
Pagi pagi aku sudah bangun, karena hari ini aku sudah harus masuk sekolah. Aku masuk ke kamar Kairos dan melihat dia masih tertidur pulas, aku kembali ke kamar disana Carlos juga masih tertidur pulas. Aku masuk kamar mandi dan mandi, selesai mandi aku memakai celana jeans dan kemejaku. Dan aku melapisi dengan jacket kemudian aku membangunkan Carlos.
“Beb bangun.” Aku menggerakkan badan Carlos dan dia membuka matanya. Dia menatapku dan tersenyum. “Good morning beb.” Ucapku pada Carlos.
“Morning sayang.” Jawab Carlos sambil bangun dari tidur dan mengecup keningku. “Kamu sudah mau berangkat sekolah sayang?” Tanya Carlos padaku.
“Iya beb, mommy akan mengantarku karena inikan hari pertamaku masuk sekolah. Nanti kamu jaga Kairos ya, susunya aku sudah taruh di kamar Kairos. Nanti kalo dia bangun kamu kasih ya.”
“Iya sayang, nanti aku akan menjaga Kairos kamu tenang saja.” Kata Carlos sambil bangun dari tempat tidur dan memelukku. “Ingat sayang jangan melirik laki laki lain.”
“Tenang saja beb, di hati dan pikiranku hanya ada kamu dan Kairos. Hanya kalian berdua beb tidak ada yang lain. Jadi tidak mungkin aku melirik laki laki lain.” Carlos tersenyum padaku.
“Aku hanya bercanda sayang, aku percaya padamu Ok.” Kata Carlos padaku. Aku tersenyum dan melepaskan pelukan Carlos, aku keluar kamar dan kembali ke kamar Kairos dan mencium kening Kairos kemudian aku meninggalkan Kairos yang lagi tertidur. Aku keluar kamar dan berpapasan dengan Carlos.
“Sayang dompet kamu.” Kata Carlos sambil memberikan dompet padaku. Aku mengambilnya dan memasukkan kedalam tas.
“Aku pergi ya, mommy sudah menungguku.” Aku memeluk Carlos dan menciumnya. Carlos juga mencium bibirku. “Dati hati ya sayang.” Ucap Carlos padaku, aku tersenyum dan menganggukan kepala. Aku turun dan menemui Liliana.
“Mom aku sudah siap.”
“Baik sayang kita berangkat sekarang.”
Marco mengantar aku dan Liliana ke sekolah. Sampai di sekolah aku dan Liliana langsung menuju ke ruang dewan sekolah. Tidak lama kemudian kami keluar dan Liliana akan segera pulang, Liliana tidak menungguku.
“Sayang mommy pulang dulu, nanti Marco akan menjemputmu ya.”
“ya mom.”
Kemudian Liliana pergi dan dewan sekolah pertemukan aku dengan kepala sekolah. Dan kepala sekolah mengantarku menuju ke kelas, sampai di kelas aku di perkenalkan ke pada seorang guru. Namanya Adam, kepala sekolah berbincang bincang dengan Adam dan kemudian Adam menyuruhku duduk. Aku menuju ke tempat duduk yang di tunjuk Adam, kemudian aku duduk. Dan kepala sekolah kembali ke ruangannya.
Mr Adam menyuruhku berdiri dan meminta aku memperkenalkan diri di depan kelas. Aku berdiri dan berjalan ke dapan dan aku memperkenalkan diriku, setelah itu aku duduk kembali.
Hari ini Mr Adam lagi mengajarkan ilmu social, aku mengeluarkan bukuku dan mendengarkan Mr Adam mengajar. Tidak lama kemudian bell berbunyi dan Mr Adam mengakhiri pelajarannya. Aku mengambil buku dan membacanya, sambil menunggu mata pelajaran yang kedua. Dan seseoarang menyapaku
“Hi Jessi namaku Laura.” Kata Laura sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
“Hi Laura senang berkenalan denganmu.” Kataku pada laura sambil bersalaman dengannya.
Laura menarik kursi dan duduk disampingku kami berbincang bincang, dia menanyakan tentang Indonesia dan aku menjelaskan padanya, dan ada lagi yang bergabung dengan aku dan Laura. Namanya Casey, Casey menyapaku dan aku membalasnya dan Casey terseyum padaku. Umur mereka enam belas tahun aku lebih tua setahun dari mereka.
Aku bertanya pada mereka berdua kalau sesudah ini mata pelajaran apa dan guru pengajar siapa.?
Dan mereka menjawab mata pelajaran selanjutnya olah raga dan gurunya Mr Kenric dan kemudian Mr Kenric masuk dan aku memperkenalkan diri pada Mr Kenric. Dan Mr Kenric menyuruhku untuk duduk kemudian aku duduk kembali. Mr Kenric menyuruh kami keluar dan menuju ke gedung olah raga, aku tidak membawa pakaian olah raga karena aku tidak tau jadwal pelajarannya. Mata pelajarannya mengenai olah raga basket, aku hanya duduk dan memperhatikan mereka bermain sambil tesenyum.
Casey mendekat padaku dan mengenalkanku pada temannya namanya Sean, aku menyapa Sean dan dia tersenyum. Sean duduk di sampingku dan mulai bercakap cakap denganku, sesekali dia bercanda denganku. Umur Sean juga baru enam belas tahun, Sean bertanya tentang Indonesia. Dan aku menjelaskan tentang Indonesia pada Sean.
__ADS_1
“Jessi aku jadi tertarik dengan Indonesia, selama ini aku tidak pernah mendengar tentang negara anda.” Kata Sean padaku.
“Nanti kalau liburan, berkunjunglah ke negara ku.”
“Tentu saja Jessi.” Jawab Sean sambil tersenyum. Dan akhirnya olahraga selesai, kami kembali kedalam kelas dan bell berbunyi. Aku Casey, Laura dan Sean berjalan ke kantin. Kami pergi mengambil makanan dan kemudian duduk. Sambil makan kami berbincang dan bersenda gurau. Dan dari jauh berlarian teman sekelas kami namanya Dean. dia menghampiri kami dan langsung duduk kemudian dia bercanda dengan Sean.
“Hi mentang mentang ada orang baru kalian meninggalkanku.” Ucap Dean sambil tersenyum menaptaku, dan mengedipkan matanya. Aku tersenyum melihat Dean, aku memperhatikan mereka berbincang, tapi aku tidak konsentrasi karena pikiranku ada di rumah. Badanku di sekolah tapi pikiranku pada Kairos. Ini pertama kali aku meninggalkan kairos dengan lama, aku jadi merindukannya. Jam istirahat selesai dan kami kembali ke kelas.
Jam sekolah usai dan kami keluar dari kelas, Laura berjalan bersamaku menuju gerbang sekolah. Aku melihat marco sudah menungguku, aku pamit pada Laura dan menuju ke mobil. Aku mengajak Marco pulang.
Sampai di rumah aku langsung berlari ke atas mencari Kairos, aku masuk kekamar Kairos dan melihat dia lagi tertidur. Aku mengusap wajahnya yang lembut dan dia menggerakkan kepalanya. “Sayang mama rindu padamu. Baru saja berapa jam meninggalkanmu mama sudah rindu.” Sambil memegang jarinya.
Aku keluar dari kamar kairos dan menuju kamar aku dan Carlos, aku membuka pintu dan Carlos sedang berbaring di tempat tidur. Dia melihatku dan bangun, aku duduk di sofa dan melepaskan jacketku. Carlos berdiri dan duduk disampingku. “Beb di sekolah aku tidak konsentrasi, pikiranku pada Kairos terus.”
“Hanya pada Kairos, Kamu tidak memikirkanku?” Kata Carlos padaku.
Aku menatap Carlos dan tersenyum. “Aku tidak memikirkanmu.” Ledekku pada Carlos.
“Oh begitu, jadi kamu sudah tidak mau memikirkanku.” Kata Carlos sambil mengangkatku dan mendudukan aku di pangkuannya.” Jadi sayang kamu sudah tidak menncintaiku lagi?”
“Aku melingkarkan tanganku di leher Carlos. “Hmmm, iya aku tidak mencintaimu lagi.” Candaku pada Carlos.
“Serius sayang, kamu tidak mencintaiku lagi?”
“Iya serius.”
“Hmmm..” Pura pura berpikir “Lelaki yang ada di hatiku sekarang dia sangat tampan beb, tampan sekali. Dia juga sangat baik dia sangat mencintaiku, dia perhatian, dia selalu memanjakanku dan sampai saat ini beb dia masih memperlakukanku seperti anak kecil.” Katakku pada Carlos sambil melipat tanganku di dada. Aku menatap Carlos. “Kamu tau beb, aku sangat takut kehillangannya.”
“Siapa laki laki itu beritahu aku, akan aku hajar dia. Berani sekali dia merebut orang yang aku cintai dariku. Siapa namanya?”
“Oh ya, kamu berani menghajarnya kamu tidak takut padanya?”
“Tentu saja aku berani, aku tidak takut pada siapapun. Aku akan menghajar siapapun yang berani merebut cintaku dariku.”
“Hmm....beb.” Aku menatap Carlos sambil mengangkat kedua keningku. ” Jadi kamu berani menghajar anak Tuan Federico yang bernama Carlos, kamu tau beb Carlos itu bisa melakukan apa saja kalau ada yang berani mengganggu orang yang di cintainya. Kamu berani menghajarnya beb?” Kataku sambil tertawa.
Dan Carlospun tertawa dan mencolek pinggangku. “Kamu mau mengerjai aku.” Kata Carlos sambil memelukku dan menggelitik pinggangku.
“Beb gelli..” Kataku pada Carlos sambil tertawa. Dan terdengar Kairos menangis, aku langsung berdiri dan masuk ke kamar Kairos.
”Kesayangan mama sudah bangun.” Aku menggendong Kairos dan mencium kedua pipinya. “Sayang mama kangen padamu.” Aku membawa Kairos kekamarku. Aku duduk di samping Carlos dan Carlos meletakkan tangannya di punggungku. Kami berdua bermain main dengan Kairos.
Liliana dan Federico masuk kekamar dan mengambil Kairos, mereka membawa kairos ke halaman belakang dan bermain dengan Kairos. Kairos tidak pernah lama di tanganku, Liliana dan Federico selalu mengambil Kairos. Mereka sangat menyayangi Kairos.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Seperti biasa aku kesekolah dan kali ini Carlos yang mengantarku. Sampai di sekolah aku memeluk Carlos dan menciumnya. “Beb siapa yang akan menjemputku sebentar?”
“Aku yang akan menjemputmu sayang, dari kantor aku akan langsung kesini.” Kata carlos padaku
“Baiklah beb, aku masuk dulu.”
Carlos memelukku dan mencium bibirku.
Aku turun dan masuk kedalam sekolah. Aku menuju ke kelas dan di dalam kelas sudah ada Laura dan Dean. Aku menyapa mereka berdua, dan mereka tersenyum. Aku duduk dan Casey masuk ke dalam kelas, dia juga menyapa kami. Aku tersenyum pada Casey.
Hari ini kami belajar seni / humanitas, matematika dan ilmu ekonomi.
Setelah jam sekolah usai aku keluar dan melihat mobil Carlos, aku berjalan ke mobil Carlos. Aku membuka pintu dan masuk, Carlos tersenyum meilhatku. Dia memelukku dan menciumku kemudian dia menjalankan mobilnya. Aku perhatikan jalannya karena jalan ini bukan jalan arah kerumah.
“Beb ini bukan jalan arah kerumah, kita mau kemana?”
“Kita akan ke villa aku ingin berduaan denganmu.”
“Beb terus Kairos bagaimana?”
“Sayang dirumah ada mommy, kamu jangan khawatir.”
Aku hanya menganggukan kepala, sebenarnya aku kangen pada Kairos tapi aku tidak ingin mengecewakan Carlos. Memang semenjak Kairos lahir aku dan Carlos jarang berduaan.
Sampai di villa aku langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam, aku menuju ke kamar dan membuka gorden dan pintu. aku membuka jacketku dan meletakkan di kursi kemudian aku keluar dan menuju ke arah danau, aku duduk di pinggir danau dan Carlos datang mendekat padaku. Dia duduk disampingku.
“Sayang aku ingin membahas sesuatu denganmu.”
Aku menatap Carlos. “Mau bahas apa beb?”
“Begini sayang, ( Carlos memegang tanganku ) aku berencana membeli rumah untuk kita tinggal. Kita tidak bisa tinggal terus di rumah mommy dan daddy.
“Apakah mereka akan setuju kalau kita pindah rumah beb?”
“Mau tidak mau harus sayang, kita sudah berumah tangga sayang. Kita juga butuh privacy.” Kata Carlos padaku.
“Tapi kasihan beb kalau kita meninggalkan mereka. Apalagi mereka sangat menyayangi Kairos.” Carlos menarik nafas panjang. “Beb kita akan pindah tapi jangan dulu sekarang, kalau kita sudah punya anak lagi baru kita pindah.”
“Tapi kapan kamu bisa hamil lagi sayang. Lulus sekolah kamu pasti kuliah jadi tidak mungkin kamu hamil sayang.”
“Beb, kamu ingat waktu aku bilang aku masih ingin sekolah dan tau taunya aku hamil, kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya.”
Carlos membelai rambutku. “Baiklah sayang, kita tetap tinggal dengan mereka.” Kata Carlos padaku. Carlos menarik tanganku dan mengajak ke kamar, aku mengikuti Carlos masuk ke dalam kamar. Carlos melepaskan kemeja dan celananya, dia hanya menggunakan underwear boxernya. Kemudian dia berbaring di tempat tidur, aku menatapnya dan tersenyum kemudian aku berbaring disamping Carlos dan meletakkan kepalaku di dada Carlos. Aku memejamkan mata lalu Carlos memelukku dan mencium keningku dan tidur.
Selamat Membaca
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya