SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Menjadi milik kembali


__ADS_3

Akhirnya pekerjaan mereka selesai, mereka memasukan laporan laporannya ke dalam dus. dan Jessica meminta pada Tiara untuk menghubungi Dirut dan Direktur keuangan untuk mengadakan meeting jam dua siang.


Jessica meminta pak Bambang untuk mengangkat du dus yang berisikan laporan laporan palsu dan laporan real untuk di bawa ke mobil dan pak Bambang mengangkat dan membawanya ke mobil. Mereka semua mengikuti Jessica dan Carlos pergi ke kantor.


Sampai di kantor semua karyawan terkejut dengan kedatangan Jessica dan Carlos, apalagi mereka melihat ada bu Halima dan Ex kepala operasional dari Kalimantan dan Sulawesi juga beberapa karyawan tambang ikut datang ke kantor. Para karyawan yang ada di kantor menyapa Jessica dan Carlos.


Jessica dan Carlos tersenyum lalu masuk kedalam ruang kerja Carlos dan meminta Tiara untuk menyuruh mereka masuk kedalam ruangan kerja Carlos.


Mereka menunggu untuk meeting, Jessica melihat jam sudah pukul dua. Dia berdiri dan mengajak Tiara untuk keruang meeting. Tiara mengikuti Jessica keruang meeting, mereka berdua masuk dan disana sudah ada Direktur keuangan dan Direktur utama. Mereka berdua berdiri dan meyambut Jessica.


Jessica menyuruh mereka berdua duduk dan Jessica duduk berhadapan dengan mereka berdua. Tiara duduk di dekat Jessica sambil membuka laporan keuangan dan memberikannya pada Jessica. Jessica mulai berbicara.


“Selamat siang Pak Direktur keuangan dan Pak Direktur utama, maksud saya adakan pertemuan dengan anda berdua karena saya ingin menyampaikan bahwa perusahaan ini sudah di alihkan oleh suamiku atas namaku dan secepatnya aku akan merubah sistem kepengurusan di perusahaan ini.


“Tapi Bu Jessica kenapa Tuan Carlos tidak mendiskusikan denganku.” Tanya Direktur utama.


“Tidak perlu mendiskusikan dengan anda Pak, Karena pemegang saham terbesar disini adalah Tuan Carlos jadi tidak perlu diskusi dengan siapapun apalagi minta persetujuan. Itu hak dari Tuan Carlos. Apalagi dia mengalihkan sahamnya kepada istrinya sendiri.” Kata Jessica pada Direktur utama dan Direktur utama terdiam.


Jessica menatap Direktur keuangan. “Pak bisa aku minta laporan keuangan tahun ini, juga laporan pajak dua tahun terakhir!”


“Iya Bu Jessica, aku ambilkan sebentar.” Direktur keuangan bediri dan keluar dari ruangan dan tidak lama kemudian dia kembali membawa laporan keuangan dan laporan pajak.


Jessica mengambil laporan tersebut dan memeriksanya, dia meneliti satu persatu laporan pajak perusahaan.


“Mba Tiara coba ambilkan laporan pajak yang bu Halima ambil dari kantor pajak.” Kedua direktur saling pandang dan mulai gelisah. Tiara memberikan laporan pajak yang real pada Jessica dan Jessica mencocokan laporan pajak yang di buat oleh Direktur keuangan dengan laporan pajak yang diambil dari kantor pajak.


Jessica menatap Direktur keuangan.


“Pak Direktur, kenapa di laporan pajak yang anda berikan ini ada penggelembungan angka disini? Bisa anda jelaskan?” Direktur keuangan menjadi gugup


“Ohh.. Coba aku lihat Bu.” Pinta Direktur keuangan.


“Tiara kamu berikan laporan pajak dari kantor pajak dan laporan pajak dari mereka.”


Tiara memberikan kedua laporan pajak pada direktur keuangan dan Direktur keuangan mengambil laporan tersebut dari tangan Tiara dan dia mulai memeriksa. Direktur utama terlihat gelisah, Jessica membiarkan direktur keuangan memeriksa laporan pajak.


Kemudian dia menatap jessica. “Begini Bu Jessica mungkin ini kesalahan input dari Accounting, nanti aku akan menanyakannya.” Kata Direktur keuangan dengan gugup.


“ Pak direktur, aku bukan orang bodoh yang bisa di bohongi oleh anda. Ani keahlianku, dan asal kalian berdua tahu saja. Aku dan suamiku sudah dua minggu di Jakarta dan kami sudah melakukan audit dari keseluruhan laporan laporan palsu yang anda berikan kepada suamiku.


“Maksud Ibu laporan palsu apa?” Tanya Direktur utama.


“Pak Dirut, sudah jangan bersandiwara sok tidak tahu. Apakah aku harus membawa kesini semua laporan laporan palsu yang kalian buat untuk mencuri uang dari perusahaan suamiku?”


“Maaf Bu Jessica aku tidak mengerti dengan apa yang bu Jessica katakan.” Dirut masih mau mengelak.


“Pak Dirut anda jangan berpura pura tidak tahu atau tidak mengerti perkataanku. Kalian sengaja memberhentikan kepala operasional di Kalimantan dan Sulawesi lalu kalian mengganti dengan orang kalian dan kalian membuat laporan palsu tentang hasil produksi tambang. Aku punya buktinya pak.


Kalian juga membuat laporan palsu tentang jumlah pengiriman ke Korea dan Cina. Kamu pikir aku bodoh. Kalian pikir aku tidak membaca isi kontrak perusahaan ini dengan perusahaan Cina dan Korea. Kalau pengiriman tidak sesuai dengan kontrak maka perusahaan ini bisa kena pinalti.

__ADS_1


Kedua Direktur terdiam.


“Anda tidak punya bukti itu Bu Jessica.” Kata Direktur utama dan Jessica tertawa.


“Kamu pikir aku tidak punya bukti.” Jessica menatap Tiara. “Tiara, panggil mereka lalu suruh masuk kesini dan bawa juga semua bukti bukti laporan palsu yang mereka buat!”


Tiara berdiri dan keluar dari ruangan, Jessica menatap kedua direktur yang ada di depannya.


“Kenapa kalian berdua gelisah seperti itu?” Kedua Direktur menatap Jessica kemudian menunduk.


Tidak lama kemudian mereka masuk sambil membawa dus dus yang berisikan laporan.


“Letakkan saja di atas meja dan kalian silahkan duduk!” Kata Jessica.


Mereka duduk dan kedua Dirut melihat kepala operasional yang di berhentikan juga bu Halima.


“Ini orang orang yang kalian berhentikan karena menolak keinginan kalian berduakan?” Kata Jessica lagi dan keedua direktur terdiam. “Aku tidak akan membiarkan ulah kalian berdua. Kalian sudah mencuri uang di perusahaan suamiku, dan aku akan melaporkan kalian berdua beserta kaki tangan kalian ke polisi.”


Kedua Direktu menatap Jessica. “Bu Jessica kita bisa bicarakan ini secara baik baik, tidak perlulah melaporkannya kepolisi.” Kata Direktur utama.


“Bicarakan baik baik? Sudah lama kalian permainkan perusahaan suamiku dan kamu bilang bicara baik baik? Aku akan memejarakan kalian berdua, sudah cukup kalian mencuri uang dari perusahaan suamiku. Apalagi kamu Dirut, kamu sama sekali tidak tahu berterima kasih pada suamiku. Apakah tidak cukup dengan saham 30% yang di berikan suamiku padamu sehingga masih mencuri di perusahaan ini?” Jessica menjadi emosi. “Tiara panggil pak bambang, suruh angkat bukti bukti ini dan masukan kedalam mobil. Kita akan serahkan kepolisi bukti bukti ini.


Direktur utama langsung berdiri. “Bu Jessica aku ingin bicara empat mata dengan anda.”


Jessica menatap direktur utama.


“Baik, ikut aku keruangan!” Sebelum keruangan, Jessica berbisik pada Tiara.. “Mba Tiara telepon notaris suruh dia bawah lembaran lembaran yang harus Dirut tanda tangan!”


Jessica masuk keruangan Carlos, disana Carlos lagi duduk disofa.


Carlos berdiri dan menghampiri Jessica.


“Bagaimana sayang?” Tanya Carlos pada Jessica.


“Beb kamu tenang saja, sebentar lagi perusahaan ini akan kita miliki.”


Terdengar pintu di ketuk dan Jessica menyuruh masuk.


“Pak Dirut silahkan duduk!” Dirut duduk depan Jessica sedangkan Carlos tetap duduk di sofa.


“Jadi apa yang ingin anda bicarakan?” Tanya Jessica (Carlos tidak mengerti karena mereka menggunakan bahasa Indonesia)


“Begini Bu Jessica, tolong jangan laporkan aku kepolisi. Aku akan mengembalikan semua yang aku ambil dari perusahaan ini, tapi jangan laporkan aku kepolisi.”


“Begini saja pak Dirut, aku tidak akan melaporkan anda kepolisi, aku juga tidak akan meminta apa yang sudah Anda ambil di perusahaan ini. Aku hanya ingin 30 % itu atas namaku, Bagaimana?”


Direktur utama terdiam dan menatap Jessica. “Aku tidak bisa memberikan 30% itu bu Jessica


Jessica sedikit kesal. “Anda tidak tahu malu, 30% itu bukan milik anda itu di berikan suamiku padamu karena dia warga negara asing yang tidak boleh memiliki saham 100% karena perusahaan bergerak di bidang pertambangan, dan anda masih ingin mempertahankan saham yang bukan milik anda. Baiklah kalau begitu pak Dirut, aku lebih memilih jalur hukum.

__ADS_1


Aku sudah siapkan pengacara untuk menangani kasus ini.”


“Bu Jessica tolong jangan laporkan aku kepolisi, baiklah aku akan memberikan 30% itu pada Bu Jessica.”


“Baiklah Pak, aku tidak akan melaporkan anda kepolisi. Aku ingin anda menandatangani beberapa lembaran surat pernyataan tentang kepemilikan saham.” Kata Jessica pada Dirut.


Tidak lama kemudian pintu di ketuk dan Tiara bersama Notaris masuk.


“Anda suda selesai membuat surat pernyataannya?” Tanya Jessica pada Notaris


“Sudah Bu Jessica. Ini lembaran lembarannya, aku membuatnya dua rangkap.”


“Terima kasih pak.” Jessica membaca surat pernyataan dan surat jual beli kemudian dia memberikan pada Direktur utama. “Silahkan anda baca pak Dirut, kalau sudah selesai membacanya silahkan anda tanda tangan di atas materai.


Direktur utama mengambil lembaran dari tangan Jessica dan membacanya. Jessica memperhatikan direktur utama yang sedang membaca surat pernyataan, kemudian dia menatap Carlos dan mengedipkan sebelah matanya pada Carlos dan Carlos terseyum.


Selesai membaca Direktur utama menandatangi surat itu di atas materai dan memberikannya pada Jessica, Jessica juga menandatangi surat itu di atas materai. Jessica memberikan surat yang dia tanda tangani kepada Direktur utama sebagai dokumen untuk Dirut. Dan Jessica mengambil surat yang ada tanda tangan dari Dirut sebagai bukti transaksi.


“Terima kasih pak Dirut atas kerja samanya.” Pak Dirut hanya terseyum kecut pada Jessica.


“Oh ya bu Jessica tolong jangan laporkan Direktur keuangan pada polisi.” Pinta Dirut pada Jessica.


“Tenang saja Pak, aku tidak akan melaporkannya.”


Direktur utama meninggalkan ruangan Jessica. dan Jessica menatap Carlos sambil tersenyum. Dia menghampiri Carlos dan melingkarkan tangannya di leher Carlos.


“Beb sekarang perusahaan sudah menjadi milik kita. Jadi kamu jangan khawatir sekarang!”


Carlos membelai wajah Jessica. “Sayang kamu sangat hebat, aku bangga padamu.” Kata Carlos.


“Beb kita harus kerja sama, berikut jangan pernah sembunyikan sesuatu dariku. Kita harus saling membantu, kita suami istri harus saling mendukung.” Kata Jessica


“Iya sayang.” Carlos memeluk Jessica. “Aku mencintaimu sayang bisik Carlos di kuping Jessica.


Jessica melepaskan pelukan Carlos dan memegang wajah Carlos.


“aku juga mencintaimu beb.” Jessica mencium bibir Carlos dan mereka saling berciuman. Jessica berhenti mencium Carlos dan memeluk tubuh Carlos denga erat.


“Oh ya beb, hari ini anak anak sama Andrew jalan kemana?”


“Mereka lagi bermain di Ancol sayang, kita pulang ke apartemen sayang?”


“Iya beb, kita pulang ke apartemen. Aku ingin istirahat, seminggu lebih aku tidur larut malam terus.


“Baiklah sayang kita pulang, aku juga ingin melakukannya denganmu mumpung anak anak tidak ada dan sudah beberapa hari kita tidak melakukannya.


Jessica mencubit perut Carlos dan Carlos tertawa. Mereka meninggalkan kantor dan kembali ke apartemen.


Selamat Membaca

__ADS_1


Terima kasih yang masih setia membaca dan terima kasih juga bagi yang sering memberi like dan komen.


__ADS_2