SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 53


__ADS_3

Menjelang sore hari Carlos keluar dari kantornya kemudian dia masuk ke dalam mobil, di dalam mobil Carlos menelepon Mike. Panggilan terhubung.


"Hallo Mike, kamu lagi dimana?" Tanya Carlos sambil memghidupkan mesin mobilnya.


"Hi Carlos, aku baru saja sampai di rumah. Ada apa Carlos?" Tanya Mike


"Mike sebentar lagi kami akan menyergap orang orang yang menyerang rumah daddy, apakah akan ikut bersama kami?" Tanya Carlos lgi.


"Carlos, aku akan ikut. Dimana tempatnya?"


"Nanti aku kirim alamatnya padamu, siapkan juga anak buahmu Mike." Kata Carlos kemudian dia menjalankan mobilnya.


"Baiklah Carlos, kirim saja alamatnya nanti kita bertemu disana." Kata Mike lagi dari seberang telepon.


"Ok Mike." Kata Carlos kemudian dia menutup teleponnya.


Carlos langsung menjalankan mobilnya menuju kerumahnya. Tiba di rumah dia melihat Charlie sedang berbincang bincang dengan Hank, Emil, Alex, Bane, Arke dan Dennis. Carlos turun dari mobil lalu menghampiri mereka.


"Bagaimana Charlie?"


"Umm.. Sebentar lagi beberapa polisi akan kesini, juga beberapa polisi akan ke rumah orang tuamu." Kata Charlie kepada Carlos


"Baguslah kalau begitu." Kata Carlos kemudian dia mengeluarkan handphonenya lalu dia menghubungi Garry.


"Hallo Garry katakan kepada Rick, Marco dan Albert untuk siapkan anak buah mereka. Kita akan segere menyergap." Kata Carlos


"Baik Tuan Carlos, kami akan kumpulkan mereka."


"Bagus Garry, tinggalkan beberapa anak buah untuk mengawasi mommy dan daddy."


"Iya Carlos. Kita akan kumpul dimana?" Tanya Garry


"Aku akan kirimkan titik kumpul kita." Kata Carlos kemudian dia menutup teleponnya.


Carlos kembali berbincang bincang dengan Charlie.


"Carlos apakah semuanya sudah siap?" Tanya Charlie


"Sudah Charlie, Osvaldo dan Colby sudah di disana. Mereka sedang mengamati tempat itu. Jack Dennis Hank akan bersamaku. Bane Emil Alex dan Arke mereka akan bersama Mike.


"Baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang." Kata Charlie.


"Sebentar Charlie, senjataku masih di ruang kerjaku." Kata Carlos kemudian dia masuk ke dalam menuju ke ruang kerjanya. Dia membuka lemari dan mengambil 2 pucuk pistol dan dia selipkan di pinggangnya.


Carlos juga mengambil senjata laras panjang dan peluru kemudian dia keluar menemui Charlie.


"Ayo kita pergi sekarang." Kata Carlos kemudian mereka masuk ke dalam mobil.


Carlos semobil dengan Jack Dennis dan Hank. Mereka langsung menuju ke titik kumpul.


"Carlos sebaiknya kamu di mobil saja." Kata Jack kepada Carlos.


"Benar apa yang dikatakan Jack, lebih baik kamu tinggal di mobil saja." Sela Dennis.


"Tidak Jack, aku harus turun. Aku ingin mencari orang yang telah menyerang rumah orang tuaku dan orang yang telah menabrak Acel. Aku ingin membunuhnya." Kata Carlos dengan geram.


"Carlos kami akan mencarinya dan akan membawanya kepadamu hidup hidup." Kata Jack lagi. "Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu Carlos."


Carlos tersenyum kepada Jack.


"Kamu tenang saja Jack, aku juga bisa menjaga diriku." Kata Carlos sambil menepuk pundak Jack.


Akhirnya mereka tiba di titik kumpul. Carlos dan rekan rekannya turun dari mobil dan bergabung dengan Mike serta anak buahnya.


Tidak lama kemudian datang Rick Garry Marco Albert dan anak buah mereka.


Charlie dan Swan datang bergabung.


"Oh ya Charlie apakah Osvaldo dan Colby memakai peluru darimu?" Tanya Carlos


"Iya Carlos. Oh ya ini juga peluru untuk senjata kalian." Kata Charlie sambil membagikan peluru kepada mereka.


Mike tertawa melihat Charlie dan Swan.


"Charlie Swan, kalau kepala polisi tahu kalian berdua bisa di pecat." Kata Mike lalu Charlie dan Swan tertawa.


"Tenang saja Mike, aku dan Swan sudah bekerja sama dengan Bagian gudang penyimpanan senjata dan peluru." Kata Swan sambil tersenyum


"Iya Mike tenang saja. Oh ya polisi juga sudah berada di sana, kita akan menyergap mereka bersama sama." Kata Charlie.


"Baiklah, kalau begitu kita jalan sekarang." Kata Carlos, lalu mereka berjalan kaki menuju ke sasaran.


Mereka mulai berpencar. Carlos bersama Mike jalan bersama di kawal oleh anak Buah Mike serta Jack Dennis dan Hank.


Mereka semua memakai Talkie Walkie. Carlos memasang headset di kupingnya lalu terdengar candaan Osvdo dan Colby. Carlos tersenyum mendengar candaan Colby dan Osvaldo.


Mike menatap Carlos lalu dia tertawa.


"Carlos anak buahmu gila juga." Kata Mike lalu Carlos tertawa.


"Mereka seperti itu mike. Apalagi Colby dia sangat lucu. "Kata Carlos lalu terdengar suara Osvaldo


"Charlie arah barat sekitar 3-4 meter darimu ada 4 orang sedang berjaga.


“Terima kasih Osvaldo.” Ucap Charlie sambil berjalan mengendap endap.


Charlie memberi isyarat kepada alex dan beberapa rekan polisi, Alex Emil dan Arke memisahkan diri dari Charlie.


Polisi dan anak buah Mike serta Carlos mulai mengepung lalu terdengar suara Colby.


“Tiapa Kalian semua, aku melihat sniper di bukit. Osvaldo sepertinya dia lebih dekat padamu.” Kata Colby


Mereka semua tiarap mengikuti perintah Colby. Osvaldo menempelkan matanya di teropong dan mencari sniper itu.


“Benar sekali Colby dia sangat jelas terlihat olehku. Posisinya sangat bagus untuk di tembak.” Kata Osvaldo sambil tertawa.


“Lakukan saja Osvaldo sayang.” Canda Colby lalu Osvaldo tertawa lagi.

__ADS_1


“Tentu saja Colby aku akan melakukannya, tapi aku ingin mendengar desahanmu.” Canda Osvaldo


Mike mendengar percakapan Osvaldo dan Colby lalu dia menutup mulutnya dan tertawa


“Carlos tidak bisakah anak buahmu lebih serius?” Bisik Mike lalu Carlos tertawa.


“Mike mereka memang seperti itu.” Kata Carlos dengan suara pelan.


“Ah…. Osvaldo ayo lakukan aku tidak tahan lagi.” Canda Colby


Terdengar tawa Osvaldo di Talkie walkie


“Ahh.. Colby aku tidak tahan lagi.” Canda Osvaldo lalu dia melepaskan tembakan. “Ahhh…. Colby tepat di dahinya. “Kata Osvaldo lalu Colby tertawa.


“Ahh.. Akhirnya. Apakah kamu menikmatinya?”


“Tentu saja Colby sayang, aku sangat menikmatinya. Hei Colby sebentar, ada yang berjalan ke arahmua. Jangan bergerak aku akan membidiknya.” Kata Osvaldo kemudian dia melepaskan lagi tembakan dan musuhnya terkapar. Ok kalian semua aman.” Kata Osvaldo lagi.


“Terima kasih Osvaldo.” Ucap Colby lalu dia menempelkan matanya di teropong dan mengawasi pergerakan pergerakan musuh di dalam rumah.


“Rick hati hati, di belakang ada empat orang yang berjaga dengan menggunakan senjata otomatis.” Kata Colby.


“Teima kasih Colby.” Ucap Rick. “Apakah kita masuk sekarang?” Tanya Rick.


Terdengar suara Charlie.


“Osvaldo kami akan masuk, bisakah kamu lumpuhkan penjaga yang di depan?” Tanya Charlie lewat talkie walkie


“Tentu saja Charlie sayang, aku akan lumpuhkan mereka.” Canda Osvaldo lalu terdengar tawa Charlie.


“Rick jangan dulu masuk, aku akan melumpuhkan orang yang memegang senjata otomatis.” Kata Colby


“Ok Colby.” Kata Rick dan dia memberikan isyarat kepada Garry marco dan Albert untuk membawa anak buah mereka berpencar.


Carlos Mike mereka berdua bersama Hank Jack dan Dennis serta beberapa anak buah Mike. Mereka mulai masuk ke lokasi. Terdengar suara Colby lagi


“Hei Jack lindungi Carlos, jangan sampai dia tertembak. Kalau dia tertembak, kita semua bisa di pecat sama Jessica.” Canda Colby lalu Carlos tertawa


“Tenang saja Colby, aku pasti akan menjaga Carlos. Aku tidak ingin Jessica bersedih.” Canda Jack lalu Carlos menepuk punggung Jack dan Jack tertawa.


“Ok, siap siap masuk aku akan menembak penjaganya.” Kata Colby lalu dia menembak salah satu musuh yang memegang senjata otomatis.” Rick cepat masuk.” Kata Colby kepada Rick lalu Rick dan anak buahnya langsung masuk dan mengeluarkan tembakan. Semua senjata mereka memakai peredam.


Rick dan anak buanya menembak musuh yang berjaga di belakang. Sedangkan Osvaldo membantu Charlie melumpuhkan musuh yang berjaga di depan.


“Hati hati di samping juga banyak.” Kata Osvaldo.


“Boss mereka sedang berada di kamar bersama seorang wanita.” Kata Colby.


“Jangan di tembak Colby aku ingin dia hidup hidup.” Kata Carlos kepada Colby.”


“Baik Carlos.”


Lalu terdengar suara tembakan. Carlos Mike berserta Jack Dennis dan Hank mereka berlari mencari tempat perlindungan.


“Tiarap aku akan menembak orang yang memegang senjata otomatis.” Kata Osvaldo lalu dia melepaskan tembakan lalu orang itu tersungkur. “Ok aman, masuk saja.”


Carlos berlari masuk ke dalam rumah di ikuti Jack hank dan Dennis, sedangkan Mike dia memutar ikut samping bersama anak buahnya.


“Colby boss mereka ada dimana?” Tanya Carlos


“Dia masih di kamar lantai dua. Hati hati dia memegang senjata.” Kata Colby kepada Carlos


“Baiklah aku akan ke lantai dua, Ayo Jack. Colby lindungi kami.” Kata Carlos kemudian mereka naik ke lantai dua


Tiba tiba bunyi tembakan, Carlos dan Jack turun kembali lalu mencari tempat berlindung. Mereka masih di hujani tembakan. Carlos dan Jack berlindung di balik sofa.


“Colby kami di tembak.” Teriak Carlos di talkie walkie.


“Sebentar Carlos, aku tidak bisa melihatnya. Aku terhalang oleh tiang.” Kata Colby.


“Biar aku saja.” Kata Osvaldo lalu dia melepaskan tembakan dan mengenai kepala orang itu. “ Clear Carlos naik saja.”


Carlos, Jack dan Dennis serta Hank kembali naik ke lantai dua.


Sementara di luar terdengar suara suara tembakan. Mereka saling tembak menembak, Rick dan anak buahnya terlibat tembak menembak dengan musuh. Alex, Bane, Emil dan Arke datang membantu Rick.


“Ahh.. syukurlah kalian datang, kami sudah terdesak disini.” Kata Rick.


Sementara di dalam terlihat Mike juga sedang mencari boss mereka, dia juga naik ke lantai dua. Di depan kamar ada beberapa penjaga yang memegang senjata otomatis.


Carlos melihat Mike lalu dia memberikan isyarat kepada Mike agar jangan dulu menyerang. Sedangkan Charlie dan Swan masih terlibat baku tembak diluar.


Sedangkan di belakang, Emil Rick dan rekan rekannya berhasil melumpuhkan musuh.


“Aku akan masuk ke dalam membantu Carlos.” Kata Rick


“Baiklah, kami akan membantu Charlie dan Swan.” Kata Emil.


Mereka pergi bergabung bersama Charlie dan Swan. Tiba tiba salah satuh musuh melepaskan tembakan kepada Emil, peluru tepat mengenai punggung Emil lalu Alex langsung menembak musuh itu.


“Emil kamu tidak apa apa?” Tanya Alex.


“Punggungku tertembak.” Kata Emil kemudian dia duduk.


Bane langsung memapah Emil.


“Kita pergi ke mobil. Colby emil tertembak, aku ingin membawanya ke mobil. Tolong lindungi aku dan Emil.”


“Baiklah Bane, aku akan melindungimu.” Jawab Colby sambil matanya di tempel di teropong, dia mengawasi Emil dan Bane.


Di dalam rumah, Rick langsung berlari naik tangga dia ingin bergabung dengan Carlos dan Mike tiba tiba dia di tembak. Rick terjatuh dan terguling di tangga.


Carlos melihat Rick tertembak lalu dia berlari ingin melindungi Rick. Charlie masuk dan melihat musuh sedang mengarahkan senjatanya kepada Carlos lalu Charlie menembaknya.


Charlie langsung menghampiri Carlos dan Rick.


“Charlie Rick tertembak di perutnya.” Kata Carlos sambil menekan perut Rick. “Garry Marco cepat kesini, bawah Rick ke ruman sakit.” Kata Carlos

__ADS_1


Garry dan Marco masuk ke dalam lalu mengangkat Rick. Mereka berdua membawa Rick ke mobil.


“Carlos hati hati, ada musuh sedang berjalan ke arah kalian.” Kata Osvaldo kemudian dia mencoba membidik tapi musuh sudah terhalang oleh tembok.


Carlos dan Charlie bersembunyi, lalu Carlos melihat musuh itu dan dia menembaknya.


“Aman, ayo kita ke atas.” Kata Carlos lalu dia dan Charlie naik ke atas.


Diluar Swan sudah berhasil melumpuhkan musuh. Kemudian dia dan beberapa polisi masuk ke dalam. Mereka sudah mengepung rumah itu.


Carlos dan Charlie bergabung dengan Mike Jack Hank dan Dennis.


“Colby, apakah kamu bisa membidik orang yang memegang senjata otomatis?” Tanya Carlos kepada Colby


“Tidak bisa Carlos, aku terhalang oleh tiang, Osvaldo apakah kamu bisa membidiknya?” Tanya Colby.


“Sebentar Colby aku akan mencari tempat untuk membidiknya, aku juga tidak bisa karena terhalang oleh tembok.” Kata Osvaldo kemudian dia berdiri


Colby melihat kilauan seperti cermin di atas bukit.


“Osvaldo jangan berdiri.” Teriak Colby di talkie walkie.


Tiba tiba Osvaldo tersungkur peluru mengenai dada kanannya,


Colby langsung membidik sniper itu dan tepat mengenai dahi orang itu. Colby berdiri dan pergi ke tempat Osvaldo.


“Osvaldo apakah kamus masih disana?” Tanya Colby tapi tidak ada jawaban. “Osvaldo jawab aku.” Teriak Colby.


Mereka mendengar di talkie walkie. Carlos menatap Jack dan Dennis.


“Cepat bantu cari Osvaldo dan bawah dia ke rumah sakit.” Kata Carlos, dia merasa khawatir kepada Osvaldo.


Colby berlari ke tempat Osvaldo, dia melihat Osvaldo terbaring di tanah. Colby langsung memeluk Osvaldo.


“Osvaldo tetap sadar.” Kata Colby sambil menepuk pipi Osvaldo


Osvaldo membuka matanya.


“Akhirnya aku tertembak juga.” Kata Osvaldo lalu Jack dan Dennis datang.


“Osvaldo kami akan membawamu kerumah sakit.” Kata Jack sambil mengangkat Osvaldo di bantu oleh Dennis. “Colby tolong awasi Carlos, mereka masih di dalam.” Kata Jack lalu dia dan Dennis membawa Osvaldo.


Colby mencari posisi di tempat lain dia mengatur senjatanya dan menempelkan matanya di teropong.


“Posisi yang bagus.” Kata Colby dalam hati, “Aku bisa membidiknya dari sini.” Kata Colby lagi. “Charlie, siap siap. Aku akan menembaknya.”


“Baik Colby.” Kata Charlie lalu tiba tiba orang yang memegang senjata otomatis tersungkur.


Charlie Carlos dan Mike langsung melepaskan tembakan, mereka berhasil melumpuhkan orang yang berjaga di depan kamar.


Mereka berdiri di dekat kamar.


“Hati hati, dia memegang senjata.” Kata Carlos kemudian dia menembak berulang kali gagang pintu dengan menggunakan senjata Shotgun. Lalu pintu itu terbuka. “Ayo keluar atau sniperku akan menembakmu.” Kata Carlos


Kemudian keluar seorang pria dengan tanga di angkat ke atas. Charlie langsung menghampiri pria itu.


Mike terkejut melihat pria itu.


“Bangsaat kamu.” Kata Mike sambil melepaskan pukulan ke wajah pria itu.


Carlos menahan Mike.


“Mike kamu mengenalnya?” Tanya Carlos


Iya Carlos aku mengenalnya.” Jawab Mike


“Siapa dia Mike?” Tanya Carlos penasaran.


“Mereka ini yang ingin menguasai kilang minyak yang ada di Ecuador.” Jawab Mike


Carlos menatap Mike


“Sebentar Mike, kamu bilang kilang minyak? Bukankah daddy sudah melepaskan kilang minyak itu saat Dario di bunuh?”


“Iya Carlos, saat Federico melepas kilang minyak itu aku meggunakan perusahaan temanku untuk membeli kilang miyak itu.”


“Kenapa kami membeli kembali kilang itu, kamu membuat keluargaku dalam bahaya Mike.” Kata Carlos dengan emosi.


“Carlos, aku tidak ingin melepaskan apa yang telah aku bangun. Susah payah aku bangun kilang minyak itu dan seenaknya saja mereka mau mengambilnya.”


“Tapi Mike keluargaku dalam bahaya.”


“Carlos kamu tenang saja, begitu melihatnya aku sudah tahu siapa dalangnya. Aku akan ke Ecuador untuk mencari mereka. Kamu jangan khawatir. Aku juga mengerti mengapa mereka menabrak Acel, karena perusahaan itu sudah aku atas namakan Acel. Aku minta maaf Carlos.”


“Kamu gila Mike, Acel hampir saja mati hanya karena kilang itu.”


“Carlos aku minta maaf, aku akan ke Ecuador untuk menyelesaikannya. Kamu jangan khawatir.” Kata Mike lagi.


“Mike mereka semua mafia, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu. Bawahlah Bane Jack dan Dennis bersamamu.”


“Terima kasih Carlos. Aku akan berangkat malam ini juga.” Kata Mike.


“Baiklah Mike.” Kata Carlos kemudian dia menatap orang itu.


Carlos mengeluarkan pistorlnya dan langsung menembak kepala orang itu.


“Ini akibatnya kalau bermain main denganku.” Kata Carlos dengan amarah.


Charlie mengambil pistol dari tangan Carlos.


Segera tinggalkan tempat ini, kepala polisi sedang menuju ke sini.” Kata Charlie


“Terima kasih Charlie.” Ucap Carlos lalu mereka tinggalkan tempat itu. “Jack kita kerumah sakit.”


“Baik Carlos.” Kata Jack lalu dia mengarahka mobilnya menuju ke rumah sakit.


Selamat membaca

__ADS_1


Maaf hari ini episode Tania dan Kairos besok ya. emosi di turunkan dulu baru lanjut lagi karena pasti episode berikutnya akan menguras emosi.


Terima kasih


__ADS_2