SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Kebenaran yang menyakitkan


__ADS_3

Papa Jessica menatap Jessica dan membelai rambutnya, dia ingin mengatakan sesuatu tapi dia tidak tahu harus memulai dari mana.


Jessica menatap papanya. “Pa kebenaran apa yang ingin papa katakan? Kebenaran apa yang selama ini papa sembunyikan dari Jessi? Katakan pa!”


“Jessi, papa bingung harus mulai dari mana untuk mengatakannya padamu.”


Jessi memegang tangan papanya. “Pa katakanlah, Jessi akan mendengarkannya.” Jessica semakin penasaran.


“Jessi kebenaran ini mungkin akan membuatmu merasa sakit, sedih dan kecewa. Apakah kamu siap mendengarnya?”


“Katakan saja pa. Sesakit apapun, sesedih apapun Jessi ingin mendengar kebenaran itu.” Kata Jessica pada papanya..


“Jessi kamu ingin tahu orang tua kandung mu siapa?”


Jessica menatap papanya dengan heran.


“Maksud papa apa? Bukannya orang tua kandungku papa dan mama?”


“Orang tua kandungmu bukan papa dan mama.”


Papa Jessica berdiri dan membuka lemari, dia mengambil foto kedua orang tua kandung Jessica dan menunjukannya pada Jessica.


“Kedua orang ini adalah orang tua kandungmu.”


Jessica tidak ingin melihat foto kedua orang tua kandungnya. Tanpa melihat foto itu, Jessica mengambilnya dan merobek foto itu dan dia menangis.


“Pa Jessi tidak ingin tahu siapa orang tua kandungku, yang Jessi tahu orang tua kandungku adalah papa. Papa kandung dan mama kandung Jessi adalah papa. Jessi tidak punya mama.


“Papa yang sudah membersarkanku, papa yang memberikan kasih sayang padaku bukan mama kandungku bukan juga mama.” Kata Jessica sambil menangis.


“Jessi jangan bicara begitu, mama kandungmu sangat sayang padamu.”


Jessica tertawa. “Pa mama kandungku sayang padaku? Kalau dia sayang padaku kenapa dia tinggalkan aku?” Jessica tidak tahu kalau mama kandungnya sudah meninggal. “Disaat aku butuh kasih sayang dari mama, dia tidak ada pa. Disaat aku di siksa mama, di pukul mama bahkan aku hampir di perkosa oleh kakak tertuaku, mama kandungku di mana pa? Apakah dia datang menolongku pa?” Kata Jessica sambil menangis.


“Jessi jangan bicara seperti itu, kalau dia hidup tidak mungkin kamu akan tinggal disini pasti dia yang akan membesarkan kamu.”


“Maksud papa?” Tanya Jessica


“Jessi mama kandungmu meninggal saat melahirkanmu, sebelum dia menghembuskan nafasnya meskipun tubuhmu masih berlumuran darah dia sempat memeluk dan menciummu. Bahkan dia yang memberi nama padamu Jessica.


Jessica berdiri dan memeluk papanya dan menangis. “Sekarang aku mengerti pa, kenapa mama selalu menyiksaku. Terkadang tanpa alasan mama memukulku, ternyata aku bukan anak kandungnya.”


Jessica melepaskan pelukkannya, dia menangis dan meninggalkan kamar papanya. Dia pergi naik ke mobil dan meninggalkan kediaman orang tuanya.


Sementara di kamar, papa Jessica mengambil foto yang di sobek Jessica. Dia menyambungnya dengan lakban dan dia melihat tas Jessica tertinggal, dia membuka resleting kecil bagian belakang tas Jessica dan menyelipkan foto kedua orang tua Jessica disana.


Sementara di mobil Jessica masih menangis, dia merasa sakit mendengar kebenaran itu. Dia ingin menelepon Carlos, dia mencari tasnya tapi dia tidak menemukannya. Dia menepikan mobilnya dan berhenti lalu dia mencari tasnya lagi. “Ahh.. Shit tasku tertinggal di rumah.” Gumam Jessica.


Dia memutar mobilnya dan kembali kerumah orang tuanya, sampai di rumah orang tuanya Jessica turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah. Dia melihat papanya lagi duduk di ruang tamu.


“Pa tas Jessi tertinggal.”

__ADS_1


“Iya, ini tas kamu.” Jessica mengambil tasnya dan menatap papanya.


“Pa, mama kandung Jessi di makamkan di mana?” Tanya Jessica.


“Kamu ingin ke makam mamamu?”


“Iya, aku ingin melihatnya.” Jawab Jessica.


“Baiklah papa akan mengantarmu.”


Mereka berdua naik kedalam mobil dan papa Jessica yang menyetir mobil. Mereka pergi ke pemakaman umum, sampai di makam mereka berdua turun dan masuk ke area makam.


Mereka sampai di depan makam mama Jessica, Jessica melihat di atas makam mamanya ada foto. “Pa apakah itu mama kandungku?”


“Iya Jessi dia mama kandungmu.” Jawab papa Jessica


Jessica duduk di samping makam mamanya, dia memegang foto mamanya dan dia menangis.


“Pa kenapa keluarga mama tidak mengambil Jessi?”


papa Jessica menceritakan semua kepada Jessica, kenapa Jessica sampai di ambilnya.


“Jadi keluarga mama ingin mama menggugurkan kandungannya?”


“Iya benar Jessi, makanya mama kamu meninggalkan keluarganya karena mereka malu mama kamu hamil di luar nikah dan tidak ada yang bertanggung jawab.


“Terus papa Jessi bagaimana pa? Kenapa dia tidak bertanggung jawab pada mama?”


“Oh begitu.” Kata Jessica sambil mengusap air matanya.


Dia mengusap foto mamanya dan menangis. “Mama terima kasih sudah berjuang mempertahankan Jessica, terima kasih sudah lahirkan Jessi ma. Mama sudah korbankan nyawa mama hanya untuk Jessi.” Kata Jessica sambil menangis. “Ma ternyata kamu cantik sekali.” Jessica terus mengusap foto mamanya sambil menangis.


Papa Jessica duduk dekat Jessica dan memeluknya.


“Sudah jessi jangan menangis mama kamu sudah tenang di alam sana, sudah soreh ayo kita pulang!”


“Iya pa.” Jessica berdiri dan melihat makam mamanya. “Ma jessi pergi dulu, nanti Jessi akan berkunjung lagi ke makam mama.


Mereka berdua meninggalkan makam mama Jessica dan kembali ke mobil, mereka langsung pulang ke rumah. Sampai di rumah Jessica langsung pamit pada papanya.


Jessica langsung meluncur ke Manado, sepanjang perjalanan ke Manado dia terus berpikir. “Kenapa kebenaran itu menyakitkan.” Kata Jessica dalam hati, dia menyeka air matanya.


Sampai di hotel Jessica memarkirkan mobilnya, dia turun dan langsung masuk kedalam hotel dan menuju ke kamar mereka. Dia menyeka air matanya, dia tidak ingin Carlos dan anak anak tahu kalau dia menangis.


Dia mengetuk pintu dan Kairos yang membukakan pintu, dia melihat Kairos dan memeluknya.


“Kalian sudah makan sayang?”


“Sudah mam.” Jawab Kairos


Jessica melihat Carlos lagi duduk di sofa sedang memperhatikannya, Jessica mengalihkan pandangannya pada Acel dan Cella yang sedang tidur. Dia pergi ketempat tidur dan mencium Acel dan Cella.

__ADS_1


Carlos memperhatikan Jessica, dia melihat mata Jessica sembab seperti baru habis menangis. Dia berdiri dan mendekati Jessica.


Carlos membelai rambut Jessica.


“Kamu baik baik saja sayang?” Tanya Carlos


“Iya beb, aku baik baik saja.”


Carlos menarik tangan Jessica dan pergi kekamar satunya lagi, mereka masuk dan Carlos mengunci pintu.


Dia menghampiri Jessica yang sedang duduk di samping tempat tidur, dia memegang dagu Jessica dan mengangkatnya. Carlos menatap mata Jessica.


“Kamu baru habis menangis, ada apa? Apakah aku sudah menyakitimu? Kamu juga pergi begitu lama. Kamu pergi kemana sayang?”


Jessica berdiri dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Carlos, dia menyandarkan kepalanya di dada Carlos.


Carlos memeluk dan membelai rambut Jessica.


“Ada apa sayang? Katakan padaku!”


Jessica memeluk erat tubuh Carlos.


“Beb, mengapa kebenaran itu menyakitkan?”


“Sayang, kebenaran apa? Jelaskan padaku!”


“Aku mengerti sekarang beb, kenapa mama selalu menyiksaku, memukulku tanpa alasan. Aku mengerti beb kenapa mamaku sangat membenciku.”


Carlos melepaskan pelukkannya dan memegang wajah Jessica.


“Kamu bicara apa sayang? Aku tidak mengerti.”


Jessica memeluk Carlos dan menangis. “Beb ternyata mereka bukan orang tua kandungku.” Kata Jessica


Carlos membelai rambut Jessica. “Siapa yang mengatakan itu padamu sayang?”


“Papa sendiri yang mengatakannya beb.”


Carlos memeluk erat Jessica dia merasakan kesedihan istrinya. “Akhirnya dia tahu kebenarannya.” Kata Carlos dalam hati sambil membelai rambut Jessica


“Sayang kita kembali saja ke Amerika, mengenai perusahaanku biarkan saja!”


“Tidak beb, aku akan mengurus perusahaanmu. Aku tidak apa apa, kamu sudah beli tiketnya?”


“Iya sayang aku sudah beli tiketnya, besok pagi kita berangkat ke Jakarta.” Carlos melepaskan pelukannya dan menggendong Jessica kemudian dia membaringkan tubuh Jessica di tempat tidur dan dia berbaring di samping Jessica.


Jessica meletakkan kepalanya didada Carlos dan memeluk Carlos.


Selamat membaca,


Terima Kasih bagi yang masih setia membaca dan Terima kasih juga yang setia memberi like dan komen

__ADS_1


__ADS_2