
Manado
Kairos dan Tania sedang membantu mama Jessica di dapur, sedangkan Angel dia berada di kamarnya.
“Honey nanti kamu antarkan makanan ini di kamar Angel.” Kata Tania kepada Kairos
“Ahh.. sayang, kamu saja yang membawanya.” Kata Kairos
“Honey…
Kairos menatap Tania
“Baiklah sayang, aku akan mengantarnya. Letakkan saja disitu.” Kata Kairos sambil duduk. Tidak lama kemudian dia mengambil makanan Angel lalu mengantarnya ke kamar Angel.
Kairos membuka pintu lalu melihat Angel sedang berbaring di tempat tidur.
“Angel ini makananmu. Apakah kamu baik baik saja?” Tanya Kairos sambil meletakkan makanan Angel di meja.
“Belakangku sakit Kairos.” Kata Angel sambil bangun dan duduk di sisi tempat tidur
Kairos menghampiri Angel kemudian dia duduk si samping Angel.
“Kandunganmu sudah delapan bulan Angel jadi mungkin seperti itu.” Kata Kairos sambil memperhatikan perut Angel. “Angel bayinya mendendang ya?” Tanya Kairos sambil memegang perut Angel
“Iya Kairos, anakmu selalu menendang. Walaupun dia masih dalam perutku tapi dia butuh kasih sayang darimu, tapi kamu tidak pernah memberikan kasih sayang kepadanya.”
Kairos diam dan memperhatikan perut Angel, kemudian dia mengelus perut Angel. Angel memegang tangan Kairos lalu dia tersenyum.
“Walau hanya sebuah elusan tapi anakmu akan merasa senang.” Kata Angel
Kairos menatap Angel
“Benarkah? Tanya Kairos sambil mengelus perut Angel.
“Iya Kairos. Anakmu akan merasa bahagia.” Kata Angel. “Coba kamu tempelkan wajahmu di perutku, kamu akan merasakan kebahagiaan anakmu.”
Kairos menempelkan pipinya di perut Angel dan dia merasakan bayi yang ada si perut Angel bergerak.
“Angel aku bisa merasakan dia bergerak.” Kata Kairos sambil tersenyum.
Angel meletakkan Tangannya di punggung Kairos.
“Kairos itu tandanya dia sangat bahagia karena papinya perhatian padanya.” Kata Angel sambil membelai rambut Kairos
Kemudian Tania masuk ke dalam kamar Angel, dia melihat tangan Angel membelai rambut Kairos sedangakan wajah Kairos menempel di perut Angel. Tania kembali keluar lalu dia pergi ke kamarnya, dia duduk di sisi tempat tidur dan menangis.
“Bagus sekali dia bermesraan dengan Angel.” Kata Tania dengan kesal. “Aku menyuruhnya mengantar makanan bukannya langsung kembali malah bermesraan.”
Sementara di kamar Kairos menemani Angel yang sedang makan. Selesai makan Angel duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur. Kairos melihat jam di dinding kamar Angel sudah menunjukan pukul 20:00
“Sebaiknya kamu istirahat Angel.” Kata Kairos sambil berdiri.
__ADS_1
“Iya Kairos, tapi bisakah kamu mengelus belakangku? Aku merasakan sakit di belakangku.” Kata Angel kepada Kairos kemudian Kairos duduk di sisi tempat tidur.
“Baiklah, aku akan mengelus belakangmu. Ayo berbalik.” Kata Kairos kemudian Angel memutar badannya membelakangi Kairos lalu Kairos mengelus belakang Angel. “Elus seperti ini?” Tanya Kairos
“Iya Kairos, seperti itu.” Kata Angel sambil memejamkan mata.
Kairos terus mengelus belakang Angel sampai Angel tertidur. Kairos mengelus perut Angel kemudian dia memakainkan selimut kepada Angel. Kairos keluar dari kamar Angel kemudian dia menutup pintu kamar secara perlahan.
Kairos pergi ke kamarnya, dia masuk dan melihat Tania sedang berbaring. Kairos menghampiri Tania.
“Sayang apakah kamu sudah makan?” Tanya Kairos sambil duduk di sisi tempat tidur dan memegang tangan Tania tapi Tania menepiskan tangan Kairos dan membelakangi Kairos
Melihat Tania seperti itu Kairos menjadi heran
“Sayang, kamu kenapa? Kamu marah padaku?” Tanya Kairos sambil berbaring di samping Tania dan memeluk Tania, tapi Tania mendorong Kairos. “Kamu kenapa?” Tanya Kairos lagi
“Tidur saja kamu di kamar Angel, jangan tidur denganku.” Kata Tania sambil mendorong tubuh Kairos.
“Sayang mengapa kamu bicara seperti itu?” Tanya Kairos sambil memegang tangan Tania dan menarik Tania ke dalam pelukannya.
Tapi Tania mendorong Kairos
“Menjauh dariku.” Kata Tania sambil turun dari tempat tidur
Kairos ikut turun dari tempat tidur dan menghampiri Tania
“Mengapa kamu marah padaku?” Tanya Kairos dengann heran
“Aku memintamu untuk mengantar makanan bukan menyuruhmu bermesraan dengan Angel.” Kata Tania dengan kesal.
“Aku melihatmu bermesraan dengan Angel, aku tidak ingin tidur denganmu.” Kata Tania lagi sambil menjauh dari Kairos.
‘Baiklah kalau kamu tidak ingin tidur denganku, aku akan tidur di kamar Angel.” Canda Kairos lalu Tania melempar Kairos dengan bantal dan menangis.
“Aku ingin kembali ke America, aku tidak ingin disini.” Kata Tania sambil menangis
Kairos menghampiri Tania
“Sayang aku hanya bercanda.” Kata Kairos sambil berusaha memeluk Tania tapi Tania mendorong Kairos.
Tania naik ke tempat tidur lalu dia berbaring dan menangis, dia menutupi wajahnya dengan bantal. Kairos berbaring di samping Tania dia ingin memeluk Tania Tapi Tania menjauh darinya. Akhirnya Kairos hanya diam dan membiarkan Tania menangis
“Aku bisa gila menghadapi mereka berdua. Kemarin dia yang suruh aku untuk memberi perhatian kepada Angel, setelah aku memberi perhatian malah dia marah. Aku jadi tidak mengerti.” Kata Kairos kemudian dia bangun dan keluar dari kamar, dia mengambil kunci mobil dan masuk kedalam mobil.
Kairos menjalankan mobilnya keluar dari garasi dan pergi. Dia mampir di salah satu minimarket kemudian dia turun dari mobil. Kairos masuk ke dalam dan membeli rokok juga coffee kemudian dia duduk di teras minimarket. Kairos mengambil sebatang rokok lalu dia menyalakan rokoknya.
Sementara Tania di kamar jadi memikirkan Kairos, dia keluar dari kamar dan berjalan kedepan. Dia membuka pintu arah ke garasi, dia melihat mobil tidak ada. Tania kembali kekamarnya lalu mengambil handphone kemudian dia mengirim pesan kepada Kairos
“Kamu lagi dimana?” Tania mengirim pesan itu, pesan di terima tapi belum di baca oleh Kairos.
Torrance
__ADS_1
Jessica masih menemani Tuan Jeremmy di rumah sakit
“Pi sebentar lagi papi akan pulang.” Kata Jessica sambil memegang tangan Tuan Jeremmy.
“Iya sayang, Ezer ada sama siapa?” Tanya Tuan Jeremmy
“Ezer bersama Teresa pi.” Kata Jessica lalu Dixon masuk kemudian dia mencium kedua pipi Jessica dan Tuan Jeremmy
“Papi sudah di perbolehkan pulang?” Tanya Dixon.
“Iya Dixon, sebentar lagi papi akan pulang. Aku lagi menunggu petugas membawaakan obat obatan milik papi.”
“Oh begitu.” Gunam Dixon
Sementara itu Carlos pergi ke kediaman Federico, dia masuk lalu melihat mike sedang berbincang bincang dengan Federico
“Hi dad.” Sapa Carlos sambil memeluk Federico. “Mommy mana?” Tanya Carlos sambil duduk
“Mommy kamu lagi di kamar.” Jawab Federico.
“Bagaimana keadaan Tuan Jeremmy?” Tanya Mike kepada Carlos
“Dia sudah membaik, hari ini sudah di ijinkan dokter untuk pulang.”
“Itu bagus.” Kata Federico. “Aku terkejut saat dia tertembak, aku tidak habis pikir mengapa mereka ingin menembakku.” Kata Federico sambil menggeleng gelengkan kepala.
“Mungkin saja itu rekan bisnis daddy yang tidak suka kepada daddy.” Kata Carlos
Tiba tiba terdengar suara tembakan di luar. Carlos dan Mike lamgsung berdiri dan menarik Federico masuk ke dalam kamar.
“Mom dadd, jangan keluar. Telepn polisi sekaarang, tetap merunduk dad.” Kata Carlos kemudian dia kemluar dari kamar sambil merunduk. Dia mengambil pistol yang di selipkan di pinggangnya, terdengar bunyi senjata otomatis menembak rumah Federico, kaca kaca jendela semuaya pecah.
Carlos dan Mike berlindung di balik sofa. Terlihat Ricak dan Jack berlari kedalam rumah. Di luar sedang terjadi baku tembak. Carlos mengeluarkan handphonenya lalu dia menelpn Osvaldo.
“Osvaldo kamu di mana?” Tanya Carlos dengan panik
“Tenang Carlos, aku sementara membidik orang yang memegang senjata otomatis. Lalu terdengar bunyi letusan senjata. “Satu sudah dilumpuhkan.” Kata Osvaldo dari seberang telepon lalu Carlos menutup telepon. Dia merayap di lantai bersama Mike. Jack dan Rick berusaha menembak salah satu orang yang mencoba masuk ke dalam rumah.
Carlos berdiri dan melepaskan tembakan kemudian dia berlari naik ke atas. Dia masuk ke dalam kamar yang sering dia gunakan. Dia merayap pergi ke teras, dari teras dia melihat seseorang berlari di halaman belakang kemudian Carlos menembaknya dan orang itu terjatuh.
Carlos keluar dari kamarnya dan berlari turun ke bawah dia langsung masuk ke dalam kamar Federico. Dia melihat Federico dan Liliana sedang merunduk.
“Dad masuk saja ke kamar mandi.” Kata Carlos kemudian dia memegang Liliana dan membawa Liliana ke kamar mandi di ikuti Federico. “Dad pegang pistol ini, siapapun yang masuk kesini langsung tembak saja.” Kata Carlos sambil memberikan pistor kepada Federico.
“Kamu mau kemana Carlos?” Tanya Liliana dengan khawatir
“Aku ingin membantu Mike di luar.” Jawab Carlos.
“Sudah Carlos disini saja.” Kata Federico sambil menahan tangan Carlos.
“Dad aku tidak bisa, aku harus keluar.” Kata Carlos lalu dia keluar dari kamar dan masuk ke ruang kerja Federico. Carlos membuka lemari dan mengambil senjata laras panjang yang tergantung di lemari. Dia memasukan 1 butir peluru kemudian dia mengokang senjata itu.
__ADS_1
Selamat membaca
Aku ngantuk ingin tidur