
Reagen mengantar Tania pergi ke Dokter kandungan. Mereka tiba di klinik lalu Reagen mendaftarkan Tania kemudian dia duduk kembali dekat Tania.
Tidak lama kemudian Tania dan Reagen masuk ke dalam. Dokter memeriksa Tania lalu dia tersenyum.
"Selamat ya." Kata Dokter sambil membersihkan sisa gel di perut Tania lalu dia berdiri dan duduk di balik meja kerjanya.
Tania berdiri dan duduk di samping Reagen.
"Bagaimana Dok?" Tanya Reagen
"Iya Nyonya sedang hamil dan usia kehamilannya kira kira enam minggu." Kata Dokter sambil menulis resep
Reagen terlihat sangat bahagia. Dia memegang tangan Tania sambil tersenyum.
Tania berusaha tersenyum kepada Reagen.
Dokter memberikan resep kepada Reagen kemudian dia dan Tania meninggalkan ruangan Dokter.
Reagen memegang tangan Tania lalu mereka keluar klinik dan masuk ke dalam mobil. Reagen langsung meluncur ke apartemennya.
Sepanjang jalan Tania hanya diam, pikirannya tertuju kepada Kairos.
"Bagaimana dengan Kairos kalau aku menikah?" Tanya Tania dalam hati. "Kenapa aku selalu ceroboh?"
Tania mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil. Lalu dia merasakan tangan Reagen menggenggam tangannya.
"Apakah kamu baik baik sayang?" Tanya Reagen lalu Tania menganggukan kepala.
"Iya, aku baik baik saja." Kata Tania sambil berusaha tersenyum kepada Reagen.
"Sayang, aku sangat bahagia akan memiliki anak darimu." Kata Reagen kemudian dia mengecup tangan Tania. "Apakah kamu bahagia bersamaku sayang."
"Iya aku bahagia." Kata Tania sambil menganggukan kepala.
Akhirnya mereka berdua tiba di apartemen, Tania langsung berbaring di kamar.
Sementara di kediaman Carlos.
Jessica sedang berbincang bincang dengan Carlos di kamar.
"Sayang nanti selesai Tania menikah kita pergi ke Indonesia.
"Iya, kita harus segera mengurus surat surat untuk putri Kairos." Kata Jessica kepada Carlos.
"Sepertinya Kairos sudah merelakan Tania menikah dengan Reagen." Kata Carlos sambil membantu Jessica mengatur pakaian di dalam lemari.
"Iya, aku menjadi kasihan melihat Kairos." Kata Jessica sambil duduk di sisi tempat tidur.
Carlos meghampiri Jessica lalu membelai rambut Jessica.
"Kalau bukan karena perempuan busuk itu, Kairos dan Tania sudah menikah. Dan sekarang dia sedang menerima akibat perbuatannya. Perusahan milik orang tuanya sudah aku ambil, dan orang tuanya punya hutang padaku.
"Iya, kalau bukan karena si Celline, Kairos dan Tania sudah menikah." Kata Jessica dengan suara kesal.
"Hemm... Semua sudah terjadi sayang." Kata Carlos sambil menarik nafas panjang. Kemudian dia keluar dari kamarnya dan mencari Ezer.
Di apartemen terlihat Tania sedang menelpon.
"Hallo paman Mike, apa kabar?"
"Hallo Tania, aku baikkm baik saja. Bagaimana denganmu?" Tanya Mike
"Aku juga baik baik paman. Oh ya paman, aku akan segera menikah." Kata Tania
"Oh ya? Kapan kamu akan menikah?" Tanya Mike lagi.
"Minggu depan paman, paman akan hadir di pernikahankukan?"
"Tentu saja Tania. Aku pasti hadir." Kata Mike dari seberang telepon.
"Terima kasih paman." Ucap Tania
"Sama sama Tania." Balas Mike kemudian terdengar telepon di tutup.
Tania meletakkan handphonenya lalu dia mengambil koper kemudian sia mengatur pakaiannya dan pakaian Reagen ke dalam koper. Hari ini dia dan Reagen akan berangkat ke Venezuela.
Selesai memgatur pakaiannya Tania pergi ke kediaman Carlos. Sedangkan Reagen dia masih di kantor.
Tania tiba di kediaman Carlos, dia masuk lalu berpapasan dengan Kairos
"Hi.. " Sapa Tania kepada Kairos
Kairos tersenyum meihat Tania.
"Hi.. Jam berapa kalian ke Airport?" Tanya Kairos
"Ehm.. Nanti sore jam 4." Jawab Tania. Ingin rasanya dia memeluk Kairos.
"Mommy.. " Terdengar suara Ezer.
Tania melihat Ezer dan Sheren sedang berjalan menghampirinya.
"Jangan berlari sayang, nanti kamu jatuh." Kata Tania lalu dia menggendong Ezer. "Hemm.. Anak mama semakin berat ya." Kata Tania sambil mencium pipi Ezer.
Sheren langsung meninggalkan Kairos dan Tania, dia pergi ke kamar Acel. Dia masuk lalu duduk disisi tempat tidur.
"Acel, aku kasihan melihat Kairos dan Tania." Kata Sheren sambil berbaring di samping Acel.
"Aku juga merasa kasihan melihat mereka berdua. Tapi harus bagaimana lagi, kalau saja Tania tidak hamil pasti mereka bisa bersatu kembali. Tapi sekarang Tania sedang mengandung anak Reagen." Kata Acel.
"Iya ya, coba saja Tania tidak hamil." Kata Sheren lalu Acel tersenyum
"Aku juga akan menghamilimu supaya papa dan mama menikahkan kita berdua." Canda Acel lalu Sheren tertawa.
Di ruang santai Kairos dan Tania sedang berbincang bincang.
"Oh ya, aku dengar kamu sedang hamil." Kata Kairos sambil menahan Ezer yang melompat lompat di sofa.
"Iya, aku sedang hamil." Kata Tania sambil menundukkan kepala. Dia menahan airmatanya, dia tidak ingin menangis di depan Kairos.
"Reagen pasti sangat bahagia mendengar kamu hamil." Kata Kairos sambil berusaha tersenyum.
"Iya dia sangat bahagia." Kata Tania, dia tidak tahan lagi lalu dia memeluk Kairos dan menangis.
Kairos membelai rambut Tania.
__ADS_1
"Jangan menangis." Kata Kairos lalu dia melepaskan pelukan Tania dan menghapus airmata Tania.
Kairos berdiri dan mengangkat Ezer lalu membawa Ezer ke kamar Jessica dan meletakkan Ezer di box.
Kairos kembali menemui Tania lalu mengajak Tania pergi ke kamarnya.
Mereka masuk lalu Kairos memeluk Tania dengan erat. Mereka berdua saling berpelukan. Tania menangis di pelukan Kairos.
"Aku sangat mencintaimu." Kata Tania sambil meremas kaos Kairos.
"Aku juga sangat mencintaimu. Maafkan aku, aku terlalu bodoh." Kata Kairos sambil membelai rambut.
"Aku juga terlalu ceroboh." Kata Tania sambil menangis.
"Semua sudah terjadi." Kata Kairos kemudian dia melepaskan pelukannya.
Kairos menghapus air mata Tania, dia membelai wajah Tania kemudian dia mencium bibir Tania. Mereka berdua saling berciuman, lalu Kairos membaringkan Tania di tempat tidur.
Kairos kembali mencium bibir Tania. Dia meremas dada Tania.
Tania membiarkan Kairos menyentuh tubuhnya. Dia sangat merindukan sentuhan dari Kairos, dia memejamkan matanya saat jemari Kairos menyelinap dia antara kedua pahanya.
Dia meremas rambut Kairos dan mendesah. Lalu mereka berdua melakukan hubungan itu berulang kali.
Tania memakai pakaiannya lalu dia mengecup bibir Kairos.
"Aku harus pergi sekarang." Kata Tania sambil duduk di sisi tempat tidur.
Kairos memegang wajah Tania dan membelainya
"Aku akan selalu merindukanmu." Kata Kairos kemudian dia memeluk Tania. "Aku akan mengantarmu."
"Aku pukang pakai taxi saja." Kata Tania sambil melepaskan pelukan Kairos.
"Tidak sayang, aku akan mengantarmu." Kata Kairos kemudian dia turun dari tempat tidur dan memakai pakaiannya.
Mereka keluar dari kamar kemudian Kairos masuk ke dalam kamar Jessica. Dia melihat Ezer masih bermain main dengan mobil dan robotnya.
"Sayang mau ikut papi?"
Eser melihat Kairos lalu dia berdiri.
"Yes papi." Jawab Ezer sambil mengulurkan tangannya meminta Kairos untuk menggendonya.
Kairos mengangkat Ezer dari box lalu dia menemui Tania.
"Ayo sayang, aku akan mengantarmu. " Kata Kairos lalu mereka masuk ke dalam mobil.
Kairos mengantar Tania ke apartemen Reagen. Mereka tiba di apartemen.
Tania mengajak Kairos masuk ke dalam apartemen. Mereka masuk lalu Tania melihat Reagen sedang duduk di sofa sambil memangku laptop.
Reagen melihat Tania Kairos dan Ezer. Dia berdiri lalu dan tersenyum kepada Kairos. Reagen menyambut Kairos.
"Ayo duduk Kairos." Kata Reagen kepada Kairos sambil mengambil Ezee dari kairos.
Dia mencium kedua pipi Ezer.
"Papi sangat rindu padamu." Kata Reagen sambil duduk di sofa dan memangku Ezer.
"Oh ya biar aku yang mengantar kalian ke Airport." Kata Kairos
"Umm.. Tidak usah Kairos, kami pakai taxi saja."
"Tidak apa Reagen, aku akan mengantar kalian berdua." Kata Kaios lagi. Dia memegang tangan Ezer. "Ezer mau ikut mengantar papi Gen dan mommy?" Tanya Kairos kepada Ezer.
"Yes papi." Jawab Ezer sambil menganggukan kepala.
Tania menatap Kairos, dadanya terasa sesak. Dia berdiri lalu masuk ke dalam kamar. Tania masuk ke dalam kamar mandi dan menyalakan shower dia membiarkan air membasahi tubuhnya lalu dia menangis.
Dia tidak ingin Reagen tahu kalau dia menangis. Tania memakai pakaiannya lalu dia keluar dari kamar. Dia menunjukan sikap biasa biasa di depan Reagen dan Kairos.
"Oh ya kita sudah harus ke Airport." Kata Reagen sambil berdiri dari duduknya.
"Iya, keluarkan saja kopernya dari kamar." Kata Tania kepada Reagen.
Reagen masuk ke dalam kamar dan membawa koper keluar. Mereka meninggalkan apartemen lalu masuk ke dalam mobil.
Reagen duduk di samping Kairos, sedangkan Tania duduk tepat di belakang Kairos.
Kairos mengantar mereka ke Aiport. Sepanjang jalan mereka hanya saling diam, hanya terdengar music di dalam mobil.
Terdengar suara lady gaga dengan lagunya I"Il Never Love Again.
Kairos melajukan mobilnya, dia ingin cepat sampai di Airport. Dia merasakan sesak di dadanya.
Akhirnya mereka tiba di Airport
Tania memeluk dan mencium kedua pipi Ezer.
"Mommy akan merindukanmu sayang." Kata Tania sambil memeluk Ezer dengan erat. Kemudian dia mendudukan kembali Ezer di booster seat.
Kairos tersenyum melihat Tania lalu dia memeluk Tania.
"Aku akan selalu mencintaimu." Bisik Kairos di kuping Tania.
"Aku juga. Cintaku hanya milikmu." Balas Tania dengan berbisik.
Kairos melepaskan pelukannya kemudian dia mengecup kening Tania.
Reagen mencium kedua pipi Ezer. Dia juga memeluk Kairos kemudian dia dan Tania masuk kedalam Airport.
Kairos membalikan badannya lalu dia membuka pintu mobil lalu masuk. Kairos menjalankan mobilnya keluar dari Airport.
Airmata menetes di pipinya, dia menyetir dengan pelan dan menangis.
"Papi susu."
"Iya sayang, nanti kalau sudah di rumah papi buatkan susu ya." Kata Kairos sambil menyetir.
Kairos melajukan mobilnya, akhirnya dia tiba di rumah. Kairos turun lalu mengangkat Ezer. Mereka masuk ke dalam rumah kemudian Kairos menurunkan Ezer dan membiarkan Ezer pergi ke dapur.
"Anak papi nanti minum susu dan tidur ya." Kata Kairos sambil berjalan mengikuti Ezer dari belakang.
"Yes papi." Kata Ezer lalu dia berusaha naik di kursi.
__ADS_1
Kairos terseyum lalu dia mengangkat Ezer dan mendudukannya di kursi. Kairos membuatkan susu untuk Ezer.
Jessica melihat Kairos sedang membuatkan susu untuk Ezer lalu dia memeluk Kairos dari belakang.
"Papi yang baik." Canda Jessica lalu Kairos tertawa lalu dia memutar tubuhnya dan memeluk Jessica dengan erat.
"Belajar dari mama." Bisik Kairos lalu Jessica tersenyum.
Jessica melepaskan pelukannya lalu dia memegang pipi Kairos.
"Relakan saja dia, kalau dia memang jodoh kamu, kalian pasti akan bertemu kembali."
"Seperti papa dan mama ya." Canda Kairos lalu Jessica tertawa.
"Who knows!" Kata Jessica sambil tersenyum.
Kairos tertawa lalu mencubit pipi Jessica.
"Mama bisa saja." Kata Kairos sambil memberikan botol susu kepada Ezer dan menurunkan Ezer dari kursi.
Jessica melihat Ezer lalu tersenyum.
"Cucu grandma minum susu." Kata Jessica sambil menggendong Ezer dan pergi ke ruang santai.
Jessica membaringkan Ezer di sofa kemudian dia duduk di sisi sofa sambil melihat Ezer minum susu.
Carlos keluar dari kamar kemudian dia pergi ke ruang santai lalu dia duduk dekat Kairos
"Kairos bulan depan perusahan papa di Spanyol akan segera di buka. Apakah kamu mau di Spanyol atau Acel saja?"
"Aku pikir pikir dulu pap. Tapi kalau Ezer ikut bersamaku, aku mau." Kata Kairos kepada Carlos.
"Tidak bisa." Sela Jessica. "Kamu mau menjauhkan Ezer dari mama."
"Aku juga tidak mau jauh dari Ezer mam." Kata Kairos sambil tersenyum.
"Kalau begitu Acel saja yang mengurus perusahanmu di Spanyol." Kata Jessica kepada Carlos.
"Iya sayang, tapi kita nikahkan dulu Acel dan Sheren."
"Kita bisa nikahkan Acel dan Sheren di Spanyol." Kata Jessica
"Iya mam, lebih bagus mereka menikah di Spanyol."
"Baiklah, nanti kita bicarakan dengan Acel." Kata Carlos sambil memegang tangan Ezer.
"Kita harus bicarakan secepatnya dengan Acel karena keluarga Sheren semuanya di Indonesia.
"Iya kamu benar sayang. Nanti sebentar kalau Acel sudah pulang kita bicarakan dengannya." Kata Carlos kemudian dia berdiri lalu pergi ke teras belakang.
Jessica menggendong Ezer
"Kita ke kamar ya." Kata Jessica
Kemudian mereka berdua masuk ke dalam kamar.
Tania dan Reagen tiba di Venezuela. Nyonya Sonia menyambut Tania dan Reagen. Dia sangat bahagia mendengar Tania hamil
Mereka duduk duduk di taman.
"Aku senang sekali, akhirnya aku akan memiliki cucu." Kata Nyonya Sonia kepada Tania.
Tania hanya tersenyum.
"Aku juga sangat bahagia mom." Kata Reagen sambil memegang tangan Tania.
"Baiklah, kalau begitu kalian istirahat saja. Ini sudah larut malam." Kata Nyonya Sonia sambil berdiri.
"Iya mom." Kata Reagen kemudian dia mengajak Tania pergi ke kamar.
Tania masuk kedalam kamar lalu dia berbaring di tempat tidur.
Reagen melihat Tania lalu dia duduk di sisi tempat tidur. Dia mengelus perut Tania.
"Tidur saja sayang." Kata Reagen kepada Tania lalu dia mengecup kening Tania.
"Aku akan mengganti pakaianku dulu." Kata Tania lalu dia berdiri dan mengganti pakaiannya.
Tania kembali berbaring, lalu dia menutup tubuhnya dengan selimut. Tania memejamkan matanya dan mengingat saat dia dan Kairos melakukan hubungan itu.
Tiba tiba handphonenya berbunyi, dia melihat Kairos yang meneleponnya. Tania langsung menjawab telepon Kairos
"Hallo, ada apa meneleponku?" Tanya Tania dengan suara berbisik. Dia takut Reagen mendengarnya.
"Ezer ingin video call denganmu." Kata Kairos
"Baiklah ganti saja dengan Video call." Kata Tania kemudian dia menutup telepon dan menghubungi Kairos dengan video call.
Terlihat di layar hanphone Ezer dan Kairos lagi di bebaring di tempat tidur.
Tania tersenyum melihat Kairos dan Ezer bertelanjang dada.
"Sayang kenapa tidak memakai kaos." Tanya Tania sambil matanya melirik Reagen yang lagi sibuk di depan laptop
"Mommy..papi." Kata Ezer sambil menepuk nepuk dadanya.
Tania tertawa melihat Ezer meremas dan menggigit dada Kairos
"Ezer sakit." Kata Kairos kepada Ezer lalu Ezer tertawa.
"Mommy miss you." Kata Ezer
"Iya sayang mommy juga rindu padamu." Kata Tania. "Kenapa dia belum tidur?" Tanya Tania kepada Kairos.
"Dia bermain terus dengan papa. Selesai bermain dengan papa dia memintaku menelponmu."
"Oh.. " Gumam Tania. "Kalau begitu tidurkan dia sekarang.
"Baiklah, aku akan tidurkan dia dulu." Kata Kairos sambil tersenyum di kamera. "Ayo Ezer kiss bye sama mommy." Kata Kairos kepada Ezer
"Mommy bye.. Love you." Kata Ezer sambil mencium kamera handhpone
Tania tertawa melihat Ezer.
"Bye sayang, love you too." Kata Tania lalu dia menutup teleponnya dan meletakkan hanpdonenya di meja.
__ADS_1
Selamat membaca