SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS3 Episode 15


__ADS_3

Erick membawa Rebecca menemui Sonia, Erick menyuru Rebecca untuk duduk. Erick menggunakan Bahasa isyarat kepada Rebecca karena Rebecca bisu dan tuli.


Erick menemui Sonia di taman.


“Nyonya Sonia, aku sudah membawa kesini Rebecca.” Kata Erick kepada Sonia


Sonia tesenyum kemudian dia berdiri


“Di mana dia?” Tanya Sonia


“Di sedang duduk di depan, oh ya dia bisu dan tuli Nyonya.”


“Tidak apa-apa Erick, yang penting dia bisa mengasuh Clau.”


“Iya Nyonya.” Sahut Erick


Mereka berdua masuk ke dalam rumah menemui Rebecca.


“Nyonya ini Rebecca.” Ujar Erick


Rebecca tersenyum kepada Sonia lalu dia mengulurkan tangannya untuk bersalam dengan Sonia.


“Oh … selamat datang.” Ucap Sonia dengan memberi isyarat kepada Rebecca.


Rebecca tersenyum dan menganggukan kepala. Sonia mengajak Rebecca pergi ke kamar Clau, Rebecca berjalan di belakang Sonia. Mereka berdua masuk ke dalam kamar Clau, lalu Sonia memberi isyarat kepada Rebecca untuk menggendong Clau.


Rebecca terlihat sangat senang, dia menggendong Clau dan mencium kedua pipi Clau. Rebecca membawa Clau keluar dari kamar.


“Sepertinya Clau suka sama Rebecca.” Kata Sonia dalam hati


Dia mengikuti Rebecca dari belakang sambil memperhatikan Rebecca dan Clau. Rebecca membawa Clau di taman lalu dia duduk dan bermain dengan Clau. 


Sonia tersenyum melihat Rebecca dengan Clau


“Aku tidak khawatir kalau aku meninggalkan Clau dengan lama, Rebecca sangat berpengalaman.” Kata Sonia dalam hati, kemudian dia meninggalkan Rebecca.


Sonia pergi ke kantor Mike, dia tiba di kantor kemudian dia menuju ke ruang kerja Mike. Dia membuka pintu kemudian Sonia masuk, dia langsung menyapa Mike


“Sayang, apakah kamu sudah makan?” Tanya Sonia sambil duduk di depan Mike


“Belum Sonia, sebentar lagi aku makan.”


“Oh ya sayang, Erick sudah membawa pengasuh di rumah.”


“Bagus kalau begitu, jadi mulai besok kamu bisa membantuku di perusahaan ini.” Ujar Mike


“Tentu saja sayang, mulai besok aku akan membantumu di sini.”


Mike berdiri lalu dia memeluk Sonia.


“Aku senang mendengarnya, perlahan lahan kita akan menguasai perusahaan Federico.” Kata Mike sambil mengecup kening Sonia.


“Iya sayang.” Ucap Sonia.


Sementara di kediaman Carlos terlihat Acel sedang duduk di ruang kerja Carlos, dia membuka computer dan melihat perusahan-perusahan Federico yang di percayakan kepada Mike.


“Aku akan menempatkan orang- orang kepercayaanku di sana. Aku akan tempatkan di bagian-bagian strategis, agar paman tidak bisa macam-macam di perusahaan opa Federico. 


Acel berdiri lalu dia meninggalkan ruang kerja Carlos, dia pergi ke kamarnya kemudian dia mengganti pakaiannya. Selesai mengganti pakaian Acel pergi keluar dan masuk ke dalam mobil, dia langsung menjalankan mobilnya menuju ke kantor Jessica.


Tiba di kantor Jessica Acel turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor, dia langsung menuju ke ruang kerja Jessica. Acel mengetuk pintu lalu terdengar suara Jessica menyuruhnya masuk. Acel masuk lalu dia menyapa Jessica


“Hi mam, apakah kamu sibuk?” tanya Acel sambil memeluk Jessica dan mencium pipi Jessica


“Tidak sayang, ada apa?”


“Mam, apakah Mason masih bekerja di perusahan Well’s Group?”


“Iya sayang, kenapa?” tanya Jessica


“Um … ada yang ingin aku bicarakan dengannya.” Ujar Acel


“Apa itu sayang?” Tanya Jessica penasaran.


Acel memeluk Jessica dan mencium pipi Jessica 


“Rahasia mam, ok aku pergi dulu ya.” Ucap Acel


“Sayang, jangan buat mama penasaran.”


Acel langsung tertawa


“Sudah mam, bye … aku menyayangimu.” Kata Acel sambil keluar dari ruang kerja Jessica


Jessica tertawa lalu dia bekerja kembali.


Acel pergi ke parkiran kemudian dia masuk ke dalam mobil, Acel langsung meluncur ke perusahan Well’s Group. Tiba di perusahan Well’s  Group, Acel langsung pergi keruangan Mason. Tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk. 


"Hi Mason, maaf aku tidak mengetuk pintu. Aku kesini ingin minta bantuanmu."


Mason tersenyum


"Tidak apa-apa Acel, um … minta bantuan apa Acel?" tanya Mason


"Em … siapa saja karyawan disini yang menurutmu bisa di percaya?"


"Banyak Acel, ada apa?" tanya Mason


"Um ... begini Mason aku membutuhkan mereka untuk aku tempatkan di perusahaan opa Federico.


"Ada apa dengan perusahan opa kamu?" tanya Mason lagi


"Begini Mason ....


Acel menceritakan semuanya kepada Mason tentang Mike.


"Oh ... begitu. Aku akan membantumu, aku akan memberikan orang-orang terbaik dari perusahaan ini."


"Ahh ... terima kasih Mason, oh ya bisakah kamu pertemukan sekarang denganku supaya besok mereka langsung ke kantor opa Federico." Pinta Acel kepada Mason


"Hmm ... baiklah. Tunggu sebentar, aku akan memanggil mereka." Ujar Mason kemudian dia berdiri dan meninggalkan ruangannya.


Acel senyum-senyum sendiri di dalam ruangan.


"Kamu tidak akan bebas bergerak paman Mike. Apalagi kamu Reagen, aku akan membuatmu hancur." Kata Acel dalam hati.


Tidak lama kemudian Mason masuk bersama empat orang. Mason memperkenalkan mereka kepada Acel.

__ADS_1


"Acel, mereka semua bisa di percaya dan sangat profesional dalam bidang mereka." Ujar Mason


"Bagus Mason, terima kasih kamu sudah mau membantuku. Oh ya besok aku ingin kalian ke perusahan Hathaway Group. Aku akan menunggu kalian disana."


"Baik tuan Acel." Jawab mereka serempak.


"Ok kalau begitu aku pergi dulu." Pamit Acel kepada mereka.


"Baik Acel, hati-hati ya!" Ucap Mason lalu Acel menganggukan kepala.


Acel meninggalkan ruang Kerja Mason lalu dia langsung pergi ke kantor Carlos.


Seattle


Terlihat Kairos sedang berbincang bincang dengan Jack.


"Jadi Jack rencananya sudah mulai berjalan, besok aku akan pergi ke Mexico. Aku akan membuka perusahan disana, sedangkan Tania dia sudah di Kota Torrance. Dia sementara menjalankan rencananya di bantu oleh Charlie.


"Lalu bagaimana dengan Ezer?" Tanya Jack


"Aunty Joly akan menjaganya." Jawab Kairos sambil tersenyum


"Baiklah Kairos, semoga rencananya berjalan dengan lancar." Ujar Jack


"Iya Jack."


"Kalau begitu aku harus segera kembali ke Kota Torrance, aku tidak ingin mama dan papa kamu curiga."


"Iya Jack kalau bisa hari ini juga kamu kembali ke Kota Torrance." Kata Kairos kepada Jack


"Iya Kairos, nanti malam aku kembali ke Kota Torrance


"Bagus Jack."


Kairos berdiri kemudian dia masuk ke dalam kamar, Kairos mengatur pakaian-pakaiannya ke dalam koper.


Ezer masuk ke dalam kamar kemudian dia langsung naik ke atas tempat tidur. Dia melihat Kairos sedang memasukkan pakaian ke dalam koper.


"Papi go?" Tanya Ezer


Kairos tersenyum kemudian dia menggendong Ezer


"Iya sayang, Ezer nanti sama grandma ya."


"Yes papi." Ucap Ezer sambil menganggukan kepala.


Kairos memeluk Ezer dan mencium kedua pipi Ezer.


"Sekarang Ezer duduk di tempat tidur ya, papi mau beres-beres dulu." Kata Kairos kepada Ezer lalu Ezer menganggukan kepala.


Kairos meletakkan Ezer di tempat tidur lalu dia melanjutkan memasukan pakaiannya ke dalam koper.


Torrance


Keesokannya Acel pergi ke kantor Mike, dia masuk ke dalam kantor lalu menuju ke ruang kerja Mike. Acel mengetuk pintu lalu Mike menyuruhnya masuk.


Acel masuk dan menyapa Mike


"Selamat pagi paman Mike." Ucap Acel sambil menarik kursi yang ada di depan meja kerja Mike


"Um ... sudah lebih baik Paman." Jawab Acel sambil tersenyum.


"Bagaimana kabar Paman?"


"Emm ... seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja."


"Bagus Paman, senang mendengarnya. Oh ya Paman, aku ingin mengganti accounting di perusahaan ini." Ujar Acel sambil membetulkan duduknya


Mike menatap Acel


'Tapi kenapa Acel? Apakah pekerjaannya kurang bagus?" tanya Mike dengan heran


"Um ... bagus Paman, aku ingin dia pindah di perusahaan opa yang satu lagi karena disana kekurangan tenaga ahli. Karena dia kepercayaan paman Mike makanya aku percaya untuk menempatkan dia di perusahan yang satu lagi. Dan disini aku akan tempatkan accounting baru agar paman Mike bisa mengawasinya.


"Oh ... begitu." Gumam Mike. "Baiklah kalau begitu.


"Tapi paman ada empat orang yang akan aku tempatkan disini."


"Silahkan Acel." Ujar Mike


"Sialan dia mulai mengawasiku." Umpat Mike dalam hati


"Baiklah kalau begitu Paman, kita pergi ke ruang meeting sekarang. Mereka sudah menunggu kita disana.


"Baik Acel, ayo!"


Mike dan Acel pergi ke ruang meeting. Mereka masuk lalu ke empat orang itu menyapa Acel.


Acel menyuruh mereka duduk lalu dia memperkenalkan Mike kepada mereka.


"Jadi kalian sudah tahu tugas kalian disinikan?" Tanya Acel kepada empat orang itu.


"Sudah Tuan, kami mengerti."


"Bagus, kalian tetap memberikan laporan kepada tuan Mike juga kepadaku." Kata Acel lagi.


"Baik Tuan Acel." Jawab mereka serempak.


"Baiklah kalau begitu silahkan pergi ke ruangan kalian masing masing."


Mereka meninggalkan Acel dan Mike. Acel tersenyum kemudian dia pamit kepada Mike.


"Baiklah Paman, aku harus ke kantor papa."


" Iya Acel, hati-hati ya." Ujar Mike kepada Acel.


"Terima kasih Paman." Ucap Acel kemudian dia meninggalkan kantor Mike.


Acel masuk ke dalam mobil kemudian di tertawa.


"Jangan bermain-main dengan kami paman Mike, papa sudah mengajarkan kami. Makanya kami tidak bisa di permainkan. Paman-paman, kenapa Paman berubah. Ahh ... seorang Sonia sudah membutakan paman Mike." Kata Acel kemudian dia menjalankan mobilnya menuju ke kantor Carlos.


Mexico


Akhirmya Kairos tiba di Mexico, dia menghampiri Mauritio


"Ayo Mauritio kita pergi." Ajak Kairos lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil

__ADS_1


Mauritio langsung menjalankan mobilnya meninggalkan airport.


"Oh ya, apakah kamu sudah menemukan apartemen untuk aku tinggal?" tanya Kairos


"Iya Kairos, apartemennya dekat pantai dan apartemen yang akan kamu tempati viewnya menghadap pantai." Jawab Mauritio


"Terima kasih Mauritio, kamu sudah banyak membantuku."


"Ah ... tidak apa-apa Kairos, aku senang membantumu. Oh ya aku juga sedang mengurus ijin perusahan yang kamu dirikan." Ujar Mauritio


"Terima kasih, kalau ada yang masih kurang kamu katakan saja padaku."


"Baik Kairos.


Akhirnya mereka tiba di apartemen, Kairos mengambil kopernya kemudian dia dan Mauritio masuk ke dalam.


Kairos meletakkan kopernya kemudian dia dan Mauritio duduk di sofa. Mereka berdua berbincang-bincang tentang rencan Kairos.


Torrance


Di kediaman Mike Rebecca sedang duduk dan memangku Clau, dia bermain-main dengan Clau. Lalu Mike datang.


Dia melihat Rebecca dan Clau, Mike tersenyum kemudian dia mengambil Clau dari Rebecca.


"Granpa sangat rindu padamu sayang." Ujar Mike kepada Clau sambil mencium kedua pipi Clau.


Rebecca memberi isyarat kepada Mike, dia ingin masuk ke dalam lalu Mike menganggukan kepala. Rebecca pergi ke ruang makan khusus pelayan kemudian dia duduk disana.


Mike membawa Clau ke kamarnya, disana Sonia sedang berbaring.


"Kamu sudah pulang sayang?" tanya Sonia sambil berdiri dari tidurnya


"Iya Sonia, aku malas di kantor."


"Kenapa sayang? Apa yang terjadi di kantor?" tanya Sonia lagi


Mike menarik napas panjang


"Hemm ... acel memindahkan accounting kepercayaanku ke perusahaan lain dan dia menempatkan accounting darinya di perusahan." Jawab Mike sambil meletakkan Clau di atas tempat tidur


"Mengapa bisa begitu?" tanya Sonia dengan heran


"Hemm ....


Sekali lagi Mike menarik napas panjang


"Aku juga tidak tahu sonia." Jawab Mike. " Aku harus berhati-hati di perusahan ini, aku tidak ingin mereka mengetahui rencanaku."


"Iya sayang, kita harus berhati-hati, Acel itu pintar juga." Ujar Sonia


"Semua anak anak Carlos pintar, Jessica yang mengajarkan mereka. Aku jadi tidak leluasa lagi di kantor, Acel pasti setiap hari akan datang ke kantor."


"Kalau begitu kamu harus menyewa orang untuk membunuh Acel." Kata Sonia kepada Mike


Tanpa mereka sadari Rebecca sudah meletakkan alat sadap di kamar mereka. Semua perbincangan mereka sudah terekam.


"Iya Sonia, aku akan mencari orang untuk membunuh Acel. Kalau tidak, kita tidak akan bisa menguasai perusahan yang ada di German serta Ecuador."


"Kamu harus bergerak cepat sayang." Ujar Sonia


"Iya, kamu tenang saja." Kata Mike kemudian dia melepaskan kemejanya lalu berbaring di samping Clau.


Sementara di kantor Carlos terlihat Acel sedang berbincang-bincang dengan Colby.


"Paman Mike sekarang tidak leluasa di kantor, aku sudah mengganti orang kepercayaannya dengan orangku." Kata Acel sambil tersenyum


"Itu bagus Acel, kita akan lihat rencana apalagi yang akan di susun oleh Mike."


"Iya, kita tunggu saja Colby." Ujar Acel.


Lalu Sheren datang, Colby langsung berdiri dan meninggalkan Acel dan Sheren


Acel menarik Sheren duduk di pangkuannya kemudian dia mencium bibir Sheren


Mereka berdua saling berciuman, Acel memainkan lidahnya di dalam mulut Sheren sambil tangannya meremas dada Sheren.


Acel menghentikan ciumannya kemudian dia menatap Sheren


"Aku tidak sabar lagi ingin menikah denganmu, merasakan virginmu dan memiliki anak darimu." Canda Acel lalu Sheren tertawa


"Pernikahan kita tidak lama lagi, jadi kamu harus sabar." Ujar Sheren sambil mencubit pipi Acel


"Ah ... sayang, aku tidak sabar lagi ingin melakukannya denganmu."


"Benarkah?" ledek Sheren


"Iya sayang, aku ingin menikmati tubuhmu. Kamu lihat miliku sudah keras." Kata Acel sambil memegang Tangan Sheren dan mengarahkan ke celananya.


Sheren meraba milik Acel yang sudah keras lalu dia tertawa. Sheren berdiri lalu dia pergi mengunci pintu.


Sheren berdiri di depan kemudian dia jongkok dan membuka ikat pinggang dan kancing celan Acel.


"Apa yang ingin kamu lakukan sayang." Tanya Acel sambil tersenyum


"Aku ingin membuat dia tidur." Canda Sheren sambil menurunkan resleting celana Acel.


Dia mengeluarkan milik Acel kemudian dia mengelusnya. Acel memejamkan matanya dan merasajab tangan lembut Sheren memainkan miliknya.


"Ah ... sayang, kamu nakal."


Sheren tersenyum kemudian dia memasukkan milik Acel ke dalam mulutnya. Sambil tangannya yang lembut mengocok milik Acel. Sesekali dia menjilat ujung milik Acel dan memasukkannya lagi ke dalam mulutnya.


Terdengar desahan-desahan dari bibir Acel, dia memegang kepala Sheren dan menggerakkan pinggangnya. Dia menekan kepala Sheren dan mengeluarkan cairannya di dalam mulut Sheren.


Sheren berdiiri dan membersihkan mulutnya dengan tissue.


Acel menarik Sheren duduk kembi di pangkuannya kemudian dia mengecup bibir Sheren


"Kamu nakal." Ucap Acel lalu Sheren tertawa.


"Tapi enakkan?" Canda Sheren lalu Acel meremas hidung Sheren


"Sebentar sayang, aku mau ke kamar mandi." Kata Acel kemudian Sheren berdiri dari pangkuan Acel


Acel menaikab resleting celananya lalu dia pergi ke kamar mandi.


Selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2