SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Surprise


__ADS_3

Akhirnya pasangan suami istri itu selesai berlibur, kini Logan kembali melakukan aktifitas di kantor. Saat tiba di ruang kerja wajahnya berubah melihat Dylla sedang duduk di sofa sambil tersenyum menatapnya.


Logan meletakan tas kerja di atas meja kemudian duduk dan menyalakan komputer. Melihat sikap pria itu Dylla langsung berdiri dan menghampiri Logan serta duduk di pangkuan sang mantan.


“Kamu tidak suka dengan kehadiranku?” tanya Dylla dengan membelai pipi Logan.


“Jangan sering-sering datang kesini, aku tidak ingin para karyawan curiga pada kita berdua.” Dylla tersenyum lalu berdiri dan mengecup pipi Logan.


“Aku mengerti.” Dylla menarik tangan Logan lalu mengecup bibir pria itu. “Aku sangat rindu padamu, dua minggu kita tidak melakukannya. Bagaimana kalau ke villaku.” Logan menatap Dylla dan menganggukan kepala.


“Baiklah.” Mereka berdua meninggalkan kantor dan menuju ke villa milik orang tua Dylla.


Begitu tiba Dylla langsung mengajak Logan masuk menuju ke kamar, wanita itu menanggalkan satu persatu pakaiannya di depan sang mantan.


Logan memperhatikan tubuh Dylla lalu dia teringat Maurent, Logan mengingat bagaimana nikmatnya saat melakukan hubungan dengan wanita itu. Kini Logan akan melakukannya kepada Dylla.


Dia melepaskan pakaiannya dan menghempaskan tubuh Dylla di ranjang, tanpa pemanasan Logan langsung menancapkan miliknya di inti wanita itu. Dylla terkejut dan berteriak.


“Logan sakit!” Pria itu tidak menghiraukan teriakan Dylla, Maurent berhasil membangkitkan sisi liar dari Logan.


Logan merasakan inti Dylla begitu nikmat karena masih kering dan sempit, dia menengadahkan kepala ke atas sambil pinggul di gerakan maju mundur.


Sementara Dylla berontak ingin melepaskan diri dari Logan, dia tidak tahan dengan rasa sakit itu tapi Logan menahan kedua tangan Dylla dan menampar pipinya.


“Nikmati saja,” ujar Logan seraya menghentakan pinggulnya dengan kasar tanpa perduli dengan teriakan wanita itu.


Dylla merasakan permukaan intinya sobek, setiap tusukan yang dilakukan oleh Logan membuat miliknya sakit. Apalagi milik pria itu begitu besar, tapi lama-kelamaan akhirnya dia mulai merasakan kenikmatan itu.


Mendengar desahaan dari Dylla, Logan semakin menggerakan pinggulnya dengan cepat lalu tubuh Dylla tersentak, badannya membusung ke depan dengan sempurna. Dia mengalami pelepasan, Logan berhenti lalu memutar tubuh wanita itu dengan posisi tengkurap.


Logan mengapit kedua paha Dylla lalu mengarahkan miliknya ke tempat yang tidak semestinya. Wanita itu terkejut dan berusaha menggerakan tubuhnya agar Logan tidak berhasil memasukan benda yang sudah keras itu.


“Logan jangan dimasukan disitu, aku belum pernah melakukannya,” mohon Dylla saat satu jari logan masuk ke bagian yang tidak semestinya.

__ADS_1


“Diam, layani aku saja.” Logan meludah di telapak tangannya lalu mengoleskan di benda miliknya yang sudah keras bagaikan kayu.


Dia mengarahkan miliknya dan berusaha mendorong pinggulnya dengan menekan pinggang Dylla dengan tangan satunya.


“Logan, sumpah ini sakit sekali.” Dylla kembali berteriak kesakitan, ini pertama kali area itu dimasuki milik pria dan bagi Logan itu sangat nikmat seperti melakukan dengan wanita yang masih virgin.


Logan belum berhasil menembus area itu dia kembali memposisikan tubuhnya lalu menahan tangan Dylla yang berusaha ingin melepaskan diri darinya.


Kembali Logan menuntun miliknya masuk, dia memejamkan mata saat merasakan ujungnya sudah berhasil membobol area itu. ‘Ah … **** ini sungguh nikmat,’ Logan mengumpat dalam hati merasakan betapa nikmat miliknya di jepit dengan kuat di dalam sana.


Dylla berteriak kesakitan saat milik Logan berhasil menerobos masuk, dia tidak tahan dengan rasa sakit itu dan menangis. Tapi Logan tidak berhenti seolah-olah teriakan dan tangisan Dylla sebua alunan musik penambah gairah.


Kini Logan bermain dengan kasar, dia menggerakkan pinggulnya dengan cepat tanpa perduli dengan teriakan-teriakan kesakitan dari bibir Dylla.


Ajaran Maurent membuat pria itu ketagihan, sudah lama Logan ingin melakukan dengan Cella tapi dia tidak ingin menyakiti istrinya. Sekarang dia bisa melampiaskan semuanya kepada sang mantan.


Dylla lebih berteriak kesakitan begitu merasakan milik Logan mulai membesar di dalam sana, dia meronta dan menangis sambil tangan memukul-mukul kasur.


Logan lebih cepat lagi menggerakan pinggulnya, kini dia merasakan akan mengalami pelepasan, dia melingkarkan kedua tangannya di leher Dylla dan menindih tubuh  bagian belakang wanita itu sambil terus memacu pinggangnya naik turun.


Dia merasakan kenikmatan yang luar biasa, Logan memperhatikan Dylla yang membelakanginya lalu dia mengusap rambut wanita itu.


“Terima kasih, sudah memberikan kenikmatan yang luar biasa padaku,” ucap Logan sambil berdiri dan pergi ke kamar mandi tanpa perduli wanita itu menangis. Inilah cara Logan membalas dendam kepada wanita itu.


Sementara Dylla, dia tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Logan. Pria itu tidak perduli dengan rasa sakit dan teriakannya, ini kali pertama miliknya dimasuki benda asing.


Dia bangkit berdiri, dengan menahan sakit di kedua area intinya Dylla berjalan pergi ke kamar mandi. Dia melihat Logan sedang membersihkan miliknya dengan sabun. Dylla tidak menyapa pria itu lalu menyalakan Shower.


Logan keluar dari kamar mandi lalu memakai pakaiannya dan duduk di sofa sambil memeriksa ponselnya.


Sedangkan Cella terlihat sedang berada di klinik memeriksakan kandungannya. Cella berbincang-bincang sejenak dengan dokter lalu tidak lama kemudian dia berpamitan.


Cella memasukan sebuah amplop hasi usg ke dalam tas lalu kembali ke rumah, dia ingin memberikan kejutan kepada Logan.

__ADS_1


Sore hari Logan pulang dan mendapati sang istri sedang berbaring, dia mengerutkan dahi dan menghampiri wanita itu. Logan duduk di sisi tempat tidur dan meraba dahi Cella.


“Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Logan dengan menatap mata sang istri.


“Iya, aku hanya merasa sedikit lelah saja. Tadi aku sudah ke dokter,” jawab Cella dengan memegang tangan Logan yang berada di perutnya.


“Apa kata dokter?” Cella mengambil sebuah amplop yang ada di nakas dan memberikan kepada Logan.


Pria itu membuka amplop dan membaca isinya, matanya membulat sempurna. Dia menatap Cella lalu kembali melihat selembar foto hasil usg.


“Kamu tidak bercanda, Sayang?” Cella tertawa melihat ekspresi wajah suaminya. “Katakan padaku, apakah hasil ini benar?” Cella menganggukan kepala menjawab pertanyaan Logan.


Pria itu langsung memeluk Cella dan tertawa bahagia, berulang kali dia mengecup ubun kepala istrinya.


“Akhirnya Sabrina akan memiliki adik.” Kembali Logan memeluk Cella sehingga membuat wanita itu tertawa dan melepaskan pelukan suaminya.


“Mengapa tidak mengajakku memeriksakan kehamilanmu,” ujar Logan dengan membelai pipi Cella.


“Kalau aku mengajakmu, itu bukan kejutan lagi,” sahut Cella dengan mengedipkan sebelah matanya. Logan mencubit gemas pipi istrinya lalu tertawa.


****


Semenjak sang istri hamil, Logan tidak ingin wanita itu mengemudikan mobil. Dia selalu mengantar dan menjemputny ke kantor, Logan tidak ingin Cella melakukan aktivitas berlebihan.


Seperti saat ini  Logan mengantar sang istri ke perusahan, tiba di depan kantor mereka berdua berciuman kemudian Cella turun dan masuk ke dalam sedangkan Logan dia langsung pergi.


Tiba di kantor dia masuk ke ruang kerja dan duduk, wajahnya terlihat begitu ceria. Tiba-tiba terdengar ruangannya di ketuk. Dia menyuruhnya masuk lalu pintu terbuka.


Seorang wanita cantik masuk, saat Logan mengangkat kepala ingin melihat siapa yang  datang dia mengerutkan dahi dan menyandarkan tubuh di kursi kerja.


“Sudah berapa kali aku katakan padamu, jangan datang ke kantorku. Tunggu saja biar aku yang menghubungimu.” Logan berpikir setelah kejadian di villa wanita itu akan meninggalkannya tapi ternyata tidak.


Dylla tetap mencari Logan, rasa cintanya kepada pria itu membuat dia bertahan di sisi sang mantan. Walau’pun dia tahu Logan pasti akan terus melakukan penyatuan dengan kasar.

__ADS_1


“Aku rindu padamu,” ujar Dylla sambil mengayunkan kaki menghampiri Logan.


“Tapi jangan datang ke kantor, kita bisa bertemu di luar.” Logan membiarkan Dylla duduk kemudian memberikan minum kepada wanita itu.


__ADS_2