SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN
Merasa sakit


__ADS_3

Jessica pergi kekamar Kairos dia membuka pintu dan melihat Kairos sedang berbaring di tempat tidur. Jessica duduk disisi tempat tidur dan mengecup kening Kairos.


“Sayang ayo siap siap kita akan pergi kerumah opa Federico. Mereka sangat merindukan kalian.”


“Iya mam, aku mandi dulu.” Kata Kairos pada Jessica lalu dia bangun dan duduk di tempat tidur. “Kita akan menginap di rumah opa?”


“Iya sayang kita akan menginap di rumah opa. Ayo cepat mandi!” Kata Jessica pada Kairos lalu di berdiri dan keluar dari kamar Kairos dan Jessica berpapasan dengan Acel. “Sayang ayo siap siap kita akan ke pergi kerumah opa Federico!”


“Iya mama. Sebentar aku mau ambil minum dulu.” Kata Acel pada Jessica lalu dia pergi ke dapur.


Jessica pergi kekamar Cella. dia masuk dan menghampiri Cella yang sedang membaca buku.


“Sayang kita akan kerumah opa. Kamu sudah mandi?”


“Iya mama aku sudah mandi. Kalau begitu aku ganti pakaian dulu.”


“Baik sayang.” Kata Jessica sambil mencium kening Cella dan meninggalkan Cella lalu dia pergi kekamarnya. Dia masuk dan melihat Pedro lagi berbaring di tempat tidur. “Oh ya Pedro, aku akan mengantar anak anak kerumah Federico. Apakah kamu mau ikut?” Tanya Jessica


“Hemm.., aku di rumah saja Jessi.” Kata Pedro


“Tapi Pedro kami akan menginap di rumah Federico.”


“Tidak apa apa Jessi. Aku di rumah saja.”


“Baiklah Pedro. Aku mandi dulu.” Kata Jessica kemudian dia mengambil handuk dan masuk kekamar mandi lalu mandi. Selesai mandi dia mengganti pakaian kemudian keluar dari kamar mandi. Jessica langsung pergi kekamar Isabell, dia mengganti pakaian Isabell dan meletakkannya kembali kedalam box, kemudian dia keluar dari kamar Isabell dan pergi ke dapur. Jessica mengambil susu dan botol minum milik Isabell dan memasukkannya ke dalam tas.


Jessica kembali kekamar dan mengambil tasnya kemudian dia keluar dari kamar dan menuju ke kamar Kairos, dia masuk dan meghampiri Kairos. “ Kamu sudah selesai sayang?”


“Iya mam, aku sudah selesai.” Jawab Kairos sambil tersenyum.


“Baiklah sayang, panggil kedua adikmu suruh mereka cepat!” Kata Jessica lalu dia keluar dari kamar Kairos dan menuju ke kamar Isabell. Jessica menggendong Isabell dan keluar dari kamar Isabell. Kemudian dia masuk kedalam kamar dan berpamitan pada Pedro.


“Pedro kami pergi dulu ya.” Kata Jessica pada Pedro lalu Pedro bangkit dari tidurnya dan menghampiri Jessica.


“Baiklah Jessi, hati hati ya!” Kata Pedro sambil mengecup kening Jessica. Dia juga mencium Isabell.


“Iya pedro.” Kata Jessica lalu dia keluar dari kamar. Dia melihat Acel dan Cella juga Kairos sudah menunggu di depan. “Sayang kamu yang menyetir ya.” Kata Jessica pada Kairos.


“Iya mam. Ayo kalau begitu, Acel Cella ayo naik ke mobil.”


“iya, mam aku duduk dekat Kairos ya.” Kata Acel pada Jessica.


“Iya sayang.” Kata Jessica sambil mendudukkan Isabell di booster seatnya. Mereka semua naik ke dalam mobil dan Kairos langsung menjalankan mobilnya ke kerumah Federico.


Sampai di kediaman Federico mereka turun dari mobil. Liliana dan Federico meyambut mereka. Lilian langsung memeluk Kairos Acel dan Cella. Dia juga mengambil Isabell dari tangan Jessica dan menciumnya. Liliana juga mencium Jessica.


“Aku sangat merindukan kalian semua.” Kata Liliana pada Jessica dan anak anaknya.


Mereka masuk kedalam dan duduk di ruang santai. Federico mengambil Isabell dan bermain dengan Isabell.


“Cucu opa semakin pintar ya.” Kata Federico pada Isabell dan Isabell tersenyum seola olah dia mengerti apa yang dikatakan Federico. Jessica tersenyum melihat Federico yang sedang bermain dengan Isabell.


Tidak lama kemudian Carlos datang, dia masuk dan melihat Jessica dan anak anaknya ada di ruang santai. Carlos menyapa Kairos Acel dan Cella. Dia memeluk ketiga anaknya kemudian dia menyapa Jessica.


“Hi apa kabarmu?” Tanya Carlos pada Jessica.


“Seperti yang kamu lihat, aku baik baik saja.” Jawab Jessica tanpa memandang Carlos.


“Baguslah kalau begitu.” Kata Carlos kemudian dia duduk.

__ADS_1


Jessica menjadi tidak betah di rumah Federico, dia berdiri dan pamit pada Liliana dan Federico.


“Uumm.., mom dad, aku pergi dulu ya. Ada urusan penting yang harus aku selesaikan.” Bohong Jessica pada Federico dan Liliana. Jessica merasa tidak nyaman dengan kehadiran Carlos.


“Sayang bukannya kamu akan menginap di rumah ini?” Tanya Liliana.


“Iya mom, tapi aku ada urusan penting. Nanti kalau sempat aku akan tidur disini.”


“Baiklah sayang, hati hati ya!” Kata Liliana


“Iya mom. Aku pergi dulu ya.”


Jessica langsung berdiri dan meninggalkan ruang santai dan pergi keluar. Dia masuk kedalam mobil dan langsung menjalankan mobilnya.


Carlos melihat Jessica pergi, dia langsung berdiri dan ikut keluar.” Dia mengikuti Jessica.


“Dia pasti tidak suka melihat aku, makanya dia pergi.” Kata Carlos dalam hati.


Sementara itu Jessica mengarahkan mobilnya ke villa.


“Entah mengapa melihat wajahnya aku menjadi benci sekali padanya.” Kata Jessica dalam hati. “Aku malas melihatnya.”


Jessica sampai di villanya, dia turun dari mobil dan masuk kedalam villa. Dia langsung menuju kekamarnya dia masuk dan membuka pintu arah ke teras. Dia duduk di teras dan memejamkan matanya.


“Kenapa aku sangat membenci Carlos. Rasa cintaku padanya sungguh sudah tidak ada lagi.” Kata Jessica dalam hati.


Sementara di seberang jalan, Carlos menghentikan mobilnya dan memperhatikan villa Jessica.


“Dia berbohong pada mommy dan daddy, dia hanya ingin menghindar dariku.” Kata Carlos dalam hati sambil mengamati villa Jessica.


Di dalam villa, Jessica tidak tahu kalau Carlos sedang mengawasinya dan handphone Jessica berbunyi, dia melihat Charlie yang menelponnya. Jessica langsung menjawab telepon dari Charlie dan terdengar suara Charlie dari seberang telepon.


“Iya benar Charlie. Ada apa?”


“Jessi, Carlos berada di seberang jalan. Dia berada di dekat villa.”


“Oh ya? Kenapa dia selalu mengikutiku?”


“Aku juga tidak tahu Jessi.” Kata Charlie lagi dari seberang telepon.


“Biarkan saja dia Charlie. Aku sudah tidak perduli lagi padanya. Suruh anak buahmu untuk tetap berada di villa.”


“Baiklah Jessi. Alex dan hank ada di villa kamu.”


“Terima kasih Charlie.” Kata Jessica dan dia menutup telepon. Kemudian dia menghubungi Pedro. Ada nada panggil dan terdengar suara Pedro dari seberang telepon.


“Iya dear, kamu masih di rumah Federico?”


“Tidak Pedro, aku sedang berada di villa. Kamu kesini saja ya.” Kata Jessica pada Pedro.


“Baiklah dear, aku segera kesana sekarang.”


“Baiklah, aku tunggu kamu ya.” Kata Jessica kemudian dia menutup teleponnya dan dia keluar dari kamar kemudian dia duduk di teras. Aku ingin membuat Carlos menjauh dariku untuk selamanya. Aku tidak menginginkannya lagi. Aku sudah terlanjur jatuh cinta pada Pedro.”


Jessica masuk ke dalam kamar dan dia berbaring di tempat tidur.


Dan tidak lama kemudian Pedro tiba di villa, dia langsung masuk ke villa dan menuju kekamar Jessica. Dia melihat Jessica sedang berbaring di tempat tidur. Pedro menghampiri Jessica dan mengecup kening Jessica.


Jessica membuka matanya dan menatap Pedro.

__ADS_1


“Hi Pedro, sorry aku tertidur.” Kata Jessica pada Pedro kemudian dia bangun dan duduk ditempat tidur.”


“Kenapa kamu di villa? Bukannya kamu akan menginap di rumah Federico?”


“Iya Pedro, tadinya aku ingin menginap di rumah Federico tapi tiba tiba Carlos datang. Dan aku memutuskan untuk datang ke villa.” Kata Jessica pada Pedro. “Oh ya Pedro bagaimana dengan lenganmu? Apakah masih sakit?”


“Uumm.., tidak lagi Jessi. Lenganku sudah tidak sakit.” Jawab Pedro sambil tersenyum.


“Hmmm…, bagus kalau begitu.”


“Pedro menatap Jessica dan tersenyum lalu dia membelai wajah Jessica dan mencium bibir Jessica. Mereka berdua saling berciuman


Jessica berdiri dan menarik tangan Pedro. Dia melepaskan kaos dan celana Pedro kemudian dia mendorong Pedro dan terjatuh di tempat tidur. Jessica naik ke atas tubuh Pedro dan mencium kembali bibir Pedro. Pedro memegang pinggang Jessica dan membalas ciuman Jessica


Dan terdengar handphone Jessica berbunyi. Jessica berhenti mencium Pedro lalu dia mengambil handphonenya dan melihat Hank yang menelepon. Jessica langsung menjawab telepon Hank.


“Ada apa Hank?” Tanya Jessica


“Nyonya, Carlos sedang berada di dalam villa.” Kata Hank dari seberang telepon.


“Biarkan saja dia Hank. Tapi kalian tetap mengawasinya.”


“Baik Nyonya. Oh ya Nyonya, dia sekarang sudah berada di dekat kamar Nyonya.”


“Iya Hank tutup saja teleponnya.” Kata Jessica pada Hank kemudian Jessica menutup teleponnya. Kemudian dia mengahampiri Pedro dan tersenyum pada Pedro. Jessica melepaskan pakaiannya dan naik ke atas tubuh Pedro dan mereka kembali berciuman.


Sementara di luar kamar Carlos sedang mengintip Jessica dan Pedro. Dia melihat semua apa yang dilakukan Jessica pada Pedro.


Dan hanphone Jessica berbunyi lagi. Jessica membaca pesan dari Hank. Hank memberi informasi kalau Carlos sedang berada di depan kamar Jessica. Tapi Jessica tidak perduli. Dia tetap melakukan aksinya pada Pedro.


Sementara itu Carlos begitu emosi melihat Jessica dan Pedro. Hatinya terasa sakit saat melihat Jessica berada di atas tubuh Pedro dan mendengar desahan desahan kenikmatan dari bibir Pedro. Hati Carlos begitu sakit. “Aku harus melenyapkan Pedro. Aku tidak ingin dia memiliki Jessica. Jessica hanya milikku.” Kata Carlos dalam hati. Dia masih melihat Jessica berada di atas tubuh Pedro dan tidak lama kemudian dia mendengar erangan kenikmatan dari bibir Pedro dan Jessica. Dan dia juga melihat Jessica terkulai lemas di atas tubuh Pedro.


Pedro menatap Jessica dan tersenyum, dia membelai rambut Jessica dan mengecup kening Jessica. Tiba tiba Pedro membalikkan tubuh Jessica dan mereka berdua melakukan hubungan itu lagi.


Carlos melihat Jessica dan Pedro melakukan hubungan lagi. Dia merasa sakit dan langsung meninggalkan villa Jessica. Dia masuk kedalam mobil dan langsung menjalankan mobil rumahnya. Wajah Carlos penuh dengan amarah. “Kamu harus mati Pedro, kamu tidak akan pernah memiliki Jessica.” Kata Carlos dalam hati, sampai di rumah dia langsung menghubungi Cayla dan meminta Cayla untuk datang kerumahnya.


Tidak lama kemudian Cayla datang kerumah Carlos. Dia masuk ke dalam rumah.


Melihat Cayla sudah datang Carlos langsung menarik tangan Cayla masuk kedalam kamar. Carlos langsung melepas pakaian Cayla, kemudian dia masuk kekamar mandi dia mengambil pengaman dan memakainya .


Sementara itu Cayla meyiapkan camera dari handphone Carlos dan dia mengarahkan ke tempat tidur.


Carlos keluar dari kamar mandi, dia langsung menghempaskan tubuh Cayla di tempat tidur dia memutar tubuh Cayla membelakanginya dan Carlos melakukannya. Dia melampiaskan amarahnya pada Cayla. Dia tidak perduli dengan teriakan rasa sakit oleh Cayla. Carlos tetap melakukan. Cayla memohon pada Carlos untuk berhenti karena dia merasakan sakit tapi Carlos tidak perduli. Cayla meronta saat Carlos melakukakannya dengan kasar tapi Carlos menahan Cayla. Akhirnya Cayla hanya bisa pasrah dan menahan rasa sakit. Dan akhirnya dia terbaring di samping Cayla. Dan dia memikirkan Jessica.


“Dia harus menjadi miliku lagi.” Kata Carlos dalam hati. Kemudian dia berdiri dan pergi kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Melihat Carlos pergi kekamar mandi, Cayla langsung mengambil handphone milik Carlos dan mengirim video mereka berdua kepada anak anak Jessica.


“Aku ingin anak anakmu tahu kelakuanmu Carlos.” Kata Cayla dalam hati.


Kemudian dia meletakkan kembali handphone Carlos di meja dan dia memakai pakaiannya lalu Cayla duduk di sofa.


Carlos keluar dari kamar mandi dan mengambil uang lalu memberikannya pada Cayla. Dan meminta Cayla untuk meninggalkan dia sendiri. Cayla mengambil uang itu dari tangan Carlos dan dia langsung meninggalkan kediaman Carlos.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan komentarnya ya.


Terima kasih..

__ADS_1


__ADS_2