil kembali Cella. Dan terdengar suara Cella memanggilnya, Acel berlari ke ujung tebing, dia tengkurap di ujung tebing dan melihat kebawa.
“Cella, tunggu saja di situ, papa sedang menuju kesini,” teriak Acel kepada Cella, dia sangat senang karena bisa menemukan Cella. Tidak lama kemudian terdengar suara helikopter, Acel berdiri lalu dia melambaikan tangan.
Terlihat Carlos juga melambaikan tangan kepada Acel, Acel memberi isyarat kepada Carlos dengan menunjuk ke bawah tebing.
Dennis memakai pelampung dan mengaitkan tali di pelampung kemudia dia turun, begitu juga dengan Carlos, dia turun menggunakan tali yang lain. Mereka berdua langsung berenang ke arah Cella dan Logan
Perlahan-lahan Cella turun dari atas batu menghampiri Carlos dan Dennis, dia memegang tangan Dennis kemudian menceburkan diri ke air. Carlos langsung memegang Cella dan memakaikan pelampung, Carlos memeluk dan mencium kening Cella.
“Papa sangat senang bisa menemukanmu,” ujar Carlos kemudian dia memeluk Cella kembali.
“Aku juga, Pap. Pap tolong bawa Logan ke rumah sakit, dia yang sudah menyelamatkanku dari si pemculik-penculik itu,” Kata Cella sambil memperhatikan Dennis yang sedang memakaikan pelampung kepada Logan.
“Iya, sayang. Kita akan bawa dia langsung ke rumah sakit,” sahut Carlos sambil memeluk Cella dan berenang ke tengah.
Begitu juga Dennis dan Logan mereka berenang ketengah lalu helikopter mengangkat mereka.
Mereka turun di dekat gedung lalu Acel berlari memeluk Cella, mereka berdua berpelukan dengan erat. Acel mencium kedua pipi Cella.
“Aku senang akhirnya bisa menemukanmu,” ujar Acel sambil memegang pipi Cella kemudian Cella tersenyum.
“Oh ya kita harus membawa Logan ke rumah sakit,” ujar Cella kemudian dia menghampiri Logan dan mengajak Logan masuk ke dalam mobil.
Mereka langsung menuju ke rumah sakit, di dalam mobil Cella duduk di samping Logan. Dia memegang lengan Logan dan memperhatikan luka Logan. Dia mengambil kain kafan di kotak P3K dan menempelkan di luka Logan.
“Terima kasih, Logan. Kalau tidak ada kamu, aku mungkin sudah mati,” ucap Cella sambil bersandar kembali di sandaran kursi. Logan tersenyum dan menganggukkan kepala.
Akhirnya mereka tiba di rumah sakit, Cella dan Logan turun dari mobil di susul Carlos kemudian mereka masuk ke dalam rumah sakit. Logan langsung di tangani oleh pihak medis, mereka membawa Logan ke ruang bedah. Sedangkan Cella dan Carlos menunggu di depan ruang bedah.
Carlos kembali memeluk Cella dan mencium kening Cella.
“Papa sangat bahagia, Sayang, dan papa lebih bahagia lagi ternyata Kairos dan Tania masih hidup,” ujar Carlos dengan mata berbinar.
Cella terkejut mendengar Kairos dan Tania masih hidup.
“Benarkah, Pap? Tapi bagaimana bisa?” Cella masih belum percaya dengan apa yang dia dengar.
“Iya, Sayang. Nanti kalau sudah di rumah Kairos dan Tania akan menceritakannya. Oh ya papa juga ingin kamu tahu, kalau dalang penculikanmu adalah Mike.” Cella terkejut lagi
__ADS_1
“Benarkah? Tapi mengapa dia ingin menculikku? Bukankah dia sudah seperti Pamanku sendiri dan dia juga sangat baik kepada kami,” ujar Cella dengan wajah kebingungan
“Papa juga berpikir begitu, tapi Paman Mike juga mengaku sendiri saat papa bertanya padanya. Dia seperti itu karena ingin menguasai perusahaan opa Federico.”
Mendengar penjelasan Carlos Cella menggeleng-gelengkan kepala.
“Kenapa Paman Mike bisa serakus itu?” Tanya Cella dalam hati kemudian dia duduk dan menunggu Logan yang masih berada di dalam ruangan.
Sementara itu di kantor polisi, Jessica dan Tania masih menunggu Kairos. Tidak lama kemudian Kairos dan pengacara keluar dari ruang interogasi. Jessica langsung berlari memeluk Kairos.
“Sayang, mama sangat merindukanmu,” bisik Jessica dengan memeluk erat tubuh Kairos, tak henti-hentinya dia mencium kedua pipi Kairos.
Kairos tertawa kemudian dia memeluk Jessica
“Mam, sudah,” ujar Kairos. Dia menghentikan Jessica yang bertubi-tubi mencium pipinya.
“Sayang, kamu tahu mama sangat merindukanmu,” ujar Jessica sambil tertawa dan mencubit pipi Kairos.
Tania tersenyum melihat Jessica dan Kairos.
“Oh ya , Mam. Apakah Cella sudah di temukan?” tanya Tania dengan wajah serius
“Iya, Mam, apakah Cella sudah di temukan?” sela Kairos
“Mama belum tahu, Sayang, coba mama hubungi papa dulu,” jawab Jessica kemudian dia mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Carlos, ada nada panggil lalu terdengar suara Carlos.
“Sayang, aku sudah menemukan Cella dan sekarang aku sedang berada di rumah sakit ….” Belum selesai Carlos bicara Jessica langsung menyela.
“Ada apa dengan Cella, Beb? Apakah dia baik-baik saja?” terdengar tawa Carlos dari seberang terlepon
“Sayang … makanya dengarkan dulu aku bicara. Aku dan Cella di rumah sakit mengantar Pria yang sudah menyelamatkan Cella. Begitu, Sayang.”
Jessica menarik napas lega, lalu terdengar suara Cella di telepon
“Mam, Kairos mana. Aku ingin bicara dengannya,” pinta Cella lalu Jessica memberikan ponsel kepada Kairos.
“Cella jangan berteriak begitu, kupingku sakit,” ujar Kairos lalu terdengar suara tawa Cella
“Kairos kamu dan Tania sudah membuat kami menangis, sampai di rumah aku akan menghukummu. Apakaha kalian berdua tidak merindukan kami? Bagaiamana dengan keponakanku yang lucu? Apakah dia bersama kalian?” Beruntun pertanyaan cella lontarkan kepada Kairos, Kairos langsung tertawa
“Cella, nanti saja di rumah ya. Aku, mama dan Tania akan pulang sekarang,” ujar Kairos lalu terdengar lagi suara Cella
“Baiklah, sampai bertemu di rumah ya. Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu,” kata Cella kemudian Kairos tertawa
“Baiklah sampai bertemu di rumah,” ujar Kairos lalu dia menutup telepon dan memberikan kembali kepada Jessica.
Akhirnya mereka meninggalkan kantor polisi dan kembali ke rumah. Tiba di rumah Kairos tertawa melihat Acel yang berlari ke arahnya, mereka berdua saling berpelukan dengan erat.
Kairos melepaskan pelukannya kemudian dia mencium pipi Acel.
“Jangan menangis, aku belum mati,” canda Kairos lalu Acel menepuk perut Kairos. Kairos memegang tangan Acel kemudian dia tertawa.
“Aku sangat senang melihat kamu dan Tania masih hidup,” ujar Acel sambil menyeka airmatanya kemudian dia memeluk Tania dengan erat, dia mencium ke dua pipi Tania lalu terdengar suara Isabell
“Kairos, aku rindu padamu.” Teriak Isabell, dia berlari dan melompat memeluk Kairos kemudian dia mencium pipi Kairos. Kairos menggendong Isabell dan mencium kembali ke dua pipi Isabell
“Aku juga rindu padamu, Sayang.” Mereka berdua tertawa lalu kembali berpelukan. Sheren keluar lalu dia memeluk dan mencium kedua pipi Tania.
Jessica tertawa melihat mereka lalu mereka semua masuk ke dalam. Isabell melihat Ezer tidak ada lalu dia bertanya kepada Kairos dan Tania
“Kairos, Ezer mana? Aku sangat rindu padanya,” ucap Isabell dengan wajah sedih. Tania menggendong Isabell dan mencium ke dua pipi Isabell.
“Nanti malam Ezer datang ke sini,” jawab Tania kemudian mereka duduk di sofa dan berbincang-bincang.
Kairos masuk ke dalam kamar Jessica lalu dia menggendong Chantiq dan membawanya ke ruang santai, Tania melihat Chantiq lalu dia berdiri dan mengambil Chantiq dari Kairos,
“Ayo sini dengan mommy,” ujar Tania sambil mencium kedua pipi Chantiq. Lalu James masuk membawa Clau.
__ADS_1
Kairos tersenyum kemudian dia mengambil Clau dari tangan James dan mencium ke dua pipi Clau.
“Sekarang Clau tinggal bersama papi dan mommy ya,” kata Kairos kemudian dia mencium kembali ke dua pipi Clau.
Jessica, Acel dan Sheren tersenyum melihat Tania dan Kairos.
“Akhirnya mereka berdua bisa bersatu kembali,” gumam Jessica dalam hati, dia memperhatikan Kairos yang berulang kali mencium pipi Clau.
Terdengar di luar suara Cella berteriak memanggil Kairos, mereka langsung tertawa. Kairos memberikan Clau kepada Jessica kemudian dia pergi menyambut Cella,
“hallo adikku yang cantik,” ujar Kairos sambil memeluk Cella dengan erat. “Aku sangat rindu padamu.” Kairos mencium kedua pipi Cella.
Cella memeluk Kairos dan menangis. Kairos melepaskan pelukan Cella lalu dia menghapus airmata Cella.
“Jangan menangis, aku masih hidup belum mati,” canda Kairos lalu Cella tertawa dan memukul lengan Kairos.
“Aku tidak percaya melihatmu masih hidup.” Kairos tertawa dan bercanda.
“Jadi kamu lebih percaya kalau aku mati?” Cella tertawa dan mencubit perut Kairos.
“Auhh … sakit Cella,” rintih Kairos sambil memegang tangan Cella.
Carlos tertawa melihat Kairos dan Cella, dia melingkarkan tangan satunya di punggung Cella dan tangan satunya lagi di punggung Kairos lalu mereka masuk ke dalam rumah.
Cella melihat Tania kemudian dia berlari memeluk Tania dan mencium ke dua pipi Tania.
Cella juga memeluk Jessica, dia duduk di samping Jessica dan menyandarkan kepalanya di pundak Jessica.
Mereka semua duduk di ruang santai, mereka berbincang-bincang dan bersenda gurau. Mereka membicarakan pernikahan Acel.
Malamnya aunty Joly dan Ezer tiba di Airport Lax, Kairos menjemput aunty Joly dan Ezer di Airport. Ezer melihat Kairos lalu dia berlari ingin memeluk Kairos.
“Papi Kai,” panggil Ezer kemudian Kairos menggendong Ezer dan mencium kedua pipi Ezer. Kairos mengajak Aunty Joly untuk pergi ke rumah mereka.
Kairos tiba di rumah, dia menggendong Ezer dan mengajak Aunty Joly untuk masuk. Kairos menurunkan Ezer dan membiarkan Ezer berlari pergi ke kamar Jessica, terdengar suara mungilnya memanggil Carlos dan Jessica
“Gepa, Gema.”
Carlos membukakan pintu kemudian dia menggendong Ezer dan mencium ke dua pipi Ezer.
“Grandpa sangat rindu padamu, Sayang.” Ezer memeluk Carlos dan mencium pipi Carlos.
Melihat Ezer Jessica langsung berdiri dan mengambil Ezer dari Carlos kemudian dia pergi ke ruang santai. Mereka kembali berkumpul di ruang santai.
Mendengar Kairos dan Tania masih hidup, Federico dan Liliana langsung meluncur ke kediaman Carlos. Begitu juga dengan Jeremmy, dia langsung meluncur ke kediaman Carlos. Mereka semua berkumpul di rumah Carlos.
Terpancar kebahagiaan di wajah mereka semua.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Reagen di bebaskan. Sesuai dengan perjanjian, Reagen dan Sonia meninggalkan America. Sedangkan perusahaan yang ada di German, Carlos mempercayakannya kepada Ambar. Perusahan minyak yang ada di Ecuador di jual oleh Carlos dan di sumbangkan kepada Yayasan yang mengelola orang-orang terlantar, yatim piatu. Dan sebagian di gunakan Acel membangun tempat-tempat kumuh di pinggiran kota menjadi tempat tinggal yang layak.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=TAMAT \=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dan akhirnya cerita ini selesai
NB: Ambillah sisi positif dalam cerita ini pertama dalam berunah tangga keterbukaan itu sangat penting, berdiskusi dengan pasangan kita tentang sex, apa yang kita suka dan kita tidak suka agar tidak terjadi ke salah pahaman. kedua dalam mendidik anak, ketiga pertemanan, dalan memilih teman kita harus berhati-hati terkadang teman bisa menggigit. ketiga jangan terlalu percaya dengan orang apalagi dunia sekarang semakin banyak kejahatan. keempat, percayalah cinta sejati itu ada.
Sampai bertemu di kisah selanjutnya :
“MENCINTAI BODYGUARDKU ”
kisah Mencintai bodyguardku adalah kisah Cella di novel ini bukan Cella yang ada di End Of Love.
Aku ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pembaca setiaku dari Season 1 sampai season 3 yang selalu mendukung dan memberi semangat kepadaku. terima kasih sudah sering memberi Like Komen dan Vote. tanpa kalian novelku ini tidak ada apa-apanya..
Dan aku mohon maaf kalau ada salah-salah kata, atau menyinggung para pembaca. sekali lagi mohon maaf dan terima kasih
__ADS_1