SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Ke Perkebunan


__ADS_3

Akhirnya Logan dan Cella menempati rumah yang di sewa oleh itu, pagi-pagi Cella sudah bangun dan dan membuatkan sarapan untuk calon suaminya.


Selesai membuat sarapan dia kembali ke kamar lalu mengambil handuk dan pergi mandi, tidak lama kemudian dia keluar dan kembali ke kamar, melihat Logan masih tertidur pulas.


Dia tersenyum kemudian duduk disisi tempat tidur dan mencium kening pria itu. Merasa ada yang menciumnya, Logan terbangun kemudian  tersenyum kepada wanita berperut buncit itu.


“Good morning, Sayang,” ucap Logan sambil memegang perut Cella dan mengelusnya.


“Selamat pagi, ayo bangun dan mandi. Aku sudah selesai menyiapkan sarapan.” Cella menarik tangan kekasihnya. Lalu pria itu tersenyum kemudian bangun dan mengecup kening calon istrinya, dia mengmbil handuk dan pergi mandi.


Sedangkan Cella, dia pergi ke ruang makan dan duduk, dia menunggu Logan yang sedang mandi. Wanita itu tersenyum sendiri  mengingat bagaimana perjuangan mereka berdua.


Cella menatap sarapan yang dibuatnya lalu dia merasakan kecupan di ubun kepalanya. Cella tersenyum kemudian  berdiri dan memeluk calon suaminya, mereka berciuman lalu pria itu memeluk Cella dengan erat.


Mereka berdua duduk lalu Cella mengambilkan sarapan untuk calon suaminya, Logan tersenyum melihat sarapan yang sudah disediakan oleh Cella.


“Ternyata kamu pintar memasak ya.” Cella tertawa dan memberikan sarapan kepada Logan.


“Iya, sebentar lagi aku akan menjadi istrimu jadi aku harus belajar memasak supaya suamiku betah di rumah.” Logan ikut tertawa mendengar Cella berrcanda dia mengambil sarapan itu dan memakannya.


Siang hari terlihat Cella sedang duduk bersama Logan, mereka berdua berbincang-bincang.


“Oh ya, Logan. Dimana kedua orang tuamu? Kamu tidak pernah menceritakan mereka kepadaku.” Mendengar pertanyaan gadis itu Logan tertunduk.


Selama ini dia tidak pernah menceritakan tentang kedua orang tuanya kepada Cella. Logan mengangkat kepalanya lagi dan menatap wanita itu.


“Um, aku akan menceritakan kedua orang tuaku kepadamu.” Logan mulai menceritakan kepada Cella tentang kedua orang tuanya.


“Begini, Sayang. Saat usiaku delapan tahun, papiku meninggal karena serangan jantung. Mommy sangat terpukul dengan kepergian papiku.” Logan terhenti sejenak kemudian melanjutkan lagi kisahnya.


“Mommyku sakit, dia tidak menerima kepergian papi dan akhirnya setahun kemudian dia menyusul papi.” Logan berdiri lalu dia duduk di samping Cella dan melanjutkan ceritanya


“Aku di besarkan paman dan bibiku di perkebunan. Mereka berdu sangat menyayangiku, keduanya hanya memiliki seorang putra.” Sambil bercerita Logan meraih tangan Cella dan menggenggamnya.


“Aku dan putra mereka seperti kakak beradik aku lebih tua 4 tahun darinya.” Cella begitu serius mendengarkan cerita Logan sesekali dia mengangkat kedua keningnya.


“Saat aku selesai pendidikan di High School, aku melanjutkan kuliah di kota ini. Tapi hanya beberapa semester lalu aku berhenti dan bekerja sebagai bodyguard. Pada akhirnya aku sampai di Amerika, aku menculikmu dan jatuh cinta padamu,” kata Logan sambil tersenyum.


“Aku turut prihatin atas kepergian orang tuamu,” ucap Cella seraya memegang pipi Logan.


“Terima kasih, Sayang. Nanti sebelum kita menikah, aku akan mengajakmu ke perkebunan untuk bertemu dengan paman dan bibiku.” Wajah gadis itu langsung berubah ceria mendengar mereka akan pergi ke perkebunan.


“Benar ya, aku suka dengan perkebunan,” ujar Cella sambil tersenyum.


“Iya, Sayang.” Logan berdiri dan mengecup ubun kepala calon istrinya. “Kita istirahat sayang, kamu pasti lelah hari ini.” Logan dan Cella masuk ke dalam kamar dan beristirahat.


Torrance


Terlihat wajah Carlos murung, dia hanya menatap makanan yang ada di meja, pria yang sudah mulai tua itu selalu melihat kursi yang selalu diduduki putri kesayangannya.


Jessica memperhatikan sikap suaminya semenjak Cella pergi ke Brazil. Dia memegang tangan Carlos dan tersenyum,


“Selesai aku mengurus semua dokumen-dokumen milik Cella, kita pergi ke Brazil. Aku tahu kamu sangat rindu kepadanya.” Carlos tersenyum dan menganggukkan kepala.


Sedangkan Acel dia merasa iri karena Carlos begitu perhatian kepada Cella, bahkan Acel tidak suka karena papanya menyetujui hubungan kembarnya dengan Logan. Mereka selesai sarapan lalu Carlos berdiri dan pergi bersiap-siap ke kantor.


Jessica merapikan meja makan dibantu oleh Sheren. Setelah itu dia pergi ke kamar,  dan melihat Carlos sedang melepaskan celana pendeknya. Sambil tersenyum dia mengambil handuk dan mandi.

__ADS_1


****


Jessica sudah selesai mengurus semua dokumen-dokumen milik Cella, dia dan Carlos bersiap-siap untuk pergi ke Brazil, mereka berangkat menggunakan jet pribadi.


Jessica meminta pengasuh untuk menyiapkan semua pakaian milik Isabell dan cucunya. Sedangkan Acel dia rencana akan pergi satu hari sebelum Cella menikah.


Selesai bersiap-siap Jessica meminta beberapa anak buahnya untuk memasukkan barang mereka ke mobil.


Beberapa anak buah kepercayaan Jessica dan Carlos ikut mereka ke Brazil. Bane mengantar mereka ke landasan, mereka tiba lalu Carlos dan Jessica turun dari mobil.


Jessica memegang tangan putri bungsunya lalu masuk ke pesawat. Begitu juga dengan Carlos dia menggendong cucu tertuanya dan  mendudukan Ezer di kursi lalu memasangkan sabuk pengaman.


Tidak lama kemudian pesawat take off, penerbangan mereka memakan waktu sembilan jam lebih. Keluarga Cella tiba di Brazil pada pagi hari, Logan, Mauricio dan Esteban menjemput Carlos dan family di landasan milik teman Carlos.


Mereka turun dari pesawat, melihat Carlos dan Jessica Logan langsung menyapa kedua calon mertuanya.


Logan membantu memasukkan barang-barang mereka di bagasi kemudian mengantar keluarga Cella ke hotel.


Tiba di hotel Carlos dan Jessica langsung check in. Mereka pergi ke kamar sedangkan Logan, Mauricio dan Ezteban menunggu di mobil. Tidak lama kemudian kedua calon mertua serta putri bungsu dan cucu mereka datang menemui Logan.


Mereka keluar dari hotel dan masuk ke dalam mobil. Carlos ingin segera bertemu dengan Cella, dia sangat rindu dengan putri kesayangannya itu.


Saat tiba, Carlos memperhatikan tempat tinggal yang di sewa Logan. Terlihat Cella keluar dari rumah, dia langsung memeluk Carlos dengan erat, mereka berdua saling berpelukan.


 Carlos membelai rambut Cella kemudian  mencium berulang kali kedua pipi putrinya. Dia sangat senang melihat Cella dalam keadaan baik.


“Ah ... papa sangat rindu padamu, Sayang.” Kembali dia memeluk tubuh putrinya, Jessica tersenyum melihat mereka berdua.


“Aku juga rindu,” balas Cella kemudian dia melepaskan pelukkannya dan memeluk Jessica. Dia mencium kedua pipi Jessica lalu dia menggendong keponakannya. Melihat itu, Jessica langsung mengambil Ezer dari Cella.


Melihat adik bungsunya Cella langsung mencium kedua pipi Isabell kemudian mereka masuk ke dalam. Carlos memperhatikan dalam rumah kemudian dia berbisik kepada Jessica.


“Aku ingin membelikan rumah untuk mereka, aku tidak suka Cella tinggal di lingkungan seperti ini.” Jessica tersenyum kepada Carlos dan berbisik.


“Biarkan mereka mandiri, hargai Logan. jangan buat dia tersinggung.” Carlos hanya menganggukan kepala, dia sedih melihat Cella tinggal di tempat yang buatnya tidak layak. Tempat tinggal berdempetan satu sama lain.


Mereka duduk di sofa lalu berbincang-bincang. Carlos menarik Cella untuk duduk di pangkuannya dan memperhatikan perut putrinya yang buncit kemudian  mengelusnya.


“Serasa tidak percaya melihat putri papa akan segera memilik anak,” canda Carlos dengan membelai rambut Cella.


Cella dan Jessica tertawa kemudian Cella mencubit pipi papanya. Sedangkan Logan, dia terus memperhatikan sang kekasih dan Carlos, dalam hatinya berkata.


‘Carlos sangat memanjakan Cella dan dia begitu sayang kepadanya. Pantas saja dia merasa berat putrinya menikah denganku.’


“Tidak lama lagi cucu papa akan bertambah,” canda Cella seraya berdiri dari pangkuan papanya dan duduk di dekat Logan.


“Oh ya, papa dan mama sudah sarapan?” tanya Cella sambil berdiri.


“Sudah, Sayang. Kami tadi sarapan di pesawat,” sahut Jessica sambil memperhatikan cucunya yang sedang bermain dengan Isabell.


“Oh ya. Papa akan tidur di sini, nanti mama saja yang di hotel.” Jessica langsung menatap Carlos dengan heran.


“Tidak bisa, Babe. Kalau kamu tidur di sini, aku juga harus tidur di sini.” Carlos langsung  tertawa kemudian mencubit pipi istrinya.


“Tapi, Pap. Kamarnya tidak besar, tidak seperti kamar papa dan mama," tutur Cella seraya menatap Logan yang dari tadi hanya tersenyum saja.


“Tidak apa-apa, Sayang. Papa, mama, Isabell dan Ezer bisa tidur di kamar itu. Atau papa bisa tidur di sofa,”  ujar Carlos seraya tersenyum.

__ADS_1


“Um, Isabel dan Ezer tidur saja bersama Cella nanti aku yang tidur di sofa,” kata Logan seraya menatap calon istrinya.


“Ide yang bagus,” ujar Carlos kemudian  berdiri. “Kalau begitu aku mau istirahat, aku lelah.” Jessica dan Cella langsung berdiri dan merapikan kamar.


Carlos masuk dan menghempaskan tubuhnya di kasur, dia menarik Cella tidur di sampingnya lalu mengelus kembali perut putrinya.


“Bagaimana kalau selesai menikah kalian kembali ke America.”  Cella bangun kemudian  duduk di sisi tempat tidur.


“Nanti aku bicarakan dengan Logan.” Carlos mengangguk-anggukkan kepala sambil memperhatikan sekeliling kamar.


“Papa dan mama akan makan siang disini atau di restoran?” tanya Cella seraya memegang tangan papanya.


“Kita makan siang di restoran saja,” jawab Carlos seraya membelai rambut putrinya.


“Baiklah kalau begitu, papa dan mama istirahat saja, Isabell dan Ezer biar nanti di kamarku saja,” ujar Cella seraya berdiri dan mencium pipi Carlos.


Cella juga mencium Jessica kemudian  keluar dari kamar dan mengajak Isabell dan Ezer tapi adik bungsunya ingin tidur bersama Carlos dan Jessica.


Cella mengajak Ezer ke kamar, mereka masuk kemudian putra tertua Kairos langsung naik ke tempat tidur. Dia mengajak Logan main bersamanya.


****


Empat hari lagi pernikahan Cella dan Logan akan dilangsungkan, Logan sudah mempersiapkan semuanya. Dia ingin merayakan pernikahannya di tempat pamannya.


Acel dan Sheren sudah tiba di Brasil begitu juga Kairos dan Tania serta kedua anak mereka, kini semua menginap di hotel. Sedangkan orang tua Carlos dan Jessica juga sudah berada di Brazil, mereka juga menginap di hotel.


Hari ini mereka akan berangkat ke perkebunan tempat paman Logan tinggal. Perjalanan ke sana sangat jauh 3 sampai empat jam lamanya.


Terlihat kendaraan beriringan meninggalkan hotel. Jessica dan Carlos semobil dengan Cella dan Logan. kendaraan mereka paling depan, Cella duduk di belakang bersama mamanya sedangkan Carlos  di depan di samping Logan. Sepanjang jalan hanya Jessica dan Cella yang bercerita.


Setelah melakukan perjalanan yang sangat jauh, akhirnya mereka tiba di daerah perkebunan, terlihat sepanjang jalan banyak pohon kopi.


Logan memperlambat mobilnya dan membiarkan mereka menikmati indahnya perkebunan kopi yang tertata sangat rapi di ratusan hektar tanah.


Brazil adalah penghasil kopi terbaik di dunia. Mata Carlos memandang keluar jendela dan melihat rumah-rumah penduduk yang tidak terlalu banyak. Dia juga melihat bangunan yang sangat besar.


“Itu pabrik ya?” tanya Carlos kepada Logan.


“Iya itu pabrik, dan bangunan yang sangat besar itu gudang biji kopi. Mereka menyimpan kopi di situ dengan bertahun-tahun baru di olah di pabrik.” Carlos mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti, dia sangat menikmati suasana di perkebunan itu.


“Kira-kira berapa luas lahan perkebunan ini?” tanya Carlos lagi sambil memperhatikan para pekerja kebun.


“Dulu waktu aku masih tinggal bersama pamanku di sini, luas lahan sekitar sembilan ratus hektar. Tapi sekarang aku tidak tahu lagi berapa.” sahut Logan sambil menyetir.


Akhirnya mereka tiba di rumah paman Logan. Kekasih Cella turun dan membukakan pintu kepada Jessica dan calon istrinya.


Mereka turun dan terlihat paman Logan yang bernama Miguel berlari-lari menyambut ponakannya.


Dia memeluk Logan dengan erat dan mencium kedua pipi pria itu. Dia menatap sang ponakan dan mengusap airmatanya.


“Sudah lama paman tidak melihatmu.” Kembali dia memeluk Logan dengan erat dan mencium pipi pria itu.


“Maaf, Paman. Aku tidak pernah memberi kabar kepada kalian. Oh ya, Paman Miguel ini Calon istriku dan kedua orang tuanya.” Logan memperkenalkan Carlos dan Jessica juga Cella kepada Miguel dengan menggunakan Bahasa Portuguese.


Carlos mengerti Bahasa Portuguese begitu juga papa dari Jessica yaitu tuan Jeremmy. Miguel mengajak mereka masuk ke dalam lalu  berbincang-bincang menggunakan Bahasa Portuguese.


Jessica dan Cella keluar dan berjalan-jalan di sekitar perkebunan diikuti oleh Kairos dan Tania. Mereka membiarkan anak-anak  berlarian di dekat area tersebut.

__ADS_1


__ADS_2