SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Sandiwara


__ADS_3

Pagi hari mereka sedang bersiap-siap, Eduardo akan membawa Cella bertemu dengan keluarganya. Mereka masuk ke mobil kemudian meluncur ke tempat orang tua Eduardo, perjalananya sangat jauh.


Terlihat Sabrina hanya diam di dalam mobil, matanya memandang ke luar jendela. Dia berpikir kenapa sang ayah tidak pernah melihat mereka. Sedangkan Lucio dia bermain dengan mainannya


“Lucio, kamu tidak tidur?” tanya Eduardo dengan bercanda.


“Nao, Papi,” sahut Lucio dengan bahasa portuguese sambil menggelengkan kepala. Cella dan Eduardo tertawa.  Pria itu melirik calon istri kemudian dia meraih tangan wanita itu dan menggenggamnya.


Cella menikmati perjalanan ke tempat orang tua Edaurdo, sepanjang jalan dia memandang bukit-bukit yang hijau. Kembali dia teringat sang mantan, tempat yang mereka lalui membuat dia mengenang masa lalunya.


Akhirnya mereka tiba di perkebunan. Eduardo menghentikan mobil tepat di depan rumah orang tuanya kemudian dia menatap Cella dan Sabrina.


 “Kita sudah sampai, itu yang berdiri di depan rumah dia papiku.” Cella berusaha tersenyum ada perasaan khawatir dalam dirinya.


‘Apakah Logan sudah menurunkan semua foto-foto pernikahan aku dengannya? dan apakah dia sudah mengatakan kepada Paman Miguel hubunganku dengan Eduardo.’


Sedangkan Sabrina, dia memperhatikan orang yang di sebut oleha Eduardo. Anak itu masih mengenal Miguel, dia ingat mereka kejar-kejaran di depan rumah itu.


Eduardo turun lalu pergi memeluk ayahnya, mereka saling berpelukkan kemudian Cella turun dari mobil. Pria itu melihat Cella dengan tersenyum kemudian dia mengenalkan orang tuanya kepada sang kekasih yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


 “Sayang, ini orang tuaku.” Eduardo mengenalkan Cella kepada Miguel.


Miguel dan Cella saling bertatap mata, mereka berdua berpura-pura saling tidak kenal. Kekasih Eduardo menahan airmatanya di depan pria itu.


 “Hi, aku Cella,” ujar Cella sembari mengulurkan tangan kepada Miguel. Pria itu langsung memeluk Cella dengan erat.


“Kemana saja kamu?” tanya Miguel dengan berbisik di kuping wanita itu.


“Paman, jangan seperti ini.” Cella melepaskan pelukkan pria itu kemudian  berusaha tersenyum.


Eduardo mengambil Lucio di mobil dan menggendongnya, dia mengajak Sabrina turun dan menemui Miguel.

__ADS_1


Melihat Sabrina dan Lucio Miguel langsung memeluk putri itu dan mencium kedua pipinya. Dia juga mengambil Lucio dari putranya lalu Eduardo tertawa dan senang melihat ayahnya menerika Cella serta kedua anaknya.


 “Kamu lihat, papi juga langsung suka kepada Sabrina dan Lucio,” ujar Eduardo tapi Cella hanya tersenyum. Pria itu tidak tahu kalau mereka sudah saling mengenal, bahkan sang calon adalah mantan istri sepupunya.


Miguel mengajak mereka masuk dan menemui istrinya. Melihat Cella istri Miguel langsung memeluk wanita itu. Mereka bersandiwara di depan Eduardo.


Istri Miguel memeluk Sabrina dan mencium kedua pipinya, dia juga mengambil Lucio dan menggendongnya.


Mereka berbincang-bincang, Eduardo membicarakan pernikahannya dengan Cella. Dia merencanakan pernikahan dilakukan di Negara Philipin tapi Miguel memohon agar  mereka  menikah di perkebunan saja. Lama tidak bertemu dengan sang putra, Miguel sangat merindukannya.


Sementara mereka berbincang terdengar mobil masuk di pekarangan rumah. Eduardo langsung berdiri dan melihat dari jendela siapa yang datang. Dia melihat Logan lalu pria itu  tersenyum dan berlari keluar.


 “Hi, sepupuku. Apa kabar?” ucap Eduardo sambil memeluk Logan dengan erat, Mereka berdua saling berpelukan.


“Aku baik-baik saja.” Logan melepaskan pelukkannya kemudian dia menatap Eduardo.


“Kamu kemana saja?” Eduardo tersenyum kemudian dia meletakkan tangannya di punggung Logan.


“Aku berbisnis di Philipin, dan kamu tahu, aku bertemu dengan wanita cantik di sana. Ayo masuk akan ku perkenalkan dia padamu, tapi kamu jangan menggodanya,” canda Eduardo lalu Logan menepuk punggung Eduardo, dia berusaha tertawa saat sepupunya itu  bercanda.


Logan menyapa Miguel dan istrinya kemudian dia mencium kedua pipi paman dan bibinya. Pria itu melihat Cella lalu tersenyum.


“Ini pasti calon istrimu ya?” tanya Logan berpura-pura tidak mengenal sang mantan.


“Iya, Logan. Dia calon istriku, cantik bukan?” jawab Eduardo dengan semangat dengan melirik wanita pujaannya.


“Iya, dia cantik,” sahut Logan. “Oh ya, aku Logan sepupu Eduardo.” Wanita itu berusaha tersenyum menyambut tangan sang mantan.


 “Cella,” balas wanita itu sambil bersalaman dengan Logan.


“Oh ya, ini Sabrina dan yang di gendong mommy itu Lucio.” Eduardo mengenalkan kedua anak itu kepada sepupunya.

__ADS_1


 “Waow cantik sekali.” Logan menghampiri Sabrina dan memeluknya dengan erat. “Papi menyayangimu,” bisik Logan seraya melepaskan pelukkanya dari sang putri.


Sabrina hanya diam saja, dia berusaha untuk tidak menangis, dia hanya menatap Cella yang sedari tadi memperhatikannya.


Logan mengambil Lucio dari istri Miguel dan menggendongnya, dia memeluk dengan erat  dan mencium kedua pipi anak itu. Dia melepaskan rindunya yang tertahan selama dua tahun lebih.


Lucio hanya diam saja, dia tidak mengenal ayahnya. Yang hanya dia tahu adalah Eduardo, dia tidak mau di gendong oleh Logan. Anak itu menangis dan meminta Eduardo untuk menggendongnya.


Eduardo mengambil Lucio dari Logan dan menggendongnya. Mantan Cella hanya  tersenyum dan membelai rambut Lucio, ada perasaan sakit saat sang putra tidak mengenal dirinya kemudian dia menatap Sabrina.


 “Bagaimana kalau kita berdua jalan-jalan di perkebunan?” Sabrina menatap Cella lalu wanita itu menganggukkan kepala.


Logan tersenyum kepada Cella kemudian dia memegang tangan Sabrina dan mengajak putrinya jalan-jalan di perkebunan.


 Sabrina mengikuti Logan pergi, tiba di perkebunan Logan langsung memeluk anak itu dan mencium kedua pipi putrinya.


 “Papi sangat menyayangimu, ingat itu.” Sabrina menganggukkan kepala kemudian dia memeluk Logan dengan erat.


Logan tersenyum lalu mereka berdua berjalan mengelilingi perkebunan. Dari jauh Cella melihat Logan dan putrinya, dia teringat masa-masa indah saat mereka di tempat itu.


‘Seandainya kamu tidak berbuat hal seperti itu, kita masih bersama-sama,’ gumam Cella dalam hati kemudian dia berjalan di perkebunan. Wanita itu berhenti dan  memejamkan mata. Lalu dia merasakan tangan Eduardo melingkar di perutnya.


“Kamu suka tempat ini?” tanya Eduardo dengan berbisik di telinga Cella.


 “Iya, aku suka,” sahut Cella dengan memegang tangan pria itu.


“Aku senang mendengarnya,” ujar Eduardo kemudian dia memutar tubuh Cella menghadapnya.


 “Kamu lihat, Logan begitu cepat akrab dengan Sabrina. Aku senang dia menyukai Sabrina dan Lucio.


“Iya, aku juga.” Cella berusaha tersenyum lalu Eduardo memegang kedua pipinya dan mencium bibir wanita itu.

__ADS_1


Cella melingkarkan tangannya di pinggang Eduardo dan membalas ciuman pria itu. Sementara dari kejauhan Logan melihat Cella dan Eduardo berciuman, hatinya terasa sakit lalu dia mengajak Sabrina untuk berkeliling perkebunan.


Cella menghentikan ciuman Eduardo dan mengajak pria itu berkeliling. Mereka berdua saling berpegangan tangan mengelilingi perkebunan. Nampak kebahagiaan di wajah pria itu. Akhirnya dia akan menikah dengan wanita yang dia cintai.


__ADS_2