SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS2 Episode 12


__ADS_3

Sebulan sudah Kairos dan Tania berpisah, Kairos berhenti kuliah dan mengurung diri terus di kamar. Jessica dan Carlos tidak bisa berbuat apa apa. Mereka sudah berusaha mencari informasi tentang Tania tapi mereka berdua tidak berhasil.


Jessica sangat tersiksa melihat Kairos seperti itu, dia sangat menyayangi Kairos.


“Beb, aku tidak bisa melihat Kairos seperti itu. Lakukan sesuatu.” Kata Jessica sambil menangis.


Carlos memeluk Jessica


“Sayang, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku sudah membayar orang untuk mencari Tania maupun keluarganya di Seattle tapi sampai sekarang belum ada kabar.” Kata Carlos sambil menghapus air mata Jessica.


“Aku sangat tersiksa melihat dia seperti itu beb. Ingin rasanya aku membunuh perempuan itu, dia sudah menghancurkan Kairos.”


Acel mendengar percakapan Jessica dan Carlos lalu dia pergi ke kamar Kairos, dia melihat Kairos lagi duduk di depan jendela sambil matanya memandang keluar jendela.


Acel masuk dan menghampiri Kairos, dia mengambil kursi lalu kemudian dia duduk di sampaing Kairos.


“Kairos apakah kamu sayang pada mama?”


Kairos menatap Acel


“Mengapa kamu bertanya seperti itu? Tentu saja aku sangat menyayangi mama.” Kata Kairos


“Kalau kamu menyayangi mama, jangan buat mama menangis. Kamu tahu Kairos, mama tidak sanggup melihatmu seperti ini. Mama setiap hari menangis.” Kata Acel sambil memegang tangan Kairos.


Kairos menunduk dan menangis, Acel memeluk Kairos.


“Aku tidak bisa melihat kakaku seperti ini. Aku ingin kakaku yang dulu.” Bisik Acel di kuping Kairos.


“Aku sangat merindukannya Acel, Aku bisa gila Acel.” Kata Kairos sambil memeluk Acel dan menangis


“Kairos jangan bicara seperti itu, kasihan mama.”


Kairos menangis di pelukan Acel


“Aku sangat mencintainya Acel.” Kata Kairos sambil menangis.


“Iya Kairos, aku tahu. Tapi kamu jangan seperti ini.”


“Aku ingin sendiri Acel.” Pinta Kairos


“Baiklah aku akan meninggalkanmu sendiri, tapi tolong pikirkan mama.” Bisik Acel kemudian dia keluar dari kamar Kairos dan masuk ke kamarnya.


Kairos menelepon Paul dan meminta Paul untuk menjemputnya. Dan tidak lama kemudian Paul datang, Kairos menemui Paul kemudian mengajak Paul pergi. Kairos berpapasan dengan Jessica


“Mau kemana sayang?”


“Aku mau ketempat Paul.”


“Baiklah sayang tapi biarkan Hank ikut denganmu.” Kata Jessica


“Mam, aku tidak ingin di awasi. Aku hanya di rumah Paul.”


“Tapi sayang…


“Mam please!” Sela Kairos


Paul menghampiri Jessica


“Nyonya tidak perlu khawatir, kami hanya di rumah tidak akan kemana mana. Ikuti saja keinginan Kairos.” Bisik Paul


“Baiklah Paul, kalau ada apa apa hubungi aku.” Kata Jessica


“Tentu saja Nyonya.”


Kairos dan Paul meninggalkan rumah dan menuju ke rumah Paul, mereka tiba di rumah Paul dan langsung menuju ke kamar Paul. Kairos mengeluarkan handphonenya lalu memesan tiket, dia ingin meninggalkan Kota Torrance.


“Paul malam ini aku ingin tidur disini.” Kata Kairos


“Tapi kamu harus beri tahu mama kamu kalau kamu akan tidur disini.” Kata Paul.


“Iya Paul, aku akan beritahu mamaku.”


Kairos menelepon Jessica dan terdengar suara Jessica dari seberang telepon


“Iya sayang, apakah kamu baik baik saja?” Tanya Jessica


“Iya mam, aku baik baik saja. Mam aku akan menginap di rumah Paul.”


“Baiklah sayang, kalau ada apa apa telepon mama ya.” Kata Jessica dari seberang telepon.


“Iya mam.” Ujar Kairos kemudian dia menutup telepon dan berbaring di tempat tidur.


“Kairos kamu tidak makan?” Tanya Paul


“Nanti saja Paul, aku belum lapar. Aku ingin tidur.”


“Baiklah Kairos kamu tidur saja.” Kata Paul kemudian dia meninggalkan Kairos sendiri di kamar.


Portugal


Pedro mengajak Vania berkeliling Kota, Pedro membawa Vania ke tempat tempat wisata yang ada di Portugal. Hari ini Pedro membawa Vania ke Porto Bridge Climb, mereka berdua menaiki tangga satu persatu. Terlihat Vania mulai kelelahan.


“Pedro, aku tidak sanggup. Jembatannya terlalu tinggi dan tangganya juga sedikit curam.” Kata Vania sambil memegang pegangan besi.” Dia menarik nafas panjang.


Pedro tertawa melihat Vania


“Vania sayang sedikit lagi kita sampai, baru begini saja kamu sudah lelah. Bagaimana kalau di ranjang.” Canda Pedro


Vania mendorong wajah Pedro


“Pedro di ranjang sama di sini itu beda, Ahh.. Pedro aku lelah. Aku ingin Istirahat dulu.” Kata Vania dengan suara manja

__ADS_1


“Baiklah Vania, kita istirahat dulu.” Pedro dan Vania berhenti kemudian Pedro melingkarkan tangannya di pinggang Vania. “Vania coba kamu lihat viewnya sangat bagus. Apalagi kalau sudah berada di puncak jembatan, viewnya akan lebih bagus lagi.”


“Iya Pedro tapi kita istirahat dulu.” Kata Vania


Tidak lama kemudian mereka berdua melanjutkan perjalanan meraka. Vania menaiki tangga perlahan lahan sambil memegang tangan Pedro. Akhirnya mereka sampai di puncak jembatan.


“Ahh… Pedro indah sekali.” Kata Vania


Pedro memeluk Vania dari belakang


“Aku sudah katakan padamu, kalau sudah di puncak akan lebih indah.” Kata Pedro sambil mencium leher Vania.


“Pedro geli ah..” Kata Vania lalu Pedro tertawa.


“Sayang aku tidak sabar lagi ingin menikah denganmu.” Bisik Pedro di kuping Vania.


“Pedro pernikahan kita seminggu lagi, jadi sabar saja.” Kata Vania sambil memutar tubuhnya menghadap Pedro dan melingkarkan tangannya di punggung Pedro.


“Iya Vania sayang. Oh ya apakah kamu sudah memberitahu Carlos dan Jessica kalau kita akan menikah? Tanya Pedro sambil membelai wajah Vania


“Belum Pedro nanti saja aku beri tahu Mereka berdua.”


“Sayang kamu harus beri tahu mereka berdua secepatnya.” Kata Pedro lagi sambil meraba bibir Vania dengan jarinya.


Vania menggigit jari Pedro dan Pedro terkejut.


“Sayang sakit..!! Kata Pedro lalu Vania tertawa


“Makanya jangan meraba bibirku.”


“Ahh.. sayang aku hanya meraba saja. Lagipula bibirmu sayang selalu membuat milikku menjadi keras.” Kata Pedro sambil mengambil tangan Vania dan menempelkan di celananya.


Vania membelalakan matanya lalu dia mendorong Pedro. Pedro langsung tertawa terpingkal pingkal, Vania mau mencubit perut Pedro tapi Pedro menghindar. Vania membuka sepatunya dan melemparkan ke arah Pedro tapi tidak mengenai Pedro, sepatu Vania malah jatu dari atas jembatan.


Melihat sepatu Vania jatuh Pedro tertawa lagi


“Sayang kamu tidak punya sepatu lagi.” Canda Pedro


“Pedrooo… ambil sepatuku, kalau tidak aku akan batalkan pernikahan kita!”


Pedro tertawa terpingkal pingkal lalu dia memeluk Vania


“Vania sayang, nanti kita beli lagi ya.” Kata Pedro sambil mengecup kening Vania.


Vania menatap Pedro dengan wajah cemberut


“Pedro sayang, bukan masalah sepatu bisa beli lagi. Tapi kamu lihat tangga itu, masa aku turun tidak pakai sepatu. Kamu ingin kaki calon istrimu yang indah ini menjadi lecet?” Kata Vania dan Pedro tertawa


“Sayang, kamu jangan khawatir. Kaki calon istriku yang cantik ini tidak akan lecet. Calon suamimu yang ganteng dan kuat ini akan menggendongmu sampai di bawah.” Canda Pedro dan Vania mendorong wajah Pedro dengan pelan.


“Oh ya? Apakah calon suamiku yang ganteng ini kuat menggendong calon istrinya?” Kata Vania sambil mencubit kedua pipi Pedro


“Kalau begitu ayo kita pulang!”


“Baiklah sayang, ayo naik di belakang!”


Pedro menggendong Vania di belakang dan turun perlahan lahan. Akhirnya mereka sampai dan Vania turun.


“Ah.. sayang pinggangku sakit.” Kata Pedro lalu Vania tertawa.”


“Begitu saja sakit. Bagaimana kalau di atas ranjang.” Canda Vania dan Pedro tertawa.


‘Sayang, kalau di ranjang lain lagi. Aku tidak perlu menggendongmu, cukup membaringkanmu dan melakukannya. Ahh.. sayang badanmu begitu berat.”


“Badanku tidak berat Pedro, hanya umur kamu saja yang..


“Yang sudah tua?” Sela Pedro dan Vania tertawa


“Kamu yang mengatakannya bukan aku.” Kata Vania sambil tertawa.


Pedro meremas hidung Vania Lalu Pedro mengajak Vania pulang.


Tiba di rumah, mereka berdua masuk dan berpapasan dengan Tuan Hector


“Dari mana kalia berdua?” TanyaTuan Hector


“Berkeliling Kota Dad.” Jawa Pedro


“Ohh..” Gumam Tuan Hector


“Iya benar calon mertua.” Canda Vania


Pedro dan Tuan Hector langsung tertawa. Pedro menarik tangan Vania lalu mereka berdua masuk ke dalam kamar. Pedro duduk di sofa dan Vania duduk di pangkuan Pedro lalu Pedro melingkarkan tangannya di pinggang Vania.


“Vania, apakah tante Sonya akan datang?” Tanya Pedro


“Iya Pedro, dua hari sebelum pernikahan kita tante sonya sudah disini.”


“Baguslah sayang, oh ya sekarang kamu telepon Carlos dan Jessica.”


“Baik Pedro sayang, carlon istrimu akan menelepon papa Carlos.” Canda Vania lalu Pedro tertawa terpingkal pingkal.


"Mengapa kamu menyebutnya papa Carlos Vania."


"Pedro sayang, umurku dan umur papa Carlos sangat berbeda jauh. aku bagaikan anaknya, makanya aku memanggil dia papa Carlos. Apalagi dia yang akan mendampingiku." Kata Vania lalu dia berdiri dan mengambil handphonenya.


Pedro Tersenyum melihat Vania, dia melepaskan kaosnya lalu dia berbaring di sofa sambil memperhatikan Vania berjalan. Vania mengambil handphone lalu kembali duduk di sisi sofa. Pedro menarik Vania lalu Vania berbaring di atas tubuh Pedro dengan posisi membelakangi Pedro.


Pedro melingkarkan kedua tangannya di perut Vania sambil melihat Vania menelepon Carlos.


Vania menelepon Carlos dan terdengar suara Carlos dari seberang telepon

__ADS_1


“Hallo sayang, apakah kamu baik baik saja?” Tanya Carlos


“Iya papa Carlos, aku baik baik saja.” Jawab Vania


Terdengar tawa Carlos dari seberang telepon


"Vania mengapa kamu memanggilku papa?" Tanya Carlos sambil tertawa


"Papa Carlos, karena kita berdua tidak jadi menikah maka aku menganggap kamu sebagai papaku." Canda Vania lalu terdegar Carlos tertawa


“Oh ya ada apa kamu meneleponku?”


“Umm… Begini papa Carlos hari sabtu minggu depan aku akan menikah.”


Carlos terkejut


“Benarkah Vania? Kamu akan menikah dengan siapa?” Tanya Carlos dari seberang telepon.


“Ah.., papa Carlos pokoknya aku akan menikah dan aku ingin papa Carlos dan Jessica yang dampingi aku.”


“Sayang…, kamu akan menikah dengan siapa? Katakan padaku!”


Pedro berbisik di kuping Vania


“Video call.”


Vania tersenyum dan menganggukan kepala.


“ Papa Carlos apakah Jessi bersamamu?”


“Iya sayang, Jessi lagi di kamar bersamaku. Kenapa sayang?” Tanya Carlos penasaran


“Umm… papa Carlos aku ingin video Call bersama kamu dan Jessi.” Kata Vania


“Baiklah sayang.”


Vania merubah panggilannya menjadi Video Call. Dan dia melihat Jessica sedang bersandar di dada Carlos


Pedro menutup wajahnya dengan kaos


Terdengar suara Jessica.


“Hi Vania, apa kabar?”


“Aku baik baik saja Jessi, oh ya Jessi aku akan segera menikah. Aku ingin kamu dan papa Carlos mendampingiku.” Kata Vania


mendengar Vania menyebut papa Carlos Jessica langsung tertawa


“Kamu akan menikah dengan siapa Vania?” Tanya Jessica penasaran


Vania menarik kaos yang menutupi wajah Pedro


Terlihat di layar Carlos dan Jessica terkejut


“Pedroo?? Terdengar suara Carlos dan Jessica bersamaan


Vania dan Pedro langsung tertawa


“Iya papa Carlos Jessi, aku akan menikah dengan Pedro.”


Jessica dan Carlos seperti tidak percaya


“Benarkah? Tapi bagaimana kalian berdua bisa bertemu?” Tanya Jessica.


“Jessi, aku dan Pedro yang merencanakan kamu dan papa Carlos untuk bersatu lagi. Waktu di kantor Pedro yang menelponku. Aku dan dia sudah janjian untuk pergi ke Bali.”


Terdengar tawa Jessica dan Carlos.


“Baiklah, pernikahan kalian akan di adakan dimana?” Tanya Carlos


“Pernikahan kami akan di adakan di Portugal papa Carlos.” Jawab Vania


“Umm.. Baiklah aku akan hadir.” Kata Carlos.


Vania terlihat sangat senang


“Benar ya papa Carlos.”


“Iya sayang, aku dan Jessi akan hadir.” Jawab Carlos


“Terima kasih ya papa Carlos. Jessi benar ya, kamu harus hadir.” Kata Vania


“Iya Vania.” Jawab Jessica


Pedro hanya tersenyum melihat Carlos dan Jessica di layar handphone Vania.


“Selamat ya Pedro.” Kata Jessica


‘Terima kasih Jessi.” Balas Pedro


Lalu Vania menutup teleponnya kemudian dia memutar tubuhnya menghadap Pedro. Dia mengecup bibir Pedro dan Pedro membelai rambut Vania


“Aku sangat bahagia sayang.” Kata Pedro kemudian dia mengecup kening Vania


“Aku juga Pedro, aku sangat bahagia.” Kata Vania lalu dia merebahkan kepalanya di dada Pedro


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentar ya


Salam

__ADS_1


__ADS_2