
Carlos tertidur di pelukan Jessica, perlahan lahan Jessica melepaskan pelukannya lalu turun dari tempat tidur. Jessica berdiri di teras dan memikirkan Carlos, dia menatap Carlos yang lagi tertidur pulas.
“Ini juga salahku, seandainya aku berkata jujur tentang kehamilanku padanya dan tidak meninggalkan dia saat itu mungkin tidak akan terjadi seperti ini. Aku juga tidak ingin kehilangannya, aku harus bagaimana? Dan bagaimana kalau pengadilan memberikan hukuman mati?”
Jessica mondar mandir di depan teras.
“Apa yang harus aku lakukan, apakah aku membiarkan dia menyerahkan diri kepolisi atau menyimpan semuanya? Ahh.. kenapa harus begini?”
Jessica mengambil handphonenya dan menghubungi Mike dan terdengar suara Mike
“Hallo adikku apa kabar?”
“Hi Mike, aku baik baik saja.”
“Senang mendengarnya Jessi. Oh ya ada apa kamu meleponku?”
“Mike apakah kamu sibuk?”
“Tidak Jessi, ada apa?”
“Aku ingin bertemu denganmu, ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu.”
“Baiklah Jessi, kamu dimana sekarang?”
“Aku lagi di villa Mike.”
“Baiklah aku kesana sekarang.” Kata Mike dari seberang telepon.
“Baiklah Mike aku tunggu.”
Jessica menutup teleponnya lalu dia masuk kedalam kamar dan duduk disisi tempat tidur. Dia membelai wajah Carlos dan mengecup kening Carlos.
“Aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu.”
Jessica berdiri lalu dia turun menuju ke kolam renang. Jessica duduk di dekat kolam sambil menunggu Mike. Dan tidak lama kemudian handphone Jessica berbunyi, dia melihat ada pesan dari Mike.
“Jessi aku sudah di depan villa.”
Jessica bangkit berdiri dan pergi membuka pintu untuk Mike. Mike masuk dan Jessica mengajak Mike duduk di dekat kolam renang. Mike menatap Jessica.
“Ada apa Jessi? Kenapa wajahmu seperti itu? Ada apa, katakan padaku.”
Jessica menarik Nafas
“Mike aku dan Carlos sudah bersatu kembali.”
Mike terkejut dan raut wajahnya langsung berubah gembira.
“Benarkah Jessi?
“Iya Mike, aku sudah memaafkan Carlos dan kami tinggal bersama sekarang.”
“Tapi bukankah dia akan menikah dengan Vania? Terus kamu dengan Pedro bagaimana?”
“Iya Mike awalnya Carlos dan Vania akan menikah tapi Vania membatalkan pernikahan mereka, dia ingin aku dan Carlos barsatu kembali. Dan masalah Pedro, dia sudah menceraikanku.”
“Jessi aku senang mendengarnya.”
“Tapi Mike….
“Tapi kenapa Jessi? Apakah Carlos baik baik saja?”
“Iya Mike Carlos baik baik saja, dia sedang tidur di kamar. Mike Carlos mengatakan padaku kalau dia telah membunuh Cayla.”
Mike menunduk dan menarik nafas panjang
“Hi Mike apa kabar?” Terdengar suara Carlos
Mike dan Jessica menatap Carlos lalu Mike bediri dan memeluk Carlos.
“Aku baik baik saja Carlos.” Jawab Mike lalu dia melepaskan pelukannya dan duduk kembali.
Carlos duduk di samping Jessica.
“Apa yang sedang kalian bicarakan?”
__ADS_1
“Aku dan Jessica sedang membicarakan Cayla.”
“Oh, begitu? Mike aku ingin menyerahkan diri ke polisi.”
Mike menatap Carlos
“Apa kamu sudah gila Carlos? Kalau kamu menyerahkan diri ke polisi aku juga bisa di tangkap dan di hukum mati. Carlos kalau kita berdua di hukum mati terus bagaimana dengan keluargamu?
“Mike kenapa kamu akan di hukum mati? Apakah kamu membantu Carlos membunuh Cayla?
“Tidak Jessi, tapi aku telah membayar orang untuk membuat pengakuan palsu. Kalau Carlos menyerahkan diri ke polisi maka aku juga akan di tangkap. Apakah kamu memikirkan hal itu Carlos? Bagaimana seandainya kalau kita berdua di hukum mati? Siapa yang akan melindungi keluargamu? Kamu pikir saat ini keluargamu aman?”
Mike menatap Jessica.
“Kamu tahu Jessi keluargamu sedang di incar. Kalau mereka tidak berhasil membunuh aku dan Carlos maka anak anakmu yang akan menjadi sasaran mereka. Sekarang terserah kalian berdua, kamu akan mendukung Carlos menyerahkan diri ke polisi atau menyimpan semua ini.
Carlos dan Jessica terdiam.
“Oh ya aku juga sudah membunuh orang yang telah membebaskan Adrian.”
Jessica dan Carlos menatap Mike.
“Siapa orang yang membebaskan Adrian Mike? Tanya Carlos.
“Sebentar aku ambil fotonya di mobilku.”
Mike berdiri lalu pergi ke mobilnya kemudian dia mengambil foto orang yang sudah membebaskan Adrian. Mike kembali ke kolam renang kemudian dia duduk.
“Ini orang yang membebaskan Adrian.” Kata Mike sambil memberikan foto itu pada Carlos dan Carlos melihat foto itu lalu dia terkejut.
“Bukannya ini Victoria? Jadi Victoria yang membebaskan Adrian?”
“Iya Carlos dia dan anak laki laki Bernard, mereka berdua yang membebaskan Adrian. Dan anak buahku sudah membunuhnya.
Carlos bersandar di sandaran kursi
“Mengapa Victoria melakukan itu?” Tanya Carlos dalam hati.
“Jadi bagaimana Carlos Jessi? Apakah masih ingin menyerahkan diri ke polisi?”
Jessica hanya diam, dia memikirkan anak anaknya. Jessica menatap Carlos.
“Aku tidak tahu sayang, aku juga khawatir kepada anak anak. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada mereka.
“Carlos aku mendapatkan informasi kalau ada yang sedang mengincar kita berdua. Aku ingin kamu mengawasi terus anak anakmu.”
“Siapa yang mengincar kita berdua Mike?”
“Aku belum tahu Carlos, aku masih mencari informasi. Tapi aku curiga mereka anak anak dari Calvin dan Rolland. Mungkin mereka ingin membalas dendam kepada kita berdua. Bukankah umur mereka sekarang sepertimu Carlos.
“Iya Mike dan mungkin aku lebih tua dari mereka.”
“Kita harus waspada mungkin juga saingan bisnis kita atau siapa saja Carlos. Minta Charlie dan anak buahnya untuk selalu mengawasi anak anak kalian.
“Baik Mike.”
“Kalau begitu aku pulang dulu, kalau ada apa apa hubungi aku.”
“Baiklah Mike, Terima kasih.” Ucap Jessica pada Mike.
“Hati hati ya Mike!” Kata Carlos pada Mike lalu dia memeluk Mike.
Mike meninggalkan villa. Jessica dan Carlos juga meninggalkan villa dan kembali ke Santa Barbara.
Tiba di rumah, Carlos dan Jessica masuk ke dalama kamar. Jessica mengambil handphonenya dan menghubungi Charlie. Terdengar suara Charlie dari seberang telepon.
“Hallo Jessi apakah kalian baik baik saja?”
“Iya Charlie kami baik baik saja. Charlie bisakah kamu datang kerumah sekarang? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.
“Baiklah Jessi, aku pergi sekarang.” Jawab Charlie dari seberang telepon.
“Terima kasih Charlie.” Ucap Jessica lalu dia menutup teleponnya dan duduk di samping Carlos.
“Apa rencanamu sayang?”
__ADS_1
“Aku ingin meminta Charlie untuk menambah anak buahnya. Aku tidak ingin terjadi sesuatu terhadap anak anakku.”
“Baiklah sayang.”
Terdengar pintu kamar di ketuk. Carlos berdiri dan membuka pintu.
“Papa gendong.”
“Umm.. ternyata kesayangan papa yang mengetuk pintu.” Kata Carlos sambil menggendong Isabell lalu dia meletakkan Isabell di tempat tidur dan mereka berdua bermain main di tempat tidur. Jessica tersenyum melihat Carlos dan Isabell.
Jessica keluar dari kamar dan pergi ke halaman belakang, dia memikirkan Carlos dan anak anaknya.
“Mungkin mereka ingin membalas dendam kepada Carlos dan Mike atas perbuatan mereka di masa lalu. Aku tidak ingin anak anakku yang menjadi korban, aku juga tidak ingin terjadi sesuatu kepada Carlos. Aku mencintainya aku tidak ingin kehilangan dia.
Dan Charlie membuyarkan lamunan Jessica
“Hi Jessi bagaimana liburan kalian di Indonesia?” Tanya Charlie sambil duduk di seberang Jessica. “Oh ya aku dengar kamu sudah kembali kepada Carlos.
Jessica menatap Charlie dan tersenyum
“Iya Charlie aku dan Carlos sudah bersama kembali. Oh ya Charlie aku ingin kamu menambah anak buah lagi.”
“Kenapa Jessi?”
“Charlie ada yang mengincar keluargaku. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada anak anak dan Carlos.”
“Siapa yang mengincar keluargamu Jessi?”
“Aku tidak tahu, tapi Mike mendapatkan informasi kalau ada yang mengincar Carlos dan Mike. Kalau mereka tidak berhasil membunuh Carlos dan Mike, sasaran mereka adalah anak anakku.”
“Jessi kamu jangan khawatir aku akan mencari informasi siapa mereka. Dan aku juga akan menambah anak buah untuk berjaga di rumah dan mengawasi anak anakmu.
“Terima kasih Charlie.”
“Sama sama Jessi, kalau begitu aku pergi dulu.”
“Baiklah Charlie.”
Charlie meninggalkan kediaman Jessica. Sedangkan Jessica dia langsung pergi ke kamarnya.
Jessica melihat Carlos masih bermain main dengan Isabell, dia tersenyum melihat mereka berdua. Isabell terlihat sangat bahagia, begitu juga Carlos dia sangat menyayangi Isabell.
Carlos melihat Jessica dan tersenyum
“Apakah Charlie sudah datang?”
“Iya sudah, aku juga sudah meminta kepada Charlie untuk menambah anak buahnya.” Kata Jessica sambil duduk di sofa.
Carlos berdiri dan menggendong Isabell
“Kesayangan papa kekamar dulu ya.” Kata Carlos sambil membawa Isabell ke kamarnya. Carlos meletakkan Isabell di box lalu dia kembali ke kamarnya.
Carlos duduk di samping Jessica dan memeluk Jessica.
“Sayang aku ingin ada yang mengawasi Cella dan Acel di sekolah. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada mereka berdua.”
“Iya tentu saja.” Jawab Jessica sambil menyandarkan kepalanya di dada Carlos.
“Kamu juga bicara kepada Kairos, biarkan anak buah Charlie bersamanya. Kalau kamu yang bicara dia pasti akan mendengar.”
“Iya nanti aku akan bicara padanya. Aku akan siapkan makan malam kita beb.”
“Baiklah sayang, aku akan membantumu.”
Carlos dan Jessica keluar dari kamar dan menuju ke dapur. Carlos membantu Jessica memasak.
Selamat membaca
Dan Terima kasih kepada seluruh Readers yang selalu memberi like dan komentar.
Terima kasih atas dukungan dan kerja sama kalian.
Salam
Author Jeane
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar ya.
Terima kasih