SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Akhirnya jadian


__ADS_3

Akhirnya mereka sampai di rumah Jessica. Mereka masuk dan Jessica langsung ke kamarnya dan dia melihat pedro lagi bermain dengan Isabell di tempat tidur.


“Hi Pedro, papi dan Dixon lagi di ruang tamu.” Kata Jessica pada pedro sambil mengangkat Isabell dari tempat tidur.


“Oh ya? Apakaha mereka datang bersamamu?”


“Iya Pedro mereka datang bersamaku. Oh ya Pedro aku sudah memberitahu kepada papi dan Dixon kalau kamu sudah melamarku.”


“Oh ya? Lalu apa kata papi kamu? Tanya Pedro penasaran.


“Pedro, mendengar kamu melamarku papi sangat senang, apalagi Dixon.” Kata Jessica.


“Ah.., syukurlah kalau begitu. Kalau begitu aku akan menemui mereka.”


“Iya Pedro, aku juga akan memask untuk makan siang kita.” Kata Jessica lalu mereka keluar dari kamar dan pergi ke ruang tamu. Pedro melihat Dixon dan Tuan Jeremmy lagi duduk.


“Selamat pagi Tuan Jeremmy, Dixon. Apa kabar kalian berdua?” Tanya Pedro pada Tuan Jeremmy dan Dixon.


“Ehmm.. aku baik baik saja dan hari ini aku sangat bahagia sekali.” Kata Tuan Jeremmy sambil memeluk Pedro.


“Iya Pedro, aku dan papi baik baik saja. Dan aku sangat senang akhirnya apa yang kamu inginkan sudah terwujud.” Canda Dixon dan Pedro langsung tertawa.


Dixon melihat Isabell, dia langsung mengambil Isabell dari Jessica.


“Keponakanku yang cantik, sini uncle Dixon gendong.”


Isabell tersenyum dan langsung melingkarkan tangannya yang mungil di leher Dixon. Dixon mengajak Isabell bermain main di halaman belakang. Sedangkan Jessica dia ke dapur dan memasak untuk makan siang mereka.


Pedro dan Tuan Jeremmy berbincang bincang di ruang tamu. “Oh ya Tuan Jeremmy sebentar aku mu telepon daddy, aku ingin membertitahukan padanya kalau aku akan segera menikah dengan Jessica.” Kata Pedro pada Tuan Jeremmy.


“Oh iya silahkan Pedro.”


Pedro berdiri dan pergi mengambil hendphonenya yang berada di kamar Jessica dan dia menghubungi tuan Hector. Ada nada panggil dan terdengar suara tuan Hector dari seberang telepon.


“Hallo Pedro bagaimana kabarmu dan Jessica, apakah kalian baik baik saja?” Tanya Tuan Hector dari seberang telepon.


“Iya dad kami baik baik saja. Oh ya dad, aku ingin menyampaikan sesuatu pada daddy.”


“Katakana saja Pedro.”


“Begini dad, aku dan Jessica sudah berencana akan menikah di Portugal.” Kata Pedro


“Oh ya? Benarkah itu Pedro?” Tanya Tuan Hector lagi dari seberang telepon.


“Iya benar dad. Kami rencana akhhir bulan depan akan menikah.”


“Pedro daddy senang sekali mendengar kamu akan menikah. Apalagi kamu akan menikah dengan Jessica, dia itu cantik dan pintar. Dan dia juga anak dari rekan bisnis daddy. Pedro kamu sungguh membuat daddy bahagia.’


“Iya dad. Oh ya nanti daddy persiapkan semuanya disana ya.” Kata Pedro pada Tuan Hector sambil keluar dari kamar Jessica dan berjalan keruang tamu.


“Tentu saja Pedro, daddy akan persiapkan pernikahanmu disini dengan sebaik baiknya.”


“Terima kasih daddy, oh ya dad disini ada Tuan Jeremmy, daddy mau bicara dengan Tuan Jeremmy?” Tanya Pedro.


“Baiklah Pedro berikan pada tuan jeremmy.” Kata Tuan Hector


“Tuan Jeremmy daddy ingin bicara dengan anda.” Kata Pedro sambil memberikan handphonenya pada Tuan Jeremmy dan Tuan Jeremmy mengambil handphone dari tangan Pedro lalu dia berbincang bincang dengan Tuan Hector.


Pedro pergi ke dapur dan melihat Jessica sedang memasak. Dia memeluk Jessica dari belakang.


“Hmm.., calon istriku sedang memasak apa?” Tanya Pedro sambil mengecup leher Jessica.


Jessica memutar badannya menghadap Pedro dan melingkarkan tangannya di leher Pedro.


“Umm.., calon istrimu ini sedang memasak makanan kesukaan calon suaminya.” Canda Jessica dan Pedro tertawa.


“Terima kasih dear. Aku senang sekali bisa memilikimu.” Kata Pedro sambil mengecup bibir Jessica.


“Sudah Pedro lepaskan pelukanmu, nanti aku tidak bisa selesai memasak kalau kamu memelukku.”


Pedro tertawa dan mengecup lagi bibir Jessica.


“Baiklah dear. Apakah kamu butuh bantuan?” Tanya pedro.


“Ah.., tidak usah Pedro, nanti bukannya membantu tapi malah menganggu. Lebih baik kamu temani papi di ruang tamu.”


“Hmm.., ok baiklah aku ke ruang tamu.” Kata Pedro lalu dia meninggalkan Jessica di dapur.


Sementara itu di kediaman Carlos.


Dia baru sampai dan langsung mengambil minuman dan pergi duduk di halaman belakang. Dia menyalakan rokonya dan menuang minuman di gelas dan meminumnya.


“Hari ini Pedro tidak Bersama Jessica. Aku akan tetap mengawasi kantor Jessica dan sebaiknya aku tidak memakai mobilku karena Jessica pasti mengenali mobilku.” Kata Carlos dalam hati. “Pedro tidak boleh memiliki Jessica.” Kata Carlos lagi lalu dia menuang minuman kembali ke gelasnya. Dia terus memikirkan Jessica dan Pedro.


Sedangkan di rumah Jessica.


Terlihat Jessica sudah selesai memasak dan dia mengatur makanan di meja makan, selesai mengatur makanan Jessica pergi keruang tamu. Dia melihat dixon Pedro dan Tuan Jeremmy lagi berbincang bincang. Jessica duduk bergabung dengan mereka.


“Aku sudah selesai memasak tapi aku akan menjemput Cella dan Acel di sekolah.” Kata Jessica.


“Sayang kenapa bukan anak buah Charlie yang menjemput mereka.” Tanya Tuan Jeremmy pada Jessica.


“Papi mereka sudah terbiasa denganku. Mereka sangat senang kalau aku yang menjemput mereka.”


“Ohh begitu.”

__ADS_1


“Iya pi, sebentar ya pi aku jemput mereka dulu.” kata Jessica kemudian dia berdiri dan mengambil kunci mobil dan pergi keluar.


Sebelum masuk kedalam mobil Jessica menelepon Kairos, dia ingin Kairos makan siang bersama di rumah dan terdengar suara Kairos di seberang telepon.


“Hallo mam, aku lagi dalam perjalanan pulang kerumah.” Kata Kairos dari seberang telepon.


“Baiklah sayang hati hati ya.” Kata Jessica kemudian dia menutup telepon dan masuk kedalam mobil. Jessica menghidupkan mesin mobil dan langsung mengarakan mobilnya kesekolahan Acel dan Cella.


Sampai di sekolah, Jessica memarkikan mobilnya dan menunggu Acel dan Cella di dalam mobil. Dan terlihat Acel dan Cella berjalan kearah mobil Jessica. Jessica turun dari mobil dan memeluk mereka berdua lalu mereka masuk ke dalam mobil dan pulang ke rumah.


Sampai di rumah mereka masuk ke dalam. Acel dan Cella melihat Tuan Jeremmy, mereka langsung memeluk Tuan Jeremmy.


“Opa Jeremmy, apa kabar?” Tanya Cella pada Tuan Jeremmy sambil memeluk Tuan Jeremmy.


“Opa baik baik saja sayang. Kamu semakin besar sekarang.” Kata Tuan Jeremmy.


“Tentu saja opa masa kecil terus.” Canda Cella dan Tuan Jeremmy tertawa.


Acel juga menyapa Tuan Jeremmy dan memeluknya. Acel dan cella juga menyapa Dixon dan memeluk Dixon. Jessica tersenyum melihat mereka.


Dan tidak lama kemudian Kairos datang, dia masuk kedalam dan melihat disana ada Tuan Jeremmy dan Dixon. Dia langsung menyapa Tuan Jeremmy dan Dixon.


“Hallo Opa.” Sapa Kairos sambil memeluk Tuan Jeremmy. “Opa baik baik saja?”


“Umm.., iya Kairos opa baik baik saja.” Kata tuan Jeremmy sambil mencium kedua pipi Kairos.


Kairos melihat Dixon dan memeluknya.


“Apa kabar uncleku yang tampan?” Canda Kairos dan Dixon tertawa.


“Ehm..Uncelmu yang tampan ini baik baik saja Kairos.” Dixon kembali bercanda dan mereka semua tertawa.


“Ayo kita makan sekarang, kalia pasti sudah lapar.” Kata Jessica.


Mereka berdiri dan langsung pergi ke ruang makan dan makan. Sambil makan mereka berbincang bincang tentang pernikahan Jessica dan Pedro.


Sudah seminggu lebih Kairos mengantar dan menjemput Tania dan hari ini juga Kairos akan menjemput Tania di tempat kerjanya. Kairos pergi dengan motornya.


Sampai di restoran Kairos memarkirkan motornya dan menunggu Tania di parkiran. Dan tidak lama kemudian Tania datang menghampiri Kairos.


“Kita pergi sekarang Kairos.” Tanya Tania.


“Iya Tania. Oh ya Tania aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.”


“Kemana Kairos?” Tanya Tania.


“Kamu ikut saja Tania, kamu pasti akan suka tempat ini.” Kata Kairos pada Tania.


Tania melihat jam di tangannya baru pukul enam sore.” Baiklah Kairos tapi jangan pulang larut malam ya.”


Kairos langsung menjalankan motornya. Dia ingin membawa Tania ke villa milik Jessica, sampai di villa Tania turun dari motor dan melihat villa itu.


“Kairos villa ini milik siapa?”


“Ehmm.., villa ini milik calon suami mamaku.” Bohong Kairos pada Tania.


“Ohh.., pria yang bersama mama kamu di restoran waktu itu, dia calon suami mama kamu?”


“Iya Tania, ayo kita masuk kedalam.” Ajak Kairos pada Tania.


Mereka berdua masuk kedalam dan Kairos membawa Tania ke kolam renang. Mereka duduk dekat kolam renang dengan view menghadap kota. Terlihat lampu lampu di kota Torrance. Kairos masuk kedalam villa dan mengambil minuman wine dan dia kembali ke kolam renang. Dia membuka botol minuman wine dan menuangkannya di gelas lalu dia memberikannya pada Tania. Kemudian dia menuang lagi di gelas lain untuknya.


Kairos tersenyum pada Tania.


“Kamu suka tempat ini Tania?” Tanya Kairos.


“Iya Kairos, tempatnya sangat bagus dan viewnya juga indah.” Kata Tania sambil tersenyum.


Kairos berdiri dan duduk di samping Tania.


“Uumm…, Tania ada yang ingin aku katakan padamu.”


“Apa itu Kairos? Katakan saja!” Kata Tania


“Ehm..” Kairos seperti ragu ragu ingin mengatakannya. “Harus mulai dari mana ya.” Tanya Kairos dalam hati


Tania menatap Kairos.


“Apa yang ingin kamu katakana Kairos? Kenapa kamu diam?”


“Umm.., begini Tania tapi kamu jangan marah ya.”


“Katakana saja Kairos, aku tidak akan marah” Kata Tania


“Baiklah. Em.., begini Tania. Hmm.., aku menyukaimu.”


Tania terkejut dan menatap Kairos.


“Kamu menyukaiku?”


Kairos tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Ehm..., iya aku menyukaimu. Aku ingin kamu menjadi pacarku.” Kata Kairos pada Tania.


“Tapi kalau kamu mau.”

__ADS_1


“Kamu serius Kairos?” Tanya Tania lagi dan Kairos menganggukan kepala.


“Iya Tania aku serius. Kamu mau?” Tanya Kairos lagi.


“Ehmm…, iya Kairos. Aku juga menyukaimu.” Kata Tania sedikit agak malu.


Kairos tersenyum dan memegang Tania.


“Kamu juga menyukaiku?” Tanya Kairos


“Iya Kairos aku juga menyukaimu.” Kata Tania sambil menatap mata Kairos.


Mereka saling bertatapan mata dan wajah Kairos semakin dekat dengan wajah Tania dan mereka berdua saling berciuman. Tania memejamkan matanya dan merasakan ciuman Kairos yang lembut. Kairos menghentikan ciumannya dan memegang kedua pipi Tania.


“Terima kasih sudah mau jadi pacarku.” Kata Kairos pada Tania dan dia kembali mencium bibir Tania. Dan mereka berciuman, mereka saling memainkan lidah dan Kairos menggigit dengan lembut bibir Tania. Kemudian dia memeluk Tania dengan erat.


“Kairos sudah larut malam. Bagaimana kalau kita pulang sekarang?” Bisik Tania di kuping Kairos.


Kairos melepaskan pelukkannya.


“Iya Tania kita pulang sekarang. Ayo!” Ajak Kairos pada Tania.


Mereka berdua berdiri dan keluar dari villa. Kairos naik ke atas motor dan memakai helmnya begitu juga Tania, dia memakai helm dan naik ke atas motor. Kairos langsung menjalankan motornya ke Santa Barbara. Di atas motor Tania melingkarkan tangannya di perut Kairos dan Kairos langsung mengantar tania pulang.


Sampai di rumah, Tania langsung turun dari motor dan memberikan helm pada Kairos. Kairos membuka helmnya dan tersenyum pada Tania.


“Besok kamu kerja jam berapa?” Tanya Kairos


“Besok aku off Kairos.” Jawab Tania.


“Ohh.., kamu off. Kalau begitu aku jemput untuk makan siang ya.”


“Makan siang dimana?” Tanya Tania.


“Rahasia. Besok aku jemput kamu ya.”


“Baiklah kalu begitu Kairos. Aku masuk dulu ya.” Kata Tania pada Kairos.


“Iya tapi kamu belum menciumku.” Canda Kairos dan Tania tertawa.


Kairos menarik Tania dan mencium bibir Tania dan mereka berciuman lagi. Tania menghentikan ciuman Kairos.


“Sudah larut malam Kairos, besok lagi.” Kata Tania dan Kairos tersenyum.


“Baiklah aku pulang dulu ya.”


“Iya Kairos, hati hati ya!”


“Thank you Tania.” Ucap Kairos lalu dia langsung pulang ke rumah.


Sampai di rumah Kairos langsung mencari Jessica. Dia mengetuk kamar Jessica dan Jessica membuka pintu. Kairos mencium kedua pipi Jessica.


“Mama sudah tidur?” Tanya Kairos.


“Baru saja mau tidur sayang. Ada apa?”


“Mam, besokkan hari libur. Nanti mama memasak ya.” Kata Kairos pada Jessica.


“Sayang, mamakan selalu memasak untuk kalian kalau libur.”


“Mam, aku ingin mama memasak makanan yang special besok.”


“Kenapa sayang? Apakah kamu mengajak seseorang untuk makan bersama di rumah?”


“Ehmm.., iya mam. Aku mengajak dia untuk makan siang di rumah.”


“Ohhh…, mama mengerti. Ok besok mama akan masak masakan yang special untuk pacar kamu.” Canda Jessica dan Kairos tertawa.


“Terima kasih mamaku yang baik, aku sangat menyayangimu mam.” Kata Kairos sambil memeluk Jessica dengan erat.


“hummm.., mama juga sangat menyayangimu.” Balas Jessica. “Sudah sayang mama mau tidur. Kamu juga langsung tidur ya.”


“Iya mam. Good night mam.”


“Good night sayang.” Kata Jessica kemudian dia masuk kekamar dan mengunci pintu kamar. Dia naik ketempat tidur dan berbaring di samping Pedro.


Pedro mengecup bibir Jessica dan memeluknya.


“Good night dear.” Ucap Pedro pada Jessica.


“Good night Pedro.”


Dan mereka tidur saling berpelukan.


Sementara di kamar.


Kairos masih terbayang saat dia dan Tania berciuman.


“Hmm.., ciumannya sangat lembut. Aku sangat suka dengan bibirnya yang sensual.” Kata Kairos sambil memejamkan matanya.


Selamat Membaca


Jangan lupa like dan komentar ya.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2