SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Mengurus perceraian


__ADS_3

Setahun sudah Cella berada di Philipin, dia berhasil membuat resort di daerah Cebu. Eduardo membantu mengajari cara mengelola bisnis itu.


Cella dan Eduardo semakin dekat, bahkan Sabrina dan Lucio selalu bersama pria itu. Dia selalu menjemput Sabrina dan Lucio untuk jalan-jalan bersamanya.


Cella tahu Eduardo menyukainya tapi dia belum membuka hati, rasa cinta kepada sang suami membuat wanita itu masih menutup diri.


  Belum ada yang bisa menggantikan Logan di hati, saat ini Cella hanya berfokus kepada Sabrina dan Lucio, dia belum ingin menerima laki-laki lain di hidupnya.


Sedangkan Logan, berpisahnya dia dengan Cella tak membuat dia berhenti bertemu dengan Dylla, bahkan mereka berdua semakin dekat.


Dylla bahkan merayu Logan untuk menikahinya tapi pria itu menolak permintaannya.


“Sekalipun Cella telah pergi dan menceraikanku, aku tidak akan pernah menikah dengan siapapun termasuk kamu. Sampai kapanpun, dia tetap istriku.” Dylla terdiam kemudian dia berdiri meninggalkan Logan, wajahnya terlihat sangat kesal.  Logan tidak perduli dia masih berharap Cella akan kembali kepadanya.


Sementara itu Eduardo tidak menyerah, dia selalu memberikan perhatian kepada Cella dan kedua anaknya dia bahkan mengajari Sabrina dan Lucio untuk memanggilnya papi. Eduardo sudah benar-benar jatuh cinta kepada Cella, dia bertekad untuk mendapatkan wanita itu.


Eduardo berkunjung ke rumah Cella, dia ingin mengajak Sabrina dan Lucio jalan-jalan bersamanya. Cella menyuruh Eduardo masuk dan duduk kemudian dia menggantikan pakaian kepada Sabrina juga Lucio di bantu oleh Charlotte.


Selesai menggantikan pakaian Cella membawa Sabrina dan Lucio keluar dari kamar menuju ke ruang tamu. Lucio melihat Eduardo kemudian dia tersenyum dan berlari menghampiri Eduardo. Begitu juga dengan Sabrina dia memeluk Eduardo dan bertanya.


“Papi, kita akan pergi?” Cella terkejut mendengar Sabrina memanggil Eduardo papi kemudian dia menghampiri Sabrina.


“Sayang, mengapa kamu memanggil paman Eduardo papi? Papi Sabrina hanya Papi Logan,” bisik Cella di kuping putrinya.


“Jangan marah padanya, aku yang mengajari Sabrina dan Lucio untuk memanggilku papi,” ujar Eduardo sambil menghampiri Cella kemudian membelai rambut Sabrina. Pria itu mengambil Lucio dan menggendongnya.


 “Aku tidak marah, hanya terkejut saja.” Cella memperhatikan Sabrina dan Lucio yang bermanja-manja kepada Eduardo.


“Baiklah, kalau begitu kita pergi sekarang.” Eduardo mengedipkan sebelah matanya lalu Cella tersenyum.


Cella mengantar Eduardo, Lucio dan Sabrina sampai pintu depan dan melihat pria itu mendudukan Sabrina dan Lucio di booster shit dan memakaikan sabuk pengaman. Dia tersenyum melihat Sabrina yang begitu senang melambaikan tangan kepadanya.


Eduardo menghampiri Cella lalu tiba-tiba dia mencium pipi wanita itu. Cella terkejut dan menatap Eduardo yang sedang tersenyum kepadanya. Cella hanya diam kemudian  masuk dan pergi ke kamar.


Sedangkan Eduardo dia tersenyum sendiri kemudian  masuk ke mobil, dan meninggalkan kediaman Cella, mereka pergi ke tempat bermain anak-anak.


Sepanjang jalan Eduardo tersenyum sendiri, lambat laun kamu pasti akan menyukaiku. Ahh … dia sangat lembut dan cantik. Aku sudah jatuh cinta padanya, tidak pernah merasakan perasaanku seperti ini. Kembali pria itu tersenyum.


Eduardo, Lucio dan Sabrina tiba di tempat bermain anak kemudian ia menurunkan Sabrina dan menggendong Lucio, lalu membeli tiket. Eduardo menemani kedua anak itu bermain.


  Terlihat kedua anak itu sangat bahagia bersama dengan Eduardo. Bahkan Sabrina sudah tidak pernah menanyakan Logan lagi kepada Cella.


Sementara di rumah Cella termenung sendiri di kamar. ‘Aku belum bisa melupakan Logan, aku terlalu mencintainya.’ Cella memejamkan mata dan membayangkan semua hal-hal indah yang dia lalui bersama pria itu. Air sebening kristal mengalir dari sudut matanya.


‘Aku sangat merindukanmu, aku rindu candamu, pelukanmu.’ Cella menekukkan badannya dan menangis sambil meremas kemeja sang suami lalu terdengar pintu di ketuk.


Cella cepat-cepat menghapus airmatanya kemudian dia membuka pintu, dia tersenyum melihat Sabrina dan Eduardo sedang menggendong Lucio yang sudah tertidur.

__ADS_1


Cella langsung mengambil Lucio dari Eduardo dan membawanya ke kamar kemudian Cella kembali menemui pria itu.


 “Mommy menangis?” Sabrina memperhatikan mata Cella dan memegang kedua pipi Cella.


“Iya, mommy sedih kamu tinggalkan mommy sendiri.” Wajah Sabrina langsung berubah  kemudian dia memeluk Cella dengan erat.


“Maaf, Mommy.” Cella tertawa dan melepaskan pelukan putrinya.


“Mommy hanya bercanda, Sayang. Kalian pergi kemana tadi?” Sabrina tersenyum dan mencium kedua pipi ibunya.


“Aku dan papi pergi ke tempat bermain,” sahut Sabrina sambil menatap Eduardo dan tersenyum.


Cella mengajak Eduardo ke ruang tamu lalu mereka berbincang-bincang di sana. Mata Eduardo tak henti menatap Cella sehingga membuat wanita itu menjadi risih.


 “Terima kasih, kamu selalu memberikan perhatian kepada Sabrina dan Lucio. Sampai-sampai dia tidak pernah menanyakan papinya,” ucap Cella mengalihkan pandangan dari Eduardo  tapi pria itu malah berdiri dan duduk di samping mommy dari Sabrina juga Lucio.


Cella menjadi grogi dan menggeser duduknya menjauh dari Eduardo tapi tangan pria itu begitu cepat memegang tangannya lalu Cella menatap Eduardo.


“Apakah kamu belum bisa menerima laki-laki lain di hatimu?” tanya Eduardo seraya membelai tangan wanita itu.


“Maaf, aku masih mencintai suamiku dan belum bisa melupakannya.” Eduardo tersenyum dan menganggukkan kepala.


“Aku mengerti, tapi setidaknya kamu pikirkan Sabrina dan Lucio. Mereka butuh sosok ayah untuk memberikan perhatian dan kasih sayang. Bukalah hatimu demi mereka berdua” mohon Eduardo sambil membelai rambut wanita itu.


“Aku belum bisa,” sahut Cella sambil berdiri dan meninggalkan Eduardo, dia masuk ke kamar.


‘Dia memang baik dan bisa mengambil hati Sabrina juga Lucio bahkan memberikan perhatian dan kasih sayang kepada kedua anakku, tapi aku belum bisa menerimanya untuk menjadi suamiku. Aku belum bisa melupakan Logan,’  kata Cella sambil menitikkan air mata.


Sementara di ruang tamu Eduardo berdiri dan menemui Sabrina, dia mencium kedua pipi Sabrina lalu pria itu meninggalkan kediaman Cella.


****


Untuk menghilangkan kecurigaan Carlos dan Jessica, Cella selalu berkunjung ke Amerika membawa Sabrina dan Lucio bertemu dengan kedua orang tuanya. Dia tahu Ayah dan ibu sangat rinduk kepada cucu mereka.


Carlos dan Jessica sangat senang melihat putri dan cucunya, mereka berkumpul di halaman belakang dan membiarkan Sabrina dan Lucio bermain bersama anak Acel.


“Kenapa Logan tidak ikut bersama kalian?” tanya Jessica seraya duduk di samping putrinya.


“Mama tahu sendiri Logan sangat sibuk apalagi sekarang dia membuka usaha di German.” Cella berbohong kepada Jessica, dia tidak ingin mereka tahu permasalahan dia dan Logan.


“Oh begitu.” Cella tersenyum dan menganggukkan kepala kemudian dia berdiri dan ikut bermain bersama kedua anaknya dan putri Acel.


Cella dan kedua anaknya hanya seminggu di Amerika lalu mereka kembali ke Philipin, dia tidak ingin berlama-lama di kediaman orang tuanya. Wanita itu takut kalau papa dan mamanya terus menanyakan Logan.


Tiba di Cebu dia kembali  beraktifitas, perusahaan developer yang Cella dirikan bersama Frank dan Leo sudah berjalan bahkan pembangunan real estate sementara di laksanakan. Dari resort dia pergi kelapangan untuk melihat proyek yang sedang di kerjakan.


Cella membuat dirinya menjadi sibuk karena dia  masih memikirkan Logan. Wanita itu belum bisa melupakannya bahkan sangat rindu dengan canda dan pelukan sang suami.

__ADS_1


“Aku harus berusaha melupakan dia dan  fokus kepada Sabrina juga Lucio,” gumam Cella lalu ponselnya berbunyi, wanita itu melihat sebuah pesan berbentuk video dari Leo.


Cella membuka video itu dan melihat kemesraan-kemesraan Logan dengan Dylla. Hatinya semakin sakit kemudian dia menghubungi Leo dan meminta pria itu untuk mencarikan pengacara. Cella ingin menceraikan suaminya.


Leo mendapatkan pengacara dan menyuruh pengacara itu mengurus perceraian Cella dan Logan. Sang Pengacara langsung mendaftarkan gugatan kliennya  ke pengadilan.


Pengacara juga pergi ke kantor Logan dia ingin memberikan surat gugatan cerai kepada pria itu. Tiba di kantor, dia langsung menuju ke ruang kerja. Dia mengetuk pintu lalu terdengar suara Logan menyuruhnya masuk.


Pengacar itu masuk dan melihat Logan sedang berada di depan komputer sedangkan Dylla sedang duduk di sofa. Dia tersenyum dan menyapa Logan.


“Selamat siang tuan, Logan. Aku Federick pengacara nyonya Cella.” Logan terkejut kemudian dia berdiri dan menyuruh Dylla untuk pergi. Dylla meninggalkan ruang kerja kemudian Logan menyuruh Federick untuk duduk.


“Terima kasih.” ucap Federick seraya  duduk kemudian dia membuka tas dan mengeluarkan sebuah map.


“Maaf, aku ke sini untuk memberikan ini kepada Anda,” ujar pria itu sembari menyodorkan map kepada Logan.


Logan mengambil map itu kemudian dia membuka dan membacanya, raut wajah pria itu berubah saat membaca lembaran demi lembaran. Dia meletakkan map itu di meja kemudian  menatap Federick.


“Di mana dia sekarang? Boleh aku bicara dengannya?” tanya Logan seraya menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.


“Aku tidak bisa mengatakan kepadamu, pesan nyonya Cella jangan pernah memberitahukan keberadaannya, dia hanya berpesan katakan kepada Anda kalau kedua anakmu baik-baik saja.” Logan menunduk, dia  sangat rindu kepada Sabrina dan Lucio.


Lalu Federick membuka kembali tasnya dan mengeluarkan beberapa foto kemudian dia meletakkan di meja, pria itu melihat kedua anaknya kemudian dia mengusap foto itu.


“Kamu sudah bisa berjalan, dan kamu terlihat sangat besar. Papi rindu kalian semua.” Logan meneteskan air mata kemudian dia menatap Federick.


“Aku tidak akan pernah bercerai dari Cella, selamanya dia istriku,” kata Logan lalu Federick tersenyum.


“Anda tidak ingin bercerai tapi masih saja bersama wanita itu,” ujar Federick dengan tersenyum. “Oh ya, aku hanya mengantar surat gugatan ini, bisa dan tidak bisanya yang memutuskan  pengadilan,” ucap Federick kemudian berdiri.


 “Baiklah, aku permisi.” Federick langsung meninggalkan ruang kerja dan kembali ke kantornya.


Sedangkan Logan dia tertunduk, dia kembali memikirkan Cella dan kedua anaknya. Tiba-tiba pintu terbuka, pria itu mengangkat kepala dan melihat Dylla sedang berjalan ke arahnya.


“Tinggalkan aku sendiri.” Dylla menatap heran kepada pria itu.


“Kenapa?” tanya Dylla dengan membelai rambut Logan tapi pria itu menepis tangannya.


“Keluar dari ruanganku!” Wanita itu terkejut dan berdiri sedikit jauh dari Logan.


“Tapi kenapa, Logan?” tanya wanita itu lagi, dia tidak mengerti mengapa sikap Logan tiba-tiba berubah.


“Aku katakan padamu keluar!” Logan berteriak kepada Dylla, dia berdiri dan menarik wanita itu keluar dari ruang kerjanya. Kemudian  menutup pintu lalu kembali duduk.


“Aku tidak akan pernah menceraikanmu,” ujar Logan dengan memukul meja. “Mereka semua menyembunyikannya dariku.”


Logan menelepon pengacaranya dan meminta pengacara itu untuk menentang perceraian yang  di ajukan sang istri.

__ADS_1


Logan berdiri kemudian dia meninggalkan kantor, pria itu masuk ke mobil dan kembali ke rumah.


__ADS_2