
Flasback
Semenajak mendapat telepon dari Vania, Pedro lebih banyak diam. Dan dia selalu memperhatikan Jessica. Sikap Jessica terhadap dirinya juga seperti berubah. Jessica juga semakin banyak diam dan selalu menghabiskan waktunya di proyek.
“Mungkin apa yang di katakan Vania benar. Aku yang harus melepaskan Jessica. Yang dikatakan Vania benar, aku hanya bisa memiliki tubuh Jessica tapi tidak bisa memiliki cinta Jessica. Dia hanya mencintai Carlos dan semua ucapan ucapan Jessica padaku hanya untuk membuat aku senang.” Kata Pedro dalam hati.
Dia melihat jam sudah menunjukan pukul Sembilan pagi. Dan Jessica sudah pergi ke proyek.
“Hmm Vania pasti belum tidur. Aku akan meneleponnya.” Kata Pedro lalu dia mengambil handphonenya kemudian dia langsung menghubungi Vania dan terdengar suara Vania dari seberang telepon.
“Hallo Pedro, apa kabar?”
“Hi Vania, aku baik baik saja.”
´”hmm.. Baguslah kalau begitu. Oh ya pedro bagaimana? Apakah kamu sudah memikirkannya?”
“Iya Vania aku sudah memikirkannya. Umm… Vania sikap Jessica berubah semenjak Carlos kembali ke Indonesia.”
“Oh ya? Berubah bagaimana Pedro?” Tanya Vania dari seberang telepon.
“Dia sekarang banyak diam dan setiap hari dia menghabiskan waktunya di proyek, dia juga selalu pulang sudah malam.”
“Hmm. Pedro mungkin dia lagi memikirkan perkawinan aku dan Carlos, aku sudah meminta Jessica untuk meninggalkanmu dan kembali pada Carlos tapi dia tidak ingin meninggalkanmu Pedro. Kecuali kamu yang meninggalkan dia.”
“Iya Vania, aku juga tidak ingin membuat dia tersiksa. Aku akan ke Portugal untuk mengurus perceraianku dengannya. Aku juga ingin melihat Jessica bahagia.”
“Ah.. Pedro terima kasih, kamu sudah mau melepaskan Jessica dan menyelamatkanku dari Carlos.” Kata Vania lagi.
“Iya Vania aku sudah menyelamatkanmu dari Carlos tapi itu tidak gratis Vania.” Kata Pedro pada Vania sambil menahan tawa.
“Ahh.. Pedro maksudmu apa?”
“hmmm.. Vania aku tidak ingin sendiri, aku butuh pendamping juga. Kamu pasti tahu maksudku Vania.” Canda Pedro
“Pedro aku tidak mengerti. Katakan saja!”
“Baiklah, aku ingin kamu mendampingiku. Walaupun kita belum saling cinta, bagaimana kalau kita jalani saja dulu?”
“Hmmm… Jadi itu persyaratannya?” Kata Vania lagi dari seberang telepon.
“Iya, kalau kamu tidak mau aku tidak akan melepaskan Jessica.” Canda Pedro lagi.
“Ahh.. Pedro kamu, hmmm. Tapi baiklah kita coba saja, tapi kamu jangan menyentuhku sebelum kita menikah.”
“Vania kamu dan Carlos tinggal bersama apakah Carlos tidak menyentuhmu?”
“ Tidak pernah Pedro, aku dan dia hanya berciuman saja. Dia belum menyentuhku.”
“hmm.. Baiklah, aku janji aku tidak akan menyentuhmu dan setelah ini aku akan menelepon temanku di Portugal. Dia seorang pengacara, aku akan meminta dia untuk mengurus perceraianku dengan Jessica dan setelah itu aku akan ke Indonesia menemuimu. Ok.”
“Bailah Pedro. Beri aku kabar secepatnya!”
“Iya Vania, aku akan terus memberi kabar padamu. Sudah ya aku akan menelepon temanku di Portugal.” Kata Pedro pada Vania lalu dia menutup teleponya.
INDONESIA
__ADS_1
Carlos dan Jessica masih berada di apartemen mereka sedang duduk santai di depan televisi, sesekali Carlos mencium kening Jessica dan memeluk erat tubuh Jessica. “Aku sangat bahagia sayang.” Kata Carlos pada Jessica dan Jessica tersenyum.
“Aku juga sangat bahagi beb. Oh ya beb kita jemput Isabell di hotel. Kasihan dia.”
“Iya sayang kalau begitu ayo kita pergi.” Kata Carlos pada Jessica lalu mereka berdua berdiri dan meninggalkan apartemen. Mereka masuk kedalam mobil dan Carlos langsung menjalankan mobilnya kearah hotel. Tiba di hotel mereka berdua turun dan mereka langsung masuk kedalam hotel dan menuju ke kamar. Jessica mengetuk pintu dan Teresa membukakan pintu pada Jessica. Jessica dan Carlos masuk kedalam kamar dan melihat Isabell lagi bermain di tempat tidur.
“Sayang lagi bermain ya?” Kata Jessica sambil mencium kening Isabell
“Iya mama.” Jawab Isabell dengan suara mungilnya.
“Hallo sayang, sini papa gendong.” Kata Carlos pada Isabell sambil mengangkat Isabell dari tempat tidur dan mencium kedua pipi Isabell . “Papa sangat kangen padamu sayang.”
Jessica tersenyum melihat Isabell dan Carlos. “Akhirnya Isabell mendapatkan kasih sayang dari papanya.” Kata Jessica dalam hati. Carlos menatap Jessica dan tersenyum.
“Sayang kita ke pondok indah sekarang ya!”
“Iya beb, aku juga tidak sabar ingin melihat ketiga anakkku.” Kata Jessica pada Carlos.
“Iya sayang, ayo kita pergi!”
Carlos memberikan Isabell pada Jessica dan mengambil koper Jessica kemudian mereka keluar dari hotel. Tiba di receptions Jessica menyerahkan kartu akses kamar pada petugas dan mereka meninggalkan hotel. Mereka masuk kedalam mobil dan Carlos langsung mengarahkan mobilnya ke rumah pondok indah.
“Sayang anak anak pasti akan terkejut melihatmu.” Kata Carlos pada Jessica dan Jessica tersenyum.
“Iya beb, mereka pasti akan terkejut dan mereka akan lebih terkejut saat mereka tahu kalau kita berdua sudah bersama lagi.”
“Iya sayang.” Kata Carlos sambil memegang tangan Jessica dan menciumnya. Dan akhirnya mereka tiba di rumah pondok indah. Mereka turun dari mobil dan Carlos mengajak mereka masuk kedalam rumah.
Jessica melihat rumah begitu sepi.
“Beb anak anak mana?” Tanya Jessica.
Jessica membuka kamar Acel dan melihat Acel lagi bermain game di handphonenya. Jessica berjalan perlahan lahan. “Mama sudah bilang jangan bermain handphone sambil tidur, tapi kamu masih melakukannya sayang.” Kata Jessica pada Acel dan Acel terkejut. Acel langsung berteriak.
“Mama, kapan mama datang.” Kata Acel sambil memeluk Jessica dengan erat. “Aku sangat merindukanmu.” Kata Acel lagi sambil mencium kedua pipi Jessica dan memeluk Jessica kembali.
Jessica tertawa dan memeluk Acel juga. “Ah.. Mama juga sangat rindu padamu.” Kata Jessica kemudian dia memegang kedua pipi Acel dan menciumnya.
“Ayo mam kita ke kamar Cella. Kita buat kejutan padanya.” Kata Acel sambil menarik tangan Jessica dan mereka pergi ke kamar Cella, Acel membuka pintu kamar Cella. “Cella kamu tidak ingin memeluk mama?” Tanya Acel pada Cella dan Cella terkejut.
“Mama.. Aku sangat merindukanmu.” Cella memeluk erat tubuh Jessica kemudian dia mencium kedua pipi Jessica.
“Mama juga sangat rindu padamu.” Kata Jessica sambil membalas pelukan Cella. Jessica juga mencium kedua pipi Cella. “Kairos mana sayang?”
“Hmm.. Pasti di kamarnya mam.” Kata Acel pada Jessica. “Dia berdua terus sama Tania di kamarnya mam.” Kata Acel lagi pada Jessica.
“Apa kamu bilang?” Sela Kairos dan Acel tertawa. “Kamu jangan sembarangan bicara ya.” Kata Kaiors sambil melingkarkan tangannya di leher Acel dan mengacak rambut Acel.
Jessica tertawa melihat kedua anaknya. “Sayang kamu belum memeluk mama.”
Kairos memeluk Jessica dan mencium kedua pipi Jessica. “Aku sangat merindukanmu.” Kata Kairos pada Jessica sambil memeluk tubuh Jessica dengan erat.
Carlos melihat mereka dan tersenyum. “Oh ya ayo kita turun, ada yang ingin papa dan mama katakan pada kalian!” Kata Carlos pada ketiga anaknya dan mereka turun menuju ke ruang santai.
Carlos menyuruh mereka duduk, kemudian dia duduk di samping Jessica dan memegang tangan Jessica.
__ADS_1
“Apa yang ingin papa dan mama bicarakan?” Tanya Kairos.
“Begini Kairos, acel, cella. Papa dan Vania tidak jadi menikah.”
“Apa? Kenapa papa tidak jadi menikah dengan Vania? Bukannya undangan sudah di sebar pap?” Tanya Kairos dengan heran.
“Sayang Vania tidak pernah menyebar undangan, dia melakukannya karena dia berharap mama dan papa bisa bersatu kembali.”
“Lalu dimana Vania pa?” Tanya Cella penasaran.
“Vania sudah pergi ke Bali.”
“Lalu Pedro bagaimana mam?” Tanya Kairos lagi.
“Sayang, Pedro sudah melayangkan gugatan cerai pada mama.”
“Jadi mama dan papa sekarang sudah bersatu kembali?” Tanya Acel dengan senang.
“Iya Acel papa dan mama sudah bersatu kembali.” Kata Carlos lalu Cella melompat dan memeluk Carlos.
“Papa aku senang sekali mama dan papa bersama lagi.” Kata Cella sambil memeluk Carlos dengan erat. Kairos berdiri dan memeluk Jessica, begitu juga dengan Acel dia langsung memeluk Jessica.
“Mama kami sangat bahagia mama dan papa bersama lagi.” Kata Kairos kemudian dia memeluk Carlos. “Aku sangat bahagia pap.”
“Terima kasih Kairos, papa juga sangat bahagia. Kita semua bisa berkumpul kembali.” Kata Carlos sambil melepaskan pelukannya. “Oh ya mama kalian harus istirahat dan kamu Acel jangan bermain handphone sambil tiduran.” Kata Carlos pada Acel dan Acel tersenyum.
“Iya papa ku sayang.” Kata Acel sambil memeluk Carlos.
Kemudian mereka bertiga kembali ke kamar.
“Oh ya sayang antar teresa ke kamarnya, dia juga pasti lelah.” Kata Carlos pada Jessica.
“Kamarnya di mana beb?”
“Oh iya, kesini ikut aku!” Kata Carlos pada Jessica dan Jessica mengajak teresa untuk ikut dengan mereka. Carlos mengantar teresa ke kamar tamu. “Ini kamarnya.” Kata Carlos pada Jessica. Kemudian Jessica menyuruh Teresa untuk istirahat. Isabell juga istirahat bersama Teresa.
“Ayo sayang kamu juga istirahat, nanti sebentar kita makan malam di restoran.”
“Iya beb, aku juga merasa Lelah. Habis kamu minta terus.” Canda jessica pada Carlos dan Carlos tertawa kemudian mereka berdua masuk kedalam kamar. Mereka berdua mengganti pakaian mereka dan berbaring di tempat tidur. Carlos menindiih tubuh Jessica dan mengecup bibir Jessica.
“Aku sangat mencintaimu sayang.” Kata Carlos kemudian dia mengecup kembali bibir Jessica.
Jessica tersenyum dan membelai wajah Carlos. “Aku juga sangat mencintaimu Beb. Sampai kapanpun hanya kamu yang ada dihatiku.” Kata Jessica lalu dia memeluk Carlos dengan erat.
“Maafkan aku sayang.” Bisik Carlos di kuping Jessica. “Maafkan aku yang selalu menyakitimu. Aku sangat menyesal sudah melakukan itu padamu.”
Jessica memegang kedua pipi carlos. “Beb kita lupakan semua. Apa yang terjadi antara kita berdua, kita lupakan dan kita mulai dari awal lagi. Aku ingin kita saling terbuka, jangan pernah menyimpan sesuatu.
“Iya sayang, Terima kasih.” Ucap Carlos dan dia mengecup kembali bibir Jessica.
" Beb jangan berlama lama di atas tubuhku, aku tidak bisa bernafas.” Kata Jessica dan Carlos tertawa.
Carlos turun dari atas tubuh Jessica dan menarik Jessica ke dalam pelukannya.
Selamat Membaca
__ADS_1
Tunggu season 2 nya ya
Terima kasih