SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
SS3 Episode 23


__ADS_3

Oleh penculik, Cella di bawah ke sebuah bangunan kosong. Mereka mendudukan Cella di sebuah kursi lalu mereka mengikat tangan dan kaki Cella, matanya juga di tutup. Salah satu dari mereka menghubungi seseorang, Cella mendengar percakapan salah satu penculik.


“Mengapa mereka menculikku dan siapa yang menyuruh mereka?” tanya Cella dalam hati. Tiba-tiba tutup mata Cella di buka, Cella melihat di depannya berdiri enam orang Pria. “Mengapa kalian menculikku?” tanya Cella sambil memperhatikan mereka satu persatu.


“Maaf Nona, kami hanya di suruh,” jawab salah satu dari mereka


“Dia cantik sekali,” tutur salah satu penculik sambil memegang pipi Cella


Cella menjadi takut, dia memiringkan wajahnya menghindar dari tangan jahil si penculik itu. Mereka tertawa melihat Cella yang ketakutan, salah satu dari mereka mencoba melindungi Cella


“Hei cukup! Jangan membuat dia takut, kita di perintahkan hanya menculiknya bukan menyentuhnya,” hardik salah satu rekan mereka, dia menyuruh mereka untuk meninggalkan Cella.


Mereka keluar dari ruangan dan pergi duduk di depan, sedangkan salah satu rekan mereka tetap bersama Cella di dalam ruangan, dia membuka ikatan di kaki Cella.


“Kamu tidak usah takut, mereka tidak akan menyentuhmu. Kami hanya di perintahkan untuk menculikmu,” ujar orang itu kepada Cella sambil duduk di kursi dekat Cella


“Siapa yang menyuruh kalian untuk menculikku?” tanya Cella, wajahnya mulai tenang tidak ada ketakutan lagi.


“Maaf, aku tidak bisa mengatakannya,” jawab orang itu, kemudian dia berdiri dan meninggalkan Cella sendiri di dalam ruangan. Dia pergi bergabung bersama rekan-rekannya.


Sementara di kediaman Carlos, terlihat Jessica dan Acel tiba bersamaan di rumah. Mereka berdua turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah. Jessica langsung mencari Carlos, dia masuk ke dalam ruang kerja Carlos dan melihat Carlos sedang berdiri di depan jendela dengan pandangan keluar. Jessica menghampiri Carlos lalu dia memeluk Carlos dari belakang.


“Ada apa beb? Mengapa Colby menjemputku? Ada kabar apalagi?” tanya Jessica lalu Carlos memutar tubuhnya menghadap Jessica


“Cella di culik,” jawab Carlos dengan suara memelas, Jessica terkejut mendengar Cella di culik


“Siapa yang menculik Cella, beb?” tanya Jessica dengan khawatir


“Aku juga tidak tahu, Hank juga meninggal. Dia di tembak oleh orang yang menculik Cella,” jawab Carlos dengan wajah tertunduk


“Apa Hank meninggal?” Jessica terkejut, dia tidak percaya kalau Hank meninggal. Jessica sangat senang kepada Hank karena Hank yang selalu mendampingin Acel dan Cella dari mereka masih Junior High School sampai mereka kulia. Jessica memeluk Carlos dan menangis, “Beb, bagaimana dengan Cella. Aku khawatir terjadi sesuatu padanya.”


“Sayang, Charlie dan rekan-rekannya akan mencari Cella. Kita serahkan semuanya kepada polisi,” ujar Carlos dengan membelai rambut Jessica


Jessica melepaskan pelukannya, pikirannya langsung tertuju kepada Mike. Jessica menatap Carlos, kemudian dia memegang tangan Carlos


“Beb, apa mungkin Mike yang menculik Cella?” tanya Jessica lagi

__ADS_1


“Aku tidak tahu, sayang. Tapi kalau sampai Mike yang menculik Cella, maka aku akan membunuhnya,” ucap Carlos dengan menahan emosi, “aku akan membunuhnya, sayang. Dia sudah berani mengusik keluargaku.”


“Kalau benar dia yang menculik Cella aku ingin dia mati, beb,” ujar Jessica dengan geram.


“Tentu saja, sayang. Aku sendirilah yang akan membunuhnya,” kata Carlos dengan emosi. Wajahnya merah menahan marah.


Tiba-tiba pintu di buka, Jessica melihat Acel berdiri di depan pintu. Jessica menghampiri Acel lalu memeluknya. Acel melepaskan pelukan Jessica kemudian dia menghampiri Carlos, dia memeluk Carlos dengan erat


“Pap, aku akan mencari siapa yang menculik Cella dan membunuh Hank. Aku akan membunuh mereka,” ujar Acel sambil menangis,


“Serahkan kepada Charlie, dia pasti akan menemukan Cella. Papa tidak ingin kamu membunuh,” kata Carlos kemudian dia mengecup kening Acel


Jessica menghampiri Acel dan membelai rambut Acel, kemudian dia menyeka airmata Acel.


“Jangan berbuat hal buruk ya, serahkan semuanya kepada Charlie,” pinta Jessica sambil mengecup kening Acel, lalu Acel menganggukan kepala.


Acel meninggalkan Jessica dan Carlos kemudian dia pergi ke kamarnya, Acel berdiri di depan jendela. Matanya menatap keluar jendela sambil memikirkan Cella dan kematian Hank. Acel sangat sedih dengan kematian Hank dia juga khawatir kepada Cella


“Aku akan mencari Cella dan yang membunuh Hank, aku memiliki banyak teman. Aku akan meminta bantuan mereka untuk mencari Cella,” Kata Acel dalam hati


Sementara di rumah sakit Charlie dan Alex sedang mengurus mayat Hank, lalu istri dan anak anak Hank datang. Mereka masuk ke dalam ruangan lalu memeluk Jasad Hank. Mereka menangisi kematian Hank, Ambar memeluk Hank dan menangis. Dia membelai pipi Hank


“Aku akan mencari orang yang telah membunuh daddy,” ujar Anak lelaki Hank


“Jangan bicara begitu, serahkan kepada polisi. Mommy tidak ingin kamu membunuh,” tegur istri Hank kepada anak laki-lakinya


Charlie menghampiri istri Hank dan Ambar, dia mengajak mereka berdua untuk keluar dari ruangan. Mereka berdiri di luar ruangan lalu berbincang-bincang.


“Ambar, kamu harus hati-hati dengan penyamaranmu. Jangan sampai Reagent tahu kalau kamu anak dari Hank, nanti aku akan meminta orangku untuk selalu mengawasimu apabila kamu bersama Reagen. Aku mohon kamu jangan sampai terlihat di pemakaman Hank. Mengerti!” jelas Charlie kepada Ambar lalu Ambar menganggukan kepala.


Charlie berbincang-bincang dengan isrti Hank lalu Carlos, Jessica dan Acel datang. Mereka bertiga langsung menghampiri istri Hank dan Charlie. Jessica memeluk istri hank.


“Aku ikut prihatin dengan apa yang menimpa Hank, Hank sudah seperti keluarga bagi kami,” ucap Jessica


“Terima kasih, Nyonya. Hank banyak bercerita kepada kami tentang keluarga Nyonya, aku berterima kasih karena Nyonya sekeluarga juga baik kepada kami. Anak-anakku bisa bersekolah di tempat yang bagus atas bantuan Nyonya,” ucap istri Hank sambil melepaskan pelukan Jessica dan menangis


Jessica menyeka air mata istri Hank lalu dia kembali memeluk istri Hank

__ADS_1


“Walaupun Hank sudah pergi, aku akan tetap membiayai kehidupan kalian juga sekolah anak-anakmu,” ujar Jessica lalu istri Hank menganggukan kepala


“Terima kasih, Nyonya. Kalian baik sekali” ucap istri Hank lagi


Carlos menghampiri istri Hank dan Ambar lalu dia berbincang-bincang dengan mereka berdua, begitu juga dengan Acel dia ikut bergabung dan sesekali dia berbincang-bincang dengan Ambar.


“Ambar, aku turut berduka. Hank sudah seperti papa bagiku, dari aku masih sekolah sampai kuliah dia yang selalu bersamaku, aku masih Junior school dia selalu mengajakku bermain. Dia menganggapku seperti anaknya sendiri,” ucap Acel dengan wajah sedih


“Terima kasih, Acel. Daddy juga sering bercerita tentang kamu dan Cella, kalian sangat menyayangi daddy,” ujar Ambar sambil tersenyum


“Oh ya, Ambar. Nanti kalau semua penyamaranmu selesai, kamu bekerja saja di kantor mama,” bisik Acel lalu Ambar menganggukan kepala.


“Sekali lagi terima kasih, Acel,” ucap Ambar lagi lalu Acel tersenyum dan memeluk Ambar.


Akhirnya Jasad Hank di semayamkan di kediaman Hank.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara di bangunan kosong terlihat para penculik Cella sedang bermain kartu, salah satu dari mereka berdiri lalu pergi ke ruang tempat mereka menyekap Cella. Dia masuk dan menghampiri Cella yang lagi duduk di kursi dengan tangan terikat. Dia memperhatikan tubuh Cella lalu dia membelai wajah Cella,


“Kamu sangat cantik, aku ingin sekali menjamah tubuhmu,” bisik Pria itu di kuping Cella, Cella mencoba menghindarkan wajahnya dari tangan Pria itu. Sang Pria kembali membelai wajah Cella dan mencoba untuk mencium pipi cella. Cella ingin berteriak tapi mulutnya di tutup dengan kain.


Cella menendang pria itu dengan kedua kakinya yang masih terikat sehingga Cella dan kursinya terjatuh, pria itu juga terjatuh lalu dia berdiri dan tertawa, dia kembali menghampiri Cella dan menindih tubuh Cella. Dia membuka paksa kemeja Cella sehingga kancing kemeja Cella copot, pria itu berusaha mencium Cella tapi Cella selalu menghindarkan kepalanya dan berusaha melepaskan diri dari pria.


Pria itu tidak menyerah, dia menyobek kemeja Cella dan meremas dada Cella. Tiba-tiba sebuah tangan menarik Pris itu dan melayangkan pukulan ke wajah pria itu.


“Sudah aku katakan padamu, jangan menyentuhnya,” kata Pria yang lain sambil menyeret Pria yang ingin memperkosa Cella keluar. Dia membawa pria itu keluar gedung dan menghajarnya, dia tidak memberi ampun kepada Pria itu. Dia mengeluarkan pistolnya dan menembak Pria itu, lalu dia memanggil salah satu rekannya dan meminta untuk membuang mayat Pria yang ingin memperkosa Cella.


Pria yang menyelamatkan Cella kembali ke dalam gedung, dia menuju ke ruang tempat Cella di sekap. Dia masuk lalu dia menghampiri Cella yang lagi menangis dan masih terbaring di lantai. Dia mengangkat Cella dan mendudukan Cella di kursi, dia melihat kemeja Cella sudah sobek lalu dia membuka jacketnya dan memakaikan ke badan Cella.


“Terima kasih, kamu sudah menyelamatkan aku,” ucap Cella sambil menangis. Pria itu tersenyum lalu menyeka air mata Cella


“Jangan takut lagi, dia tidak akan mengganggumu lagi. Oh ya, namaku Logan,” ucap Logan sambil tersenyum lalu dia duduk di depan Cella


“Sekali lagi terima kasih Logan,” ucap Cella lagi lalu Logan tersenyum


“Baiklah, aku akan mengambilkan makanan untukmu, kamu pasti sudah lapar,” ujar Logan sambil berdiri kemudian dia meninggalkan Cella. Dia mengajak salah satu rekannya untuk menemani dia membeli makanan untuk Cella.

__ADS_1


Selamat membaca


__ADS_2