SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Tapi aku takut


__ADS_3

Seorang gadis berlari-lari keluar dari ruangan, dia tidak sabar ingin menemui kekasihnya yang sudah menunggu dia di parkiran lalu terdengar seorang wanita memanggilnya.


“Cella … Cella …” Gadis itu berhenti kemudian dia menoleh kebelakang. Dia melihat sepasang pria dan wanita sedang berjalan ke arahnya, Cella tersenyum kemudian  menghampiri mereka berdua.


“Hi, Nasya. Hi, Nick. Kalian mau pulang?” tanya Cella seraya berjalan di samping Nasya.”


“Iya, kamu tahu sendirikan aku selesai kuliah harus bekerja.” jawab Nasya dengan menggandeng tangan kekasihnya.


“Kalian mau pulang bersamaku?”  Kembali Cella bertanya kepada Nasya seraya melihat jam di tangannya.


“Um, tidak. Aku akan mengantar Nasya,” sela Nick seraya melingkarkan tangannya di punggung Nasya.


“Baiklah kalau begitu, aku harus pergi sekarang. Sopirku sudah menunggu.” Cella belum ingin mengatakan kepada Nasya tentang hubungannya dengan Logan


Cella langsung meninggalkan Nasya dan Nick kemudian menemui kekasihnya di parkiran. Dia masuk ke dalam mobil, lalu tersenyum kepada Logan kemudian  mengecup bibir yang tertutup dengan kumis dan jenggot itu.


Cella memakai sabuk pengaman lalu meminta Logan untuk mengantarnya pergi bertemu dengan pemilik condominium. Pria itu menuruti permintaan kekasihnya. Dia menjalankan mobil menuju ke tempat yang di tunjuk oleh Cella.


Sepanjang jalan pria itu memegang terus tangan Cella. Mereka tiba di area condominium, Cella dan Logan turun kemudian masuk ke dalam gedung. Cella menelepon pemilik unit dan memberitahukan kalau mereka sudah berada di sana. Cella dan logan duduk di lobby lalu Logan membuka pembicaraan.


“Apakah perlu menyewa condominium?” tanya Logan dengan setengah berbisik.


“Iya, itu perlu,” jawab Cella lalu Logan bersandar di sofa. Dia tidak ingin berdebat dengan gadis itu.


Tidak lama kemudian pemilik condominium datang, Cella langsung berdiri dan menyambutnya. Sang pemilik langsung mengajak pasangan kekasih itu untuk melihat-lihat. Mereka masuk lalu Cella langsung pergi melihat kamar juga tempat mandi. Merasa cocok Cella langsung membayar sewa condominium itu.


Logan hanya memperhatikan gadis itu, dia tidak bisa melarangnya. Sekalipun dia melarang yang ada hanya perdebatan. Seperginya pemilik condominium, Cella menghampiri Logan lalu  tersenyum.


“Mulai sebentar kamu tinggal di sini, tidak perlu kembali lagi ke gedung itu,” ujar Cella dengan melingkarkan tangan di pinggang kekasihnya.


“Sebenarnya tidak perlu seperti ini Cella, ini terlalu mahal,” kata Logan sambil melepaskan tangan gadis itu dari pinggangnya.


“Kenapa? Kamu tidak suka?” tanya Cella dengan suara kecewa.


“Bukan begitu, Sayag. Aku hanya tidak ingin ada yang berpikir aku memanfaatkanmu,” sahut Logan sambil memegang wajah gadis itu. “Kamu tahu aku mencintaimu bukan karena kamu anak orang kaya, waktu timbul rasa sukaku padamu aku pesimis untuk mendapatkanmu, karena pikirku itu tidak mungkin. Siapa aku?” Logan duduk di sofa di ikuti Cella.


“Jangan perduli dengan apa kata orang, lagipula siapa yang tahu hubungan kita berdua,” sanggah Cella kemudian  duduk di samping kekasihnya. “Kamu akan tinggal di sini’kan?”


“Baiklah, kalau itu maumu,” sahut Logan, “Kamu juga akan tinggal bersamaku di sini selama orang tuamu di Spanyol?” tanya Logan dengan membelai bibir merah itu dengan jari jempolnya.

__ADS_1


“Iya, aku akan di sini bersamamu,” jawab Cella sambil tersenyum lalu dia memegang tangan Logan yang menempel di pipinya.


“Aku senang mendengarnya,” ujar Logan kemudian dia mengecup kening gadis itu.


“Terima kasih,” ucap Cella kemudian dia menyandarkan kepalanya di dada bidang itu, “Apakah kita akan melakukannya?”


“Melakukan apa?” tanya Logan, dia tidak mengerti dengan pertanyaan Cella.


“Melakukan hubungan lebih dari yang kita lakukan, kamu sudah janji waktu di Spain kamu bilang kalau kita sudah di Amerika kamu akan melakukannya,”


“Tapi aku takut, kalau orang tuamu tahu aku bisa di bunuh,” sahut Logan sambil menatap mata Cella lalu Cella menarik napas panjang kemudian dia memegang kembali pipi kekasihnya.


“Apakah papa ada di sini? Apakah kamu akan mengatakan kepada papa kalau kamu sudah mengambil perawanku?” Cella benar-benar ingin melakukan hubungan itu dengan kekasihnya.


“Tapi ….” Logan terhenti.


“Tapi apa lagi, Logan?” tanya Cella lalu Logan menarik napas panjang.


“Terserah kamu saja,” jawab Logan sambil mencubit pipi Cella kemudian dia memeluknya. “Kita pulang sekarang?”


“Iya, kamu juga harus mengambil barang-barangmu untuk dipindahkan di tempat ini,” ujar Cella sambil melepaskan pelukannya dan berdiri.


“Terserah kamu saja,” seloroh Cella dengan menggandeng tangan kekasihnya.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil kemudian Logan langsung menjalankan kendaraan menuju ke kediaman orang tua gadis itu. Mereka tiba lalu Cella turun di ikuti Logan, pasangan kekasih itu masuk kemudian Cella pergi ke kamarnya. Sedangkan Logan dia pergi ke halaman belakang dan merokok di sana.


****


Sementar di Maldives terlihat Acel dan Sheren sedang berenang di depan kamar mereka, pasangan suami istri itu terlihat sangat bahagia. Selesai mandi Acel dan Sheren duduk di teras, dia mengambil red wine dan menuangkan di gelas kemudian di berikan kepada istrinya.


“Oh ya, Sheren. Aku tidak suka Cella berhubungan dengan Logan, aku ingin dia mendapatkan pria yang baik,” ujar Acel sambil menuang lagi wine di gelasnya kemudian  duduk. Sheren terkejut mendengar apa yang di katakan suaminya.


 “Apa? Cella punya hubungan dengan Logan?” tanya Sheren dengan meletakkan gelas di meja sampingnya. “Siapa yang mengatakan padamu?”


“Iya, Sheren. Aku mendengarnya sendiri saat Kairos dan Cella berincang di kamar. Cella mengatakan kalau dia dan Logan punya hubungan. Dia bilang kepada Kairos kalau mereka berdua saling mencintai,”


“Oh … Acel, aku tidak ingin kamu mencampuri urusan pribadi Cella.” Sheren mengigatkan suaminya. Tetapi Acel tidak menghiraukan perkataan Sheren.


“Tapi dia adikku, aku ingin dia mendapatkan Pria yang baik bukan pria seperti Logan,” kata Acel dengan kesal. Dia benar-benar tidak suka kepada pria itu.

__ADS_1


“Acel. Jangan sampai Cella membencimu, biarkan saja,” sela Sheren lalu Acel diam.


Acel bertekad untuk memisahkan Cella dan Logan, dia berencana pulang dari bulan madu, dia akan memberitahukan kepada orang tuanya.


Sementara di Amerika terlihat  sepasang kekasih  sedang memasuki condominium yang di sewa, pria itu meletakkan barang-barang miliknya di lantai. Dia dan Cella mulai mengatur pakain ke dalam lemari.


Gadis itu tampak senang karena dia dan kekasihnya akan tinggal bersama. Cella ingin terus berada di dekat Logan, bahkan rasa cinta yang begitu besar terhadap pria itu membuat Cella menjadi posesif.


“Logan, nanti ponselmu di ganti seperti milikku ya,” ujar Cella sambil memasukan pakaian Logan ke dalam lemari. Dia ingin menghubungkan ponsel milik kekasihnya dengan miliknya, Cella ingin mengawasi kemana’pun pria itu pergi.


“Untuk apa, ponsel ini sudah cukup bagiku,” sahut Logan, di tidak ingin sesuatu pun dari kekasihnya. “Kalau aku mau ganti ponsel nanti aku saja yang beli.”


“Aku yang akan membelinya, Logan!” tegas Cella sambil menatap Logan


“Ah … please, Cella. Cukup! Aku akan membeli ponsel seperti milikmu tapi dengan uangku,” kata Logan dengan kesal lalu gadis itu terdiam. Logan menghampirinya kemudian dia memeluk dan mencium ubun kepala gadis itu.


“Maafkan aku kalau sudah berkata kasar padamu, aku tidak bermaksud begitu. Sekali lagi maafkan aku.” Cella memeluk Logan lalu dia menganggukan kepala.


“Aku akan melanjutkan mengatur pakaianmu,” ujar Cella dengan suara pelan lalu pria itu melepaskan pelukannya.


“Baiklah, aku pergi sebentar. Ada yang ingin aku beli,” pamit Logan seraya mengambil kunci mobil.


“Jangan lama-lama ya.” Sambil tersenyum  Logan menganggukan kepala kemudian meninggalkan Cella dan pergi ke sebuah toko.


Logan tiba di toko dia masuk dan membeli rokok lalu kembali lagi ke condominium. Dia melihat Cella masih merapikan kamar dan tempat tidur kemudian Logan membantu sang kekasih mengganti sprei juga selimut dengan yang baru. Dia tersenyum melihatnya kemudian  memeluk gadis itu dari belakang,


“Apakah kamu tidak lelah? Seharian kamu membereskan ruangan juga pakaianku,” bisiknya di kuping Cella lalu gadis itu memutar tubuhnya dan melingkarkan tangan di punggung Logan.


“Aku tidak lelah, aku harus merapikan semua supaya nanti malam kita bebas melakukannya,” canda Cella dengan mengedipkan sebelah matanya lalu Logan tertawa.


“Kamu serius ingin melakukan hubungan itu” tanya Logan lagi sambil meremas hidung gadis itu.


“Iya, aku ingin melakukan dengan orang yang aku cintai,” sahut Cella dengan suara pelan dan membelai jenggot pria itu.


“Tapi kamu akan merasakan sakit,” bisik Logan seraya meremas dada yang tidak terlalu besar itu.


“Aku akan menahannya,” balas gadis itu di ikuti tawa Logan kemudian dia menarik napas panjang.


“Baiklah, kita akan melakukannya,” kata Logan sambil mencium kening kekasihnya itu.

__ADS_1


Logan melepaskan pelukkannya  kemudian dia pergi duduk di teras dan mengeluarkan rokok yang di belinya tadi, dia mengambil satu batang dan menyalakannya. Logan menghirup asap rokok itu dan melepaskan lewat mulut dan hidung. Dia memperhatikan Cella yang sedang merapikan ruang tv kemudian  tersenyum sendiri.


__ADS_2