
Carlos sedang berada di kantor dan handphonenya berbunyi Carlos mengambil handphonenya dan menjawab panggilan itu.
Terdengar suara dari seberang telpon.
“Selamat siang tuan, aku SM dari showroom.”
“Oh iya bagaimana, apakah mobilnya akan di antar sekarang?”
“Iya benar tuan, kami akan mengantarkan sekarang mobil yang tuan beli.”
“Baiklah kalau bagitu aku tunggu.” Carlos menutup telepon, dengan wajah berseri dia keluar dari kantor. “Sayang hari ini ada kejutan untukmu dan kamu pasti akan suka kejutan ini.” Kata Carlos sambil melemparkan kunci mobilnya dan menangkap kembali.
Sambil bersiul siul dia membuka pintu mobil dan masuk, Carlos meninggalkan kantor dan pulang kerumah. Kairos melihat mobil Carlos masuk ke pekarangan rumah, dia berlari kegirangan.
“Oma.. Oma.. Open the door!”
Suara kairos meminta Liliana agar membukakan pintu, dia ingin menyambut Carlos.
Liliana membukakan pintu dan dia berlari keluar, Kairos melompat lompat saat melihat Carlos keluar dari mobil. Carlos tersenyum melihat Kairos.
“Kesayangan papa.”
Kairos berlari dan memeluk Carlos, Carlos menangkap Kairos dan menggendongnya. “Muacch… Muacchh...” Carlos mencium pipi Kairos tapi Kairos mendorong wajah Carlos. Dengan kening yang mengkerut, terdengar suaranya yang mungil.
“Sharp papa...” Dan Carlos tertawa.
Mereka masuk kedalam dan Carlos menurunkan Kairos, dia membiarkan Kairos bermain dan berlari di dalam rumah. Lilina tersenyum melihat Carlos
“Sayang kenapa pulang cepat?”
“Mom ada yang mau mengantar mobil kesini makanya aku pulang cepat.” Kata Carlos pada Liliana. “Hei... Kairos jangan naik dimeja nanti kamu jatuh.” Carlos menurunkan Kairos dari atas meja.
“Kamu membeli mobil lagi Carlos?”
“Iya mom, aku membeli mobil untuk Jessica, lagipula Jessica suda punya Driving License mom. Jadi sudah saatnya dia memiliki mobil.”
“Oh begitu, baguslah kalau begitu.”
“Tuan Carlos, ada orang didepan mencari Tuan.”
“Oh iya Rick sebentar, mom tolong lihat Kairos aku mau menemui mereka.”
“Iya sayang.”
Dengan wajah ceriah Carlos keluar dan menemui orang yang mengantar mobil Jessica.
Mobil di turunkan dan petugas yang mengantar memberikan selembar tanda terima dan menyuruh Carlos untuk tanda tangan. Carlos menandatangani lembaran itu dan memberikannya pada petugas itu.
“Terima kasih tuan, kami permisi.”
“Iya sama sama.”
Liliana dan Kairos keluar dan melihat mobil yang baru saja Carlos beli dengan wajah yang tersenyum Carlos menatap Liliana.
“Mom bagaimana?”
“Sayang, mobilnya bagus Jessica pasti suka.”
“Iya mom dia pasti suka, apalagi ini warna favoritenya mom.” Carlos membuka pintu mobil dan masuk, dia duduk dan mengamati mobil itu.
“Sayang kamu pasti suka mobil ini.”
“Papa… Papa... Kairos memanggil Carlos, Liliana menurunkan Kairos dan Kairos berlari mendekati Carlos. Carlos mengangkat kairos dan mendudukan dia di mobil.
“Sayang kita akan membuat kejutan untuk mama ok..” Kairos mengangguk seolah olah mengerti. “Ok Kairos dengan oma ya, papa mau jemput mama.”
Carlos menurunkan Kairos dari mobil, mereka masuk kedalam rumah.”
“Mom aku mau jemput Jessica, tolong jaga kairos sebentar ya.”
“Iya sayang, Kairos sini sama oma. Papa mau jemput mama.”
Carlos keluar dan menutup mobil yang baru dibeli dengan tutupan mobil.
Carlos masuk ke dalam mobilnya dan langsung meluncur ke kampus Jessica.
Sedangkan di kampus Jessica terlihat sedang menonton kakak tingkatnya sedang bermain voli. dia ingin sekali bergabung. “Sudah lama aku tidak bermain voli.” Kata Jessica dalam hati
Jessica memperhatikan mereka bermain, permainan selesai dan ada group yang lain ingin bermain tetapi mereka kekurangan satu pemain.
“Hei kamu bisa bermain voli?” Jessica melihat kekiri dan ke kanan melihat siapa yang mereka panggil. “Yang aku maksud itu kamu.”
Jessica berdiri dan menghampiri mereka
“Iya aku bisa.”
“Kalau begitu bergabunglah kesini.”
Yang lain bertanya. “Siapa namamu?”
“Ohh… Ummm.. Aku Jessica.”
“Ok Jessica masuklah tapi kita ini lagi bertaruh masing masing kami memberikan $50, kamu punya?”
“Ya tentu saja.” Jessica mengambil $50. “Aku berikan pada siapa?”
__ADS_1
Berikan saja pada orang yang disamping mu itu.”
“Baiklah.” Jessica memberikan $50 kemudian dia melepaskan kemejanya. Jessica hanya menggunakan tank top kemudian dia masuk dan bergabung.
permainan di mulai, lawan melakukan service dan rekannya menerima bola.
“Heii.. Jessi ayo smash!”
Jessica melompat dan melakukan smash, pukulan yang keras membuat lawan mereka tidak bisa mengembalikan bola.
“Wooww... Jessi ternyata kamu hebat.”
“Ahhh... Belum seberapa.” Jessica mengedipkan sebelah matanya.
Jessica sudah mulai akrab dengan kakak tingkatnya, Alan memperhatikan Jessica dari tempat duduk.
Carlos sampai di kampus, dia mencari Jessica, tapi jessica tidak terlihat. Carlos masuk kedalam dan mencari Jessica.
“Anda mencari siapa tuan?”
“Ohh.... Aku mencari Jessica.”
“Jessica anak Akuntansi?”
“Iya benar, anda mengenalnya?”
“Tentu saja aku mengenalnya, aku seruangan dengan Jessica. Anda masuk kedalam nanti di depan sana ada gedung olahraga Anda masuk saja ke dalam, Jessica lagi bermain voli disana.
“Ohhh.. Begitu ya, kalau begitu terima kasih ya.” Carlos masuk kedalam mencari gedung olah raga dan dia menemukkannya. Carlos masuk ke dalam dan melihat Jessica sedang bermain voli, Carlos duduk dan memperhatikan Jessica.
“Jessi giliranmu melakukan service!”
“Ok... Kesini bolanya.” Mereka memberikan bola pada Jessica dan Jessica mengambil bola itu lalu memainkan bola di tangannya.
“Heeii.. Jess tinggal dua point lagi, habisi saja mereka.”
Jessica bercanda. “Babisi pakai apa?”
“Terserah kamu Jess mau pakai apa yang penting kita menang.” Mereka tertawa dan meledek tim lawan.
“Aahh.. Kalian menang karena ada Jessica.”
“Heeii... Kalian sudah siap belum, aku sudah mau service?”
“Lakukan saja Jessi.”
“Ok.. Siaaappp yaa..!” Jessica melempar bola ke atas dan melompat melakukan service, dengan kencang Jessica memukul bola dan bola tidak bisa di kembalikan lawan.
Carlos memperhatikan Jessica. “Ternyata kamu hebat sayang.” Kata Carlos dalam hati
Di lapangan mereka semua tertawa. “Jessi satu kali lagi dan kita menang.” Mereka saling bercanda.
Rekan Jessica bercanda dengan tim lawan. “Sudah menyerah saja tinggal satu poin jadi percuma.”
“Ok, Sekarang kita kalah. Hei Jess next kamu masuk tim kami ya.”
“Siiiippp.... Nanti panggil saja!”
“Jessi kamu jurusan apa?”
“Ummm... Aku jurusan Akuntansi semester empat.”
“Ohh.. Kita sama tapi kami semester enam, kapan kapan kita main lagi ya.”
“Ok..siipp…” Jessica melihat Carlos sedang tersenyum memperhatikannya. “Ok guys aku pulang dulu.”
“Heii.. Jessi nomor teleponmu berapa?”
“Oh iya ini nomor teleponku.” Jessica memberikan nomor teleponnya pada mereka dan dia meninggalkan mereka.
Alan memperhatikan Jessica, baru saja dia ingin menghampiri Jessica dia melihat Jessica memeluk Carlos. “Siapa lelaki itu? apakah itu pacar jessica?” Alan mengurungkan niatnya dan keluar dari gedung olahraga.
“Hi beb sudah dari tadi kamu disini?”
“Iya sayang, aku memperhatikan kamu bermain. Ternyata kamu hebat.” Jessica tersenyum pada Carlos. Dan Carlos mencium kening Jessica.
“Kita pulang sekarang beb?”
“Iya sayang."
Jessica melingkarkan tangannya di pinggang Carlos dan keluar dari gedung olahraga, mereka menuju kemobil. Alan memperhatikan Jessica dan Carlos dari dalam mobilnya.
Sebelum masuk kedalam mobil Carlos mencium bibir Jessica dan Jessica membalasnya, mereka berdua berciuman.
Alan menjadi kecewa melihat Jessica dan Carlos berciuman. “Ternyata dia sudah punya pacar.”
“Sudah beb, nanti diteruskan dirumah.” Carlos tertawa dan membuka pintu mobil, Jessica naik ke mobil begitu juga dengan Carlos. Carlos keluar dari kampus dan langsung meluncur ke rumah.
Carlos memegang tangan Jessica dan Jessica menyandarkan kepalanya di lengan Carlos, sampai di rumah Jessica langsung masuk kedalam dan Carlos mengikuti Jessica dari belakang.
Jessica langsung mencari Kairos, dia masuk ke kamar Kairos tapi Kairos lagi tidur. Jessica mencium kening Kairos dan menutup kembali kamar Kairos.
Jessica masuk ke kamarnya dan melihat Carlos sedang memegang kain.
“Untuk apa kain itu beb?” Carlos mendekati Jessica dan memutar badan Jessica membelakanginya, Carlos berbisik pada Jessica.
__ADS_1
“Aku ingin menutup matamu sayang.” Sambil mencium leher Jessica
“Kenapa menutup mataku beb?” Jessica merasakan hembusan nafas Carlos di kupingnya.
“Aku ingin melakukan itu dengan menutup matamu.”
Jessica tertawa. “Ohh... Jadi kamu ingin mencoba dengan cara yang berbeda beb?”
“Iya sayang.” Carlos mencium kembali leher Jessica, kemudian dia menutup mata Jessica dengan kain kemudian dia memutar badan Jessica menghadapnya dan Carlos mencium bibir Jessica dan Jessica membalas ciuman Carlos. Mereka saling berciuman dan Carlos menghentikan ciumannya lalu memegang tangan Jessica.
“Ikut aku sayang!”
“Beb kita mau kemana?”
“Sayang ikut saja.” Carlos menuntun Jessica keluar dari kamar, mereka menuruni tangga secara perlahan.
“Beb apalagi yang akan kamu perbuat padaku?”
“Tenang saja sayang, ikut saja aku.”
Liliana tersenyum melihat Jessica dan Carlos, dia mengikuti Jessica dan Carlos dari belakang. Mereka keluar dan berhenti tepat di depan mobil.
“Sebentar sayang, kamu jangan membuka tutup matanya ya!”
“Iya aku tidak akan membukanya beb.” Jessica menjadi penasaran.
Carlos membuka tutupan mobil dan melipatnya lalu Carlos berdiri di samping mobil
“Mom tolong buka kain yang menutup mata Jessica!”
“Iya sayang.” Liliana membuka kain yang menutup mata Jessica..
Jessica terkejut dengan mobil yang ada di hadapannya.
“Beebb.....?”
“Sayang mobil ini untukmu.” Jessica mendekat pada Carlos
“Serius bebb..?” Rasa tak percaya.
“Iya sayang, aku belikan mobil ini untuk kamu.” Carlos melingkarkan tangannya di pinggang Jessica. “Kamu suka sayang?”
“Beb mobil inikan mahal.”
“Sayang... Untuk istriku tidak ada kata mahal, aku membeli mobil ini untukmu dan mulai besok kamu ke kampus pakai mobil ini.”
“Tapi beb..”
“Tidak ada tapi tapian sayang, mulai besok kamu menyetir sendiri.”
“Iya sayang lagipula kamu sudah punya driving license, jadi besok kekampus pakai mobil ini.
“Tapi mom..”
“Sudah sayang kamu harus mendengar apa kata Carlos, dia sudah membelikan mobil ini untukmu.”
Jessica menatap Carlos,
“Sayang kamu mau mencoba mobilnya?”
“Iya beb..”
“Kalau begitu ayo naik!”
Jessica tersenyum dan masuk ke dalam mobil, Jessica memegang stirnya.
“Beb untuk menghidupkan mesinnya dimana?”
“Tekan tombol start saja sayang.”
Jessica menekan tombol start dan mesinnya hidup, Carlos mengajari Jessica tentang fungsi fungsi tombol yang ada di dalam mobil. Akhirnya Jessica bisa.
“Ayo jalankan mobilnya sayang! mom titip Kairos sebentar ya.”
“Iya sayang, selamat besenang senang.” Kemudian Liliana masuk ke dalam.
“Ayo jalan sayang!”
“Iya beb.” Jessica menginjak pedal gas dan mobil bergerak keluar dari pekarangan rumah. “Kita kemana beb?”
“Terserah kamu sayang, fokus menyetirnya sayang!”
“Iya tenang saja beb, beb kita ke villa ya.”
“Iya sayang, kamu sudah selesai period?”
“Sudah selesai beb.” Jessica tersenyum pada Carlos
“Berarti sudah bisa begitu sayang?”
“Iya sudah bisa beb.” Jessica tersenyum pada Carlos kemudian dia melajukan mobilnya menuju ke villa.
Sampai di villa mereka turun dari mobil dan langsung masuk kedalam kamar, Carlos langsung membuka pintu teras dan gorden. Mereka berdua langsung melepaskan pakaiannya dan saling berciuman.
Carlos mengangkat Jessica dan membaringkan Jessica di tempat tidur. Mereka berciuman lagi, saling memainkan lidah. Mereka bermain begitu liar, saling menerjang dan akhirnya Jessica terkulai lemas di atas tubuh Carlos. Carlos memeluk Jessica, nafas mereka masih tidak beraturan. Permainan yang liar membuat mereka berdua lelah dan tertidur, Jessica tertidur di atas tubuh Carlos.
__ADS_1
Selamat membaca.
Jangan lupa like dan komen ya