
Seminggu sudah Logan bekerja kepada Maurent, hari ini dia ingin meminta ijin untuk pergi ke Torrance, dia sudah berjanji kepada kekasihnya untuk bertemu.
Logan pergi ke ruang kerja kemudian dia mengetuk pintu, terdengar suara Maurent menyuruhnya masuk. Dia membuka pintu kemudian masuk dan menyapa bosnya yang sedang sibuk di depan komputer.
“Selamat siang, Maurent.” Maurent menatap Logan kemudian tersenyum,
“Selamat siang, Logan. Ayo duduk,” ujar Maurent kemudian Logan duduk berhadapan dengan wanita itu, “Ada yang bisa aku bantu?” tanya Maurent seraya meletakkan kedua tangannya di atas meja.
“Um, hari ini aku akan pergi ke Torrance dan kembali besok lusa,” jawab Logan sambil menatap mata Maurent dan berharap wanita itu mengijinkannya.
“Oh ... mengapa kembali besok lusa? Apakah tidak bisa besok?” tanya Maurent lagi dengan mengkerutkan dahi kemudian dia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
“Aku ada urusan yang harus aku selesaikan,” bohong pria itu seraya membetulkan duduknya. Sebenarnya dia ingin menemui kekasihnya, dia sudah berjanji kepada gadis itu untuk setiap minggu akan mengunjunginya.
“Um, baiklah kalau begitu. Apakah kamu pakai kereta atau mobil?” tanya wanita itu dengan berusaha tersenyum kepada Logan.
“Aku akan pakai mobil,” jawab Logan lagi.
“Ok, jangan lama-lama di Torrance ya. Oh ya nanti kamu pergi ke rumah orang tuaku,” ujar Maurent seraya berdiri di ikuti Logan.
“Iya, Maurent. Kalau begitu aku pergi sekarang, terima kasih,” ucap Logan kemudian meninggalkan ruang kerja. Sedangkan Maurent, dia menatap Logan dan berpikir.
Apakah dia sudah punya pacar? Um, sepertinya iya, dia selalu menjauh dariku saat menerima telepon dan mungkin saja dia kembali ke Torrance untuk menemui kekasihnya. Maurent menarik napas panjang dan keluar dari ruangannya.
Tapi mudah-mudahan dia belum punya pacar. Seminggu bersamanya membuat aku merasa nyaman dan menyukainya. Dia tersenyum sendiri kemudian masuk ke dalam kamar.
Sedangakan Logan, dia masuk ke dalam mobil kemudian meninggalkan kediaman Maurent, dia langsung menjalankan mobil menuju ke Torrance. Di dalam mobil Logan menghubungi Cella.
“Hallo, Logan. Apakah kamu jadi datang?” tanya gadis itu dengan suara manja.
“Iya, Sayang. Aku sedang dalam perjalanan menuju Torrance,” jawab Logan. “Aku sangat rindu padamu.” Sambungnya lalu terdengar tawa gadis itu di telepon.
“Aku juga rindu padamu,” balas Cella lalu pria itu tersenyum.
“Apa yang kamu rindukan dariku?” tanya Logan dengan bercanda sambil matanya tetap tertuju ke depan.
__ADS_1
“Um …” gadis itu terhenti kemudian terdengar tawa di ujung telepon. “Aku rindu pelukanmu, ciumanmu, jenggotmu, dan ...." Kembali gadis itu terhenti kemudian terdengar tawa lagi. Logan menjadi penasaran kemudian dia bertanya.
“Kenapa tidak di teruskan?”
“Ehm ... aku rindu yang itu,” jawab Cella di seberang telepon. Pria itu langsung tertawa mendengar jawaban kekasihnya, dia mengerti apa yang di maksud gadis itu.
“Kamu mulai nakal," candanya lalu terdengar lagi tawa gadis itu di telepon.
“Kamu yang membuat aku nakal,” canda Cella lalu mereka berdua tertawa. “Sudah, kamu lagi menyetir, nanti kalau sudah sampai hubungi aku ya,” pinta gadis itu dengan suara manjanya.
“Tentu saja Cella ku, Sayang. Kalau aku sudah tiba aku akan meneleponmu, oh ya nanti kamu temui di rumah itu ya,” ujar Logan dengan memindahkan ponsel ke telinga satunya.
“Baik Logan, Sayang. Aku akan menemuimu di rumah itu. Rumah tempat kamu mabuk karena cemburu kepada Chico," ujar Cella dengan bercanda lalu Logan kembali tertawa dan mengingat saat dia mabuk waktu itu.
“Aku cemburu karena aku cinta kamu, Sayang,” sahut Logan. “Baiklah aku menyetir dulu ya."
“Iya, hati-hati!” pesan gadis itu lalu Logan tersenyum.
“Iya, terima kasih," ucap Logan kemudian dia menutup telepon. Logan langsung melajukan mobilnya.
Torrance
Besok aku tidak ada mata kuliah, bagaimana caranya aku bisa bertemu dengannya? Aku harus berbohong kepada mama, gumam Cella dalam hati. Dia berdiri kemudian Cella mendengar percakapan Cliff dan James pengawal pribadi papanya
‘Aku rasa dia tidak di kota ini lagi, dia sudah pergi,’ Lalu terdengar suara Cliff membalas percakapan James.
‘Kita tetap harus mencarinya, itu perintah Acel. Kalau tidak dia bisa pecat kita,’ Mendengar percakapan itu wajah Cella langsung berubah,
Ternyata mereka masih mencari Logan, aku harus berhati-hati. Aku juga tidak akan memakai mobilku, aku takut nanti papa menaruh gps di mobil. Aku akan meminta tolong temanku saja untuk menjemputku.
Cella pergi ke kamar, dia mengambil ponsel lalu menghubungi temannya. Dia meminta temannya untuk menjemput dia besok pagi. Cella melempar ponsel di atas kasur kemudian dia menghempaskan tubuhnya dan berguling di atas kasur.
"Ichh …” geram Cella, “Kenapa sich Acel selalu ikut campur urusanku. Aku jadi lebih membencinya.” Dia mengambil bantal dan menutup wajahnya.
****
__ADS_1
Tengah malam Logan tiba di Torrance, dia langsung menuju ke rumah tempat dia masuk dulu. Pria itu membuka garasi dan memasukan mobil ke dalam kemudian melangkahkan kaki menuju ke dalam rumah. Logan langsung masuk ke dalam kamar dan melepaskan kaos juga celana Jeans, dia mengambil handuk kemudian pergi mandi.
Selesai mandi dia mengeluarkan laptop dan berbaring di tempat tidur dengan hanya menggunakan handuk. Dia menyalakan perangkat lunak itu kemudian mengambil ponsel dan mengirim pesan kepada kekasihnya.
“Hallo, Sayangku. Aku sudah tiba dan sekarang sedang berbaring menunggu skype darimu.” Logan tersenyum kemudian dia mengirim pesan itu kepada Cella.
Tidak lama kemudian terdengar bunyi panggikan skype di laptop. Logan tersenyum kemudian dia menjawab video call dari kekasihnya.
Sementara di kediaman Carlos, Cella melihat Logan di layar laptop hanya menggunakan handuk lalu dia tertawa.
“Kenapa hanya memakai handuk?” tanya Cella dengan memperhatikan dada bidang pria itu yang sangat dia rindukan.
“Aku baru selesai mandi, apakah kamu merindukannya?” tanya pria itu seraya menunjukkan miliknya di kamera. Melihat kekasihya seperti itu Cella langsung tertawa.
“Tentu saja aku merindukannya,” jawab Cella dengan bercanda sambil matanya tak lepas dari layar laptop. Dia melihat tangan sang kekasih sedang mengelus-elus miliknya, sehingga membuat gadis itu tidak sabar lagi ingin bertemu dengannya.
“Ah ... Sayang, dia sangat merindukanmu, dia rindu memberikan kenikmatan padamu,” ujar Logan dengan mendesaah sambil memijit-mijit miliknya.
Cella tertawa kembali, matanya terus menatap layar laptop dan memperhatikan Logan yang sedang memainkan miliknya. Sesekali Cella menggigit bibirnya, dia Melihat pria itu memainkan dengan cepat lalu terdengat erangan. Cella memperhatikan sang kekasih mengeluarkan cairannya di atas tissue.
Cella berbaring kemudian dia meletakkan laptop di atas perutnya dan memperhatikan kekasihnya di layar lalu terdengar suara Logan.
“Sebentar, Sayang. Aku mau buang tissuenya.” Cella hanya tersenyum, lalu terdengar kembali suara sang kekasih.
“Besok kamu datang jam berapa?” tanya Logan.
“Besok pagi aku kesana,” jawab Cella seraya tersenyum melihat kekasihnya di layar yang masih bertelanjang dada.
“Baiklah kalau begitu, sekarang kamu tidur ya. Aku juga mau istirahat, aku lelah menyetir tadi,” ujar pria itu dengan meletakkan laptop di atas kasur.
“Baiklah, sampai jumpa besok ya,” ucap Cella lalu terlihat di layar laptop pria itu sudah mengenakan underwear boxer dan kaos.
“Sampai bertemu besok, aku mencintaimu,” ucap Logan, terlihat dia tersenyum di kamera.
“Aku juga mencintaimu,” balas Cella kemudian dia menutup skypenya.
__ADS_1
Cella mematikan laptop kemudian dia meletekkan di meja lalu kembali berbaring dan memejamkan mata.
Begitu juga Logan dia mematikan laptop dan tidur. Karena kelelahan menyetir dia langsung tertidur pulas.