
Akhinya Kairos tiba di rumah Tania, dia turun dari motornya dan mengetuk pintu rumah Tania. pintu terbuka dan berdiri seorang pria di depan pintu. “Dia pasti orang tua tania.” Kata Kairos dalam hati.
“Selamat sore Tuan, aku ingin bertemu dengan Tania.
“Selamat sore, ayo masuk.”
“Terima kasih tuan.” Kata Kairos lalu dia masuk kedalam rumah dan duduk.
Tidak lama kemudian Tania datang, dia dia sudah rapi, dia tersenyum kepada Kairos.
“Hi Kairos, sorry sudah membuatmu menunggu.” Kata Tania pada Kairos.
“Ah.., tidak apa apa Tania. Kita jalan sekarang?”
“Iya Kairos, kita jalan sekarang.”
“Baiklah kalau begitu, ayo!” Ajak Kairos pada Tania.
“Sebentar Kairos aku pamit dulu pada papiku.” Kata Tania kemudian dia pergi ke kamar papinya. “Papi aku akan pergi dengan Kairos.”
“Iya sayang, jangan pulang malam malam ya.”
“Iya papi, aku pergi dulu ya.” Kata Tania kemudian dia mecium kedua pipi papinya, lalu dia menemui Kairos. “Ayo Kairos kita pergi!”
Mereka berdua keluar dari rumah Tania dan Kairos naik ke atas motornya lalu memberikan helm pada Tania. “Maaf Tania, aku hanya memakai motor.”
“Ah.., tidak apa apa Kairos.” Kata Tania sambil memakai helm kemudian dia naik ke atas motor.
Kairos langsung menjalankan motornya ke bioskop. Sampai di bioskop, mereka masuk kedalam dan Kairos pergi membeli tiket. Tidak lama kemudian dia dia mengajak Tania untuk membeli minum dan popcorn. Setelah itu mereka berdua masuk kedalam studio dan duduk.
Sambil menunggu film di mulai Kairos dan Tania berbincang bincang.
“Oh ya Tania, kamu berapa bersaudara?” Tanya Kairos membuka percakapan.
“Umm.., aku dua bersaudara. Aku punya adik tapi dia tinggal bersama mommy di negaranya.
“Oh begitu. Mommy kamu memang berasal dari mana?”
“Dari Philipin Kairos. Mommy dan papi bercerai saat aku masih di Junior High School dan aku lebih memilih tinggal bersama papi karena aku sangat menyayangi papiku. Aku tidak mau dia tinggal sendiri.”
“Oh begitu. Oh ya umur kamu berapa sekarang?”
“hmm.., sekarang aku sembilan belas Kairos.”
Kairos tersenyum
“Maaf aku ingin bertanya lagi. Kenapa kamu tidak kuliah?”
Tania tersenyum pada Kairos.
“Hmm.., papiku tidak bekerja lagi dan dia tidak mampu untuk kuliahkan aku, so aku memilih untuk bekerja.” Jawab Tania sambil tersenyum. “Oh ya filmnya sudah mau di mulai.”
“Oh iya.” Kata Kairos sambil tersenyum dan melihat ke layar.
Selesai nonton film Kairos mengajak tania untuk pergi makan. Mereka pergi ke restoran, mereka masuk dan pelayan mengantar mereka. Kairos dan tania duduk dan pelayan memberikan buku menu pada mereka berdua. Kairos melihat lihat menu.
“Kamu mau pesan apa tania.” Tanya Kairos.
“Umm.., sebentar Kairos aku lihat lihat dulu.” Kata Tania pada Kairos sambil melihat menu.
“Kairos aku pesan soup sama salad sayur saja.
“Baiklah Tania, kalau aku soup dan half sandwich saja. Minumnya wine saja. Kamu minum apa Tania” tanya Kairos sambil menatap Tania dan tersenyum.
“Ehmm.., sama saja Kairos.”
“Baiklah kalau begitu.” Kairos memanggil pelayan dan memberikan buku menu serta pesanan mereka. Pelayan mengambil buku menu dan pesanan mereka kemduan dia meninggalkan Kairos dan Tania.
Sambil menunggu pesanan, mereka berdua berbincang bincang.
__ADS_1
“Oh ya Tania, kenapa kamu tidak ikut tinggal bersama mommy kamu di Philipin?”
“Aku tidak bisa meninggalkan papiku Kairos, aku sangat menyayangi papiku.”
“Ohh.., biasanya anak perempuan akan lebih memilih tinggal dengan orang tua perempuan dari pada laki laki, orang tuaku juga bercerai dan aku lebih memilih tinggal dengan mamaku daripada papaku.”
“ Oh.., orang tuamu bercerai juga Kairos?”
“Iya Tania, orang tuaku bercerai juga, papaku mengkhianati mamaku. Dan mamaku menceraikan papaku.” Kata Kairos dengan wajah yang sedih.
“Wah Kairos kebalikan dari papiku, saat papiku terpuruk mommy meninggalkan papi dan kembali ke negaranya. Setahun di Philipin mommy meminta papi untuk menceraikannya karena dia tertarik dengan pria berasal dari negaranya. Dan papiku mengurus perceraian mereka. Mommy mengajak aku tinggal bersama mereka tapi aku tidak mau. Aku lebih memilih tinggal dengan papi walaupun hidup susah.”
“Hmm.., ternyata tidak semua wanita itu baik dan tidak semua pria itu buruk.” Kata Kairos sambil tertawa. Kamu tahu Tania, kedua orang tuaku sangat bahagia. Mama tahu bagaimana cara membuat papa bahagia begitu juga papa, dia tahu cara membuat mama bahagia. Bahkan kami tidak pernah mendengar papa dan mama bertengkar. Seakan akan rumah tangga papa dan mama tidak ada masalah apapun. Dan pada akhirnya papaku mengakhirinya dengan mengkhianati mamaku. Aku dan kedua adikku sangat terpukul. Tapi kami tidak ingin membuat mama bertambah sedih. Kami menjadi anak anak yang di inginkan mamaku.
“Ternyata kisah keluargamu lebih sedih ya Kairos.”
“Iya Tania. Kalau kamu tidak melihat dengan matamu sendiri mama kamu selingkuh, tapi aku dan kedua adiku melihat sendiri papa kami berselingku di rumah kami sendiri. Itu sangat sangat menyedihkan Tania. Tapi aku dan kedua adikku bahkan mamaku bisa melewati itu semua. Kami saling mendukung, saling memberi semangat. Dan aku lebih bersyukur lagi mamaku itu orangya hebat. Dia kuat dalam menghadapi persoalan.”
“Sama seperti papiku Kairos. Dia juga begitu kuat, walau aku tahu sebenarnya dia sangat sedih dengan perceraiannya dengan mommyku tapi dia tidak menunjukannya padaku. Papiku sangat baik.
“Oh ya Tania papi kamu bekerja dimana?”
Sambil menarik nafas Panjang.
“Hmmm.., sekarang papiku tidak bekerja. Sebelumnya dia bekerja di perusahaan Kontraktor. Dia Arsitek Kairos.”
“Ohh.., jadi papi kamu tidak bekerja lagi?”
“Iya Kairos. Makanya aku bekerja untuk membantu papiku.” Kata Tania dengan wajah tertunduk.
“Papi kamu ingin bekerja lagi?”
“Iya Kairos, dia sudah berapa kali mengirim surat lamaran pekerjaan. Tapi belum juga mendapat panggilan.”
“Ohh begitu.” Dan makanan mereka datang. “Tania kita makan dulu.” Kata Kairos pada Tania.
“Iya Kairos.” Tania mengambil pesanannya dan mereka berdua makan bersama.
“Oh ya Tania, besok kamu berangkat kerja jam berapa?”
“Emm.., besok aku berangkat kerja jam sepuluh Kairos. Kenapa?” Tanya Tania.
“Bagaimana kalau aku menjemputmu dan mengantarmu ketempat kerja?”
“Ah.. Kairos tidak usah. Aku tidak ingin merepotkamu.”
“Tidak Tania, kamu tidak merepotkanku. Besok sebelum jam sepuluh aku jemput ya.”
“Tapi Kairos...
“Tania please, aku jemput besok ya?”
“Baiklah Kairos. Kalau begitu aku masuk dulu ya.”
“Iya Tania, aku juga harus pulang. Terima kasih ya.”
“Iya Kairos, hati hati ya!” Kata Tania pada Kairos sambil tersenyum.
“Baiklah kalau begitu, aku pergi ya.” Kata Kairos kemudian dia menjalankan motornya. Dia langsung kembali kerumah.
Sampai di rumah dia masuk dan tersenyum. Dia berpapasan dengan Pedro.
“Hi Pedro, mama di mana?” Tanya Kairos.
“Hi Kairos, mama kamu lagi di kamar. Oh ya Kairos apakah kamu sudah bicara dengan Acel dan Cella?”
“Belum Pedro. Tapi sebentar, aku panggil mereka berdua dan kita bicara di halaman belakang.”
“Baiklah Kairos, aku tunggu di halaman belakang ya.”
__ADS_1
“Ok Pedro.” Kata Kairos kemudian dia pergi kekamar Acel, dia mengetuk pintu kamar Acel dan terdengar suara acel menyuruh Kairos masuk. Kairos membuka pintu dan dia masuk. Dia melihat Acel lagi bermain game di computer. “Acel apakah aku mengganggumu?”
Acel menghentikan gamenya dan menatap Kairos. “Tidak Kairos, kamu tidak mengangguku. Ada apa Kairos?” Tanya Acel pada Kairos.
“Begini Acel aku dan Pedro ada rencana dan lebih baik kita bicara di halaman belakang. Aku juga ingin memanggil Cella.”
“Baiklah Kairos, aku akan pergi kehalaman belakang sekarang.” Kata Acel pada Kairos kemudian mereka berdua keluar dari kamar Acel dan Acel langsung menuju ke halaman belakang sedangakan Kairos dia pergi ke kamar Cella. Dia juga mengetuk pintu kamar Cella dan Cella menyuruhnya masuk. Kairos masuk dan langsung menghampiri Cella yang sedang membaca buku di tempat tidur.
“Cella matamu bisa rusak kalau baca buku sambil tidur.” Kata Kairos pada Cella dan Cella tersenyum kemudian dia duduk di tempat tidur.
“Ada apa Kairos?” Tanya Cella.
“Ada yang ingin aku dan Pedro bicarakan pada kamu dan Acel, ayo kita ke halaman belakang!”
“Baiklah Kairos. Ayo!” Kata Cella kemudian dia turun dari tempat tidur dan berjalan bersama Kairos keluar dari kamarnya. Mereka berdua langsung menuju kehalaman belakang. Sampai di halaman belakang mereka melihat Pedro dan Acel sedang bersenda gurau.
Kairos dan Cella menghampiri Acel dan Pedro.
“Baiklah Pedro kita bicarakan sekarang.”
“Iya Kairos, tapi sebaiknya kamu saja yang jelaskan pada Acel dan Cella.” Kata Pedro pada Kairos.
“Baiklah kalau begitu. Begini Acel cella, Pedro berencana ingin melamar mama. Apakah kalian berdua setuju mama dan Pedro menikah?”
“Cella dan Acel saling pandang. “Serius Pedro?” Tanya Cella.
“Tentu saja Cella, aku serius.”
“Pedro apakah kamu benar benar mencintai mama?” Tanya Acel pada Pedro.
“Iya Acel, aku sangat mencintai mama kalian. Kalau kalian ijinkan aku ingin menikahi mama kalian.”
“Tentu saja aku setuju Pedro.” Sela Acel. “Aku sangat setuju Pedro. Aku lihat mama juga mencintaimu Pedro.”
“Iya Pedro, mama terlihat sangat bahagia bersamamu. Tapi Pedro tolong jangan khianati mama, seperti papa mengkhianati mama. Sudah cukup mama menderita.”
“Tentu saja tidak Cella. Aku sangat mencintai mama kalian dan aku tidak akan pernah mengkhianatinya.”
“Baguslah Pedro. Kapan kamu akan melamar mama kami.” Tanya Kairos.
“Secepatnya Kairos. Aku ingin kalian menemaniku untuk membeli cincin untuk mama kalian.”
“Pedro aku akan menemanimu, kapan kita pergi ke tokoh perhiasan?” Tanya Cella pada Pedro.
“Uumm.., bagaiamana kalau besok Cella.” Jawab Pedro.
“Iya besok saja sepulang aku dan Acel dari sekolah. Kairos besok kamu kuliah jam berapa?”
“Besok aku tidak ada mata kuliah. Iya besok saja Pedro” Kata Kairos.
“Baiklah besok siang kita ke tokoh perhiasan. Aku ingin kalian yang memilih cincin untuk mama kalian. Dan kita buat kejutan untuknya.”
“Iya Pedro kita buat kejutan untuk mama.” Kata Acel.
“Pedro, Terima kasih sudah hadir di hidup mama.” Kata Kairos pada Pedro.
“Iya Pedro, Terima kasih sudah membuat mama kembali seperti dulu lagi.” Kata Cella sambil memeluk Pedro. “Mama terlihat sangat bahagia.”
“Benar Cella. Mama terlihat sangat bahagia bersama pedro. Terima kasih Pedro” Kata Acel.
Dan mereka saling berpelukan.
“Iya sama sama. Kalau begitu kita kembali ke dalam, jangan sampai mama kalian melihat kita semua disini nanti dia jadi curiga.” Kata Pedro lalu mereka kembali ke dalam rumah.
Pedro langsung pergi ke kamar Jessica. Kairos, Acel dan Cella pergi ke kamar mereka.
Selamat membaca
Jangan lupa like dan komentar ya.
__ADS_1
Terima kasih